BI Checking

Posted on

Selamat pagi mohon infonya Pak,
Saya berencana akan melakukan pengajuan KPR ke Bank dan pengajuan KPR saya akan dibantu oleh bagian marketing pengembang perumahan tsb ke Bank rekanan (jumlah 4 Bank) yg sdh kerjasama dgn pihak pengembang perumahan tsb, sebelum saya akan menyerahkan berkas2 KPR utk diajukan melalui pihak marketing pengembang perumahan tsb saya mencoba iseng mengecek status data saya di website BI (http://www.bi.go.id/id/perbankan/biro-informasi-kredit/permintaan-idi-historis/formulir/Formulir.aspx) keesokan harinya saya mendapatkan balasan dari BI melalui e-mail dimana status saya tercatat dalam database SID dan diinformasikan dalam database SID terdapat fasilitas kredit dg identitas yg sama namun memiliki alamat yg berbeda. Sontak saya langsung merasa kaget karena harapan status saya di BI tidak tercatat dalam database SID ternyata status saya tercatat. Kemudian saya mencoba mengingat-ingat kembali fasilitas kredit yg pernah saya miliki, setelah diingat memang saya pernah memiliki fasilitas kredit dari Bank dan hanya satu-satunya yg pernah saya miliki yaitu Kartu Kredit (KK) BM dan itupun sudah saya lakukan penutupan jauh sebelumnya sekitar pertengahan akhir tahun 2009 (Kronologisnya: di kantor cabang BM dihadapan CS (Customer Service), Teller, Pejabat Marketing KK, Pejabat Collection(Penagihan) KK, saya lunasi semua tagihan KK saya berikut biaya2 administrasinya dan langsung melakukan penutupan KK milik saya dg menggunting KK tsb (KK digunting oleh pihak Bank dan diambil oleh pihak Bank), kemudian saya meminta langsung surat pernyataan pelunasan tagihan dan surat pernyataan penutupan KK saya tsb namun oleh pihak Bank dijelaskan bahwa utk mendapatkan surat2 tsb diperlukan waktu 14 hari kerja dari tgl penutupan KK karena akan diproses terlebih dahulu di kantor pusat dan nanti akan dikirimkan ke alamat saya. Lama saya menunggu sekitar kurang lebih 2 bln akan datangnya surat2 tsb tibalah akhirnya saya menerima suratnya namun apadaya setelah saya buka ternyata isinya KK baru naik mjd Gold dari sebelumnya Silver dan jumlah limit kredit pun naik mjd 6jt dari sebelumnya 4jt dan yg membuat saya terkagum adalah tercantum tagihan biaya annual fee tahunan sebesar 150rb yg mesti harus saya bayar, tak menunggu lama saya langsung menghubungi Call Center dan dijawab dg ramah dg sejuta rayuan ini dan itu akan tetapi saya tetap mengatakan “saya tdk memerlukannya lagi” dg alasan saya mau pindah tugas ke daerah pedalaman Kalimantan (alasan yg masuk ngakal-ngakalin karena buat apa saya punya KK kalo nanti disana tdk terpakai sama sekali) akhirnya disetujui oleh Call Center dan diminta utk tdk mengaktifkan KK tsb, tdk perlu membayar tagihan tsb, tdk perlu mengirim kembali surat termasuk KK baru tsb, dan abaikan semuanya karena hari ini langsung ditutup. Kemudian saya menanyakan surat pernyataan pelunasan tagihan dan surat pernyataan penutupan KK kapan bisa saya dapatkan stlh sebelumnya (tgl saya lupa) saya melakukan penutupan KK tetap juga dijawab akan diproses segera. Karena kesibukan saya sbg pegawai swasta saya tak teringat lagi surat2 yg pernah saya minta kpd pihak Bank penerbit KK tsb dan oleh saya diabaikan begitu saja hingga dg sekarang bln juli 2014). Untuk slip bukti setoran pembayaran pelunasan tagihan berikut biaya administrasi KK tsb pada waktu penutupan KK pertama sesuai penjelasan diatas hingga sekarang saya lupa menyimpannya (dianggap sdh hilang) akan tetapi saya yakin pihak Bank mempunyai pencatatan (record) dalam sistemnya.

Setelah menerima e-mail balasan dari BI sesuai dg penjelasan diatas, keesokan harinya saya langsung datang ke kantor cabang Bank (BM) dan bertemu langsung dg CS menanyakan perihal tagihan KK saya (kebetulan nomor KK msh tersimpan dalam memori HP saya) setelah dilakukan pengecekan firasat saya benar ternyata nomor KK saya masih aktif dan msh terdapat tagihan walupun KK tsb sudah saya tutup sebelumnya, langsung saya menanyakan kpd CS kenapa msh terdapat tagihan padahal saya sdh menutup KK tsb (saya jelaskan sesuai penjelasan tsb diatas kpd CS) oleh CS disarankan utk tagihan KK saya karena tagihan ini muncul bukan karena kesalahan dari saya dan tagihannya pun berasal dari biaya annual fee tahunan yg terakumulasi ditambah denda keterlambatan bayar serta ditambah denda bunga dan juga KK tidak aktif, maka saya bisa menyampaikan pengaduan penghapusan tagihannya dan langsung minta utk melakukan penutupan KK kembali ke Call Center (kantor pusat karena kantor cabang tdk memiliki kewenangan utk melakukan penghapusan tagihan dan penutupan KK), walaupun saya coba dg niat baik saya utk melunasi tagihan tsb dan biar permasalahannya cepat selesai sehingga saya bisa mendapatkan bukti surat pernyataan pelunasan tagihan sbg persyaratan pengajuan KPR (mencoba melunasi walau hati sangat berkeberatan) tetapi tetap diminta terlebih dahulu oleh CS utk menghubungi Call Center dan masih dihadapan CS segera saya menghubungi Call Center dan langsung menanyakan tagihan KK saya lalu saya katakan saya akan melunasi semua tagihan saya dg syarat bisa saya langsung mendaptkan bukti surat pernyataan pelunasan tagihan dan bukti surat pernyataan penutupan KK-nya sekarang juga tanpa menunggu lagi (minta di e-mailkan segera ke kantor cabang hari ini juga setelah saya melakukan pelunasan di kantor cabang), namun setelah diminta utk menunggu sebentar (berkali-kali hampir sekitar 10x telepon selalu terputus dan memakan pulsa hampir 150rb sampai2 diberi pinjaman HP utk menghubungi Call Center oleh CS) karena perlu dilakukan pengecekan ulang terlebih dahulu akan tagihan KK saya kemudian saya memperoleh jawaban dari pihak Call Center (saya lupa namanya) bahwa tagihan saya tdk perlu dilunasi, tagihan tsb bisa dan langsung akan dihapus, karena tagihan tsb bukan dari aktivitas transaksi konsumtif (transaksi aktif) melainkan dari akumulasi tagihan biaya annual fee tahunan dan selama tagihan itu muncul dari awal KK tdk/belum aktif, hari itu juga tepatnya tgl 25 Juli 2014 tagihan KK saya dihapuskan dan KK langsung ditutup (berkali-kali selang -/+ 1-3 hari saya coba menghubungi kembali Call Center utk menanyakan/mengecek kondisi status KK saya dan puji syukur hingga sekarang tgl 31 Juli 2014 KK saya sdh ditutup dan tagihan sdh dihapuskan (lupa nama pihak Call Center-nya karena terkadang tdk/kurang jelas menyebutkan namanya)) kemudian saya menanyakan kapan saya bisa mendaptkan bukti surat pernyataan penghapusan tagihan dan bukti surat pernyataan penutupan KK saya serta tolong minta di update data kembali akan status saya di BI? Saya meminta bisa hari ini juga karena saya memerlukan utk persyaratan pengajuan KPR, dijawab belum bisa sesuai peraturan di Bank ini harap menunggu di proses terlebih dahulu bersamaan dg penutupan KK milik orang lain jd berkas diajukan langsung bersamaan prosesnya ditujukan ke masing2 pihak terkait terlebih dahulu maksimal -/+ 14-30 hari kerja dari tgl penutupan KK tsb, kemudian saya diminta utk menghubungi kembali di Call Center dan menanyakan mengenai perihal surat2 tsb.

Yang mau saya tanyakan berkaitan dg permasalahan yg saya alami sesuai penjelasan tsb diatas :
1. Apakah setelah dilakukan penghapusan tagihan dan penutupan KK tsb sudah pasti otomatis status data saya langsung ter-update dg database SID pada BI hari itu juga (hari dan tgl dilakukannya penghapusan tagihan dan penutupan KK) sehingga status data saya tidak lagi tercatat pada BI?

2. Bila saya dipermainkan akan permasalahan ini dalam arti surat2 tsb (bukti surat pernyataan penghapusan tagihan dan bukti surat penutupan KK) yg diminta oleh saya tdk pernah terealisasikan, apakah saya dimungkinkan bisa melakukan pengaduan kpd pihak yg berwajib (Kepolisian RI) dg alasan sdh mencemarkan nama baik saya karena tanpa sepengetahuan dari saya status data saya tercantum dalam database SID pada BI dan mengingat sebenarnya saya sudah cukup sabar mengatasi permasalahan ini dari awal sampai akhir sdh kedua kalinya saya melakukan penutupan KK tsb tanpa terealisasi?

3. Apa yg mesti saya lakukan karena saya ingin segera mengajukan berkas2 KPR kpd pihak Bank melalui pihak marketing pengembang perumahan yg menangani/membantu proses KPR-nya (semua berkas sdh siap utk diajukan hanya masalah BI Checking ini yg msh dalam proses penanganan)?

4. Apakah dimungkinkan saya membuat surat pernyataan pribadi utk di ketahui pihak KPR Bank dg menjelaskan seperti penjelasan dari kronologis saya tsb diatas dimana utk bukti surat pernyataan penghapusan tagihan sebesar Rp. 778.680,- (surat pernyataan pelunasan tagihan) dari pihak Bank KK terkait sedang dalam proses dan sudah/sedang saya tangani sesuai janji dari Bank KK tsb -/+ 14-30 hari kerja? Bilamana surat pernyataan yg dibuat oleh saya pribadi kemudian tdk dpt dinyatakan sesuai fakta apakah ada konsekuensi hukumnya, apa yg semestinya saya lakukan?

5. Bilamana saya langsung mengajukan berkas2 KPR kepada pihak Bank melalui pihak pengembang, apakah mungkin bisa lolos seleksi persyaratannya (bila semua persyaratan selain BI Checking disetujui)? Dimana saya adalah seorang PNS, dg uang muka utk rumah dibayar lebih besar -/+ 20% dari yg ditetapkan pengembang sebesar 5%, kalau terkendala dg BI Checking karena pihak KPR Bank mengetahuinya sebenarnya dg niat tulus saya sanggup utk melunasi tagihan KK tsb yg sebesar Rp. 778.680,- akan tetapi apakah pihak KPR Bank akan membantu?

6. Jikalau dari pengajuan KPR oleh pihak Bank (4 Bank yg diajukan utk KPR) kemudian ditolak semua, apakah saya diperkenankan utk mengetahui perihal dari alasan penolakanya? Apa yg harus saya lakukan jika permasalahannya berkaitan dg BI Checking?

7. Apakah ada masukan dan solusi lainnya utk saya pribadi yg sedang/akan mengajukan KPR kpd pihak Bank melalui pihak pengembang sehingga KPR saya bisa diterima/disetujui (di Acc)? Harapan saya ingin sekali bisa memiliki rumah sendiri setelah sekian tahun harus ikut di rumah mertua capek tdk bebas.

Sekian dan terima kasih.

Wassalam,
#Andy

1. Status akan akan bisa langsung terupdate, namun data kita baru akan bersih dari catatan BI setelah 2 tahun.

2. Apabila anda memiliki cukup bukti maka itu sudah menjadi hak anda untuk melaporkan hal tersebut kepada pihak penegak hukum.

3. Anda bisa mencoba meminta surat keterangan dari Bank penerbit kartu kredit. Namun kemungkinannya kecil pihak bank anda mengajukan kredit mau menerimanya.

4. Sudah di jelaskan pada no 3 sebagian, secara konsekuensi hukum ada baiknya kesepakatan ini dilakukan di hadapan notaris atau lembaga hukum.

5. Walaupun melalui pengembang pihak bank tetap akan melakukan pengecekan terhadap data-data keuangan anda di BI.

6. Anda bisa meminta penjelasan kepada bank mengenai alasan penolakan.

7. Mungkin anda bisa gunakan nama istri/suami dalam pengajuan KPR-nya. Ini bisa di upayakan sebagai solusi apabila nama kita memang terdaftar dalam BI checking.

Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s