Rincian biaya KPR

Posted on

Pada tulisan kali ini kami akan mengulas mengenai komponen apa saja yang biasa muncul dalam biaya KPR.

Pada umumnya biaya KPR terdiri atas sebagai berikut:

  1. Uang Muka Pembayaran Rumah
  2. Biaya Pengurusan Sertifikat dan notaris
  3. Biaya Provisi dan Administrasi
  4. Biaya Premi Asuransi Jiwa
  5. Biaya Premi Asuransi Kebakaran

Uang Muka KPR
Sebagaimana kita ketahui Bank tidak membiayai 100% nilai rumah yang dibeli melainkan hanya 70-80% saja. Terkait hal tersebut Bank Indonesia (BI) telah membuat aturan mengenai uang muka minimum 30% dari nilai rumah yang akan dibiayai. Jadi tidak seperti dulu lagi dimana bank dapat menentukan sendiri jumlah uang muka kpr rumah. Akan tetapi BI tidak menetapkan persyaratan uang muka minimum untuk seluruh jenis kredit rumah melainkan ada jenis kredit yang nilai uang mukanya bisa lebih rendah dari 30%.

Biaya Notaris KPR
Biaya notaris merupakan jasa kepada notaris dan pihak terkait dalam pengurusan surat berhubungan dengan kepemilikan tanah. Jumlahnya sangat tergantung dari tarif jasa yang diberikan oleh notaris. Surat-surat yang perlu diurus antara lain balik nama sertifikat, pengecekan sertifikat, pemasangan hak tanggungan.

Tidak ada patokan khusus untuk biaya notaris ini dikarenakan tidak ada tarif standard sehingga menjadikan peluang melakukan negosiasi dengan notaris seperti meminta diskon ke notaris.

Tentunya sedikit banyak hal ini akan membantu mengurangi beban biaya pengurusan KPR.
Jika diperlukan Anda dapat membandingkan tarif jasa antara beberapa notaris yang sudah ditunjuk oleh bank.

Biaya Provisi dan Administrasi KPR
Biaya ini umumnya merupakan tarif promosi oleh bank, seringkali bank memberikan diskon untuk biaya ini.
Anda bisa minta keringanan biaya provisi kepada bank, meskipun jumlahnya tidak terlalu besar karena biaya ini porsinya kecil dalam komponen biaya KPR.

Biaya Premi Asuransi Jiwa KPR
Komponen biaya yang penting dalam pengurusan KPR adalah asuransi jiwa. Asuransi jiwa akan sangat dibutuhkan untuk memproteksi baik bank maupun keluarga kreditur sehingga apabila kreditur meninggal dunia sisa pinjaman akan dilunasi oleh asuransi.
Besarnya premi asuransi jiwa akan berbeda-beda nilainya dan sangat tergantung umur dan kondisi kesehatan pihak kreditur. Semakin tua umur maka akan semakin mahal premi asuransi jiwanya.
Ada beberapa bank yang mewajibkan asuransi dalam komponen KPR sementara yang lain tidak mewajibakan kreditur memiliki asuransi jiwa.

Biaya Premi Asuransi Kebakaran KPR
Komponen penting dalam biaya KPR adalah asuransi kebakaran. Hal ini dikarenakan bank wajib untuk memproteksi nilai jaminan rumah terhadap resiko kebakaran.
Sehinga apabila terjadi kebakaran selama periode KPR segala ganti rugi akan dibayarkan oleh asuransi kepada bank.
Pada umumnya premi ini sudah tetap dari perusahaan asuransi dan besarnya sudah fix. Besar premi asuransi kebakaran umumnya relatif rendah jika dibandingkan dengan besar premi asuransi jiwa KPR.

Demikian ulasan kami mengenai komponen biaya dalam pengajuan KPR. Semoga membantu

http://www.dolsegaf.com/rincian-biaya-kpr/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s