Panduan Singkat Mengenai KPR

Posted on

Jika kita perhatikan saat ini di pasaran kredit rumah telah terjadi perubahan. Kredit rumah yang banyak disuplai dari bank telah membuat berbagai penawaran yang variatif untuk menarik minat masyarakat agar mau mengambil produk kredit rumahnya. Dengan semakin banyaknya pilihan kredit rumah seharusnya memang semakin menguntungkan bagi para calon konsumen.

Sayangnya, mendapatkan kredit rumah dari bank tidak menjadi lebih mudah dari tahun ke tahun. Jika kita datang ke bank, biasanya bank memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR biasanya bank tidak akan mau membayar rumah 100%. Bank hanya akan membayar rumah sekitar 70% dari harga rumah sisanya yang 30% harus kita bayar sendiri.

Jumlah bank-bank pemberi KPR sekarang cukup banyak. Ada yang menawarkan KPR konvensional, ada juga yang menyediakan KPR syariah. Masing-masing memiliki kelebihan dan keunggulan tersendiri. Selain KPR, bank juga makin variatif dalam memberikan produk layanannya kepada konsumen. Misalnya dengan menawarkan kredit pemilikan apartemen (KPA). Biasanya produk ini ditujukan bagi masyarakat kalangan menengah ke atas. Selain untuk menempati, banyak di antara mereka yang membeli apartemen untuk kepentingan investasi.

Pada kenyataannya, tidak semua permohonan KPR dari calon nasabah akan diterima oleh bank. Hal ini dikarenakan bank biasanya mempunyai kriteria sendiri dalam meluluskan Formulir Permohonan KPR yang masuk kepada mereka. Berikut beberapa kriterianya:
– Orang tersebut harus berusia maksimal 50 tahun ketika mengajukan permohonan KPR kepada bank.
– Orang yang bersangkutan harus sudah bekerja dan memiliki penghasilan, yang dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen tertentu. Penghasilan tersebut minimal besarnya harus 3 kali dari jumlah cicilan KPR yang diinginkan tiap bulannya, bila KPR tersebut diluluskan
– Bila orang itu pernah memiliki hutang di tempat lain, maka orang itu harus memiliki sejarah pembayaran kredit yang baik di sana, terutama pada masa dua belas bulan terakhir.

Melihat kriteria-kriteria tersebut, ada baiknya kalau Anda memiliki strategi khusus sebelum mengajukan Permohonan KPR kepada bank. Tujuannya agar Permohonan KPR Anda bisa diluluskan oleh pihak bank. Karena itu, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR kepada bank:
1. Siapkan dokumen keuangan yang pasti akan diminta oleh pihak bank.
Bila Anda adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:
a. Surat Keterangan Bekerja di Perusahaan (minimal Anda harus sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun)
b. Slip Gaji Asli
c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)

Bila Anda adalah seorang wiraswasta, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:
a. Daftar Pelanggan Anda (bila memungkinkan)
b. Daftar Pemasok Anda (bila usaha Anda bersifat usaha dagang)
c. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)
d. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)
e. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)
f. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)  bila usaha Anda bersifat usaha dagang
g. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

Bila Anda adalah seorang profesional, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:
a. Daftar Pelanggan atau klien Anda (bila memungkinkan)
b. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)
c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)
d. NPWP
e. Surat Izin Praktek (untuk beberapa profesi tertentu)

2. Siapkan kelengkapan dokumen dari jaminan yang akan diajukan
Bila Anda membeli rumah secara kredit, maka rumah yang akan dibeli tersebut biasanya akan diminta oleh bank untuk dijaminkan kepada mereka. Ini berarti, apabila Anda tidak bisa meneruskan pembayaran cicilan KPR Anda (macet dan tidak ada penyelesaiannya), maka rumah itu akan disita oleh bank untuk mengganti sisa hutang yang belum Anda bayar.
Itulah sebabnya, adalah penting bagi bank untuk memeriksa lebih dulu kelengkapan dokumen dari rumah yang akan dijaminkan tersebut. Apa saja dokumen itu?
a. Sertifikat Tanah
b. Sertifikat IMB + Blue Print (cetak biru gambar rumah tersebut)
c. SPPT PBB Tahun terakhir
Dengan demikian, selama Anda membayar Cicilan KPR Anda, maka dokumen-dokumen tersebut akan disimpan oleh bank sampai cicilan KPR Anda lunas. Jadi, pastikan Anda mengecek terlebih dahulu kelengkapan dari dokumen-dokumen tersebut sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR Anda kepada bank.

3. Perbaiki tampilan keuangan Anda
Kita juga perlu memperbaiki penampilan keuangan agar bank bisa melihat kesan yang baik terhadap kondisi keuangan kita:
a. Perbaiki catatan rekening bank yang kita miliki.
b. Perlancar pembayaran hutang kita di tempat lain.
c. Atur proporsi cicilan hutang kita.

Nasabah tidak boleh sembarangan dalam memilih KPR, selain suku bunga ada juga hal penting lainnya yang harus menjadi pertimbangan, antara lain :
– Pilihlah KPR di bank yang sehat, yang bisa dilihat dari rasio kesehatan bank.
– Hindari bank yang bunga KPR nya fluktuatif, dan pilihlah bank yang tidak semena-mena menaikkan suku bunganya tanpa memberi tahu dulu kepada nasabah.
– Cermati syarat-syarat yang melekat pada KPR berbunga rendah. Misalnya KPR itu hanya berlaku untuk perumahan tertentu saja, ini berarti kita tidak bisa leluasa memilih rumah sesuai dengan kebutuhan.

Dengan mengetahui berbagai peryaratan pengajuan KPR yang ada, semoga dapat membantu Anda untuk dapat lebih mempersiapkan diri dan mendapatkan hasil yang memuaskan. (Enrica Irene)

8 thoughts on “Panduan Singkat Mengenai KPR

    nunik said:
    May 13, 2012 at 6:04 pm

    numpang nanya, sy ambl prumahan dctym, dan proses’y dtangani developer sy sjak akhr maret, yg sy bingung adlh awal’y djanjikan lgsng wwncara dan akad bln itu jg, tp hampir 2 bln ini sp3k’y jg blum keluar, kt’y blum tau dan msh nunggu no legalitas dr btn
    Ad ya dvloper yg janji2 surga tp pas dtanya blum2 jg, mohon advice’y..

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:54 am

      Pengembang yang mengobral janji banyak, bahkan banyak juga bank-bank yang seperti itu. Coba anda langsung hubungi Bank dimana pihak pengembang mengajukan KPR anda. Sehingga anda bisa ikut memantau prosesnya juga, sehingga tidak menunggu janji-janji dari pihak pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        Nunik Astiani said:
        May 15, 2012 at 1:54 pm

        Terimakasih ya pak atas masukannya, saya sama sekali belum berpengalaman dalam hal KPR ini.
        Ada hal lain yang juga mengganjal, yaitu rumah sebenarnya sudah di bangun tetapi infrastrukturnya belum 100% seperti listrik, air dan jalannya juga belum di aspal (masih batu2) , apakah kondisi yang masih seperti itu juga yang menyebabkan akad saya masih lama? apakah akad baru akan terjadi jika rumah sudah 100% jadi dan bisa di tinggali? Saya juga ada kelebihan tanah, proses nya saya masih belum mengerti pak, untuk tanah hook tersebut tidak masuk dalam KPR, artinya sertifikat dll pisah dengan sertifikat yang masuk KPR ya?

        kprid responded:
        May 15, 2012 at 7:56 pm

        Yang paling bagus adalah rumah telah 100% siap huni baru dilakukan akad kredit. Soalnya banyak juga pengembang yang meminta konsumen melakukan akad kredit tapi kondisi bangung masih indent atau belum ada progress sama sekali. Biasanya mereka lakukan seperti ini untuk mendapatkan dana terlebih dahulu baru mereka memulai membangun. Lebih baik di hindari hal yang seperti ini karena nantinya akan merugikan kita apabila terjadi masalah di kemudian hari, seperti rumah yang tidak dibangun-bangun dan kita sudah terikat dengan cicilan KPR karena akad kredit.

        Untuk tanah hook atau kelebihan tanah nanti akan dihitung setelah sertifikat dibuat. Bisa dimasukan KPR juga nantinya.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nunik said:
    May 22, 2012 at 8:22 pm

    dear kprid, sy sangat kesal dgn dvloper yg tdk sopan sms pk tanda seru yg menyuruh sy sabar, kt’y smua sudah beres dan tggal nunggu no sertifikat, pdhl mreka janji bs cpt proses’y
    Apakah memang sprti itu ya? Dan brp lama? Sy sudah 2 bln bjalan proses’y, dan sdh intrvw jg…

      kprid responded:
      May 23, 2012 at 11:24 am

      Memang banyak pengembang yang mengobral janji seperti itu, namun tidak semuanya juga. Banyak kendala di lapangan yang membuat hal atau proses ini jadi lama. Bisa juga birokrasi di banknya sendiri yang memperlambat prosesnya. Jumlah calon debitur yang banyak mungkin juga bisa jadi salah satu faktor. Saya sendiri hampir 4 bulan baru akhirnya mendapatkan informasi bahwa KPR saya di setujui. Coba hubungi juga pihak Bank selain pengembang, mungkin ada masalah-masalah lain di Bank yang menghambat proses KPR anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    9abri said:
    September 8, 2012 at 7:35 am

    Dear kprid, bisa tidak jika seseorang telah memiliki tanggungan KPR untuk sebuah rumah, mengajukan KPR untuk rumah ke dua? Jadi dia akan memiliki tanggungan KPR dua sekaligus?

      kprid responded:
      September 11, 2012 at 10:09 pm

      Harusnya tidak ada masalah, selama bank menilai kemampuan anda secara keuangan masih dilihat mampu untuk itu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s