Hati-Hati Membeli Rumah Harga Murah

Posted on

 

Palembang, Situs Hukum— Diawali janji manis, tapi pada ujungnya berakhir dengan penipuan. Kasus terbaru yang mencuat adalah Kasus pembangunan Kompleks Kawasan Terpadu Tanjung Barangan Indah  City yang dikerjakan PT RP di kawasan Tanjung Barangan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan IB I, Palembang.


April 2010 lalu, pengembang PT RP menggeber prmosi besar-besaran di sebuah mall di sini. Mereka menawarkan perumahan terpadu yang bakal berkembang menjadi sebuah kota mandiri, dimana bakal ada 5.000 rumah kemudian apartemen dan kondominium. Kawasan itu juga akan dilengkapi faslitas lapangan golf, waterpark, joging track bahkan sirkuit balap.
Promosi habis-habisan ditambah harga yang ditawarkan cukup muah dibandingkan dengan perumahan sejenis yang dikembangkan developer lain jadi magnet konsumen. Tak ayal, promo tersebut diserbu konsumen. “Kalau tidak salah saya membeli saat pameran sudah ada 70 konsumen yang bahkan sudah bayar DP,” ujar Chairil, salah seorang konsumen PT RP pekan lalu.
Para konsumen yang sudah termakan janji kini harus gigit jari. Pasalnya, hingga kini rumah yang dijanjikan belum dibangun. Malahan, lokasi kaplingan mereka juga tak tahu dimana letaknya, apalagi untuk fasilitas pendukung semacam lapangan golf atau sirkuit. Pengembangpun ternyata kini lenyap ditelan bumi lari dai tanggungjawabna.
“Makanya kita kesini dengan sejumlah konsumen lain yang senasib guna melaporkan PT RP karena sudah melakukan penipuan,” tagas Chairil yang Sabtu (28/5) bersama tujuh korban lainnya, melapor ke Mapolresta Palembang.
Bagaimana bisa tertipu?Chairil pun hanya geleng-geleng kepala, apalagi mengingat ia juga bekerja di salah satu developer. “Maka dari itu, saya sebetulnya sudah lebih hati-hati dibanding konsumen lainnya, kita sudah cek lokasi, cek yang lainnya, bahkan sudah ketemu dengan salah satu pimpinannya tentang pengembangan peruahan tapi ternyata masih tertipu. Sepertinya aa yang dilakukan sudah sangat rapi.” tegasnya.
Modus yang dilakukan pun terkesan sangat rapi. Sejak awal developer menyiapkan dengan membangun rumah contoh kemudian memasang palang izin dari dnas Tata Kota untuk membangun komplek perumahan. Lokasipun sudah disiapkan, sehingga para konsumen yang survei sangat tergiur karena melihat seolah proyek dilakukan.
Tapi persoalan mulai tercium setelah beberapa bulan, pengerjaan rumah tidak dilanjutkan. Di lokasi, semua sudah ditinggalkan, bahkan eskavator yang sudah dipreteli terbakar begitu pula dengan kantor pemasaran dimana didalamnya terdapat berkas-berkas. “Entah disengaja atau tidak pak, yang jelas kita sudah melakukan pembatalan, tapi uangnya tidak dikembalikan. Beberapa yang sempat wawancara di Bank BTN Syariah, hingga kini pula tidak jelas nasibnya, padahal kita sudah bayar DP, ada yang bayar cash. Tapi sampai sekarang pihak developer seakan lepas tangan dan lari makanya kita lapor ke yang berwajib,” jelasnya.
Korban lainnya, Elvi Aprianti (44) mengaku sempat melakukan pengikatan jual beli dan menyerahkan uang di salah satu bank dengan tuna. “Janjinya akan diselesaikan dalam waktu enam bulan, tapi sampai sekarang belum ada,”katanya ke polisi saat melapor.
Sementara para konsumen yang resah dengan nasib uang mereka, mulai berani melapor ke yang berwajib. Sudah beberapa laporan polisi masuk ke Polresta Palembang yang mengadukan Yul alias AL selaku Bos PT RP. “Dia dan timnya sekarang sudah tidak tahu kemana, kita ada alamat orang tuanya di Trikora, tapi dianya jawabanya tidak tahu, bahkan kabarnya rumah orang tuanya juga bakal dijual,” kata konsumen yang lain.
Tak cuma dikalangan konsumen perumahan, ulah PT RP juga dikeluhkan para investor dan pemborong proyek baik perumahan maupun fasilitas yang mereka kembangkan. Renbdi Enaldi (43) harus merelakan uang Rp.27,5 juta miliknya hasil menjual motor dan mobil untuk diinvestasikan pada penyewaan alat berat guna pembangunan Sirkuit balap Tanjung Barangan Indah ang dikembangkan PT RP.
“Saya ditawari rekan saya As, dia pemborong, ngakunya diajak pak Am selaku Direktur PT RP guna ikut dalam pembangunan sirkuit itu. Pak Am juga ngaku PNS di salah satu kecamatan, As sendiri menawarkan kepada saya untuk bisnis sewa alat berat, dimana dijanjikan setelah 100 jam sewa saya mendapat keuntungan Rp 20 juta makanya saya tergiur,”tutur Rendi.
Juga jadi korban penipuan komplotan ini adalah adalah para pemilik lahan baik di proyek perumahan maupun jalan yang dibebaskan untuk komplek perumahan. “jalannya terpaksa ditutup oleh yang punya lahan karena belum dibayar developer,” kata salah seorang warga disekitar lokasi perumahan.
Lokasi proyek sendiri hingga kini terbengkalai, jalan masuknya disegel warga. Disana hanya ada rumah contoh yang juga belum selesai, sebagian bahkan dikasih palang sendiri oleh para konsumen yang merasa tertipu. “Kalau mau uang kemabli sulit, dibayar dengan tanahpun rasanya tidak jelas karena setatus tanahnya bagaimana. nPaling saya cuma pengin memukuli para pemimpin PT RP saja, karena saya sendiri sudah tertipu banyak, bersama saudara beli empat rumah, total kerugian kita diatas Rp 100 juta,”umpat Chairil diamini para korban lainnya.
Sementara, korban ini mencoba menghubungi beberapa penanggungjawab PT RP baik Al alias Yul, Nd, Ar, V semuanya tidak aktif lagi ponselnya. Kantor mereka baik di PTC maupun di lokasi proyek sudah tidak ada lagi, berkembang dugaan dikalangan konsumen bahwa mereka kabur. Bahkan di Blog maupun Facebook, salah satu konsumen yang melakukan investigasi menyebut tudingan bahwa Al alias Yul selaku pimpinan sebagai penipu ulung dan sudah melakukan aksi penipuan sejenis di kota Medan.
Tak cuma kisrus soal pembangunan perumahan yang tidak dikerjakan, beberapa konsumen perumahan mengeluhkan ulah para developer nakal yang tidak memenuhi tanggungjawab sebaaimana yang dijanjian kepada konsumen. “Macem-macem, jalan idak dibangun, listrik dkan masuk-masuk, galak banjir kareno katek drainase yang bagus, kalau kito kejer berkilah terus developernyo,” ungkap Birin salah seorang konsumen perumahan kelas Tapak Sejahtera (subsidi) dikawasan Gandus. (mg18)
Sumber: Sumatera Ekspres

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s