Masalah Konsumen Perumahan dan Solusinya (1)

Posted on

[Tips Konsumen]

Kenali potensi masalah sejak dini sehingga Anda siap mengantisipasinya dan lebih realistis menghadapinya.

Banyak keluhan dari konsumen terkait transaksi rumah yang dibangun developer dan penyaluran kredit pemilikan rumah (KPR). Kita bisa membacanya hampir setiap hari di surat kabar. Berbagai keluhan itu telah menjadi klasik tanpa ada solusi yang memuaskan dari yang berwenang untuk mencegah atau menyelesaikannya.

Karena itu jalan terbaik menyikapinya, adalah dengan mengenali dan mengantisipasi potensi masalah itu sejak awal, sehingga Anda bukan hanya siap tapi juga realistis menghadapinya. Bila Anda baru tersadar dan bertindak setelah problem muncul, penyelesaiannya sering tidak sederhana karena masih buruknya sistem perlindungan konsumen dan penegakan hukum di negeri ini.

Paling tidak ada 15 masalah yang sering dikeluhkan, yang akan diurai satu per satu dan kami coba menawarkan solusinya. Tips disarikan dari wawancara dengan Marketing Manager Taman Melati Sawangan (Depok-Jawa Barat) Joko Triyono, Mortgage Business Group Head Bank Niaga Juanita A Luthan, Corporate Relationship Manager Bank BTN Maret DS Santoso, Wakil Kepala Dinas Tata Kota DKI Jakarta Agus Subardono, property lawyer Erwin Kallo, dan public interest lawyer Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo.

  1. Uang muka sudah dibayar permohonan KPR ditolak
    Bila permohonan KPR ditolak, transaksi rumah terancam batal. Transaksi batal, developer memotong uang muka yang sudah Anda setor. Agar tidak mengalami masalah ini, perlu dipahami yang menjadi pertimbangan utama bank dalam menilai pengajuan KPR adalah kemampuan mengangsur yang tercermin dari penghasilan (sendiri atau gabungan suami istri), pekerjaan atau profesi, dan masa kerja.
    Umumnya bank membatasi cicilan KPR maksimal 1/3 dari penghasilan bersih yang dibawa pulang (take home pay). Jadi, untuk take home pay Rp6 juta, maksimal cicilan Rp2 juta/bulan. Karena itu agar permohonan KPR diterima, sebaiknya ajukan KPR dengan cicilan kurang dari Rp2 juta. Banyak bank menyediakan software khusus yang memungkinkan Anda mensimulasikan cicilan KPR.
    Anda juga bisa meminta customer service bank menghitungkannya. Atau yang paling mudah lihat saja price list developer. Di situ dicantumkan cicilan menurut periode dan bunga KPR yang berlaku saat itu, sehingga sejak awal Anda tahu berapa nilai KPR yang paling bankable diajukan.
    Lampirkan data yang lengkap dan jujur. Kalau dalam permohonan KPR disebutkan take home pay Rp6 juta/bulan, padahal Anda staf biasa dengan masa kerja 2 – 3 tahun, boleh jadi bank meragukannya dan menolak permohonan KPR. Kecuali Anda bekerja di perusahaan bonafid yang standar gajinya memang tinggi. Me-mark up penghasilan akan membuat permohonan KPR ditolak selain menyulitkan diri sendiri membayar cicilan kelak.

    BI checking
    Apalagi kini ada aturan yang mewajibkan bank melaporkan kredit yang disalurkannya ke Bank Indonesia (BI checking). Dengan aturan itu bank bisa melacak apakah Anda punya kredit lain selain KPR yang diajukan, dan apakah data gaji yang disampaikan sudah memperhitungkan kredit itu. Bank akan menolak permohonan KPR bila sisa gaji setelah dikurangi angsuran kredit lain itu tidak memadai untuk membayar cicilan KPR. Kalaupun mencukupi bank tetap akan menolak bila pembayaran kredit lain itu bermasalah.
    Dalam beberapa kasus bisa juga permohonan KPR ditolak karena Anda menghitung cicilan KPR berdasarkan bunga promosi. Misalnya, Bank A melansir program bunga fixed 10 persen satu tahun dari bunga KPR reguler 13 persen, untuk pembelian rumah selama masa tertentu atau di perumahan yang dikembangkan developer yang bekerjasama dengan bank.
    Dengan KPR Rp200 juta, periode 15 tahun, bunga 10 persen, katakanlah cicilannya Rp2 juta/bulan sehingga yang berpenghasilan Rp6 juta layak mendapat KPR. Tapi, setelah satu tahun bunga kembali ke 13 persen (dengan asumsi bunga pasar stabil), sehingga cicilan meningkat menjadi Rp2,5 juta dan hanya layak untuk yang bergaji minimal Rp7,5 juta.
    Bank akan menolak permohonan KPR bila melihat dalam satu tahun itu tak ada potensi kenaikan gaji Anda hingga Rp1,5 juta. Sebab itu agar pengajuan KPR diterima, hitung cicilan dari bunga reguler bukan bunga selama bulan promosi. Tak ada salahnya menyertakan rekening pribadi untuk menunjukkan bahwa kondisi finansial Anda cukup kuat.
    Profesi juga memengaruhi penilaian bank. Bila Anda staf tetap di sebuah perusahaan besar dengan masa kerja lebih dari dua tahun, bank dengan cepat mengabulkan permohonan KPR. Sebaliknya bila Anda artis, meskipun berpenghasilan ratusan juta sekali main sinteron, bank sangat selektif memberikan KPR. Periodenya pun sangat pendek. Pasalnya KPR adalah kredit jangka panjang. Sementara penghasilan artis sangat fluktuatif.

    Status rumah
    Status rumah yang dibeli juga sering menentukan. Bila yang dibeli rumah pertama yang akan dihuni sendiri, bank cenderung mengabulkan permohonan KPR-nya meskipun gaji Anda pas-pasan. Pasalnya, untuk rumah pertama biasanya orang akan berupaya keras melunasi cicilannya. Sebaliknya untuk rumah kedua, ketiga, dan seterusnya bank akan jauh lebih ketat.
    Agar makin aman sebaiknya ajukan KPR ke bank yang sudah bekerjasama dengan developer. Developer akan ikut membantu mengajukan aplikasi KPR ke semua bank yang bekerjasama. Jadi, kalau di bank yang satu KPR ditolak, di bank lain mungkin diterima. Mengajukan KPR melalui developer juga bisa mendapat keringanan bunga.
    Untuk berjaga-jaga bayar dulu tanda jadi. Uang muka lunasi 3 – 4 minggu kemudian. Apalagi, di banyak perumahan uang muka bisa dicicil. Dalam masa itu ajukan permohonan KPR. Biasanya dalam dua minggu bank sudah memberi kepastian: permohonan KPR diterima atau ditolak. Untuk itu ajukan kredit ke bank yang sudah berpengalaman menyalurkan KPR.
    Bila dengan aneka kiat di atas pengajuan KPR tetap ditolak, misalnya karena dari cicilan KPR masih melebihi 1/3 penghasilan Anda, perpanjang periode KPR atau tambah uang muka. Kalau tetap ditolak, Anda harus legowo mencari rumah yang lebih murah atau pindah ke bank lain. Yoenazh K Azhar, Bunga Pertiwi

http://www.housing-estate.com/index.php?option=com_content&task=view&id=932&Itemid=58

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s