Konsumen properti sering tertipu developer

Posted on

Jakarta – Perlu ada perubahan pola transaksi pembelian unit properti agar konsumen tak lagi dirugikan jika pembangunan proyek macet di tengah jalan. Dengan perubahan pola transaksi itu, seluruh risiko konstruksi akan dijaminkan di lembaga keuangan.

“Mekanisme transaksi pembelian unit properti semacam itu sudah diberlakukan di sejumlah negara tetangga seperti di Singapura dan Australia. Di Singapura, calon pembeli cukup mengeluarkan dana maksimal 10 persen dari total harga properti yang ditawarkan,” ujar konsultan properti Tony Eddy, di Jakarta, Sabtu (5/6).

Dana dari pembeli itu akan ditampung dalam escrow account di lembaga perbankan. Kemudian, bank akan menyalurkan dana tersebut untuk pembiayaan konstruksi properti.

“Dengan konsep pembiayaan ini maka pihak developer mau tak mau harus menggarap unit properti sesuai jadwal dan kesepakatan awal. Sehingga, pola pembiayaan semacam ini akan meminimalisir tindak penipuan terhadap konsumen properti,” katanya.

Dijelaskan Tony, saat ini konsumen properti di Tanah Air rentan terhadap praktik-praktik penipuan oleh developer nakal. Sebaliknya, potensi pembeli properti di dalam negeri relatif besar.

“Jika skema pengembangan properti yang  dijaminkan seutuhnya oleh pihak perbankan itu bisa diterapkan, maka bisa dipastikan industri properti nasional bakal bergairah,” katanya.

(feb)

 

http://www.primaironline.com/berita/ekonomi/konsumen-properti-sering-tertipu-developer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s