Hati-hati ketika membeli rumah…

Posted on

Rumah memang kebutuhan utama yang wajib dipenuhi setelah kebutuhan makan dan pakaian… Mungkin atas dasar inilah yang mendorong sektor property berkembang saat ini… Namun selaku konsumen kita wajib berhati-hati karena saat ini tidak sedikit pengembang yang niatnya hanya untuk mendapatkan keuntungan semata…

Pernah menemui seorang ibu yang menangis karena merasa dirinya telah tertipu oleh marketing suatu pengembang. Si ibu tersebut membeli secara tunai 2 unit rumah tipe 21 untuk kedua anaknya di suatu lokasi perumahan, namun si ibu tersebut tidak melihat terlebih dahulu lokasi dan keadaan rumah yang akan dibelinya tersebut, si ibu hanya percaya dengan mulut manis marketing. Ketika semua surat-surat telah diserahterimakan, si ibu dan anak-anaknya bermaksud mengunjungi rumah yang telah dibelinya, namun apakah yang terjadi??? Rumah yang baru dibelinya itu sudah sangat tidak layak huni, gentengnya bocor dimana-mana, temboknya retak-retak, kayu-kayunya sudah lapuk. Sang anak pun berkomentar “kok ibu beliin kami rumah kayak kandang burung seh??”

Sebenarnya si ibu telah melakukan kesalahan yang sangat fatal, yaitu telah membeli rumah tanpa melihat terlebih dahulu lokasinya, ibaratnya telah membeli kucing dalam karung. Jadi apakah langkah-langkah yang harus kita lakukan biar tidak tertipu ketika akan membeli rumah. Mungkin sedikit tips dari saya ini bisa membantu :

1. Usahakan sebisa mungkin mencari pengembang yang telah terpercaya, seperti ciputra, agung podomoro dll.  Karena bila pengembangnya masih level pemula, kredibilitas pembangunannya masih sangat diragukan, jangan-jangan malah nanti rumah kita tidak jadi-jadi padahal kita telah lunas membayarnya.

2.  Bila pengembangnya masih belum terkenal, coba tanyakan ke pihak marketingnya proyek-proyek perumahan yang telah dibangun oleh pengembang tersebut dan coba survei lokasi proyek yang telah dibangun tersebut, guna studi banding.

3. Survei lokasi rumah dan bangunan yang akan dibeli, bila rumahnya masih indent maka minimal fasilitas perumahannya telah tersedia (jalan masuk dan gerbang utama). Bila fasilitas tersebut belum ada, berarti pembangunan bisa dipastikan masih lama.

4. Sebisa mungkin minta copy dari sertifikat tanah yang akan dibeli, walaupun statusnya belum pecah perkavling. Ini diperlukan guna mencegah pengembang-pengembang nakal yang kadang menjual tanah yang belum dibebaskan atau masih sengketa.

5. Untuk rumah indent, mintalah bukti pernyataan bahwa rumah tersebut akan diserahterimakan paling lambat sesuai dengan kontraknya. kalo bisa, bikin surat pernyataan yang mana bila pengembang melewati batas waktu serah terima, maka pengembang berkewajiban memberikan sejumlah kompensasi kepada konsumen.

Semoga tips ini bisa membantu supaya tidak tertipu oleh pengembang-pengembang nakal…

http://donald56.wordpress.com/2008/03/25/hati-hati-ketika-membeli-rumah/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s