Kredit Perumahan Kembali Bergairah

Posted on Updated on

JAKARTA — Perbankan kembali bergairah menyalurkan kredit
perumahan karena sektor ini tidak terimbas krisis keuangan global. Turunnya
harga minyak dunia membuka ruang baru bagi sektor properti.

PT Bank Tabungan Negara (BTN) tetap melayani kredit pemilikan
rumah sederhana. Menurut Wakil Direktur Utama BTN Evi Firmansyah, bank yang
menolak debitor yang mengajukan permohonan kredit subsidi karena kebijakan
subsidi pemerintah untuk pemilikan rumah susun sederhana milik dan rumah
sederhana sehat belum jelas.

BTN sampai sekarang menetapkan bunga kredit pemilikan rumah sekitar 11-14 persen.
Tingkat suku bunga ini naik sekitar 1,5 persen dari sebelumnya sebagai respons
atas kebijakan likuiditas Bank Indonesia. Saat ini posisi kredit BTN sekitar Rp
12 triliun atau di atas target tahun ini Rp 10,04 triliun. Adapun KPR bersubsidi
yang sudah disalurkan mencapai 85 ribu unit dari target nasional 120 ribu unit.

Seperti diberitakan sebelumnya, pemerintah memperkirakan kebutuhan rumah pada
2025 mencapai 30 juta unit. Direktur Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum Budi Yuwono mengatakan jumlah penduduk Indonesia pada 2005 mencapai 220
juta jiwa. Jumlah itu akan membengkak menjadi 274 juta jiwa dalam 20 tahun
mendatang.

Saat ini, kata dia, penduduk Indonesia yang bermukim di kota telah mencapai 112
juta jiwa. Sekitar 23,1 persen di antaranya hidup di kawasan permukiman kumuh. “Hampir
10 persen dari total penduduk Indonesia masih memerlukan perhatian yang serius
dalam pembangunan perkotaan,” kata Budi.

Pesatnya pertumbuhan penduduk Indonesia membutuhkan hunian sebanyak 30 juta unit
pada 2025 atau 1,2 juta unit per tahun. Budi mengaku pemerintah tak mampu
memenuhi semua permintaan itu. Pemerintah mengundang swasta untuk ikut memenuhi
kebutuhan perumahan.

Terkait dengan rencana perbankan itu, Direktur Penelitian dan Pengaturan
Perbankan Bank Indonesia Halim Alamsyah menyatakan bank sentral mendukung
penyaluran kembali kredit perumahan. Alasannya kredit itu untuk membantu
masyarakat memiliki rumah tinggal. Bank sentral menetapkan aktiva tertanggung
menurut risiko untuk KPR 20 persen guna mendukung bank perbankan menyalurkan
kredit properti. (Koran Tempo) •

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s