Beberapa Pertimbangan yang Diambil bila Ingin Melunasi KPR

Posted on Updated on

Apa yang dilakukan bila Anda memutuskan untuk membeli rumah? Rajin berkunjung ke pameran? Aktif mengikuti iklan di berbagai media cetak? Mencari informasi dari teman atau saudara? Atau, supaya praktis, meminta bantuan agen properti? Banyak memang cara untuk mendapatkan rumah idaman, berbagai cara dilakukan guna mendapatkannya, tetapi sayangnya masih sedikit dari mereka yang mempertimbangkan segi keuangan keluarga dalam hal ini.

Menurut kami justru pertimbangan keuangan jangka panjang inilah yang harus dengan cermat diperhitungkan, khususnya bila Anda membelinya dengan kredit. Hal ini tentu saja berbeda bila anda memperoleh rumah idaman itu dari undian atau warisan.

Harga Properti

Sebelum masuk ke pokok pembahasan seputar KPR, kami ingin memberikan ulasan seputra perubahan harga properti. Tren kenaikan harga properti akan sangat dipengaruhi oleh kenaikan angka pertumbuhan masyarakat di sebuah negara atau daerah. Di negara dengan kenaikan angka populasi berlipat, angka pertumbuhan jumlah keluarga di masa depan juga bertambah tinggi yang pada akhirnya mengakibatkan meningkatnya permintaan akan tanah atau rumah.

Apabila tanah atau rumah yang tersedia tidak dapat memenuhi semua permintaan maka akibat selanjutnya adalah kenaikan harga properti. Sebaliknya juga benar. Apabila tingkat pertumbuhan sebuah negara menurun, yang mengakibatkan berlebihnya persedian tanah atau rumah daripada yang bisa diserap oleh masyarakat yang meghasilkan penurunan harga properti.

Tentu saja bukan hanya angka pertumbuhan atau tingkat populasi yang harus diperhitungkan akan tetapi keberadaan akan dana di kantong masyarakat juga sangat mempengaruhi. Ditambah lagi pertumbuhan ekonomi sebuah negara juga merupakan faktor yang mempengaruhi pergerakan harga properti.

Apabila perkonomian bertumbuh dengan baik dan tingkat pengangguran juga menurun, banyak dari masyarakat mampu untuk membeli rumah sehingga pasar properti akan tumbuh dengan pesat. Sebaliknya bila perekonomian menurun (masa resesi) dan pekerjaan sangat sulit diperoleh, masyarakat akan menunda untuk membeli rumah sehingga trend harga perumahan akan menurun.

Harga properti cenderung akan naik disaat pendapatan perkapita juga naik, dimana hal ini terjadi dalam perekonomian yang maju pesat, dimana lapangan pekerjaan yang tersedia sangat terbatas dan dimana semakin banyak pasangan suami istri yang bekerja

Karena tingkat ketergantungan dari para pembeli rumah sekarang ini sangat terkait dengan kredit kepemilikan rumah, meningkatnya suku bunga akan sangat berpengaruh terhadap permintaan rumah. Keadaan Indonesia yang kian membaik, berdampak terhadap menurunya tingkat suku bunga kredit. Hal ini memberikan peluang untuk lebih memaksimalkan kredit rumah yang dikucurkan oleh sektor perbankan untuk kebutuhan pembelian rumah bagi keluarga.

Membeli dengan Kredit

Keputusan untuk membeli rumah dengan kredit akan banyak mempengaruhi keadaan keuangan Anda dan keluarga secara jangka panjang. Bila Anda memutuskan untuk menanda tangani perjanjian kredit selama 10 tahun maka Anda terikat dengan berbagai pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Pertimbangkan dengan sebaik-baiknya keputusan ini. Jangan sampai keputusan ini merusak tatanan keuangan Anda di masa depan.

Beberapa hal yang menurut pandangan kami harus diwaspadai adalah kemampuan Anda untuk membayar besarnya cicilan perbulan (baik bunga maupun utang pokoknya). Kewajiban untuk membayar Pajak Bumi dan Bangunan pertahun serta biaya perawatan serta pemeliharaan rumah tersebut juga harus di kalkulasi anggarannya.

Kebutuhan awal yang harus disiapkan bila ingin membeli rumah dengan KPR adalah uang muka (DP). Secara umum institusi pemberi kredit membatasi jumlah kreditnya yang disalurkan. Biasanya tidak lebih dari 70 persen dari harga rumah atau properti tersebut. Sebut saja harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 300 juta. Maka Anda harus mempersiapkan dana kurang lebih sebesar Rp 90 juta sebagai uang muka. Kebutuhan ini diluar dari beberapa kebutuhan biaya yang juga harus dipersiapkan walau tidak terlalu besar seperti biaya administrasi, pajak pembelian, biaya asuransi dan lain-lain. Bila kebutuhan akan uang muka belum tercapai maka penyisihan dana perbulan dari pemasukan secara berkala dapat dilakukan.

Memilih Kredit

Institusi perbankan biasanya menyediakan pinjaman kredit kepemilikan rumah (KPR). Mungkin yang sangat gencar serta memiliki tingkat dana yang cukup besar untuk kebutuhan kredit kepemilikan rumah (KPR) adalah Bank Tabungan Negara (BTN). Secara umum jangka waktu kredit yang ditawarkan mulai dari 3 sampai 15 tahun.

Semakin panjang jangka waktu kredit semakin besar pula jumlah bunga yang harus dibayarkan. Pemilihan jangka waktu kredit harus disesuaikan dengan kesanggupan keuangan yang bisa anda sisihkan tiap bulannya untuk keperluan cicilan bulanan. Dalam menentukan besarnya cicilan perbulan, Anda dapat menghitung berdasarkan debt ratio Anda. Saran kami jangan melebihi 30 persen.

Melunasi Utang KPR?

Kapankah waktu ideal untuk melunasi saldo utang KPR rumah Anda? atau mungkin pertanyaan Anda, apakah seharusnya utang tersebut dilunasi sebelum waktunya? Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah sangat tergantung terhadap beberapa pertimbangan. Dalam hal ini, kami ingin menjabarkan beberapa pertimbangan yang seharusnya diambil sebelum Anda memutuskan untuk melunasi utang KPR Anda.

Kapan waktu yang tepat untuk melunasi utang KPR Anda? Keputusan untuk membeli rumah dengan KPR memerlukan tanggung jawab yang besar, bukan saja jangka waktu KPR yang biasanya panjang tapi juga biaya cicilan bulanan selama jangka waktu tersebut. Jangka waktu kredit yang biasa diambil adalah 10-15 tahun. Selama jangka waktu itu Anda diharuskan membayar cicilan bulanan yang pada akhir masa kredit saldonya akan nol atau zero.

Mungkin Anda ingin mempercepat jangka waktu cicilan Anda dengan menambah pembayaran pokok utang. Bila ANda melakukan hal ini maka pasti berdampak terhadap berkurangnya sumber uang untuk diinvestasikan. Jadi mengapa kita harus membayar tambahan atau bahkan melunasi utang tersebut? Inilah beberapa konidis dan pertimbangan yang sebaiknya dianalisa sebelum memutuskan untuk membayar lebi atau malah melunasi saldo utang KPR Anda.

    * Memasuki masa pensiun. Beban biaya hidup saat pensiun sudah cukup besar bila harus ditambah dengan cicilan regular bulanan KPR, maka pengeluaran tersebut akan semakin bertambah.
    * Penurunan pendapatan. Bila Anda mengantisipasi penurunan pendapatan di masa datang, Anda dapat mengurangi kebutuhan pendapatan dengan mengurangi pengeluaran cicilan regular bulanan KPR Anda.
    * Alternatif penggunaan untuk investasi. Anda ingin menghasilkan keuntungan lebih dari 36 persen pertahun? Lunasi saldo utang kartu kredit Anda. Bila Anda harus membayar bunga sebesar 36 persen pertahun dan Anda mendapatkan bunga dari tabungan Anda sebesar 8 persen pertahun, tentunya tidak akan sulit untuk mengatakan bahwa pada akhirnya bank Andalah pemenangnya. Akan tetapi, bila Anda dapat menginvestasikan dana Anda dan memberikan keuntungan sebesar 16 persen pertahun dan Anda memiliki bunga KPR sebesar 13 persen, mungkin akan lebih baik bila Anda tetap membayar cicilan bulanan KPR Anda dan tetap melakukan investasi. Konsep ini dikenal dengan sebutan leveraging.
    * Tambahan atau kelebihan uang tunai. Pendapatan regular biasanya sudah dialokasikan untuk berbagai tujuan masa depan seperti: mempersiapkan biaya pendidikan anak, asuransi, biaya pensiun dan lain-lain, sehingga sangat sulit untuk dapat memperoleh kelebihan uang tunai. Tambahan atau kelebihan uang tunai dapat saja terjadi dengan adanya bonus tahunan yang biasa diterima oleh Anda. bonus tahunan ini merupakan tambahan uang tunai diluar dari pendapatan regular. Sehingga bila dana ini Anda peroleh ada baiknya bila Anda mengalokasikan untuk pelunasan saldo utang KPR Anda.
    * Likuidasi aset. Uang cash dan beberapa instrument investasi memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Properti atau rumah yang Anda miliki tidaklah mudah untuk menjualnya atau memiliki tingkat likuiditas rendah. Anda memiliki saham-saham bluechips, bila ingin menjualnya maka salam waktu tidak terlalu lama Anda dapat menjualnya. Tidak demikian dengan rumah yang Anda miliki. Bila saldo utang yang masih Anda miliki tidak jauh dari nilai atau harag rumah yang ingin Anda jual, maka hal ini tidak memberikan hasil yang baik atau malah Anda harus menambah dana untuk melunasi utang tersebut. Namun bila saldo utang kartu kredit Anda sudah mendekati nol atau malah sudah lunas, maka Anda akan lebih memiliki pilihan untuk menjualnya.
    * Memiliki rumah kedua. Sektor perbankan bila ingin mengucurkan pinjamannya, biasanya mempertimbangkan pendapatan Anda. Bila Anda ingin membeli rumah kedua atau pindah kerumah yang lebih besar, maka akan sulit bagi Anda untuk memperoleh kredit baru dimana saldo utang Anda masih tersisa dan masih harus mencicil regular.
    * Bank akan melihat apakah keuangan atau pendapatan Anda masih cukup kuat untuk dapat membayar cicilan sekaligus. Menurut hemat saya akan sangat sulit untuk pendapatan Anda menutupi kedua cicilan tadi. Namun, saldo utang yang sudah mendekati lunas akan memberikan peluang bagi Anda untuk dapat memiliki rumah kedua dengan alterntif kredit yang baru.
    * Manajemen utang. Semakin sedikit saldo utang Anda akan semakin mudah peluang untuk meminjam. Bila Anda ingin meminjam untuk keperluan lain, seperti membuka bisnis atau kredit mobil, maka saldo utang yang mendekati “zero” akan memberikan peluang lebih besar untuk disetujui. Apalgi dengan kredit rating Anda yang baik.

Demikianlah ulasan kami seputar KPR dan kaitannya dengan keuangan keluarga. semoga pembahasan kali ini memberikan masukan bagi Anda bila ingin membeli rumah dengan KPR dan mengambil keputusan yang tepat berkenaan dengan pelunasan dini KPR Anda. Pertimbangkan ke-7 hal diatas. Semoga bermanfaat. n

Diambil dari Harian Umum Sore Sinar Harapan Rubrik PERENCANAAN KEUANGAN. Rubrik ini diasuh oleh Tim Indonesia School of Life (ISOL) yakni Andrias Harefa, Roy Sembel, M. Ichsan, Heru Wibawa, dan Parpudi Lubis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s