Menpera Bentuk Pusat Pembiayaan Perumahan

Posted on

Jakarta, Probisnis. RM

Menteri Negara Perumahan Rakyat (Menpera) M. Yusuf Asyari menambah lagi jajaran anak buahnya. Penambahan pejabat itu untuk posisi lembaga baru yakni Pusat Pembiayaan Perumahan.

“Dengan adanya lembaga yang lebih khusus mengurusi masalah pembiayan perumahan, banyak hal lagi yang dapat diusahakan,” ujar Menpera usai pelantikan sejumlah orang anggotanya yang diangkat menjadi pejabat eselon 1 dan eselon 2 di lingkungan Kemenpera, kemarin.

Menurutnya, dengan lembaga baru ini Kemenpera akan mengembangkan sistem sewa beli untuk rumah susun sederhana (rusuna) untuk mengantisipasi masyarakat yang tidak sanggup membeli.

“Melalui lembaga ini kita akan memiliki modal untuk membiayai kepemilikan rumah sewa beli dan aplikasi KPR-nya,” ungkap Menpera.

Tidak hanya itu, Ketaenpera juga menyadari kondisi APBN (Anggaran Perencanaan Belanja Negara) Indonesia kini sedang dalam kondisi yang kurang stabil dan adanya lembaga ini diharapkan dapat membantu.

“Rencana pembentukan lembaga khusus ini memang sudah ada sejak lama namun melihat kondisi APBN yang sedang berat maka secara perlahan akan dilakukan upaya-upaya lainnya,” jelas Menpera.

Tidak hanya itu, hingga saat ini pihaknya masih dalam penjajakan untuk mengusahakan agar ada kredit rumah dari pihak luar selain dari Kemenpera. Kinerja untuk pengadaan perumahan diharapkan akan semakin optimal dengan adanya dua lembaga khusus ini.

“Kini Kemenpera telah memiliki dua pusat pengembangan yaitu pusat pengembangan perumahan dan pusat pembiayaan perumahan,” terang Menpera.

Menpera melanjutkan, kedua dinas ini sebenarnya merupakan cikal bakal dari rencana berdirinya Badan Perumahan Nasional.

“Rencananya badan ini akan membantu dalam hal operasional perumahan sedangkan Kemenpera akan lebih fokus pada hal kebijakan perumahan,” ujarnya. Diharapkan sebelum akhir 2009 nanti badan ini dapat mulai beroperasi.

Sementara itu, tugas dari Pusat Pembiayaan Perumahan ini rencananya akan mengelola pengembangan perumahan rusunawa dan juga PSU (Prasarana, Sarana dan Utilitas).

“Untuk rusunawa kini memang sudah lepas dari bagian Perumahan Formal dan dengan adanya lembaga khusus ini akan lebih fokus dan terarah,” terang Menpera.

Menpera melanjutkan, rencana pengadaan dua lembaga ini merupakan rencana dari Komis V DPR RI. “Namun karena ada masalah dari anggarannya maka dilakukan secara perlahan. Untuk ini dua lembaga dulu yang akan berjalan kemudian akan diikuti Pusat Pengembangan Kawasan sebagai landbanking,” ungkap Menpera. (TYA) (Rakyat Merdeka)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s