DPR Bahas Tambahan Subsidi Perumahan

Posted on Updated on

Jakarta, Probisnis. RM Permintaan penambahan anggaran subsidi
perumahan buat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diajukan Menpera
sepertinya akan dapat disetujui DPR. Komisi Perumahan dan Perhubungan DPR
berjanji memprioritaskan anggaran subsidi untuk perumahan itu di Rancangan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBNP).

“Pada penyampaian pendapat di bulan Juli mendatang, mudah-mudahan di bulan
Agustusnya RAPBNP untuk perumahan akan disahkan,” anggota Komisi V DPR
Enggartiasto Lukito kepada Rakyat Merdeka, beberapa waktu lalu.

Anggota Panitia Anggaran dari Komisi V mengatakan DPR nanti akan membahas
penentuan besaran anggaran akan disesuaikan dengan kebutuhan subsidi yang
diajukan Kemenpera.

“Jumlah Rp 666 miliar yang dikemukakan Kemenpera saat ini dapat berubah jadi
lebih besar atau lebih kecilnya sesuai yang akan dilaporkan Menpera nanti,”
papar Enggar. Pembahasan APBNP dimulai pertengahan tahun dan akan disahkan di
bulan Agustus mendatang disebabkan pada Rapat Kerja (Raker) komisi V DPR RI di
Senayan, beberapa waktu lalu ini lebih membahas masalah pemotongan anggaran.

Enggar menyebut soal penambahan subsidi perumahan belum dibahas tuntas karena
adanya masalah soal pemotongan anggaran. Pemerintah sebelumnya menetapkan adanya
pemotongan sebanyak 15 persen dan anggaran deparlemen yang diberikan.
Berdasarkan dari rapat diputuskan pemotongan yang akan dilakukan menjadi 10
persen. “Melihat kondisi ini tidak mungkin dibahas mengenai penambahan subsidi,”
ungkap Enggar.

Sementara itu, menanggapi mundurnya pengesahan anggaran tambah.in, Menpen tetap
optimis dapat mencapai target yang telah ditentukan di tahun 2008 ini. “Dengan
sisa anggaran yang ada target akan tetap dijalankan dan tidak ada perubahan
karena kami juga yakin APBNP ini akan terealisasi,” optimis Menpera M. Yusuf
Asy’ari.

Menurutnya, anggaran subsidi perumahan Kemenpera untuk tahun 2008 yang sebesar
Rp 800 miliar dan telah terpotong sebanyak Rp 502 miliar untuk melunasi tagihan
tahun 2007, besaran anggaran subsidi yang tersisa tinggal Rp 298 miliar.

“Kami akan tetap menjalankan rencana-rencana kami dan memenuhi target yang ada
yaitu menerbitkan KPR/KPRS sebanyak 177.000 unit,” ungkap Menpera. Sedangkan
terkait terbatasnya anggaran perumahan untuk tahun 2008 ini, Enggar optimis
dengan dukungan yang diberikan BTN.
“Kami sangat apresiasi dengan komitmen BTN untuk tidak menghentikan pinjamannya
iika sisa anggaran akan terserap habis untuk perumahan.” ungkap Enggar.

Hal ini juga disampaikan oleh Menpera. “Walaupun anggaran kami terbatas, support
yang diberikan BTN akan sangat membantu kanu mencapai target yang diinginkan.”
ungkapnya Menpera juga menambahkan, pihaknya optimis pemerintah akan berkomitmen
untuk memprioritaskan anggaran hagi perumahan “Sesuai di Munas Apersi beberapa
waktu lalu, Wapres telah menjanjikan akan memenuhi besaran subsidi hingga Rp 2
triliun dengan syarat serapan perumahan juga bagus.” ungkap Menpera. tya (Rakyat
Merdeka)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s