REI ingin aturan properti asing tuntas tahun ini (31-01-2008)

Posted on Updated on

DPP
Realestat Indonesia (REI) menargetkan perubahan regulasi pasar properti
untuk orang asing dari hak pakai 25 tahun menjadi 70 tahun bisa tuntas
dalam tahun ini, sehingga dapat mengejar prospek pasar internasional
yang makin terbuka.

Ketua Umum DPP REI Teguh Satria
mengatakan Menpera dan Kepala BPN secara prinsip setuju adanya regulasi
terbuka terhadap transaksi properti dengan orang asing untuk mendorong
tumbuhnya pasar yang lebih besar dalam menggerakkan industri tersebut.

Pembenahan akan dilakukan pemerintah terhadap PP
No. 40 dan PP No. 41 soal tanah dan investasi yang memungkinkan sektor
properti lebih menarik bagi asing untuk dimiliki.

“Aturan yang selama ini cuma membolehkan hak pakai
selama 25 tahun kepada asing dengan hak perpanjangan dua kali dengan
masa 20 tahun dan 25 tahun, rencananya dikumpulkan saja langsung jadi
70 tahun. Untuk membuat asing lebih tertarik,” ungkapnya di sela-sela
pertemuan REI dengan Budiarsa Sastrawinata, Presiden INTA (asosiasi
pengembang kawasan dunia), di Jakarta, Selasa malam.

Dia menambahkan REI sendiri sudah memiliki kelompok kerja yang bertugas membahas kepemilikan asing atas properti di Indonesia.

Menurut dia, tim terus melakukan kajian dan pembahasan untuk mendukung pemerintah dalam mempersiapkan regulasi tersebut.

Teguh prihatin dengan banyaknya pengembang asing
dari luar negeri yang melakukan promosi untuk menggaet pasar nasional.
Mestinya, kata dia, pengembang nasional yang harus gencar melakukan
pemasaran ke luar negeri seperti ke Singapura, Malaysia, dan Australia.

“Kalau regulasi jadi dibenahi, properti Indonesia
berpeluang laku dijual di luar negeri karena harganya sangat murah
dibandingkan dengan properti di negara mana pun,” katanya.

Dia memberikan contoh properti Indonesia akan lebih
laku dijual di Singapura kalau pengembang nasional mulai masuk ke sana
dengan regulasi yang lebih terbuka untuk kepemilikan asing.

Sementara itu, Budiarsa, mengatakan pihaknya
membuka ruang bagi REI untuk melakukan kerja sama dalam penyiapan
sumber daya manusia yang mumpuni di bidang pengembangan kawasan atau
perkotaan.

Menurut dia, perkembangan industri properti dunia
sudah sangat maju, sehingga pengembang di Indonesia harus mulai
melakukan kontak dengan komunitas yang lebih luas agar bisa menciptakan
produk yang lebih berkualitas.

Bisnis Indonesia, 31/1/2008

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s