Rumah untuk Para Pekerja Dua Tahun Dibangun 200.000 Unit

Posted on Updated on

JAKARTA, KOMPAS-Pemerintah membentuk tim lintas departemen
untuk Program Percepatan Pembangunan Perumahan Pekerja untuk Kesejahteraan
Pekerja atau P5KP. Dalam dua tahun ditargetkan dapat diwujudkan minimal dapat
dibangun 200.000 unit rumah untuk pekerja di Indonesia.

Surat Keputusan Bersama (SKB) Pembentukan Tim P5KP tersebut ditandatangani
Sekretaris Jenderal Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi Besar Setyoko,
Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum Agus Wijanarko, dan Sekretaris
Kementerian Negara Perumahan Rakyat Iskandar Saleh di Gedung Depnakertrans,
Senin (28/1).

Tim itu beranggotakan, antara lain, pejabat Departemen Tenaga Kerja dan
Transmigrasi, Departemen Pekerjaan Umum, dan Kementerian Negara Perumahan Rakyat.
Tim terdiri dari empat kelompok kerja (pokja), yaitu dua pokja bertugas
mempercepat persiapan dan pembangunan, sedangkan dua pokja lainnya menyinkronkan
program pemerintah untuk membantu pekerja membeli rumah.

“Tim P5KP diharapkan mampu memudahkan kelompok buruh memperoleh perumahan dan
permukiman yang aman, sehat, layak huni, dan terjangkau,” ujar Menteri PU Djoko
Kirmanto.

Dijelaskan, Departemen PU akan membantu fisik dan nonfisik, mulai dari menyusun
perencanaan perumahan sampai pembangunan infrastruktur primer, seperti instalasi
pengolahan air limbah, drainase’primer, dan penyediaan air bersih.

P5KP digagas oleh Mennakertrans Erman Suparno untuk mempercepat pembangunan
rumah bagi pekerja berpenghasilan rendah. Dengan memiliki rumah murah di dekat
lokasi kerja, pekerja setidaknya menghemat biaya transportasi. Dari sedikitnya
100 juta pekerja, 90 persen di antaranya berpenghasilan di bawah Rp 2 juta per
bulan.

Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, pihaknya menyalurkan
pinjaman uang muka bagi peserta Jamsostek Rp 10 jutaRp 20 juta per orang dengan
bunga 3-6 persen per tahun lewat BTN.

Jamsostek telah menyalurkan Rp 300 miliar untuk 52.000 pekerja. Tahun 2008
disiapkan lagi Rp 90 miliar untuk 6.000 pekerja.

Peran pengusaha Iskandar menjelaskan, pekerja bergaji di bawah Rp 4,5 juta per
bulan berhak mendapat subsidi perumahan, sesuai dengan Peraturan Menteri Negara
Perumahan Rakyat Nomor 07/Permen/ M/2007 tentang Pengadaan Perumahan dan
Permukiman dengan Dukungan Fasilitas Subsidi Perumahan Melalui KPR Satuan Rumah
Susun Bersubsidi.

Pemerintah tahun 2008 mengalokasikan Rp 800 miliar untuk subsidi itu, dan
mendorong pengusaha berpartisipasi, seperti yang dilakukan PT Sango Keramik
Indonesia di Semarang.

“Perusahaan menyiapkan 2 hektar tanah di dekat industri mereka untuk dibangun
rumah susun, lalu dijual dengan harga murah pada 1.900 pekerjanya,” kala
iskandar. U1AMJ .

Powered by ScribeFire.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s