Artikel Menarik

Posted on

Berikut artikel menarik yang saya temukan di internet, di buat oleh Pak Seal. Mudah-mudahan artikel singkat ini bisa membantu kita dalam memilih pengembang perumahan yang baik.

Sering sekali kejadian isi pasal-pasal dalam PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) lebih menguntungkan pihak developer daripada pihak konsumen. Sebagai contoh apabila terjadi keterlambatan pembayaran (misal : cicilan DP rumah yg blm lunas) maka kepada konsumen akan dikenakan denda icon_frown , tetapi sebaliknya bila developer tidak menepati janjinya seperti dalam kasus ini serah terima kunci yang tidak sesuai jadwal maka konsumen hanya akan mendapatkan 1001 alasan yg ujung-ujungnya pihak developer yang diuntungkan.

Masih seputar PPJB, dalam surat tersebut biasanya hanya dilampirkan 1. denah rumah, 2. tampak muka dan 3. Spesifikasi general. Untuk poin 1 dan 2 okelah karena itu bagian kasat mata dan gampang dicek kebenarannya, tetapi poin 3 mengenai spesifikasi teknis justru ini masalah vital yg akan menentukan kualitas rumah dan umur pakainya. Biasanya developer hanya menerangkan spesifikasi yg sangat umum misalnya pondasi batu kali dan struktur beton bertulang (silahkan cek di lampiran PPJB anda), disini tidak disebutkan berapa cm kedalaman dan lebar pasangan batu kali juga tidak disebutkan berapa diameter (ukuran) besi tulangan beton yang akan dipakai sebagai struktur konstuksi rumah yang dibeli. Padahal hal ini lebih penting daripada tampak muka rumah (Fasad) yang mediteranian atau modern minimalis, percuma saja kelihatan indah bila dalam waktu 1-2 thn dinding retak karena pergeseran tanah. Sungguh jengkel rasanya apabila hal ini terjadi apalagi kalau beli rumah tersebut hasil kredit alhasil kredit belum lunas tapi bangunan sudah ambruk….huh… icon_eek

Baiklah selama belum serah terima kunci..ANDA BELUM KALAH….sekarang pastikan anda memperoleh spesifikasi (bestek) rumah yg anda beli….bohong jika developer mengatakan tidak punya, bagaimana developer memperoleh IMB jika RKS dan gambar teknisnya tidak ada.

sesuai UU perlindungan konsumen Republik Indonesia No 8 tahun 1999 Pasal 8 huruf (a) yaitu : Pelaku usaha dilarang memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak memenuhi atau tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Khusus untuk rumah pemerintah telah menetapkan aturan Undang-Undang Republik Indonesia No 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung :

– Pasal 7 ayat 1 yaitu : Setiap bangunan gedung harus memenuhi persyaratan administratif dan persyaratan teknis sesuai dengan fungsi bangunan gedung.

Biasanya developer akan membuat Bestek yang sesuai dengan ketentuan peraturan pemerintah dalam hal ini Keputusan Menteri Kimpraswil No. 403/KPTS/M/2002 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Rumah. Silahkan anda pelajari spesifikasi dan gambar teknis rumah anda serta konsultasikan dengan orang yg mengerti bangunan.

Sebagai informasi, dlm pedoman pemerintah tsb pasangan batu kali untuk pondasi minimal kedalamannya 60 cm dan diameter besi beton untuk struktur rumah tembok minimal diameter 10 mm…silahkan anda periksa rumah anda jika sesuai maka saya mengucapkan selamat.

Jika pada rumah anda menemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan spesifikasi jgn lupa untuk mendokumentasikannya (Foto), tanyakan pada bagian perencanaan developer anda (jgn pada marketing) dan minta pada mereka untuk membangun rumah sesuai dgn spek yg anda beli. Jika tidak ditanggapi berarti developer sedang membangun tali gantungannya sendiri….artinya developer siap menerima kenyataan jika reputasinya hancur dan produknya tidak laku dijual, apalagi jika konsumen developer tsb di proyek/kawasan lain mengetahui kualitas produk yg mereka beli…. icon_redface

wassalam icon_cool

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s