Masalah Seputar KPR

Halo teman-teman KPR-id,

Mulai sekarang anda bisa mengajukan permasalahan-permasalahan seputar KPR dan perumahan di format yang baru disini Masalah KPR (versi baru). Sementara untuk mengajukan pertanyakan harap gunakan halaman Form Pertanyaan.

Hal ini dilakukan agar format lebih mudah dibaca, dan permasalahan akan di urut berdasarkan permasalahan yang terbaru. Tentunya ini memudahkan teman-teman juga dalam membacanya. Sehingga wawasan mengenai seputar KPR dan perumahan.

Untuk pertanyaan-pertanyaan sudah masuk di versi lama ini akan kami jawab di halaman Masalah KPR (versi baru).

Semoga apa yang sudah kami lakukan ini bisa memberikan bantuan berupa solusi dan jalan keluar atas permasalahan yang sedang teman-teman hadapi.

Salam KPR!


 

 


1,429 thoughts on “Masalah Seputar KPR

    heri santosa said:
    November 5, 2008 at 7:45 am

    saya pegawai tidak tetap honorer UGM total penghasilan Rp.2000.000,- bank mana ya yang bisa meminjamkan kredit pembiayaan rumah second seharga 43 juta dengan jangka waktu 15 tahun.saya sudah mencoba di mandiri, BNI, Muamalat tapi tidak bisa karena sk saya masih pegawai tidak tetap. bank mana ya yang syaratnya tidak harus pegawai tetap, waktu angsuran 15 tahun, jaminan sertifikat rumah second yang dibeli. mohon informasinya secepatnya.

      PAK THAM said:
      December 28, 2012 at 2:07 pm

      saya mau konsultasi. mengenai kpr subsidi atau sejahtera tapak. saya mengajukan kredit subsidi dan terealisasi,saya akad kredit awal tahun 2012. tetapi berhubung ada perubahan bunga krdit subsidi yang belum ada kepastian pada saat itu. akhirnya saya akad kredit dengan ketentuan fix 2 tahun menjadi kpr nonsubsidi. dengan biaya asuransi, administrasi, sesuai prosedurnya. mendekati akhir tahun saya mendapat kan surat dari bank yang bersangkutan bahwa kredit perumahan yang saya ambil telah memenuhi persyaratan kredit subsidi di tahun 2012 ini, dan segera mendatangi bank yang yang telah men akad kreditkan untuk konfirmasi perubahan suku bunga dari kredit non subsidi menjadi kredit subsidi. dengan keterangan bahwa saya mendapatkan subsidi dengan bunga subsidi 7,25% fix selama 15 tahun. dan bebas biaya asuransi, bebas biaya adm dan ll. hanya dikenakan biaya angsuran dan adm kurang lebih total 700-800an, sya sudah mendatangi bank yang bersangkutan dan sudah mennandatangani perubahan perjanjian kredit yang tadinya non subsidi fix 2 th menjadi subsisi fix 15 th dan sudah disetujui. mohon infonya saya mau menanyakan apakah sya bisa mendapatkan uang pengembalian biaya kpr yang waktu itu sekitar 3,3 juta dan biaya sisa angsuran yang saya angsur kurang lebh sudah 8 bulan dengan bunga 8,5%. Karena belum ada informasi dari bank tersebut mengenai uang bisa kembali atau tidakya. trimakasih

        kprid responded:
        January 10, 2013 at 2:12 pm

        Melihat permasalahan yang sudah anda sampaikan seharusnya kelebihan biaya administrasi yang telah di sepakati sebelumnya harus di kembalikan. Tapi terkadang memang apabila mengembalikan tidak semudah seperti pada saat kita memberikan. Mungkin bisa ditanyakan secara terus menerus ke pihak Bank mengenai hal ini. Apabila memang ada “kesulitan” dalam mengembalikan mungkin bisa dikembalikan dalan bentuk lain. Untuk info seperti memang masih terbatas, karena ini kembali kepada kebijakan masing-masing Bank.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

      Syamsul said:
      December 23, 2013 at 1:26 pm

      Saya mau konsultasi, saya punya masalah BI Checking ketika pengajuan KPR dengan memakai pola Joint Income dengan istri yg bekerja (pegawai tetap),
      Bisa tidak pengajuan KPR dialihkan atau memakai nama Istri (joint income) walau pun saya(suami) bermasalah dgn BI Checking ???
      Mohon informasi secepatnya,
      Terimakasih.

        kprid responded:
        January 4, 2014 at 2:55 pm

        Bisa dicoba seperti itu. Karena pihak bank biasanya akan memeriksa nama yang mengajukan. Jadi dalam hal ini nama istri anda yang akan dicek. Sementara joint income tidak mempengaruhi hal ini.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    kprid responded:
    November 6, 2008 at 3:21 am

    Pak Heri,

    Saya akan mencoba membantu masalah yang Bapak hadapi. Dengan berat hati saya harus menyampaikan bahwa dengan status kepegawaian Bapak sekarang, sangat tidak memungkinkan bagi Bank manapun untuk memberikan KPR.

    Cara lain yang bisa dilakukan, apabila Bapak sudah berkeluarga dan istri Bapak bekerja dengan status karyawan tetap, mungkin cara ini bisa ditempuh. Nantinya pendapatan dari Bapak di gabungkan dengan pendapatan istri (join income). Bisa juga dengan cara meminta bantuan kepada saudara Bapak yang sudah bekerja menjadi pegawai tetap baik itu pegawai negeri/swasta. Jadi pembelian rumah melalui KPR dilakukan atas nama dia. Untuk cara kedua ini tentunya sangat dibutuhkan komitmen dari Bapak, karena melibatkan nama orang lain. Walau mungkin itu saudara Bapak, jangan sampai mengakibatkan putusnya tali silhaturahmi di kemudian hari.

    Tapi tentunya cara ini harus di pikirkan matang-matang terlebih dahulu. Karena yang paling penting dalam membeli rumah dengan uang pinjaman (KPR atau bukan) itu adalah menilai kemampuan finansial kita dan kemampuan kita untuk ‘tahan’ terikat hutang dalam jangka waktu yang cukup panjang. Ini hal yang cukup berat untuk dijalani dan membutuhkan komitmen tinggi, bahkan membutuhkan perubahan ‘lifestyle’. Secara psikologis memiliki hutang besar dalam jangka panjang akan menimbulkan rasa tertekan dan tidak nyaman.

    Saya rasa itu saja yang saya dapat sampaikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

    Salam,
    KPR-ID

      wati said:
      June 15, 2012 at 10:40 am

      Dear KPR ID,
      saya mau nanya, dulu tahun 2008 saya pernah membeli rumah KPR BTN atas nama saya, kemudian saya bercerai dan rumah ditempati serta dilanjutkan cicilannya oleh mantan suami, untuk lunasnya masih sekitar 7 tahun lagi.

      sekarang saya ingin membeli rumah lagi, kira2 masih bisakah saya mengajukan KPR atas nama saya sendiri lagi? dengan catatan pekerjaannya sudah berbeda dengan pengajuan saya yang dulu.

      mohon informasi dan pencerahannya yah pak, terima kasih.

      salam,

      wati

        kprid responded:
        June 15, 2012 at 2:06 pm

        Apakah rumah yang dulu atas nama anda? atau nama mantan suami? Kalau atas nama mantan suami, seharunys tidak ada masalah dengan pengajuan KPR menggunakan nama anda. Kalau masih atas nama anda, anda harus balik nama dulu ke mantan suami anda. Sehingga anda mengajukan KPR. Masalah pekerjaan tidak masalah, yang penting di tempat baru minimal sudah 1 tahun.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

      eko rasmona said:
      November 7, 2013 at 9:54 pm

      Dear KPR ID

      SP3K Saya sudah keluar dari Bank BTN, dan jadwal akad kredit saya hari ini, tapi tiba2 kemarin tgl 6 november 2013, pihak BTN membatalkan akad kredit saya, karena istri saya black list di standard charter waktu kami belum menikah, dan saya minta keringan agar akad kami tetap di langsungkan, tapi tidak ada kebijakan sama sekali dari pihak bank, padahal tidak ada tertulis di SP3K bahwa surat tersebut bisa batal oleh permasalahan seperti itu, kemana seharusnya saya mengadukan hal ini, karena saya sudah memenuhi persyaratan yang ada di SP3K tersebut, dan saya pun sudah membuat tabungan di BTN, dengan mengisi saldo sesuai dengan yang di syaratkan, apa pihak bank bisa semena-mena seperti itu
      terima kasih

        kprid responded:
        December 22, 2013 at 10:52 pm

        Kalau memang pengajuan KPR itu atas nama istri anda. Saya rasa keputusan bank seperti itu sudah tidak bisa di ganggu gugat. Memang di SP3K tidak disebutkan namun itu sudah menjadi standard semua bank. Itupun tidak termasuk atau dituliskan di persyaratan KPR.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    heri santosa said:
    November 6, 2008 at 8:32 am

    Kalau BTN KPR bersubsidi saya tadi menghubungi katanya bisa.saya mau tanya developer yang mendapat subsidi Menpera selain Bangun Jiwo Sejahtera dan Graha sedayu yang lokasinya dekat UGM mana ya Pak?

    kprid responded:
    November 7, 2008 at 3:07 am

    Syukurlah Pak kalau memang ternyata bisa, info ini baru juga saya dengar. Mungkin bermanfaat bagi teman-teman yang lain nantinya.

    Mengenai Developer yang mendapat subsidi dari Menpera, mungkin Bapak bisa cek di website http://www.menper.go.id. Disana juga Bapak bisa menghubungi pihak Menpera langsung.

    Semoga sukses Pak.

    Salam,
    KPR-ID

    bayu said:
    February 15, 2009 at 7:21 am

    dear kprid,
    istri saya ingin membeli rumah,..lwat kpr.

    masalahnya adalah masa kerja istri saya belum genap 1 tahun. namun dia sudah menjadi karyawan tetap.
    dan yang jadi masalah lagi pengembang hanya mau pake BTN, dan tidak bs pake bank laen.

    mohon masukannya.
    tq.

      kprid responded:
      February 26, 2009 at 3:50 am

      Dear Pak Bayu,

      Apakah rencana anda dalam mengajukan KPR nanti atas nama istri anda? Apabila memang begitu, peraturan yang sudah diterapkan oleh Bank memang demikian. Hal tersebut berlaku bukan saja untuk KPR, namun untuk bentuk pendanaan lainnya. Bagaimana dengan anda? Apakah anda karyawan tetap? Apabila betul, mungkin pengajuan KPR bisa diajukan atas nama anda. Pada saat pengisian formulir nanti anda bisa menuliskan pendapatan istri, sehingga bisa membantu memperbesar jumlah pendapatan (dalam hal ini pendapatan bersama) yang akan lebih memungkinkan nantinya disetujuinya KPR anda.

      Saya rasa disini pengembang sudah memperlihatkan itikad baik mereka. Karena Bank BTN adalah Bank Pemerintah yang tentunya memiliki kredibilitas sendiri di mata pengembang tersebut. Di satu sisi si Pengembang tidak sekedar mengejar konsumen dan mencarikan nasabah untuk bank.

      Alternatif lain mungkin bisa dengan mencari lokasi lain dengan pengembang lain, namun tetap saya sarankan agar berhati-hati menentukan pilihan Bank. Karena hal ini bersifat untuk jangka panjang, jangan sampai nanti membuat kita sebagai kreditur terbebani dengan pilihan-pilihan yang sudah kita ambil sebelumnya.

      Semoga informasi ini bermanfaat, mudah-mudahan bisa segera mendapatkan rumah idamannya.

      Salam KPR,
      KPR-id

    roslina said:
    November 16, 2009 at 4:08 am

    suami saya ingin mengajukan kpr namun saya pernah membantu kakak saya untuk over kredit kpr atas nama saya dan sudah lunas tahun 2007, apakah kira2 kpr a.n. suami saya dapat disetujui oleh bank kebetulan bank yang sekarang digunakan sama dengan yg dulu saya gunakan. mohon bantuannya karna saya ingin segera mengajukan kpr tersebut terima kasih

      roslina said:
      November 16, 2009 at 7:53 am

      kpr yg ingin saya ambil kpr bersubsidi

      kprid responded:
      November 24, 2009 at 2:06 am

      Bu Roslina,

      KPR atas nama suami anda seharusnya bisa di setujui oleh Bank. Dengan catatan segala persyaratab untuk KPR memang sudah terpenuhi.

      Mengenai KPR bersubsidi anda bisa coba cek di Bank BTN karena bank tersebut yang ditunjuk pemerintah untuk hal tersebut.

      Semoga bisa membantu.

    dingdong said:
    December 3, 2009 at 3:31 am

    mo tanyaa nih……..pengahasilan say 5jt perbulan.karena masih ada potongan bank sebesar Rp 1,3 jt/bln selama 3 tahuin kedepan,akhirnya sya memutuskan mengambil kpr rsh.kira-kira bank mau nggak ya,meluluskan kpr saya?

      kprid responded:
      January 4, 2010 at 5:03 am

      Pak Dingding

      Bank tentunya akan mempertimbangkan penghasilan terpotong anda, biasanya dengan mematok jumlah sebesar 3% dari penghasilan kita. Disamping itu jangka waktu cicilan juga akan membantu mempengaruhi hal ini. Namun apabila potongan yang berjalan saat ini adalah potongan KPR kemungkinan Bank tidak akan meluluskan permintaan KPR anda.

      Semoga bisa membantu.

    Ade said:
    December 28, 2009 at 4:38 am

    Menyinggung masalah KPR untuk honorer atau pegawai tidak tetap. Apakah bisa? kalo ada saya saya boleh minta teleponnya?.
    Saya juga ingin bertanya jika saya mengajukan KPR atas nama saudara saya kemudian saudara saya telah memiliki rumah. berarti subsidinya hilang. Bagaimana caranya jika ingin mengajukan KPR dan mendapatkan subsidi? (Saya honorer, istri tidak bekerja, saudara sudah pada memiliki rumah)

      kprid responded:
      January 12, 2010 at 2:54 am

      Pak Ade,

      Untuk pegawai honorer bisa dicoba melalui KPR bersubsidi yang artikelnya sudah saya posting di blog saya ini juga. Berikut linknya http://kprid.wordpress.com/2008/11/07/kpr-bersubsidi/ mungkin bisa coba hubungi bank-bank pemerintah yang di tunjuk untuk memfasilitasi KPR bersubsidi. Bank BTN salah satu bank yang menyediakan fasilitas tersebut, mungkin bapak bisa coba hubungi bank BTN untuk informasi lebih lanjut.

      Semoga informasi ini bisa membantu.

      Salam KPR

    andhee said:
    December 29, 2009 at 12:28 pm

    KPR ID yang saya harapkan bantuannya,

    Saya (dan juga mungkin ribuan nasabah KPR) merasakan keberatan dengan penetapan suku bunga KPR bank yang jauh di atas BI Rate.

    (Kalau tidak salah, BI rate hanya 6-7% saja, tapi suku bunga KPR bisa mencapai 14-16%).

    Sebagai nasabah memang kami pernah disuruh membuat surat keberatan terhadap suku bunga tersebut. Dengan surat tersebut, suku bunga yang awalnya 15,25% kalau tidak salah turun jadi 14,25%. Padahal kami meminta agar suku bunga yang dikenakan kepada kami antara 8-9% saja.

    Untuk itu, ada beberapa pertanyaan :
    1. Apa yang dapat kami lakukan agar suku bunga KPR bank tersbut dapat turun lagi?
    2. Adakah asosiasi / perhimpunan nasabah KPR di Indonesia?
    3. Apakah ada regulasi dari Bank Indonesia (BI) mengenai pembatasan suku bunga KPR oleh bank swasta?

    Terima kasih sebelumnya, semoga KPR ID dapat memberikan jawaban yang berpihak kepada para nasabah KPR yang saat ini sedang ‘dijerat’ lehernya oleh bank-bank pemberi KPR.

      kprid responded:
      January 12, 2010 at 7:15 am

      Pak Andhee,

      Terima kasih sebelumnya untuk pertanyaan-pertanyaannya.

      Berikut jawaban saya atas pertanyaan tersebut, jawaban saya berdasarkan pengalaman dan opini pribadi saya.

      1. Apa yang dapat kami lakukan agar suku bunga KPR bank tersbut dapat turun lagi?

      Apa anda sudah mencoba mengirimkan surat keberatan yang ke 2? Kalau sudah tidak ada lagi Pak. Sepertinya saat ini acuan suku bunga KPR ke BI rate sudah bukan lagi patokannnya Pak. Bank-bank pemerintah ataupun swasta sudah memiliki ‘perhitungan-perhitungan’ sendiri untuk suku bunga KPR. Alternatif lain anda bisa beralih ke KPR syariah atau KPR fixed rate. Dimana nilai cicilan akan terus tetap, tidak perubahan suku bunga. Walau memang nilai cicilannya akan lebih besar dibanding dengan cicilan yang berdasarkan pada bunga. Tapi paling ngga kedepannya kita tidak akan lagi di ganggu masalah suku bunga. Dengan catatan pilihlah Bank yang baik dengan sistem syariah yang baik pula.

      2. Adakah asosiasi / perhimpunan nasabah KPR di Indonesia?

      Sepengetahuan saya sih sampai saat ini belum ada Pak. Maka dari itu saya buat blog dan mailing list ini sebagai sarana komunikasi ataupun tukar pikiran antara nasabah KPR, sehingga bisa membantu para calon nasabah KPR dalam mengambil keputusan untuk ber-KPR.

      3. Apakah ada regulasi dari Bank Indonesia (BI) mengenai pembatasan suku bunga KPR oleh bank swasta?
      Sepengatahuan saya memang tidak ada regulasi yang langsung mengatur atau menentukan suku bunga KPR untuk bank.

      KPR-id murni dibuat oleh nasabah KPR untuk sesama nasabah KPR. Pembuatan blog ataupun mailing list KPR-id ini dedidekasikan oleh nasabah KPR untuk sesama nasabah KPR. Mudah-mudahan KPR id bisa selalu memberikan manfaatnya bagi para nasabah KPR dan calon nasabah KPR.

      Salam KPR

    pramudya said:
    March 23, 2010 at 10:12 pm

    Saya adalah nasabah KPR BTN. Awal tahun 2009 saya dikenakan bunga KPR BTN sebesar 14,5%. Namun setelah suku bunga KPR turun (kalo tidak salah per februari 2010 11,5%) mengapa sampai sekarang belum ada penyesuaian lagi terhadap angsuran saya. Menurut informasi yang saya dapat jika suku bunga naik maka bank akan dengan cepat menaikan bunganya, tapi jika suku bunga turun, bank seolah enggan menurunkan bunganya kecuali (mungkin) kalau di complain dulu oleh nasabahnya. Apa memang benar begitu..? Mohon penjelasannya. Trims

      kprid responded:
      April 12, 2010 at 7:14 am

      Pak Pramudya,

      Biasanya Bank akan mereview bunga KPR bapak dalam masa 1 tahun setelah masa KPR berjalan. Misalnya KPR bapak di mulai pada tanggal 10 Oktober 2009 maka bunga KPR bapak akan di review pada tanggal 10 Oktober 2010. Sementara dalam perjalanan KPR tersebut ada perubahan suku KPR hal ini tidak akan mempengaruhi bunga KPR bapak yang sedang berjalan. Mengirimkan komplain pun tidak akan membantu bapak mendapatkan keringanan dikarenakan Bank baru akan mereview bunga KPR bapak setelah 1 tahun berjalan.

      Ada baiknya Bapak pertimbangkan untuk memindahkan KPR bapak dari Bank konvesional ke Bank yang menggunakan metode syariah. Walaupun memang nila angsuran dibayarkan lebih besar namun cicilan akan tetap tidak akan berubah-ubah dipengaruhi oleh suku bunga.

    Budi Satria said:
    August 7, 2010 at 10:03 am

    Saya membeli rumah di Komplek Nirvana Jatiwaringin Blok D1/1 LT=121m2 LB=68m2 daerah Pondok Gede.
    Disepakati DP 20% dicicil 5 bulan dan sudah lunas berikut penambahan luas bangunan juga sudah lunas….pihak developer membantu proses KPR di BTN…dan alhamdulilah setelah melakukan proses interview dng pihak BTN dan survey2 yang dilakukan oleh mereka, permohonan KPR saya sudah disetujui (dengan masa pinjaman 10 thn dengan cicilan kurang lebih Rp.4 jt/bulan) dan sekarang tinggal menunggu proses akad kredit yang rencananya akan dilakukan minggu depan atau minggu kedua bulan Agustus 2010 setelah rumah tersebut selesai dibangun…..
    Nah timbul masalah sbb…..tgl 6 Agt 2010 pihak BTN mengontak kantor saya ( dan kebetulan memang saya sudah tidak bekerja lagi disana) menanyakan keberadaan saya…..dijawablah bahwa saya sudah tidak bekerja lagi disana dan kebetulan juga yang menerima telepon tsb bukan pihak HRD (yang sudah tahu situasi dan kondisi saya) …..hari itu juga pihak BTN mengontak saya untuk menyerahkan photocopy rekening 3 bulan terakhir….
    sebagai keterangan tambahan status saya masih belum mendapatkan perkerjaan serta tabungan kami pun tidak seberapa pak…..

    Nah yang ingin saya tanyakan :

    1. Apakah pihak BTN akan membatalkan permohonan KPR saya?
    2. Jika iya, apakah ada solusi untuk masalah ini pak?

    Demikian kronologis masalah yang saya hadapi……
    Terima kasih atas waktu dan perhatiannya pak…..

    Salam,

    Budi Satria

      kprid responded:
      September 3, 2010 at 8:58 am

      Pak Budi,

      Melihat dari status Bapak sekarang yang belum mendapatkan pekerjaan kemungkinan besar pihak Bank akan membatalkan permohonan KPR Bapak.

      Untuk solusi permasalahan Bapak mengenai KPR, mungkin Bapak bisa kirimkan surat ke Bank untuk meminta jangka waktu sampai Bapak bisa mendapatkan pekerjaan kembali. Kemungkinannya sangat kecil bagi pihak Bank akan menyetujui hal ini. Mengenai uang Bapak yang sudah masuk sebagai DP bisa Bapak negosiasikan dengan pihak pengembang untuk pengembaliannya. Biasanya hal tersebut bisa dilakukan, memang ada resiko pengembalian DP tidak bisa full 100%, namun setidaknya Bapak bisa mendapatkan sebagian uang Bapak kembali.

      Demikian dari saya, mudah-mudahan sedikit saran ini dapat membantu Bapak.

    Arya said:
    August 21, 2010 at 9:41 am

    Saya beli rumah secara Kredit(KPR), namun karena saya kena BI Checking, jadi saya mengajukan KPR tersebut atas nama suami kakak ipar saya. KPR telah disetujui dan saat ini sudah masuk pembayaran bulan yang ke 3. saat ini saya hendak membuat perjanjian Pinjam nama untuk KPR tersebut dengan suami kakak ipar saya. Mohon informasi format perjanjiannya seperti apa dan saya rencananya akan legalisasikan perjanjian Pinjam Nama itu ke notaris…untuk itu Mohon arahan dan informasinya.

      kprid responded:
      September 3, 2010 at 9:17 am

      Pak Arya,

      Mohon maaf saya belum pernah mendengar adanya jenis perjanjian yang di maksud. Namun apabila perjanjian tersebut hanya untuk keperluan antara Bapak dan suami kakak ipar Bapak, hal tersebut bisa saja dilakukan. Sementara formatnya bisa dengan mengundang format perjanjian pengalihan hak atau bisa di ditanyakan ke Notaris dimana Bapak akan melegalisasikannya.

      Demikian apa yang bisa kami sampaikan, semogan bermanfaat.

    Kaka said:
    December 30, 2010 at 2:06 am

    Pak Arya,

    mohon maaf mengganggu. Saya mau tanya-tanya mengenai KPR. Saya berencana mau ambil KPR, tetapi masih ada beberapa hal yang saya masih ragu yang kemungkinanan bisa menjadi alasan tidak disetujuinya KPR saya;
    1. Saya kerja di perusahaan tambang batubara di kalimantan, dan masa kerja saya belum satu tahun, tapi status sudah karyawan permanen. Kira2 kalau saya mengajukan KPR, berapa persen kemungkinannya bisa disetujui? kira2 di Bank mana?
    2. Saya ingin ambil KPR tetapi yang DP nya bisa 10% dari harga rumah, mungkin nggak?
    3. Saya kerja di kalimantan, keluarga tinggal di Jogja, bisa nggak mengajukan ambil rumah KPR di Jogja?
    Mohon informasi dan saran dari PAk Arya. Sebelumnya saya ucapkan Terimakasih banyak. Saya tunggu informasinya dari Bapak.

    Salam,
    Kaka

      kprid responded:
      April 7, 2011 at 3:58 am

      Pak Arya,

      1. Biasanya persyaratan dari semua bank umumnya 1 – 2 tahun, tapi bisa bapak coba tanyakan langsung ke bank yang menyediakan fasilitas KPR.
      2. Memungkinkan biasanya untuk jumlah DP pihak developer sudah menyediakan opsi bagi calon KPR.
      3. Bisa, asalkan identitas kependudukan anda masih di Jogja juga.

      Semoga bermanfaat.

    roni said:
    February 23, 2011 at 1:34 am

    kepada pembimbing,…

    Saya ingin membeli rumah KPR BTN bersubsidi type 22/60 di daerah bekasi.
    Saya dan istri adalah seorang PNS di salah satu Badan Pemerintah di Jakarta.

    Menurut pihak Pengembang, BTN hanya meloloskan permohonan KPR BTN bersubsidi hanya kepada orang yang memiliki KTP Jabodetabek, sedangkan saya KTP Yogyakarta. apakah hal ini benar??
    hal ini membuat saya jd takut permohonan KPR BTN saya ditolak…

    mohon pencerahan, terimakasih

      kprid responded:
      April 7, 2011 at 4:02 am

      Pak Roni,

      Sepertinya begitu Pak, KPR bersubsidi lebih di prioritaskan bagi warga JABODETABEK yang memang bener-benar memiliki identitas kependudukan di JABODETABEK.

      Namun saya tetap mendoakan agar permohonan KPR BTN Pak Roni mudah-mudahan disetujui oleh BTN.

      Semoga bermanfaat.

    evy said:
    March 16, 2011 at 1:36 pm

    Saya bermaksud membeli rumah di gading serpong. Plafond pinjaman saya rencananya sekitar 280juta untuk jangka waktu 15 tahun. Gaji saya & suami apabila digabungkan adalah sekitar 12juta. Saya sendiri sudah bekerja lebih dari 2 tahun, tetapi suami saya baru sekitar 1.5th. Saat ini saya mengajukan kpr ke beberapa bank, antara lain bca, permata. Apakah menurut bapak, kpr saya dapat disetujui? Seberapa besar pengaruh saldo tabungan untuk penentuan persetujuan kpr? Mohon tanggapan Bapak. Terima kasih.

      kprid responded:
      April 7, 2011 at 4:21 am

      Bu Evy,

      KPR akan di setujui apabila 30% dari jumlah penghasilan memadai untuk pembayaran cicilan.
      Saldo tabungan tidak akan mempengaruhi disetujui atau tidaknya KPR, bank akan lebih melihat penghasilan dari calon nasabah sebagai salah satu bahan untuk disetujuinya KPR atau tidak.

      Semoga bermanfaat.

    Satyawira said:
    March 27, 2011 at 2:56 pm

    Dear KPR ID,

    Saya mohon bantuan informasi
    Apakah boleh Istri saya mau mengajukan KPR atas namanya sendiri dengan penghasilan dia sendiri,tanpa menyertakan penghasilan dari sy sebagai suaminya,karena istri sy bersih belum ada pinjaman sedangkan sy sudah ada pinjaman kartu kredit dll, mohon sarannya

      kprid responded:
      April 7, 2011 at 4:23 am

      Pak Satyawira,

      Seharusnya boleh, yang penting jumlah penghasilan mencukupi untuk pembayaran cicilan KPR-nya. Namun ada ada baiknya penghasilan digabung agar lebih memperbesar kemungkinan disetujuinya KPR.

      Semoga bermanfaat.

    riri said:
    March 30, 2011 at 5:32 am

    Selamat siang, Pak. Saya sudah mengajukan permohonan KPR di Bank dan sudah menyerahkan berkas2 data fc KTP, KK dll dan juga menandatangani surat aplikasi permohonan KPR tsb. Ada pertanyaan yang ingin saya tanyakan:
    1. Kalau saya ingin membatalkan permohonan KPR itu, caranya bagaimana yah, Pak?
    Masalahnya saya belum pernah ke Bank tsb, berkas data2 tsb diambil dan diserahkan melalui saudara saya yang mengenal bgn AO di bank tsb.
    Terima kasih atas bantuan Bapak.

      kprid responded:
      April 7, 2011 at 4:27 am

      Pak/Bu Riri,

      Kalau anda sudah mengetahui nama banknya bisa kontak atau datangi bagian customer servicenya, nanti akan di arahkan ke bagian KPR mereka. Disana tinggal anda sampaikan tujuan anda. Namun terlebih dahulu siapkan secara tertulis permohonan pembatalan KPR anda tersebut.

      Mesti di ingat pula bahwa pembatalan KPR ini tidak akan mengembalikan uang DP yang ada serahkan ke developer, uang DP harus ada minta ke pihak developer nantinya, tentunya pasti ada potongan biaya yang dikenakan sesuai perjanjian.

      Semoga bermanfaat.

    ayu said:
    May 3, 2011 at 12:37 pm

    Pak….saya mau tanya saya mau mengajukan KPR BTN,,,,,Tapi saya mempunyai sankutan/pinjaman dengan Bank lain kemungkinan Bank BTN meloloskan pengajuan KPR saya tidak pak??sisa pinjaman kurang lebih 10 bln lagi,,,atas nama saya…dan jika KPR tsbt diajukan atas nama suami tetap bisa lolos tdk ya pak???saya masih ragu utk KPR,TERIMA KASH

      kprid responded:
      May 18, 2011 at 8:43 am

      Bu Ayu,

      Biasanya pihak Bank akan melihat 30% dari pendapatan kita sebagai acuan dalam memutuskan persetujuan KPR. Jadi tentunya Bank akan melihat jumlah pinjaman ibu di Bank tersebut. Namun apabila menggunakan nama suami dan hanya menyantumkan pendapatan suami hal tersebut tidak akan menjadi masalah. Tidak ada salahnya untuk mencoba mengajukan KPR, jangan putus asa sebelum mencoba.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Zainuddin said:
    May 12, 2011 at 6:41 pm

    KPR ID,

    Saya adalah nasabah setia KPR BTN karena sudah tiga kali membeli rumah dengan bantuan KPR BTN dimulai dari th 2000 silam. Pengalaman saya BTN tidak pernah menurunkan suku bunga walaupun suku bunga KPR BTN yang baru sudah turun. Saya yakin hal ini dialami oleh semua nasabah KPR BTN dimana kalau SBI nail BTN langsung menaikkan suku bunga sedangkan di kala SBI turun, BTN selalu tutup mata dan kalau kita tanya ke setiap orang di BTN jawabannya selalu tidak tidak nyambung. Bagaimana kalau kita adukan hali ini ke YLKI karena kita sebenarnya sudah di tipu oleh BTN dimana mereka bilang suku bunga akan mengikuti suku bunga SBI.

      kprid responded:
      May 18, 2011 at 8:45 am

      Pak Zainuddin,

      Saya rasa bukan hanya bank BTN saja Pak, bank-bank swasta pun banyak yang seperti itu. Mungkin cara aman untuk KPR atau jenis pinjaman jangka panjang yang tidak akan membuat kita khawatir bisa mencoba menggunakan KPR dari bank-bank syariah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yosi said:
    May 25, 2011 at 10:25 am

    saya mengambil rumah di daerah Cileungsi Bogor DP pertama Januari 2011. DP bisa diangsur 8x. Akhir Mei ini menurut sistem komputer di BTN saya termasuk yang kena jadwal akad kredit, padahal rumah baru 60-70% jadi. Dan saya dituntut untuk melunasi sisa DP oleh pihak developer. Kata pihak Developer sudah biasa rumah blm jadi tp sudah akad kredit duluan… Apakah benar BTN memperbolehkan developer yg tidak bisa menyelesaikan rumah sampai pd wkt akad? Kata marketing saya lebih baik ikut akad supaya tidak terkena sistem ilon. dan nanti proses harus dari awal lagi (interview lagi)…. Pdhal saya baca di web BTN care, BTN melakukan akad jika rumah sudah jadi. Wah mana yg benar, knyataan atau teori?????
    Trimakasih.

      kprid responded:
      May 26, 2011 at 4:41 am

      Pak Yosi,

      Membaca keterangan yang sudah disampaikan, saya menyimpulkan bahwa yang menyatakan bahwa boleh melakukan akad kredit adalah pihak developer bukan pihak Bank. Untuk hal ini anda bisa mengkonfirmasikannya dengan pihak Bank. Apalagi Bank BTN terkenal ketat dengan permasalahan KPR. Menurut saya apa pun kata Developer sebaiknya anda tidak perlu dengarkan. Akad kredit baru bisa dilakukan apabila memang barang/rumah sudah tersedia. Dalam hal ini pihak developer sepertinya hendak mengejar dana yang nantinya dicairkan oleh Bank. Jadi saran saya lebih baik anda tidak mendengarkan apa kata developer, ada baiknya hal itu anda adukan langsung ke pihak Bank..

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        nurjannah septyanun said:
        November 17, 2011 at 9:11 am

        Saya spendapat dengan pk yosi dn saya pernah mengalami hal tersebut.diminta utk sgera mlunasi uang muka dan sgera akad.smntara rumah blum 100 % selesai.pdahal yg jdi developerx adlh perumnas juga.klo kita mau protes, takutx dipersulit dlm berurusan.
        Slanjutx msalah bangunan dan bahan2 yg digunakan betul2 sangat mengecwakan pak.saya sdah mnempati RSSH di perumnas ni 1,7 thn.kndisi fisik bangunan terutama atap dan kayux sdh mulai lapuk, dinding lembab krn pondasi yg tdk baik.
        Seharusnya calon pemilik rumah ikut terlibat langsung dalam melakukan pengawasan pembangunan rumah.agar tidak terjadi pengurangan kualitas spek bahan dan jumlah bahan yg seharusx digunakan oleh tukang bersama developer.dan kenyataannya di tempat kami msih ada
        tukang dan developer nakal yg menjual bahan bangunan yg seharusx
        utk membangun rumah yg layak dan siap huni dan bukan siap bongkar.
        Dan dana utk mmperbaiki yg rusak sgt besar.komplain sdh prnah sya
        lakukan diawal2 menempati.tpi krg mndpt respon dri dvloper dan
        seolah2 kami dipimpong utk itu.
        Saat ini saya berkeinginan utk merenovasi rumah Rssh ini, dengan mengajukan kredit renovasi dgn mnambh plafon dana kira2 100 juta.hrga rmh sblmx Rp.52.500.000. Dan kredit yg dulu diberikan Rp.47 juta realisasi per desember 2009.
        Utk mslah angsuran memang sjak 6 bln trakhir kmi sering tlat bayar krn kondisi diluar kmampuan kami manusia( anak sakit dn btuh biaya lebih).akan tetapi saat ini sdah hmpir normal mslah keuangan kmi.
        Prtanyaan saya pak.
        1.kira2 peluang utk kami dpt mmperoleh kredit renovasi rumah bgaimana?
        2. Kalau kami ingin takeover ke bank muamalat misalx apakah akan dipersulit,krn prnah lat

        kprid responded:
        November 21, 2011 at 10:30 am

        Apakah saat ini KPR masih berjalan? Apabila masih mungkin kecil kemungkinannya bisa mendapatkan kredit renovasi. Karena Bank akan menilai lebih jauh terhadap kemampuan nasabahnya. Namun apabila KPR memang sudah lunas mungkin tidak ada salahnya untuk dicoba. Walaupun memang ada keterlambatan angsuran namun pembayaran tetap dilakukan untuk, jadi seharusnya tidak ada masalah.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        nurjannah septyanun said:
        November 17, 2011 at 9:25 am

        Lanjut pertanyaan.
        2.apabila kami akan takeover ke bank muamalat misalx apakah akan dipersulit oleh bank krn sblumx prnah menunggak dlm melakukan pmbayaran angsuran.
        3.pnghasilan saya prbulan saat ini 4,5 jt perbulan dn suami 5 jt perbln.brp maksimal kredit yg bisa kmi ajukan?

        kprid responded:
        November 21, 2011 at 10:40 am

        2. Seharusnya tidak ada masalah walau sebelumnya pernah ada tunggakan, yang penting tunggakan-tunggakan tersebit sudah di lunasi.
        3. Maksimal jumlah kredit yang diajukan tergantung dari anda berapa besarnya, yang terpenting dalam hal ini apabila KPR masih berjalan tentunya pihak Bank akan menilai lebih jauh lagi kemampuan keuangan anda. Mungkin simulasi pinjaman dari website BCA ini bisa membantu anda memperhitungkan kurang lebih berapa nilai pinjaman yang bisa anda ajukan. http://www.klikbca.com/individual/kredit/kredit.html?t=1&j=1

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Pipi said:
    June 3, 2011 at 8:58 am

    Tahun 2005 saya punya beberapa kartu kredit dengan limit masing2 sekitar 3 juta. Sempat macet di thn 2007 karena saya menyelesaikan studi dan tidak bekerja.. Baru bisa saya lunasi semuanya di tahun 2010 lalu. Pada Januari 2011, saya ke BI u…ntuk minta cetak BI Checking, dan hasilnya semua menunjukkan nama bank yg issue kartu kredit, namun data saya sudah bersih (DATA TIDAK TERSEDIA), dan saya sudah memiliki SURAT LUNAS dari semua bank tersebut.

    Saat ini saya sedang proses pengajuan KPR dan sudah ditolak oleh 2 bank dengan alasan BI Checking, dan beberapa bank lain juga sedang menunggu hasil AKKI-Checking utk mendukung SURAT LUNAS yg saya berikan.

    Pertanyaan saya,apakah jika sudah LUNAS, KPR masih bisa ditolak karena DULU PERNAH MENUNGGAK? Bagaimana mengatasi hal ini, sebab dulu saya menunggak karena tidak bekerja.

      kprid responded:
      June 10, 2011 at 4:05 am

      Sistim analisa dari bank mengikuti sebuah procedure dan apabila di dalam sebuah analisa di temukan track record yang kurang baik dari pihak calon kreditur maka kelihatannya akan sulit untuk mendapatkan sebuah persetujuan. Ini disebabkan oleh sebuah sistim yang sudah menjadi prosedur di kebanyakan bank, dan sistim ini tidak mengenal alasan-alasan lain hanya melihat pada track record yang ada. Alternatif lain mungkin bisa dengan menggunakan nama suami atau nama istri dalam pengajuan kreditnya, apabila memang sudah berkeluarga. Namun tidak ada salahnya untuk terus dicoba mungkin saja ada bank yang nantinya mau memberikan persetujuan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Toms said:
    June 3, 2011 at 10:30 am

    dear KPR ID
    mo tanya untuk KPR BTN bersubsidi apa memang mensyaratkan gaji pokok dibawah Rp 2,500.00 mengingat slip gaji saya tidak ada perincian(hanya tertera gaji dan pajak).,kurang lebih 4 jutaan.

    trima kasih

      kprid responded:
      June 7, 2011 at 3:21 am

      Itu artinya gaji setelah di potong pajak adalah gaji pokok bapak. Saya rasa itu sudah bisa memenuhi persyaratan yang di perlukan untuk mengajukan KPR BTN bersubsidi.

      Berikut informasi lebih banyak mengenai KPR BTN bersubsidi, http://www.btn.co.id/Produk/Produk-Kredit/Kredit-Perorangan/KPR-Bersubsidi.aspx
      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ndr0e said:
    June 9, 2011 at 9:33 am

    Dear admin,

    mohon bantuannya, krn saat ini saya ada selisih akad sebesar 10% (20jt) yang tidak sanggup dibayar.
    Awalnya, ketika BTN Property Expo feb’11 (http://btnpropertyexpo.com/) yg lalu.. saya tertarik dengan dp 10% dan bunga 6.1% yang diberikan oleh Bank BTN namun ternyata setelah saya bayar dp10% ke developer, BTN memutuskan lewat SP3 bahwa tidak bisa memberikan DP 10% dan bunganya pun bukan 6,1%.

    Pengajuan Banding KPR sudah diajukan namun tetap tidak dapat memberikan 10%.

    Uang yang saya masukan ke developer sudah 25jt dan jika saya batalkan developer memotong 50%.. betapa sedihnya membrikan 12.5 jt kepada developer yang notabene orang kaya…

    Apakah ada solusi?

    -ndr0e@yahoo.com-

      kprid responded:
      June 10, 2011 at 4:20 am

      Pada awalnya jangan terlalu cepat tergiur dengan promosi diskon ataupun bunga rendah, seharusnya anda melakukan pengecekan terlebih dahulu atas promosi tersebut kepada pihak Bank. Karena di balik semua promosi-promosi itu pasti ada saja hal-hal yang tidak disampaikan secara langsung kepada pihak konsumen.

      Apakah bentuk promosi itu dalam bentuk brosur? Dan apakah tertera pada brosur tersebut batas berlaku atas promosi tersebut? Apabila dalam brosur tersebut tidak mencatumkan jangka waktu berlakunya ataupun kalau ada dan anda sudah melakukan proses tersebut sebelum waktunya seharusnya anda berhak atas promosi tersebut. Anda bisa menuntut kepada bihak bank atas hak anda tersebut. Serta menanyakan atas alasan apa promosi itu dibatalkan. Namun apabila promosi itu di keluarkan sepihak oleh pihak developer anda berhak menuntut pihak developer karena sudah melakukan kebohongan atas promosi yang mereka tawarkan.

      Sekaligus pesan buat teman-teman semua, apabila berurusan dengan masalah pembelian rumah kita harus extra hati-hati dan teliti, jangan langsung tergiur dengan promo-promo yang mereka tawarkan. Karena apabila kita sudah terjerat dalam perjanjian-perjanjian yang ada, posisi kita sebagai konsumen selalu menjadi yang lemah dalam perjanjian-perjanjian tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yanti said:
    June 21, 2011 at 8:12 am

    SALAM KPR ID,

    ada yang aku mau tanya kan ni, saat ini kan saya dan suami sedang mencari rumah kpr, tetapi yang kami pikirkan , status suami saya masih belum pegawai tetap, dan join income kami berdua sekitar 4. 500.000, saja, memang si kami sedang mencari yang harga perbulannya ringan skitar 1 jutaan karena kami ingin dp nya kami perbesar, kira2 bank mau tidak ya menyetujui , kalau join income kami segitu

      kprid responded:
      June 22, 2011 at 3:19 am

      Bu Yanti,

      Penghasilan anda sudah mencukupi karena bank biasanya akan melihat sebesar 30% dari penghasilan calon KPR. Silahkan anda mencoba mengajukan KPR, namun ingat teliti dan berhati-hatilah dalam mengambil keputusan dalam masalah ini. Karena banyak sudah yang menjadi korban developer dan bank karena kurang teliti dan hati-hati.
      http://kprid.wordpress.com/2011/06/22/pemerintah-tawarkan-kpr-tanpa-dp-dengan-angsuran-murah/

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hardie Tea said:
    July 1, 2011 at 2:37 pm

    Kepada admin kpr.id

    mohon informasi cara pengajuan untuk keberatan kenaikan suku bunga KPR ? kalau ada contoh surat keberatan kenaikan suku bunga KPR sekalian dikirimkan juga ya. Trims

    hardi_28@yahoo.com

      kprid responded:
      July 5, 2011 at 3:26 am

      Pak Hardie,

      Untuk mengajukan keberatan atas kenaikan suku bunga bisa ada ajukan secara tertulis melalui email ataupun surat kepada customer service bank yang mengeluarkan KPR. Untuk contoh surat sendiri nanti akan saya usahakan kirim melalui email apabila ada, namun Pak Hardie bisa mencoba sendiri mencari melalui search engines (google, yahooo dll).

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        sriyansen said:
        January 31, 2012 at 9:56 am

        Halo Pak Admin,

        Boleh saya dikirmkan juga contoh suratnya. Karena saya juga mau mengajukan keberatan dengan suku bunga yang sekarang.

        Terima kasih sebelumnya

        wassalam
        Yansen

        kprid responded:
        January 31, 2012 at 11:04 am

        Berikut kurang lebih contohnya, bisa ditambahkan lagi dengan alasan-alasan lain, sesuai dengan kondisi anda saat ini.

        Kepada Yth,
        Customer Services KPR
        Di Tempat

        Dengan Hormat,

        Terkait dengan surat pemberitahuan kenaikan suku dengan no (Isi nomer surat dari Bank), yang kami terima pada tanggal (Tulis tanggal), dengan ini kami mengajukan KEBERATAN atas kenaikan suku bunga tersebut, untuk itu kami mohon adanya peninjauan kembali. Besar harapan kami bahwa Bank bisa menilai secara bijaksana akan kemampuan kami. Sehingga suku bunga yang nantinya ditentukan tidak akan memberatkan kami sebagai debitur dan nasabah.

        Demikian Surat Keberatan ini kami ajukan, kami mohon kepada staff costumer service KPR untuk dapat menindaklanjuti pernyataan KEBERATAN kami. Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

        Jakarta, ……… 2012

        Hormat kami

        (Nama debitur)

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Antok said:
    July 6, 2011 at 11:17 am

    KPRID

    Mohon bimbingannya, Saya tinggal di semarang. Pada tahun 2007 Saya pernah mengajukan KPR BTN selama 15 tahun untuk rumah bersubsidi type 21/60 dengan cicilan 1 tahun pertama 309 ribu. mulai tahun kedua dan seterusnya meningkat dan kini sekitar 550 ribu per bulan. Namun kini rumah tersebut sudah saya Oper Kredit ke orang lain karena lokasinya terlalu jauh dari tempat istri dan saya bekerja. Dalam pengurusan oper kredit, saya menggunakan notaris yang sama dengan notaris yang ditunjuk BTN/Pengembang saat saya mengajukan KPR di BTN.
    Kini saya ingin mengajukan KPR lagi dengan angsuran per bulan sekitar 1,3jt. penghasilan saya dan istri kalo digabung sebesar 4 juta. Tapi sekarang saya masih mempunyai tanggungan Kartu Kredit yang nilainya sekitar 4 juta.
    Pertanyaan saya:
    1. Bisakah saya mengajukan KPR lagi? di Bank mana?
    2. Jika Mengajukan atas nama istri saya bisa apa tidak, jika status istri saya masih CPNS yang masa kerjanya baru 6 bulan?
    Demikian. Terima kasih

      kprid responded:
      July 7, 2011 at 3:47 am

      1. Apabila proses over kredit yang sudah dilakukan sudah beres dan status debitur sudah dialihkan, seharusnya tidak ada masalah untuk mengajukan KPR lagi. Bisa di ajukan di Bank mana saja.
      2. Melihat status istri Bapak kemungkin untuk mendapatkan persetujuan kecil sekali, kecuali apabila memang statusnya sudah PNS saya rasa kemungkinan mendapatkan persetujuan bisa lebih besar. Ada baiknya mungkin atas nama Bapak saja, apabila memang Bapak sudah pegawai tetap dan lebih dari 1 tahun masa kerjanya. Sekedar memperbesar kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        Antok said:
        July 7, 2011 at 5:41 am

        Terima kasih banyak atas bimbingannya. tapi bulan kemarin kok saya masih di telp sama BTN, kayaknya yang oper kredit belum membayar cicilan. berarti yang di BTN khan masih terdaftar atas nama saya? proses oper kredit kan tidak diketahui BTN?

        kprid responded:
        July 7, 2011 at 6:36 am

        Sama-sama Pak.
        Berarti over kreditnya belum dilaporkan ke pihak BTN, ada baiknya dilaporkan ke pihak BTN bahwa Bapak telah melakukan over kredit kepada pihak lain. Sehingga apabila terjadi sesuatu sudah bukan tanggung jawab Bapak lagi. Melihat kondisi seperti ini berarti untuk mendapatkan persetujuan dari Bank lain pun akan sulit. Karena status Bapak masih sebagai Debitur di BTN. Ada baiknya segera mungkin di laporkan ke pihak BTN mengenai over kredit yang telah Bapak lakukan.

        Berikut ada informasi cara over kredit rumah, http://www.rumahdanproperti.com/news/25/caraoverkreditrumahkpr-85.aspx

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        irwan said:
        April 29, 2014 at 6:58 pm

        KPRID
        Nma sya irwan sya bekrja di prushaan swasta posisi di surbya , untuk saat ini sya bermaksut membeli rumah shrga 163 juta cuma penghasilan sya 2200, 000 (umr surabaya) cuma sya mempunyai uang cash skitar 50 juta dan kmudian rumah yg akan sya beli itu bukanlah di perumahan melainkan di kampung dan bukan melalui developer pertanyaanya
        1. Apakah memungkinkan sya meminjam ke bang dana skitar 100 juta untuk membayar rumah itu, dan nantinya uang itu sya cicil ke bang dengan jangka 10-15 tahun
        2. Apa sja persyaratannya
        Mhon informasi nya trimksh

        kprid responded:
        June 23, 2014 at 4:27 pm

        Bisa saja, anda nanti tinggal menjaminkan sertifikat rumah yang hendak anda beli. Persyaratannya kurang lebih sama dengan KPR.
        1. KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah)
        2. Kartu Keluarga
        3. Keterangan penghasilan atau slip gaji.
        4. Laporan keuangan (untuk wiraswasta)
        5. NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 100 juta)
        6. SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp. 50 juta).
        7. Foto kopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer)
        8. Foto kopi sertifikat (bila jual beli perorangan)
        9. Foto kopi IMB

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Antok said:
    July 7, 2011 at 2:42 pm

    Saya sudah melakukan proses over kredit ke notaris. Pihak bank tidak diberitahu karena dalam akad kredit di bank waktu pengajuan KPR rumah bersubsidi, rumah ini tidak boleh dijual sebelum enam tahun. tapi sebelum enam tahun saya sudah menjualnya. pihak notaris juga sudah tahu hal tersebut, alasan dijual kan karena tempat istri saya bekerja sekarang dengan rumah tersebut jauh. Apakah yang harus saya lakukan agar saya bisa kembali mengajukan KPR? terima kasih…

      kprid responded:
      July 11, 2011 at 4:55 am

      Dengan adanya perjanjian tersebut denga pihak Bank maka mau tidak mau anda harus menunggu sampai batas waktu yang sudah ditentukan dan melakukan perlaporan terhadap Bank bahwa rumah anda sudah di over kredit kan. Tentunya dengan bantuan Notaris yang telah membantu anda melakukan over kredit.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ridho said:
    July 7, 2011 at 3:39 pm

    Usia saya 30th punya 1 anak(balita 11bln), kryawan swasta di DIY dg masa kerja 3th, gaji pokok 2,4jt/bln, blum prnah brurusan kredit dg bank/pihak manapun. barusan saya mengajukan prmohonan kpr brsubsidi di btn, dg nilai kredit 61jt cicilan 769rb/bln slama 10th, brkas2 sdh saya serahkn & bru slesai interview, brp lama prosesnya hingga pmberitahuan di acc/tidaknya prmohonan saya? tp alamat ktp saya luar kota,brdasrkan data2 diatas menurut penilaian anda memenuhi syarat apa tidak? disetujui/tdk?.thanks.

      kprid responded:
      July 11, 2011 at 5:02 am

      Kurang lebih biasanya 1 minggu dari awal hingga pemberitahuannya, namun kembali kepada peraturan dari Bank dimana anda mengambil KPR. Melihat informasi yang telah anda jelaskan kemungkinan besar KPR anda akan di disetujui. Karena persyaratan-persyaratan dan kreteria-kreteria beradasarkan informasi yang anda sampaikan telah memenuhi penilaian disetujuinya sebuah KPR. Namun proses interview juga bisa menjadi faktor penentu yang mana hal ini tentunya hanya anda yang dapat merasakan ataupun meilhat reaksi pihak Bank terhadap interview yang telah di laksanakan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rysma said:
    July 8, 2011 at 5:31 am

    Saya mengajukan KPR 8 tahun yang lewat , dengan bantuan kpr bank yudha bhakti untuk kredit perumahan BSI I, dengan keyakinan karena pengembang bekerja sama dengan Rumah Sakit besar ternama di jakarta dan bank menyetujui pengajuan KPR, berarti sudah ada cek dan ricek dari pihak bank dan Rumah sakit tersebut tentang kredibilitas pengembang.

    Namun ternyata rumah tidak kunjung di bangun walau saya sudah komplaine beberapa kali dengan pihak pengembang sampai lima tahun pertama saya tetap taat membayar KPR ke bank yudha bhakti walaupun saya tidak menempati dan melihat wujud rumah tersebut. Saudara saya menyarankan untuk menghentikan pembayaran karena tidak ada niat baik dari pengembang serta sudah beberapa kali laporan ke bank yudha bahkti via telpon. Saat ini saya mau mengajukan pinjaman ke bank, pinjaman saya ditolak karena “red notice” dari BI.

    Saya harus bagaimana menyelesaikan ini?

    Mohon bantuannya dan sarannya, kalau saya lunasi pun di bank yudha bhaktinya “mungkinkah kena deenda juga?”, saya akan rugi ber kali-kali, tidak mendapatkan rumah, juga sudah kehilangan uang ratusan juta dan mendapat black list dari BI juga tidak bisa mengajukan pinjaman ke bank lain. Jalan apa yang harus saya tempuh supaya tidak dirugikan lagi.

    Saya berharap ada solusi dan bantuan menghadapi masalah ini. Banyak konsumen lain dan saudara yang bekerja di rumah sakit tersebut juga telah komplaine, rumah sakitnya malah sudah menunjuk pengacara, tapi sampai saat ini belum ada solusi, walaupun rumah sakit tersebut mengajukan ke bank lain yang berbeda dengan bank saya.

    Karena ini sudah terlanjur terjadi,

    Mohon Bantuannya saya harus bagaimana, menghilangkan red notice BI dengan alasan saya dirugikan oleh pengembang?

      kprid responded:
      July 12, 2011 at 3:29 am

      Melihat kondisi yang Bapak alami sudah sangat rumit sekali. Tindakan satu-satunya bisa diambil adalah melalui upaya hukum. Karena apabila sudah 5 tahun lebih rumah tidak bangun-bangun juga sudah bisa dibilang tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan. Bisa juga dibilang sebagai bentuk penipuan karena barang yang di janjikan tidak pernah ada. Seharusnya pihak Bank melakukan pembatalan terhadap KPR bapak karena dokumen-dokumen yang dijadikan jaminan oleh Bank juga tidak pernah ada. Apalagi dokumen-dokumen itu merupakan bagian dari disetujuinya sebuah KPR.

      Mungkin langkah pertama yang bisa Bapak lakukan mendatangi BPSK (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) berikut websitenya http://bpsk-jakarta.blogspot.com/. Disana Bapak bisa melaporkan apa yang Bapak alami, namun ada baiknya dibuat terlebih dahulu kronologi dari awal hingga saat terakhir dari proses jual beli dan KPR yang telah Bapak lakukan. Nanti pihak BPSK akan melakukan pemanggilan kepada kedua belah pihak, pihak pengembang dan Bank yang mengeluarkan KPR. Mungkin untuk lebih jelasnya Bapak bisa menghubungi pihak BPSK untuk menanyakan lebih lanjut prosesnya.

      Kasus yang seperti Bapak alami sebenarnya sudah banyak terjadi, namun masih banyak konsumen-konsumen properti dan nasabah-nasabah KPR yang tidak melaporkan permasalahan yang mereka alami. Mungkin dikarenakan rasa sedih hilangnya uang puluhan dan ratusan juta sehingga membuat mereka bingung harus berbuat apa. Apalagi seperti yang sudah kita baca banyak artikel-artikel yang menjelaskan betapa lemahnya perlindungan hukum untuk konsumen-konsumen properti. Belum lagi proses hukum yang berbelit-belit juga menghantui para konsumen properti yang tertimpa musibah seperti yang Bapak alami. Sehingga membuat mereka semakin menderita dan akhirnya pasrah menerima kenyataan dengan apa yang mereka alami.

      Namun untuk kasus Bapak saya melihat sudah jelas sekali bahwa pihak pengembang telah mengabaikan hak Bapak sebagai konsumen dan pihak Bank pun telah memaksakan sebuah kredit untuk sesuatu yang tidak ada. Maka saya yakin apabila anda maju terus melawan arogansi pengembang dan Bank dengan bukti-bukti yang sudah jelas, anda bisa menuntut hak anda atau paling tidak bisa mendapatkan uang anda kembali.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    topelectronic said:
    July 12, 2011 at 4:45 am

    Senin kemaren saya telpon lagi ke Bank yudha bhakti, ke bagian pinjaman bermasalah (oji) dan saya komplaine lagi.. pihak bank angkat tangan dan hanya berulang-ulang menyatakan kita hanya mempunyai perjanjian kredit, seharusnya hhubungi ke developer, dan saya harus mengembalikan/melunasi tertunggak bila ingin red notice BI hilang. saya minta kalo saya melunasi saya minta bukti sertifikat dan rumah dibangunkan, namun, jelas-jelas pihak banknya menyatakan mereka tidak mempunyai bukti sertifikatnya, sampai saat ini pun tidak ada bukti sertifikat tsb. Saya merasa makin jengkel, jelas sekali pihak bank dan pengembang melakukan penjerumusan, penipuan dan persekongkolan terhadap konsumen seperti saya. karena hal itu saya minta disambungkan dengan direktur utamanya. Tapi dia tidak mau dan malah memutuskan sambungan telpon.

      kprid responded:
      July 12, 2011 at 8:41 am

      Disini kita bisa lihat betah lemah posisi kita sebagai nasabah/konsumen di dalam perjanjian-perjanjian yang dibuat oleh Bank/Developer. Sebuah perjanjian kredit apalagi KPR tentu berdasarkan atas sebuah barang dalam hal ini rumah. Apabila dokumen-dokumen atas barang yang dikreditkan tidak ada berarti sudah jelas bahwa barangnya pun tidak ada. Sama halnya dengan kredit kendaraan bermotor, pihak leasing biasanya akan menyimpan BPKB atas kendaraan yang di kreditkan sebagai bukti adanya barang yang di kreditkan.

      Saya hanya melihat bahwa baik pihak Bank dan Developer sudah tidak menunjukkan itikad baik dalam menyelesaikan masalah yang Bapak hadapi. Untuk itu ada baiknya Bapak mengambil upaya hukum untuk mendapatkan penyelesaian atas masalah yang Bapak hadapi. Dimulai melalui BPSK terlebih dahulu. Laporkan pula ke YLKI paling tidak sebagai masukan data. Apabila tidak ada tanggapan juga mungkin jalan terakhir adalah melalui meja hijau.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    topelectronic said:
    July 13, 2011 at 8:38 am

    Hari ini pada saat saya menghubungi pihak Bank melalui Customer Servicenya, bank via CSnya menginformasikan bahwa bank akan membantu kalau saya ingin menghilangkan red notice BI, saya diminta datang ke bank membawa ktp, KK, surat nikah dst, kemudian Bank akan meMENARIK RUMAH KEMBALI dan angsuran yang selama ini saya lakukan DIANGGAP HANGUS tanpa ada pengembalian.

    Saya benar-benar “Speakless” saya kembalikan saja, kalau bapak/ibu atau yang memberikan kebijakan tersebut ada diposisi saya.. akan meresponse seperti apa usulan ini?..COBA TANYA HATI NURANI ANDA kata saya

    Dia tidak bisa menjawab, dan terdiam.

    Saya tidak habis pikir, masih ada praktek-praktek usaha seperti ini di zaman sekarang….
    Benar-benar di luar sangkaan saya

      kprid responded:
      July 18, 2011 at 3:34 am

      Saya jadi ingat nasib yang sama menimpa teman saya Pak, yang sampai hari ini masih terheran-heran dengan sikap Bank yang seperti itu. Padahal sudah jelas untuk dokumen-dokumen rumah merupakan kewajiban pihak Bank karena dokumen-dokumen itu adalah sebagai dasar di setujuinya KPR. Untuk kasus yang menimpa teman saya agak sedikit berbeda tapi pada akhirnya ketikan menanyakan dokumen-dokumen rumah ke pihak Bank setelah KPR berjalan 4 tahun, pihak Bank tidak bisa memperlihatkan ataupun menyerahkan salinan dari dokumen-dokumen yang diminta. Ditambah sebelumnya ada masalah-masalah dengan pihak developer dan keanehan-keanehan pada dokumen di notaris. Akhirnya dia memutuskan sama menghentikan cicilan KPR dengan meminta kejelasan kepada pihak Bank mengenai dokumen-dokumen. Namun akhirnya nasibnya tidak jauh berbeda dengan apa yang sudah Bapak alami.

      Disinilah sangat jelas terlihat bahwa pihak pengembang dan Bank memang sudah terlihat dalam posisi yang lebih kuat di atas perjanjian-perjanjian yang dibuat. Dimana konsumen dan nasabah akan selalu menjadi objek penderita. Banyak sudah kasus-kasus seperti ini saya lihat dan dengar, yang ujung-ujungnya hanya pihak pengembang dan Bank yang selalu menang. Saya rasa sudah waktunya ada perhatian dari pemerintah khusus dalam menanggulangi kasus-kasus seperti ini. Namun sayangnya pemerintah hingga saat ini seolah-olah masih tidak melihat adanya kasus-kasus seperti ini. Bahkan apabila kasus-kasus seperti ini dibawa ke meja hijau pun, sepertinya akan tidak memberikan dampak yang menyenangkan bagi konsumen ataupun nasabah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rudy said:
    July 22, 2011 at 2:15 am

    Saya mengajukan KPR pada bulan 5 tahun 2010 kepada Bank P*n*n, tapi sampai sekarang, saya belum pernah menerima fotokopi perjanjian kredir dengan pihak bank. sedangkan untuk fotokopi surat2 tanah sudah saya terima dari notaris. Mau tanya : apa yg bisa saya lakukan untuk memaksa pihak bank menyerahkan fotokopi perjanjian kreditnya?
    soalnya saya sudah berulang kali meminta fotokopi tsb melalui telp kepada pihak bank, dan selalu dijanjikan akan dihubungi kembali. tapi faktanya sampai sekarang, belum pernah dihubungi kembali sekalipun. bingung

      kprid responded:
      July 22, 2011 at 3:05 am

      Coba di ajukan juga secara tertulis Pak. Ditujukan ke bagian after sales KPR-nya. Kalau secara lisan memang keliatannya pihak Bank kurang menganggap “serius” permintaan kita. Seharusnya fotokopi perjanjian tidak harus sampai menunggu tahunan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rudy said:
    July 22, 2011 at 9:16 am

    apakah ada sanksi? atau kita bisa mengajukan somasi gitu???
    soalnya capek juga mintanya. ga mungkin kan kita kejar terus setiap hari.
    itu yang saya bingungkan. apakah ada pasal2 yang kurang teliti saya baca waktu tanda tangan, atau ada penambahan pasal2 yg tidak saya ketahui.

    Sekarang sih, saya benar2 tidak puas banget dengan pelayanan Bank P*n*n dan berencana mengganti dengan bank lain. waktu telat bayar kpr, meskipun waktu jatuh tempo hari libur, mereka langsung menelpon dan meminta pembayaran. Giliran diminta fotokopi perjanjian, semua pada buang badan. belum lagi bunganya yg lumayan tinggi. (11%)

      kprid responded:
      July 25, 2011 at 4:20 am

      Sanksi pastinya ada Pak, di dalam UU perlindungan konsumen di bagian pertama, hak dan kewajiban konsumen, pasal 4 disebut beberapa point sebagai berikut,

      Hak atas informasi yg benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa.
      Hak untuk didengar pendapat dan keluhannya atas barang dan/atau jasa yg digunakan.
      Hak untuk diperlakukan dan dilayani secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.

      Sebaliknya pada bagian dua, hak dan kewajiban pelaku usaha, pasal 7 disebutkan beberapa point sebagai berikut,

      Beritikad baik dalam melakukan kegiatan usaha.
      memberikan informasi yang benar, jelas dan jujur mengenai kondisi dan jaminan barang dan/atau jasa serta memberi penjelasan penggunaan, perbaikan dan pemeliharaan.
      memperlakukan atau melayani konsumen secara benar dan jujur serta tidak diskriminatif.

      Itu sedikit cuplikan dari pasal-pasal yang terdapat dalam UU perlindungan konsumen. Dalam hal ini hak Bapak sebagi konsumen/nasabah tidak di penuhi oleh pihak Bank, bahkan dalam hal ini pihak Bank tidak menjalankan kewajiban seperti yang sudah di sebutkan di dalam UU perlindungan konsumen.

      Masih banyak lagi pasal-pasal yang menjelaskan hak dan kewajiban konsumen serta pelaku usaha di UU perlindungan konsumen. Serta ada pula sanksi-sanksi yang bisa di kenakan kepada kedua belah pihak apabila memang terbukti telah di lakukan pelanggaran. Jadi ada baiknya UU perlindungan konsumen ini di pelajari terlebih dahulu. Namun dalam tahap awal tindakan somasi bisa lakukan karena Bapak sudah menyampaikan keluhan-keluhan namun tidak mendapatkan tanggapan dari pihak Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rudy said:
    July 25, 2011 at 6:45 am

    terima kasih atas masukkannya Pak. hari jumat lalu, saya kembali menelpon pihak bank, sembari menyatakan akan mengirimkan somasi bila masih tidak ada perkembangan, hasilnya 5 menit lalu, untuk pertama kalinya, pihak bank menelpon saya dan menyatakan bahwa fotokopi yang saya minta sudah ada. Sebagai konsumen, kita benar2 tidak boleh lengah dan lembek sedikitpun. pada waktunya keras, kita harus benar2 keras. kalauy tidak, akan dianggap sebelah mata.
    ini benar2 pelajaran berharga buat saya, dan mungkin bagi yang lain juga. memang saya kredit, minjam uang dengan bank, lantas kenapa? apakah hak2 saya tidak perlu dipenuhi karena saya berhutang? bukankah pihak bank ada mengenakan bunga? jadi buat apa lagi malu2. kecuali ga sanggup bayar, minta keringanan. hehehehe

      kprid responded:
      July 26, 2011 at 4:05 am

      Syukurlah Pak apabila masalahnya bisa terselesaikan, turut senang mendengarnya.
      Iya betul Pak kita tidak perlu harus sungkan dalam melakukan sesuatu yang berhubungan dengan hak kita sebagai konsumen/nasabah. Karena sebaliknya pelaku usaha pun tidak akan sungkan-sungkan melakukan tekanan-tekanan apabila kita tidak bisa menjalankan kewajiban kita sebagai konsumen. Semoga bisa dijadikan masuk dan pembelajaran bagi para pembaca atau pemerhati blog ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rudy said:
    July 25, 2011 at 6:50 am

    oia…..saya ga menyarankan anda untuk keras dalam arti marah2, gebrak meja, lempar kursi ya. tidak boleh sama sekali. emosi boleh tinggi, kepala harus dingin. ancam saja akan membawa ke jalur hukum. bila pihak bank merasa ada kesalahan, mereka ga akan berani macam2. kredibilitas dan nama baik bank sangat penting bagi mereka.

    Rudy said:
    July 26, 2011 at 2:06 am

    saran: sebisa mungkin jangan melakukan kpr dengan bank p*n*n. karyawan kantor pusat daerah saja tidak punya sopan santun. customer disuruh naik tangga, sedang mereka berebut naik lift. lift untuk customer, bukan untuk karyawan. sopan santun dasar saja tidak tahu.

    ridwanmardiana said:
    July 28, 2011 at 5:42 am

    beberapa pertanyaan yang masih mengusik saya:
    1, seberapa besar pihak bank mau ngasih pembiayaan kpr di nilai dari segi penghasilan..(misal 1/3 penghasilan adalah 10 jt perbulan)..???
    2.untuk properti seken yang tidak mempunyai IMB ato pun ada IMB tapi propertinya udah renovasi…bagaimana pihak bank menilainya..???bisakah kpr tanpa IMB..??
    terima kasih sebelumnya

      kprid responded:
      July 28, 2011 at 8:56 am

      1. Untuk penghasilan Bank akan menilai kurang lebih 30% dari penghasilan per bulan.
      2. Bank akan menilai berdasarkan nilai pasar untuk rumah yang akan di KPR-kan, KPR tidak bisa dilakukan tanpa adanya IMB. Apabila memungkinkan lebih baik IMB di urus terlebih dahulu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ridwanmardiana said:
    July 28, 2011 at 9:32 am

    terima kasih pa

    untuk pertanyaan no.1 ada kalkukasi yang bisa saya pakai sebagai patokan berapa kemampuan saya untuk membeli properti lewat kpr…??(contoh kemampuan mencicil 10 jt perblnny)
    takutnya properti yang mau saya beli diluar kemampuan saya menurut penilain bank, yang akhirnya bakal menjadi beban untuk menambah dp..

    ridwanmardiana said:
    July 30, 2011 at 4:07 am

    terima kasih banyak pak..

    satu lagi pak..
    untuk pengajuan kredit ke bank dengan agunan rumah tanpa IMB apakah bisa di acc..??

      kprid responded:
      August 1, 2011 at 3:24 am

      Sama dengan KPR Pak kalau tidak ada IMB-nya tidak bisa. Kalau bisa diurus terlebih dahulu IMB-nya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rikokrsna said:
    August 1, 2011 at 9:23 am

    pak saya mau bertanya, kalau kredit KPR saya sudah di setujui oleh pihak bank, namun saya ingin membatalkannya, apa saja yang akan terjadi bila saya membatalkan kredit KPR saya pak. mohon pencerahannya pak. terima kasih

      kprid responded:
      August 2, 2011 at 3:18 am

      Apabila belum sampai pada proses pengikatan mungkin masih bisa Pak, apabila sudah sampai kepada proses pengikatan seperti sudah ada dokumen-dokumen yang ditanda tangani baru nanti ada sanksi-sanski yang di berlakukan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ridwanmardiana said:
    August 2, 2011 at 3:40 am

    menambahkan sedikit pertanyaan diatas..
    di setiap diskusi kpr banyak menyarankan untuk membuat aplikasi kpr ke beberapa bank dengan tujuan membandingkan antara nilai kpr dan bunganya dan juga biar proses kpr lebih cepat.
    masalahnya adalah bila kpr kita disetujui lebih dari 1 bank otomatis kita membatalkan kpr pada bank yang lain..apakah kita mendapat sanksi dari bank yang kprny kita batalkan.???….terima kasih

      kprid responded:
      August 3, 2011 at 3:58 am

      Apabila belum ada proses pengikatan atau belum ada perjanjian-perjanjia yang di tanda tangani tentunya tidak ada sanksi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ridho said:
    August 4, 2011 at 11:24 am

    Ma’af pak, saya baru saja memulai proses kpr tlah sampai pada tahap disetujuinya kpr saya di btn(sp3 sudah turun), tp sbelumnya ada keraguan yg bru saya sadari setelah saya menandatangani semua berkas2 untuk pengajuan kpr ke bank, yaitu saya telah terlanjur menandatangani lembar BERITA ACARA SERAH TERIMA RUMAH padahal ini rumah inden, rumah baru akan dbangun stelah saya melunasi uang muka. pertanyaan saya: menurut bapak apa itu aman buat saya? Klo tdk aman trus langkah apa yg harus saya lakukan?. Trims.

      kprid responded:
      August 5, 2011 at 3:37 am

      Seharusnya bapak jangan menandatangani Berita Acara Serah Terima (BAST) Rumah, karena rumahnya memang belum ada (indent). Disini kita harus tegas Pak dengan pengembang (developer), jangan terpancing oleh kata-kata manis mereka. Dengan Bapak menandatangani BAST artinya apapun yang terjadi dengan bangunan tersebut sudah menjadi tanggung jawab Bapak. Dengan kondisi seperti ini sekarang pengembang jadi lebih leluasa atau jadi seenaknya nanti. Tidak ada sanksi yang kuat apabila mereka tidak membangun rumah sesuai tenggang waktu yang ditentukan.

      Sebagai tindakan Bapak bisa melakukan komplain ke pihak pengembang bahwa dokumen tersebut tidak sah karena bangunan belum ada. Jadi bangunan(rumah) yang mana yang diserahkan kepada Bapak? Saya yakin saat nanti bapak lakukan komplain mereka memberikan berbagai macam alasan. Apabila itu terjadi coba Bapak minta surat pernyataan kepada mereka mengenai jadwal waktu Bangunan(rumah) tersebut diselesaikan. Paling tidak dengan adanya surat pernyataan seperti itu mereka mau tidak mau harus bisa menyelesaikan bangunan sesuai dengan jadwal yang telah mereka tentukan sendiri.

      Ini ada artikel yang mungkin bisa menambah wawasan bagaimana proses serah terima rumah itu, http://kprid.wordpress.com/2011/08/05/cek-dulu-baru-serah-terima-rumah-anda/
      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ridho said:
    August 6, 2011 at 2:05 pm

    Td ketika saya tlp ke developer katanya dokumen itu sudah dikumpulkan ke btn tp masih kondisi kosong dan itu akan diisi saat akad kredit nanti bersama aktenya didepan notaris. Tp klo ingin mengambil saya disuruh langsung ke btn, menurut bpk gimana? Saat ini saya belum mau melunasi dp, hanya bayar uang pemesanan kavling 1,5jt, dan belum menandatangani surat perjanjian apapun dari btn. Katanya kpr saya sudah di acc sesuai permohonan & SP3nya sudah terbit, Klo boleh tau sp3 itu isinya tentang apa? Trims.

      kprid responded:
      August 8, 2011 at 3:14 am

      Untuk dokumen BAST setahu saya tidak diserahkan ke Bank, mungkin salinannya bisa jadi. Dokumen-dokumen asli yang diserahkan ke Bank meliputi AJB, IMB dan sertifikat tentunya. Saya melihatnya itu hanya seperti alasan yang dibuat-buat. Coba di tanyakan lagi ke pihak pengembang dengan baik-baik Pak. Tanyakan saja apa hubungan dokumen BAST dengan persetujuan kredti sementara rumahnya saja belum ada. BAST hanya antara konsumen dan pengembang, mungkin Bank hanya akan menerima salinannya nanti. Bagaimana pun caranya coba minta dokumen BAST itu di tarik karena memang rumahnya belum ada jadi apa yang diserah terimakan.

      SP3 = Surat Pemberitahuan Persetujuan Pembangunan Rumah, intinya meninformasikan kepada pihak pengembang bahwa pihak Bank telah menyetujui KPR bapak dan menyetujui pembangunan rumah Bapak.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ridho said:
    August 6, 2011 at 2:17 pm

    Satu lg pak agar tidak terjadi kesalahan lg nantinya setelah SP3 dari btn turun trus proses langkah2 saya kedepannya nanti apa saja?. Karena saya masih awam saya sangat butuh bimbingan dr Bapak. Atas pencerahannya saya ucapkan bnyk2 Terima kasih. Wasslam.

      kprid responded:
      August 8, 2011 at 3:19 am

      Langkah selanjutnya nanti adalah proses akad kredit Pak, nanti Bapak akan menandatangani AJB di depan notaris dan kemudian Perjanjian Kredit di hadapan petugas Bank. Kalau bisa nanti bapak foto saja dokumen-dokumen yang akan di tanda tangani sebagai bukti untuk Bapak sendiri. Karena biasanya nanti untuk mendapatkan salinan dokumen-dokumen tersebut akan memakan waktu lama. Seandainya ada perubahan-perubahan datapun paling tidak Bapak sudah mempunyai bukti untuk memperkuat argumentasi Bapak di kemudian hari. Namun saya harap proses kedepannya berjalan lancar dan tidak ada masalah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rini said:
    August 8, 2011 at 7:37 am

    Pak, saya ingin bertanya, mohon dibantu
    sejak sep 2005 saya membeli rumah didepok secara kpr dgn bank ni***.sy dijanjikan oleh pengembang sertifikat rumah akan pecah 3bulan dan paling lama 6bulan.tapi sampai saat ini sudah 6tahun saya menunggu sertifikat belum pecah juga, masih sertifikat induk.apa yg harus sy lakukan untuk mendpatkan sertifikat (SHGB),sy nanya kepihak bank katanya urusan pengembang,dan pengembang bilang masih proses di bpn.selama itukah?mohon pencerahannya krn sy berniat melunasi kpr sy krn bunga yg lumayan tinggi.terimakasih.

      kprid responded:
      August 10, 2011 at 4:11 am

      Surat-surat adalah kewajiban dari pihak Bank, karena mereka yang nantinya akan menyimpan surat-surat tersebut sebagai jaminan. Jadi tugas Bank jugalah yang mengejar pihak pengembang untuk menyelesaikan surat-surat tersebut. Disinilah salah kelemahan kita sebagai konsumen/nasabah, tidak ada penalty ataupun sanksi bagi keterlembatan pembuatan surat-surat, sehingga Bank dan pengembang bisa selalu memberikan alasan seenaknya. Coba Ibu sampaikan kepada pihak Bank mengenai keinginan Ibu untuk melunasi KPR dan minta agar surat-surat disiapkan secepatnya kalau Bank masih memberikan alasan-alasan, Ibu bisa mengirimkan somasi kepada Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Puspa said:
    August 9, 2011 at 9:38 am

    Halo Pak,
    Kami berniat membeli rumah second dg luas 295M2, tp sertifikatnya msh tergabung jadi satu oleh pemilik dengan lahan/rumah di area itu (total 1500M2). Pertanyaan saya, apakah masalah bila nanti kami ajukan KPR ke bank, bagaimana sistemnya? Pemilik bersedia mengurus pecah sertifikat dan lgsg balik nama kpd kami stlh pelunasan rumah. Terima kasih atas advisenya.

      kprid responded:
      August 10, 2011 at 4:37 am

      Membeli rumah melalui pengembang(Developer) prinsipnya sama, pada saat pada awal kita membeli mungkin sertifikatnya masih belum di pecah. Pada saat akad kredit baru proses pemecahan sertifikat dilakukan. Jadi sistim tersebut dapat pula di terapkan pada proses KPR yang akan nanti Ibu lakukan. Karena luas tanah yang akan dibeli seluas 295m2 dan jumlah itulah yang nantinya akan dijadikan jaminan oleh pihak Bank. Mungkin ada baiknya Ibu coba tanyakan juga ke pihak Bank dimana sekiranya Ibu akan mengajukan KPR, mungkin penjelasannya akan lebih jelas.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Puspa said:
    August 12, 2011 at 4:02 am

    Terimakasih atas respons Bapak. Dalam hal ini pemilik adalah pribadi/individual bukan Developer. Setelah pelunasan baru akan diproses pecah sertifikat atas nama kami lgsg. Bagaimana dlm hal ini kebijakan bank dlm memberikan KPR kpd kami, apakah bisa diproses? Terima kasih pak, dan kami sgt menunggu masukannya.

      kprid responded:
      August 12, 2011 at 9:03 am

      Apabila KPR Ibu di setujui, Bank yang akan melunasi pembayaran untuk tanah dan rumah tersebut. Ibu tinggal membayar cicilan KPR Ibu ke Bank. Tentunya Bank juga akan membantu proses pemecahan dan pengurusan sertifikatnya. Maksud saya prosesnya kurang lebih sama dengan developer namun ini ke perorangan. Namun perlu di ingat bahwa untuk pengajuan KPR rumah perorangan ada beberapa kriteria yang perlu di penuhi, misalnya apakah rumah dan tanah tersebut dapat di akses oleh kendaraan roda empat atau tidak dan beberapa kriteria lainnya. Mungkin ada baiknya Ibu mencari informasi juga ke pihak Bank yang nanti Ibu akan ajukan KPR-nya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Anna said:
    August 18, 2011 at 6:53 am

    Saya mengajukan kpr ke 2 bank sekaligus. Apabila nantinya ternyata keduanya mendapat persetujuan, saya tentu memilih bankdengan bunga kpr yang lebih rendah. Apakah saya bisa kena sanksi atau kompensasi dari pihak bank yang saya batalkan ? Alasan apa yang mungkin dapat saya katakan untuk membatalkan kpr di bank tersebut ? Terima kasih

      kprid responded:
      August 19, 2011 at 6:07 am

      Apabila belum ada proses pengikatan atau belum ada perjanjian-perjanjian yang di tanda tangani tentunya tidak ada sanksi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ridwanmardiana said:
    August 20, 2011 at 5:29 am

    Status saya karyawan di perusahaan di singapore dengan lokasi kerja di pantai gading afrika…Schedule kerja saya 1 bulan kerja 1 bulan libur dengan pulang ke indonesia ( offshore ). Semua penghasilan ditransfer ke salah satu bank di indonesia.

    Sekarang ini saya udah ambil kpr berjalan 14 bulan di salah satu bank, dulu prosesnya agak alot dengan status kerja saya yang bekerja di luar negeri yang bagi saya pribadi mungkin bukan suatu halangan karena penghasilan toh ditransfer ke bank di indonesia dan bisa dibuktikan di rekening koran.

    Pertanyaanya..

    1. Saya bermaksud take over KPR..apakah ini bisa dilakukan mengingat dulu aja susah banget ngambil kpr karena status kerja ini..??

    2. Kalo misalkan saya membeli sebuah properti ( contoh kost atau ruko yang disewakan ) yang menghasilkan pasif income..berapa persen dari income tersebut bisa dianggap penghasilan dan menambah plafon kredit..???
    Contoh: Gaji perbulan : 30 jt
    Cicilan KPR berjalan : 7 jt
    Income kost/ruko : 10 jt sudah dikurangi operasional (kalo saya beli)

    Apakah plafon yang saya dapat dihitung dari sisa 1/3 gaji + pasif income ( 3 jt + 10 jt ) atau bagaimana..??

    Terima kasih sebelumnya.

    Salam,

      kprid responded:
      September 5, 2011 at 3:29 am

      1. Kalau yang di maksud over kredit, prosesnya ya susah-susah gampang juga. Sangat berbeda kalau dengan jual beli secara tunai. Mungkin informasi ini bisa membantu http://kprid.wordpress.com/2011/07/07/cara-over-kredit-rumah-kpr/
      2. Biasanya penghasilan tambahan di jumlahkan pada awal pengajuan kredit, namun setahu saya penghasilan yang di nilai ada yang aktif, seperti penghasilan istri atau suami. Untuk penghasilan pasive dari kontrakan seperti ini saya kurang tahu juga.
      3. Mungkin point nomer 2 sudah bisa membantu menjawab point no 3.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    -rcdp- said:
    August 22, 2011 at 10:13 am

    Hello,
    Mau sharing saja, saya baru saja mengajukan KPR ke salah satu bank swasta. Ternyata, selain jumlah cicilan, bunga dan jangka waktu pinjaman, ada lagi yg harus diperhatikan yaitu biaya administrasi dan notaris.

    1. Ada bank yg lumayan transparan, memberitahukan berapa biaya administrasi secara total: appraisal, cek sertifikat, biaya balik nama, pembuatan AJB dll sudah dipaparkan langsung. Biaya ini yg mereka dapat dari Notaris rekanan mereka. (biasanya Bank sudah punya Notaris rekanan).
    Pada saat tanya2 ke Bank tentang KPR, selain minta simulasi cicilan, mending minta rincian biaya administrasinya juga.
    Kalo ada Bank yg gak bisa ngasih rincian biaya administrasi, mending diprioritaskan lebih rendah. Cari bank2 lainnya.

    2. Hati2 juga dengan iming2 bunga rendah dengan fix satu tahun, karena lonjakannya bisa tinggi di tahun2 berikutnya… dan ketika suku bunga turun, belum tentu bunga KPR juga turun.

    3. Nyari KPR jgn pas kefefet. (dalam kasus rumah second) Kalo misalnya udah deal sama penjual, setidaknya minta waktu pelunasan itu sebulan deh. di minggu pertama, setelah set deal harga dan waktu pelunasan, sambil survey KPR di beberapa bank langsung bawa aja dokumen2 yg diperlukan untuk ngajuin KPR. Lalu lihat saja yg mana yg paling “menguntungkan” dan paling gak ribet dan paling cepat :)

    Selamat survey,

      kprid responded:
      September 5, 2011 at 3:21 am

      Terima kasih untuk shared infonya :)

    Jajang said:
    September 5, 2011 at 4:14 am

    Salam hormat pak. Sy mohon pencerahan. Sy adalah anggota TNI (14 tahun lg pensiun) tgs di Jakarta, takehome pay sy 7,6 jt/bln, saat ini sy sdg mengajukan KPR di Sumedang via BTN. Namun prmohonan sy ini terganjal BI cheking, yg mana sy msh punya tnggakan kartu kredit BNI (awal macet pmbayarn, krn sy kena musibah banjir besar sngai ciliwung, januari 2007), tnggakan saat itu sbsar 3,6jt, dan status sy masuk gol.5, sy pun sdh menyelesaikannya/melunasi. Tp trnyata prmhnan KPR BTN yg sy ajukan tetap ditolak dg alasan status gol 5, dan dinyatakan bhw sy permanen (seumur hidup) tidak bisa mengajukan kredit apapun ke bank manapun walaupun sy punya asset tanah sawah 1400 mtr prsegi (SHM) di kota kabpten Smedang dg nilai 700jt, itupun tetap ditolak. Mhon solusinya bgm ya pak ? trmaksh atas pencerahan bpk (jajang, sumedang)

      kprid responded:
      September 6, 2011 at 3:30 am

      Memang sulit Pak kalau sudah terkena BI checking. Bank hanya akan melihat semuanya secara sistematis. Jadi tidak bisa di ganggu gugat apabila sistem mereka sudah memberikan keputusan. Apalagi memang BI checking adalah bagian dari track record yang di gunakan pihak perbankan dalam menilai seorang debitur.

      Apa Bapak sudah mencoba Bank lain? Sekedar usaha dan memastikan apa yang sudah disampaikan pihak BTN saja.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    tino said:
    September 10, 2011 at 5:01 am

    siang kprid,
    ada hal yang mau saya tanyakan berkaitan proses kpr
    disini sya kpr dng bank BRI, saya sudah di acc oleh bank untuk pinjaman tinggal tunggu akad, namun ada 1 syarat yang di minta oleh bank yaitu sertifikat tanah, karena proses pecah sertifikat belum bisa di penuhi oleh developer dan kemungkinan 3 bulan lagi baru pecah dan bank tidak masalah untuk itu maka proses akad harus di undur dan saya tidak mempersalahkan hal itu, namun mendadak dari pihak developer meminta saya untuk membatalkan proses jual beli di karenakan blm bisa memenuhi hal tersebut dng alasan terlalu lama, dan saya di sarankan kpr dng bank mandiri yang telah bekerja sama dengan developer tersebut
    yang menjadi pertanyaan saya:
    1. apakah hal itu bisa di lakukan oleh developer padahal kita sebagai konsumen bisa menunggu hal itu?
    2.jika ada bank yang sudah bekerja sama apakah dalam pencairan juga tidak menunggu sertifikat di pecah?
    terimakasih sebelumnya

      kprid responded:
      September 12, 2011 at 3:40 am

      Anda jangan mau apabila di minta developer untuk membatalkan proses jual beli, karena nanti akan berakibat terkena sanksi administrasi. Lebih baik anda minta pihak developer saja yang membatalkan atas dasar tidak dapat memenuhi proses pemecahan sertifikat. Sehingga developer harus mengambalikan uang DP yang telah anda bayarkan secara penuh (tanpa ada pemotongan biaya administrasi ataupun sanksi).

      1. Bisa dilakukan tapi harus dengan persetujuan kita sebagai konsumen dan nasabah. Namun sekali lagi jangan sampai anda yang membatalkan proses jual beli.
      2. Lebih baik hindari Bank yang bekerja sama dengan pihak developer, karena apabila hal tersebut dilakukan akan lebih menguntungkan pihak developer. Biasanya proses akad kredit tetap bisa dilakukan walau proses sertifikat belum selesai, namun ini akan merugikan kita sebagai konsumen karena proses penyelesaian sertifikat akan berlarut-larut. Sementara anda sudah terikat perjanjian kredit dengan pihak Bank. Banyak sekali kasus dimana konsumen sudah melakukan akad kredit dan KPR sudah berjalan bertahun-tahun namun sertifikat tidak kunjung selesai. Parahnya apabila developer tidak memenuhi kewajiban mereka, Bank yang bekerja sama dengan mereka sepertinya tidak mau tahu dengan masalah itu. Kecuali mungkin di depan anda bisa mendapatkan semacam jaminan dari pihak developer untuk jangka waktu penyelesaian sertifikat berikut dengan sanksi apabila sertifikat tidak selesai dalam jangka waktu tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Arya said:
    September 16, 2011 at 11:00 am

    Salam hormat. Mhn pencerahannya, sy saat ini sdg proses pengajuan KPR melalui Bank pemerintah yg sangat brpengalaman dibidang KPR. Setelah pesyaratan lengkap sy ajukan dan seiring waktu proses, ternyata prmohonan sy terganjal hasil BI Checking atas Kartu Kridit BNI yg sdh status call 5. Sy memang trhenti untuk mbyar tgihan bulanan kartu kridit dari total terhutang Rp3,6jt, yg mulai macet pmbayaran sjak thn 2007 krn sy kena musibah bnjir yg membuat ekonomi sy terpuruk. Kmbali k masalah BI checking td, akhirnya sy melunasi tunggakan atas kartu kredit sy tsb (tertagih Rp.27juta) dan sy dpt surat tanda lunasnya, dg harapan sy dpt melanjtkan permhnan KPR tsb. Namun seiring jalannya proses prmhnan KPR tsb, dan sdh tahap wawancara, sy merasa phk bank selalu mengungkit2 BI checking tsb, pdhal sy sudah selesaikan sgla kewajiban atas kartu kridit tsb, dan akhirnya sy merasa permhnan sy jd mengambang, malah sy pesimis dpt direalisasikan. Mohon penjelasannya pak, apakah stelah sy memenuhi/menyelesaikan kewajiban sy atas tnggakan kartu kridit sy karena sy punya riwayat catatan BI Checking negatif ini masih punya hak atau tidak untuk mengajukan KPR ke Bank ?. Apakah kalo memang sy masih punya hak, phk bank berhak utk menolak prmhnan sy tsb, walaupun dari segi2 lain sdh memenuhi prsyaratan ?Mhn penjelasannya pak, trimakasih. Hormat sy, jajang.

      kprid responded:
      September 20, 2011 at 4:44 am

      Dari sekian pertanyaan cukup banyak juga memang yang menanyakan masalah BI checking ini. Apabila kita sudah terkena BI checking apalagi dengan status call 5 memang sudah sulit bagi kita agar bisa mendapat persetujuan dari sebuah Bank untuk KPR ataupun pinjaman-pinjaman lain. Karena BI checking adalah sebuah sistem penilain yang menjadi rapor kita sebagai nasabah. Catatan inilah yang akan selalu digunakan oleh pihak perbankan ataupun lembaga-lembaga keuangan lainnya dalam memutuskan atau memberikan persetujuan terhadap nasabah.

      Membaca kondisi yang sudah Bapak ceritakan, kelihatannya sangat sulit Bapak dapat mendapatkan persetujuan KPR dari bank-bank pemerintah dengan catatan tersebut. Begitupula dengan bank-bank swasta, tapi mungkin ada baiknya di coba dulu saja. Kita memang punya hak untuk mengajukan KPR namun pihak bank pun berhak tidak menyetujui KPR/Pinjaman kita apabila memang ada catatan atau track record yang kita kurang baikl. Walaupun segala dokumen yang diperlukan sudah bisa kita penuhi. Mungkin dengan menggunakan nama istri dalam pengajuannya bisa membantu asalkan istri bapak tidak memiliki catatan/track record yang sama.

      Mungkin itu saja dari saya Pak, mohon maaf baru sempat membalas pertanyaan-pertanyaan Bapak.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dimas said:
    October 1, 2011 at 6:37 am

    saya mau tanya,sp3 itu kadaluarsanya brp bln ya?mksh

      dimas said:
      October 1, 2011 at 9:23 am

      salam hormat pak,saya dah mengajukan kpr k salah satu bank pemerintah,saya dah lunasi dp,semua administrasi bank,dan biaya balik nama.kmrn pihak developer tlp saya untuk segera melaksanakan akad kredit.krn sp3-nya katanya dah keluar.tetapi saya belum mau melaksanakan akad kredit krn aliran listrik pln blum terpasang sprti yang sesuai dg brosur/promosi.tetapi pihak developer memberikan penjelasan katanya akad kredit dulu ga apa2.tp saya tetep ga mau tanda tangan sebelum pln terpasang lagian saya jg sedang tugas k luar pulau selama 5 bulan.yang mau saya tanyakan adl
      1.apakah tindakan saya bnr ato gmn?
      2.brp waktu kadaluarsa sp3-nya?
      sebelumnya trma kasih…

        kprid responded:
        October 4, 2011 at 8:17 am

        Tindakan yang anda sudah lakukan benar. Karena semua harus di pastikan di awal, baik itu segala detail bangunan dan kelengkapan. Karena apabila anda sudah melakukan akad kredit di khawatirkan pihak developer akan mengulur-ngulur waktu dalam hal pemasangan listrik. Walaupun tidak semua developer seperti itu.

        Untuk waktu kadarluarsa dari SP3 sudah saya jelaskan di pertanyaan anda sebelumnya. Namun ada baiknya anda pastikan lagi ke pihak developer mengenai hal ini. Namun setahu saya SP3 hanyalah surat persetujuan dari Bank yang telah menyatakan menyetujui KPR bapak.

        Sekali lagi pastikan semuanya dulu Pak baru anda lakukan akad kredit.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

      kprid responded:
      October 4, 2011 at 8:12 am

      Setahu saya tidak ada batasan waktu tertentu untuk sp3 tersebut. Sp3 hanya surat yang menyatak bahwa pihak telah menyetujui KPR anda atau menyetujui dimulainya rumah yang anda pesan dibangun.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rahman said:
    October 1, 2011 at 2:56 pm

    Salam hormat pak, saya mengajukan permohonan KPR untuk rumah second di salah satu bank, semua persyaratan sudah masuk, menurut petugas bank persyaratan yang saya ajukan memenuhi syarat untuk untuk mengajukan KPR, termasuk dokumen-dokumen Agunan pemilik rumah. Survey agunan (apraisal) pun telah dilakukan oleh konsultan bank dengan perbandingan 3 data rumah yang dijual. Namun saya terganjal dengan BI Cheking yang nunggak sebesar Rp. 6 jt. dengan jangka penunggakkan selama 200 hari. Menurut petugas bank, track record bapak tidak bagus, disarankan oleh dia untuk mengajukan surat banding. Pertanyaan saya, dapatkah permohonan KPR saya disetujui ?

      kprid responded:
      October 4, 2011 at 8:22 am

      Dengan terganjalnya oleh BI Checking ini akan menjadi kendala bagi Bapak untuk mendapatkan persetujuan KPR ataupun pinjaman dari Bank manapun. Mungkin yang bisa Bapak lakukan melunasi terlebih dahulu tunggakan Bapak tersebut, walaupun ini tidak akan menjamin juga disetujuinya KPR Bapak. Karena di dalam BI Checking itu sendiri ada tingkatan level dari kredibilitas seseorang, dan ini sudah merupaka sistem yang di ciptakan oleh Bank Indonesia agar terhindar dari timbulnya kredit macet. Namun tidak ada salahnya Bapak coba terlebih dahulu, apabila memang masih tidak memungkinkan Bapak bisa menggunakan pengajuan KPR dengan nama istri atau saudara Bapak, namun tentunya Bapak juga harus perhatikan jangan sampai kredibilitas nama mereka juga bermasalah di kemudian hari.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Dany Abi Hafiidz said:
    October 6, 2011 at 4:52 am

    Assalamualaikum
    Mohon infonya ya pak…
    Saya debitur yang baru 6Bulan menyicil KPR BTN dan bulan – bulan ini saya ada kesulitan membayar cicilan karena PHK dan ditempat kerja yang baru kurang bisa menutup cicilan.
    Apakah bisa KPR saya dihentikan? (caranya bagaimana).
    Saya sudah menawarkan OverKredit ke teman2 tp belum juga laku.
    dan apakah saya mendapatkan uang DP dan Pembayaran yg sudah saya bayar?
    Dp 40Jt dan Cicilan 1,9jt x 6bulan
    Mohon Infonya…
    Wassalamulaikum

      kprid responded:
      October 7, 2011 at 3:17 am

      Walaikumsallam,

      KPR tidak bias di hentikan, cara over kredit yang sudah lakukan ada salah satu cara mengatasi masalah Bapak. Apakah sudah melaporkan permasalahan Bapak dengan pihak Bank? Kalau belum coba ada laporkan permasalahan anda tersebut dengan Bank dimana anda mengambil KPR. Biasanya Bank bisa membantu dengan menjadwal ulang cicilan KPR-nya. Biasanya dengan memperpanjang jangka waktu cicilan.

      Untuk DP ataupun pembayaran yang sudah masuk Bapak tidak bisa mendapatkannya kembali. Karena untuk DP itu hubungannya dengan developer sementara cicilan hubungannya ke Bank. Ada baiknya Bapak coba konsultasi dengan pihak Bank untuk mendapatkan solusi terbaik atas masalah yang sedang Bapak hadapi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rizal said:
    October 6, 2011 at 9:47 am

    Mas sama mau tanya. Ada nggak bank yg mau setujui KPR bagi orang yg bekerja di luar negeri. Saya udah coba BII, Bank Mandiri. Tapi nggak sukses, dengan alasan karena saya bekerja di luar negeri. Terima Kasih

      kprid responded:
      October 7, 2011 at 3:20 am

      Maaf Pak setahu saya memang untuk yang bekerja di luar negeri agak sulit untuk mendapatkan persetujuan KPR. Ada beberapa yang sudah mengajukan pertanyaan serupa dan saya sudah cari tahu informasi mengenai hal itu. Ternyata memang demikian hasilnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    iwan said:
    October 7, 2011 at 1:34 am

    Salam Hormat,

    Maaf sebelumnya pertanyaan saya sepotong2, ini saya rangkum pertanyaan saya selengkapnya, mohon Bapak berkenan menjawabnya:

    Saya berencana KPR rumah yang harga nya sekitar 350jt dengan jangka waktu 10 tahun.
    Menurut perhitungan saya, 30% dari join penghasilan antara saya dan istri saya maksimal Rp 1,920,000
    Berapa ya nilai DP yg harus saya persiapkan jika nilai angsurannya segitu pak? Rencananya KPR di Bank BCA.

    Terima Kasih.

      kprid responded:
      October 7, 2011 at 3:23 am

      Salam Hormat,

      DP yang perlu Bapak persiapkan bisa diatas 100juta lebih Pak untuk nilai rumah seharga 350juta itu. Untuk info lebih lanjut Bapak bisa coba simulasi KPR di website BCA ini http://www.klikbca.com/individual/kredit/kredit.html?t=1&j=1

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ardi Widarbo said:
    October 12, 2011 at 3:51 am

    Dear KPRID,

    Mohon informasi, mungkin ini pertanyaan yang berulang dari beberapa teman di atas.

    Saya mengajukan KPR di salah satu Perumahan di Bogor, proses berjalan lancar.

    Tanggal 13 Mei diadakan perjanjian akad kredit dengan Jaminan Rumah tipe 56, dan luas tanah 131 m2.

    Di depan Notaris, Bank dan pengembang, saya menandatangani :

    1. Perjanjian dengan Notaris
    2. Kredit Bank.
    3. Surat perjanjian serah terima rumah yang di tandatangani Developr di atas materai dan saya yang menyatakan Rumah akn diserahkan bulan November 2011.

    Dari surat-surat itu, saya hanya menerima Copy perjanjian dengan kredit Bank N…

    Nilai kreit adalah Rp 390 Juta, dan diangsur selama 15 Tahun, angsuran per Bulan Rp 3.940.000.

    Saya setiap bulan selalu menanyakan progres pembengunan rumah saya, tapi Developer sering menjajnjikan saja.

    Bulan kemarin, September minggu kedua, saya datang ke Perumahan, dan diterima oleh Manager Tehnik, dan mengajak saya bicara.

    Ternyata ada masalah Ukuran tanah tidak cocok dengan perjanjian, sehingga kontraktor kesulitan untuk membangun.
    Ukuran tanah yang seharusnya 131 m2, ternyata hanya 116 M2.

    Saya kaget dan kecewa, yang saya tanyakan adalah :

    1. Kenapa Pihak Bank tidak melakukan survey fisik atas lahan jaminan?
    2. Notaris juga mengeluarkan surat perjanjian tanpa melihat barang janinan?
    3. Apakah bisa dilakukan pembatalan perjanjian kredit ke Bank?

    Hal itu saya tanyakan karena saya membeli rumah tersebut dikarenakan luas tanahnya, (Standart 98m2).

    Yang saya upayakan adalah sekarang membatalkan KPR ini, bagaimana caranya?
    Kalaupun ada penalty atau sanksi, saya akan terima, yang penting batal.

    Mohon saran dan bantuannya

    Rgrds
    Ardi

      kprid responded:
      October 12, 2011 at 4:19 am

      Pak Ardi,

      Seharusnya di awal akad kredit Bapak tidak seharusnya menanda-tangani Surat Perjanjian Serah Terima Rumah, karena apabila kita sudah menandatangani perjanjian ini, artinya bagaimana pun kondisi rumah tersebut sudah merupakan tanggung jawab kita. Baik rumah itu selesai ataupun tidak selesai. Seharusnya perjanjian serah terima rumah ini di tanda tangani setelah rumah selesai dibangun dan baru setelah itu di adakan akad kredit ini proses KPR yang sebenarnya.

      1. Banyak Bank saat ini hanya mengejar nasabah dan Bank hanya memiliki jaminan sertifikat induk dari developer. Bagi pihak Bank mereka tidak akan ambil pusing masalah kondisi bangunan.
      2. Notaris pun sama saja, ini semua sudah merupakan sebuah kerja sama, yang hanya memikirkan keuntungan mereka saja. Notaris biasanya di tunjuk oleh pihak Bank. Untuk itu pihak Notaris hanya melaksanakan saja apa diminta oleh pihak Bank.
      3. Ini hal yang paling sulit di lakukan, karena Bank tidak akan menerima alasan apapun untuk membatalkan perjanjian kredit. Kalaupun bisa, uang cicilan yang sudah masuk akan di anggap hangus. Sementara DP yang sudah masuk pun tidak mungkin akan di kembalikan oleh pihak Developer karena sudah terjadi akad kredit. Apabila pembatalan dilakukan sebelum akad kredit, mungkin bisa namun akan ada sanksi administrasi yang cukup besar biasanya.

      Dengan melihat kondisi yang sudah terjadi ada dua hal yang bisa Bapak lakukan. Pertama Bapak bersabar dengan kejadian ini dan coba bertahan sampai pihak Developer merealisasikan rumah yang Bapak pesan. Kedua melakukan upaya hukum agar Developer bisa menyelesaikan kewajiban mereka, kalau masih tidak ada penyelesaian juga lakukan upaya hukum agar pihak Developer mau membantu Bapak untuk membatalkan KPR dengan cara apapun karena mereka tidak bisa memenuhi kewajiban mereka. Namun apabila Bapak mengambil upaya hukum, Bapak harus benar-benar bisa bersabar dan bersabar karena prosesnya akan lama dan cukup rumit.

      Saya turut prihatin dengan kejadian ini, semoga Tuhan memberikan jalan yang terbaik untuk Bapak agar bisa cepat mendapatkan penyelesaian atas masalah tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ardi Widarbo said:
    October 12, 2011 at 4:46 am

    Terimakasih Sarannya.

    Saya sebetulnya tidak masalah uang DP maupun cicilan hangus, yang penting bisa batal, memang rugi, tapi apakah bank bisa membatalkan hal ini apabila saya bersedia tidak meminta uang cicilan maupun uang administrasinya?

    Sekalilagi, terimakasih

    Ardi

      kprid responded:
      October 12, 2011 at 4:53 am

      Pak Ardi,

      Tentu mereka sangat bersedia membatalkan KPR Bapak dengan cara seperti itu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ardi Widarbo said:
    October 13, 2011 at 2:44 am

    Terimakasih banyak sarannya..

    Hal ini mungkin akan saya lakukan karena ternyata kalau kita membeli rumah lewat cicilan ke Developer, perangkapnya sangat banyak sebagai orang awam yang bercita-cita punya rumah layak.

    Saya juga mencicil rumah di Jatim, tetapi melalui Bank Pemerintah, saya salut karena sangat profesional, survey dokumen, dan survey lapangan benar-benar dilakukan meskipun harga Rumah tidak seberapa.

    Sebagai pelajaran dan pengalaman yang sangat mahal bagi saya yang sangat percaya bahwa semua orang mempunyai Itikad baik, ternyata salah.

    Rgrds
    Ardi

      kprid responded:
      October 13, 2011 at 5:02 am

      Sama-sama Pak Ardi,

      Itulah yang banyak terjadi saat ini Pak. Untuk itu mohon dukungan dari Bapak dan teman-teman semua khususnya. Agar blog yang sederhana ini bisa membantu orang-orang yang awam akan proses dan prosedur KPR terhindar dari perangkap-perangkap itu.

      Memang tidak semua Bank dan developer seperti itu, ada juga yang profesional dalam menjalankan usahanya, namun sayang tidak banyak yang seperti demikian. Mudah-mudahan dengan adanya tambahan wawasan dari informasi dan pengalaman-pengalaman seperti Bapak, bisa membuat semakin banyak konsumen dan nasabah yang lebih berhati-hati dalam melakukan proses dan prosedur KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

      budi tc said:
      November 8, 2011 at 9:45 pm

      Hello pak ardi, salam kenal..
      Saya Budi,punya pengalaman yg sama persis dgn bapak.saya ngambil kpr salah satu perumahan di bogor.dan setelah rumah dibangun,saya baru ngeh kalo luas tanah tdk sesuai dengan denah.carport yg seharusnya 5,75 m, pd kenyataannya hanya 4m.ini jd berpengaruh ke luas tanah bagian depan rumah(ada kekurangan ukuran luas tanah).yg saya ingin tanyakan,bagaimana pak ardi menangani permasalahan bapak.apakah bisa melakukan pembatalan kpr?klo bapak ardi bersedia sharing pengalamannya,bisa langsung aja ke email saya: buditri_cahyadi@yahoo.com atau sms saya di 08121316850
      Klo seandainya berkenan, boleh tau pak diperumahan mana pak ardi ngambil rumahnya.barangkali kalo kita diperumahan yg sama kita bisa melakukan langkah hukum bersama ke developer..terimakasih banyak pak info nya.mohon dibantu..

        kprid responded:
        November 9, 2011 at 9:59 am

        Sekedar membantu sebelum ada respond ada dari Pak Ardi. Seharusnya di PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) di sertakan layout dari tanah dan blue print dari bangunan. Jadi pada saat awal kita sudah bisa melihat kurang lebih ukuran-ukuran dari luas tanah dan bangunan. Sehingga kita bisa melakukan komplain apabila apa yang tertera di PPJB tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

        Memang ada baiknya dalam menghadapi pengembang dilakukan secara bersama-sama. Sebab kalau secara peorangan biasanya tidak akan mendapat tanggapan berarti. Saya rasa hak kita sebagai konsumen memang harus di perjuangkan jangan hanya kewajiban kita saja yang di tuntut. Hak-hak kita sebagai konsumen pun harus di penuhi.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    jojo said:
    October 13, 2011 at 3:42 am

    Selamat siang.

    Saya tertarik bekerjasam sama komunitas Kprid. Saat ini saya sedang mengmbangkan sebuah perumahaan dan agent pemasaran. apa forum ini dapat kami link dengan website Kami. sehingga mereka sangat terbantu.

    Trims

      kprid responded:
      October 13, 2011 at 5:08 am

      Silahkan. Semoga nanti bisa membantu para konsumen anda dan tentunya menjadikan perusahaan anda menjadi sebuah perusahaan yang profesional dalam bidangnya serta memiliki komitment yang tinggi dalam melayani konsumen-konsumennya.

    imelda said:
    October 20, 2011 at 11:27 am

    mohon infox,,,,, angsuran pertama kpr sy 471.800,- bln ke dua,potongannya hanya 75.800, itu yg membuat sy bingung,,,,padahal setahu sy angsuran perbulan 471.800,,, kenapa seperti itu ya pak? apa sy dapat diskon atau bagaimana? sy kpr di btn.

      kprid responded:
      October 21, 2011 at 10:40 am

      Apa pada saat menngambil rumah ada promosi-promosi seperti bunga rendah dari pihak pengembang? Kalau tidak ada Ibu perlu tanyakan hal tersebut kepada pihak BTN. Untuk menghindari sesuatu yang bisa merugikan Ibu di kemudian hari.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    bur said:
    October 20, 2011 at 9:14 pm

    Mohon infonya,
    Saya berencana ingin membeli rumah yang masih indent dengan KPR. Bank-bank mana saja yang dapat memberikan kredit untuk rumah yang masih indent ( belum selesai) ?
    Terima kasih sebelumnya.

      kprid responded:
      October 21, 2011 at 10:46 am

      Kebanyakan Bank-Bank swasta banyak yang mau melakukan KPR untuk rumah yang masih indent. Tapi biasanya pengembang sudah memiliki kerja sama dengan Bank tertentu untuk memudahkan mereka agar konsumen mereka bisa mendapatkan KPR dengan kondisi rumah indent. Namun untuk keperluan ini di perlukan keteltian dan kehati-hatian yang amat sangat agar kita tidak terjebak. Karena banyak kasus rumah yang tidak dibangun-bangun atau selesai bahkan surat-surat rumah yang tidak beres-beres. Hati-hati dalam memilih pengembang dan Banknya jangan sampai kasus-kasus itu menimpa anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Indro said:
    October 21, 2011 at 11:46 am

    Dear KPRid
    Saya senang dengan adanya informasi yang bisa dicerna dengan mudah disini.. namun alangkah prihatinnya saya melihat kondisi di negara kita terkait dgn properti.. ” perlukan keteltian dan kehati-hatian yang amat sangat agar kita tidak terjebak. Karena banyak kasus rumah yang tidak dibangun-bangun atau selesai bahkan surat-surat rumah yang tidak beres-beres.”

    Padahal Rumah adalah kebutuhan Primer dan harga-nya bukan cuman satu-dua juta tapi ratusan juta..

    huff, kapan ya jual beli rumah semudah seperti jual beli mobil/motor??

      kprid responded:
      October 21, 2011 at 2:29 pm

      Terima Pak untuk komentarnya. Betul Pak, memang alangkah sedihnya kalau kita melihat begitu banyak orang-orang yang sudah menjadi korban. Impian mereka untuk memiliki rumah idaman malah di manfaatkan oleh orang-orang yang hanya ingin mengeruk keuntungan semata. Mudah-mudahan dengan adanya blog sederhana ini bisa membuat para calon konsumen dan debitur KPR bisa lebih berhati-hati dalam tindakan mereka ketika mereka hendak membeli rumah dan mengajukan KPR. Semoga pemerintah pun bisa lebih tegas menindak para pengusaha yang berlaku semena-mena terhadap konsumen mereka khususnya dalam hal ini konsumen di bidang properti dan perbankan. Besar harapan saya Undang-undang perlindungan konsumen yang sudah dibuat bisa benar-benar melindungi hak-hak konsumen. Saya hanya berharap Tuhan bisa selalu memberikan kekuatan kepada saya untuk selalu dapat memberikan informasi-informasi yang bermanfaat melalui blog ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anonymous said:
    October 27, 2011 at 11:59 am

    Dear KPRid,

    Saya mau tanya, saya sedang memenuhi persyaratan untuk KPR bersubsidi tipe 22/60 di daerah Pamulang. Developer meminta saya untuk menyertakan SPT Tahunan Perusahaan. Saya sudah konfirmasi ke pihak perusahaan tetapi mereka tidak bersedia mengeluarkan. Solusi dari developer adalah, saya menyerahkan NPWP perusahaan dan mereka akan ‘mengurus’ dengan biaya tambahan 200ribu.

    Pertanyaan saya adalah, apakah suatu kewajiban persyaratan KPR bersubsidi menyertakan SPT Tahunan Perusahaan atau mereka hanya mengambil celah untuk mendapatkan ‘tambahan’?

    Terimakasih.

      kprid responded:
      October 28, 2011 at 10:01 am

      Salah satu persayaratan KPR memang melampirkan SPT Tahunan, tapi bukan SPT Tahunan perusahaan melainkan SPT Tahunan pribadi. Mungkin Anda sudah mengetahui bahwa saat ini setiap karyawan yang penghasilannya kena wajib pajak di harus memiliki NPWP pribadi dan tentunya SPT Tahunan pribadi PPh 21. Ini berlaku bukan untuk karwayan saja namun pengusaha pun di wajibkan.

      Jadi memang SPT Tahunan ini memang merupakan salah satu persyaratan dalam mengajukan KPR. Saya rasa saat ini kita lihat itu adalah itikad baik dari pengembang agar anda bisa mengajukan KPR di karenakan adanya kendala dari perusahaan anda, Namun diharapkan anda tetap teliti dan hati-hati untuk kelanjutan dari proses KPR ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        anonymous said:
        October 28, 2011 at 4:34 pm

        Dear KPRid,

        Terimakasih atas responnya. Itu yang anehnya, marketing meminta SPT Tahunan Perusahaan. Pertanyaannya selanjutnya adalah apakah NPWP saya yang baru dibuat belum 1 tahun (saya baru membuat pada bulan Maret 2011) dapat mengeluarkan SPT Tahunan pribadi PPh 21?

        Terimakasih.

        kprid responded:
        October 31, 2011 at 9:59 am

        Belum bisa, SPT Tahunan pribadi PPh21 baru bisa dibuat setelah 1 tahun.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Lisa said:
    October 27, 2011 at 2:54 pm

    Dear KPRid

    Saya adalah PNS..Saya telah memiliki KPR atas nama mantan tunangan saya, krn perpisahan tersebut aset KPR rmh jatuh ke tangan..permasalahannya..angsuran rumah sudah berjalan 4 thn dari tenor 10 thn…dikarenakan penghasilan saya jauh lebih sedikit dr penghasilan mantan tunangan saya..saya agak kewalahan utk membayar angsurannya…hingga setik ini posisi tunggakan saya masuk tunggakan bulan ke-4…
    Selain setiap bulannya saya selalu dkonfirmasi..dan seringnya dengan kata2 yang agak menusuk hati mengingat saya prnh 1x dtg ke kantor pusatnya dan menjelaskan keadaan keuangan saya…yang saya merasa tidak nyaman..mengapa saya selalu ditakut2i dengan ancaman untuk segera melakukan pengosongan jaminan..hingga eksekusi LELANG..
    jujur saja saya sangat stres dengan ancaman tersebut..bulan ini saya sudah menjawab dgn menerima posedur selanjutnya yaitu, penempelen/penyemprotan ‘dalam pengawasan’…tapi mengapa msh lagi lagi lagi diancam dengan ancaman tersebut.
    Yang saya tanyakan..sebenarnya bagaimana SOP dari BI mengenai tunggakan tersebut..?apa tunggakan 4 bln hrs lgs menuju ke eksekusi jaminan/LElang..??
    bila ada peraturannya..mohon dikirimkan link’nya sehingga saya bisa pelajari..

      kprid responded:
      October 28, 2011 at 10:17 am

      Pihak BI tidak mengatur SOP mengenai masalah tunggakan. Masalah tunggakan ditangani oleh Bank dimana anda mengambil KPR. Namun disini saya melihat sikap kasar dan arogan dari Bank tersebut sepertinya tidak bisa di tolerir. Seharusnya apabila memang ada kendala keuangan Bank membantu nasabahnya memberikan jalan keluar. Apabila keadaan keuangan tidak memungkin bisa di lakukan negosiasi ulang terhadap nilai jumlah kredit, sehingga bisa di lakukan penjadwalan ulang terhadap cicilan KPR. Apabila memang keadaan keuangan debitur tidak memungkinkan sama sekali over kredit bisa dilakukan, tentunya dengan seijin Bank sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di kemudian hari. Berikut link cara over kredit http://kprid.wordpress.com/2011/07/07/cara-over-kredit-rumah-kpr/

      Untuk peraturan saat ini saya sendiri belum pernah menemukannya namun apabila ada insyallah nanti akan saya posting. Namun yang pasti Bank anda tersebut seharusnya tidak memperlakukan anda sebagai nasabah seperti itu. Ini ada informasi tanya jawab di website bank BTN.

      Pertanyaan:
      10/05/2007 – Saya memiliki saudara yang sedang mengambil rumah dengan cara kredit melalui bank BTN di daerah bogor,tanggal jatuh tempo disebutkan adalah tgl 7 setiap bulan.yang ingin saya tanyakan adalah 1.apabila menunggak selama tiga bulan apakah benar bahwa tagihan yang tiga bulan tersebut diakumulasikan kemudian menaikan jumlah setoran perbulannya? 2.Apabila pada rumah yang terdapat tulisan “Rumah ini sedang dalam pengawasan bank” itu telah menunggak berapa lama?Terima kasih atas jawabannya
      Jawaban:
      1. Apabila debitur menunggak pembayaran angsuran KPR, tunggakan pembayaran akan ditagihkan sekaligus kepada debitur pada bulan berikutnya, kecuali apabila debitur mengajukan permohonan penjadwalan ulang (rescheduling) pembayaran. 2. Pada prinsipnya, Bank sewaktu – waktu dapat melakukan tindakan- tindakan peringatan apabila debitur wanprestasi, termasuk pencantuman tulisan “Rumah ini sedang dalam pengawasan bank” . (Sanksi pencantuman tulisan dimaksud tidak berdasarkan pada frekuensi tunggakan).

      Link aslinya disini http://www.btn.co.id/ContentPage/BTN-Care.aspx?page=11

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ace said:
    October 28, 2011 at 5:52 pm

    Belum lama ini Kami mau membeli rumah lewat pengembang dgn KPR. Namun masih blm akad kredit krn kami sedang mencicil uang mukanya selama 12 bln(sekarang uda cicilan ke 8) sambil mengurus surat2 yg diperlukan u KPR.Selama pengurusan KPR tsb, saya pindah kerja ke perusahaan baru.Dgn masa kerja baru 5 bulan .tp 3 bulan yg lalu sudah diangkat menjadi karyawan tetap pd perusahaan baru tsb. Kami merencanakan u mengajukan KPR dgn join income krn istri juga bekerja dan dgn status karyawan tetap. Hanya sj perusahaan tempat istri sy bekerja adalah perusahaan dengan gaji UMR. Pertanyaan sy, apakah KPR kami dpt diterima oleh pihak Bank mengingat kondisi pekerjaan kami? Terimakasih.

      kprid responded:
      October 31, 2011 at 10:03 am

      Selama persyaratan dan dokumen-dokumen yang di perlukan untuk keperluan proses KPR itu telah disiapkan. Saya kira harusnya tidak ada kendala untuk kelanjutannya. Untuk masalah joint income Bank biasanya akan melihat 30% dari total nilai gaji di dapat oleh calon debitur atau nasabahnya. Mudah-mudahan proses KPR-nya lancar.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ace said:
    October 31, 2011 at 10:37 am

    Dear KPRid

    MENINDAK LANJUTI KOMENTAR SAYA DIATAS, SAYA MELIHAT PERSYARATAN BANK MINIMAL KARYAWAN TETAP 1THN, SEDANGKAN SAYA BARU JLN 5 BULAN MENJADI KARYAWAN TETAP, UNTUK PENGHASILAN GP SAYA 3.6JT DAN GP ISTRI 800 RIBU, DP 31.000.000, SEDANGKAN HARGA RUMAH 159.000.000. Terimakasih.

      kprid responded:
      October 31, 2011 at 12:02 pm

      Mohon maaf sebelumnya saya kurang menyimak tulisan anda sebelumnya. Memang benar salah satu persyaratan KPR adalah minimal kita sudah 1 tahun bekerja sebagai karyawan tetap. Melihat hal tersebut kemungkinan besar Bank tidak akan menyetujui KPR anda. Sedangkan untuk penghasilan anda, saya hitung dengan menggunakan simulasi KPR di website ini http://www.btn.co.id/Layanan/Kalkulator-KPR.aspx dengan jangka waktu KPR 15 atau 20 tahun dan asumsi bunga sebesar 10%. Cicilan per bulannya masih dalam batas penilaian bank yang sebesar 30% untuk pendapatannya. Mungkin ada baiknya dikonsultasikan kembali ke pihak pengembang, apa yang terjadi dengan DP anda apabila KPR anda tidak disetujui. Harap benar-benar simak apa yang mereka sampaikan jangan sampai anda terjebak.

      Sedikit tambahan mungkin ada baiknya tulisan lain kali menggunakan huruf biasa saja, karena tulisan dengan huruf besar menandakan kita sedang marah dalam berkorespodensi di internet. Apabila memang jawaban saya sebelumnya kurang berkenan saya mohon maaf. Disini saya hanya sekedar membantu saja.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    booremir said:
    October 31, 2011 at 4:55 pm

    Pak saya erick dari jember jatim ingin mengajukan kpr perumahan terhadap bank btn. Yang saya pertanyakan saya pernah ada angsuran kredit motor pada perusahaan leasing pada tahun pertama kredit pembayaran motor saya lancar bahkan belum jtuh tempo udah saya byar tetapi pada tahun kedua saya ada promosi jabatan sebagai kepala cabang perusahaan swasta dan gaji saya berubah mengikuti tanggal awal buka cabang sehingga menyebabkan kemunduran pembayaran angsuran motr saya sehingga sya dukenakan denda keterlambatan pembayaran mungkin keterlambatan itu sekitar 15 hari dan setiap saya byaran selalu saya bayar beserta dendanya. Dan berlangsung hingga kredit motor itu lunas. Sekarang saya hendak mwngajukan kpr rumah yg ingin saya pertanyakan apakah mungkin pengajuan kpr saya bisa ditrima oleh pihak bank btn tolong dijelaskan pak karena kemungkinan besok saya akan wawqncara dengan pihak bank btn terimakasih pak

      kprid responded:
      November 1, 2011 at 11:28 am

      Dear Pak Erick,

      Membaca sejarah anda sebagai debitur untuk kepemilikan kendara bermotor, saya melihat seharusnya tidak ada kendala dengan tertundanya pembayaran cicilan. Karena Bapak selalu membayarnya berikut dendanya. Kasus-kasus yang biasanya membuat calon debitur tidak disetujui karena cicilan tertunggak berbulan-bulan dan baru di bayar atau dilunasi beberapa bulan kemudian. Sebenarnya pada waktu itu anda bisa saja meminta adanya perubahan jadwal pembayaran dengan alasan yang bapak sampaikan itu kepada pihak leasing. Jadi anda tidak terbentur pada permasalahan keterlambatan pembayaran.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ny. rahma said:
    November 1, 2011 at 11:04 am

    Dear KPRid,
    saya berencana untuk mengambil kredit rumah bersubsidi, namun suami saya baru saja pindah kerja dan belum ada satu tahun di tempat kerjanya yg baru.(3 bulan masa percobaan, setelahnya diangkat jadi pegawai tetap).tapi ditempat kerjanya yg lama, dia sudah pgawai tetap dgn masa kerja 3.5 tahun.
    yang ingin saya tanyakan, bila kredit rumah itu atas nama saya apakah mungkin disetujui pihak bank?saya karyawan tetap dgn masa kerja hampir 4 taun. pendapatan saya jg sesuai dgn yg ditetapkan pemerintah untuk kredit bersubsidi yaitu di bawah 2.5juta.tapi apakah pihak bank akan mempertimbangkan faktor suami saya yg jg bekerja?padahal kan rumah bersubsidi untuk kelas menengah ke bawah.sementara join income saya 6 jutaan.smntara saya ingin sgera memiliki rumah namun terkendala status suami yg bru saja pindah kerja.mohon solusinya..
    terima kasih sebelumnya dan mohon maaf bila kata kata saya agak ruwet.

      kprid responded:
      November 1, 2011 at 11:41 am

      Dear Ny. Rahma,

      Untuk pengajuan KPR dengan nama bisa dilakukan, karena Ibu juga seorang karyawan.
      Untuk KPR bersubsidi, apakah penghasilan Ibu sendiri di bawah 2,5 jt? Apabila iya, mungkin bisa di ajukan tanpa harus di lakukan joint income pada saat pengisian formulirnya. Tapi apabila penghasilan ibu sendiri sudah diatas 2,5 jt, kemungkinan besar tidak akan di setujui. Karena memang KPR bersubsidi ini di utamakan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Namun tidak ada salahnya ibu coba konsultasikan dengan pihak banknya. Mudah-mudahan ibu bisa memiliki rumah sesuai dengan yang ibu inginkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    booremir said:
    November 2, 2011 at 12:12 pm

    Terima kasih pak sya udah wawancara moga moga disetujui pihak bank

      kprid responded:
      November 2, 2011 at 1:40 pm

      Sama-sama Pak, semoga berhasil mendapatkan KPR-nya dan mudah-mudahan segala urusannya lancar.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    booremir said:
    November 2, 2011 at 6:46 pm

    Kpr-id mohon maaf ada yg ingin saya pertanyakan lagi sehubungan saya mendapat telpon dari pihak pengembang yg menyatakan bahwa luas tanah yg saya pesan ternyata lebih kecil daripada perjanjian yg telah saya buat dengan pengembang padahal uang muka dan tanda jadi udah saya bayar dan saya akan dipindah lomasi rumahnya menurut bapak apakah saya dirugikan apa tidak teeima kasih pak

      kprid responded:
      November 3, 2011 at 9:48 am

      Jadi anda dipindahkan ke lokasi dengan luas tanah yang sama pada saat tanda jadi? Apabila demikian saya rasa anda tidak dirugikan, namun cek atau lihat lokasi dimana unit rumah anda akan dipindahkan. Apakah lokasi sesuai dengan keinginan anda, kalau sesuai anda bisa lanjutkan proses perpindahan lokasi tersebut. Usahakan segala bentuk informasi seperti ini ataupun lainnya diminta secara tertulis ke pihak pengembang, jangan hanya sebatas lisan saja. Sementara untuk masalah administrasi anda minta dilakukan perubahan dari tanda jadi sampai ke bukti pembayaran uang muka dengan data-data sesuai dengan lokasi yang baru. Disini kita akan melihat apakah si pengembang bekerja profesional atau tidak, apabila mereka memberikan alasan-alasan yang menggampangkan masalah administrasi. Mungkin ada baiknya ada pikirkan sekali lagi untuk berurusan lebih lanjut dengan mereka. Disamping itu segala bentuk dokumen-dokumen bisa kita jadikan bukti apabila di kemudian hari ada sesuatu yang diluar keinginan kita terjadi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yusuf said:
    November 8, 2011 at 2:37 pm

    biasanya promo bank menawarkan fixed suku bunga 1-2 tahun ringan. yang saya mau tanyakan apakah setelah melewati waktu tersebut cicilan kpr kita akan langasung naik mengikuti bunga komersil pasar? trus kira2 acuan bungan pasar BI itu berapa ?
    soalnya takut kaget waktu mulai pembayaran di tahun ketiga nanti.
    terima kasih

      kprid responded:
      November 8, 2011 at 3:27 pm

      Hati-hati dalam menyikapi promo seperti itu, karena biasanya setelah selesai masa promo bunga akan di naikan rata-rata sebesar 2 sampai 3 %. Sekedar untuk lebih meyakinkan lebih baik anda tanyakan ke Bank yang mengeluarkan promo berapa besar kenaikan suku bunga setelah lewat masa promo tesebut. Jadi lebih baik tahu dari awal kurang lebihnya berapa pihak bank akan menaikan suku bunganya.
      Suku bunga BI tidak bisa di jadikan acuan karena terkadang Bank-Bank itu mempunyai “hitungan-hitungan” dan “kebijaksanaan” sendiri dalam menentukan suku bunga.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    booremir said:
    November 8, 2011 at 5:25 pm

    Maaf pak biasanya kita tau bahwa pengajuan kpr kita diteeima atau ditolak berapa lama setelah wawancara pak tah kok sampai sekarang saya blm tau hasilnya. Terima kasih pak

      kprid responded:
      November 9, 2011 at 9:51 am

      Biasanya proses persetujuan memakan waktu 1 sampai 2 minggu. Apabila memang anda telah menunggu lewat dari 2 minggu, ada baiknya anda coba hubungi pihak Bank untuk kepastiannya lebih lanjut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Tuban said:
    November 18, 2011 at 6:15 pm

    KPR Id saya memiliki pertanyaan nih seputar KPR bisakah membantu saya menjelaskan kepada saya?

    Bagaimana cara menentukan bank mana yang akan kita ajukan KPR?
    Bagaimana agar KPR kita di setujui Bank?
    Kalau KPR rumah seken, apakah letak dan lingkungan sekeliling rumah yang di KPR Kan berpengaruh pada persetujuan KPR?

    Mohon bantuannya, bingung saya (^_^)

      kprid responded:
      November 21, 2011 at 10:54 am

      Menentukan Bank dalam mengajukan KPR memang hal yang paling penting, jangan sampai kita terjebak oleh Bank yang hanya mengejar nasabah saja, namun tidak mau memikirkan nasib nasabahnya. Pertama yang bisa kita lakukan adalah mencari informasi sebanyak-banyaknya mengenai Bank tersebut. Bisa melalui internet atau bertanya-tanya langsung kepada teman-teman atau rekan kerja. Namun biasanya Bank pemerintah lebih bisa diandalkan kredibilitasnya, memang masalah selalu ada untuk itu kehati-hatian tetap selalu di perlukan.

      Agar KPR di setujui, kita harus menjaga kredibilitas kita di dunia perbankan itu sendiri. Jangan sampai ada tunggakan-tunggakan ataupun masalah-masalah yang timbul dari cicilan-cicilan kita di masa lalu. Karena semuanya itu akan menjadi catatan di Bank Indonesia, apabila ada catatan-catatan kurang baik di khawatirkan kita bisa terkena dampak BI Checking.

      Betul sekali, letak dan lingkungan akan mempengaruhi di setujuinya KPR atau tidak. Misalnya, apakah rumah tersebut dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat akan sangat mempengaruhi. Apalagi biasanya point ini merupakan sebuah keharusan dalam pengajuan KPR untuk rumah seken.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Casper said:
    November 21, 2011 at 2:57 pm

    KPRID, saya mau bertanya masalah PPJB, apakah benar PPJB = AJB? karena saat saya tanya ke developer PPJB hanya untuk ruko sedangkan rumah pakai AJB saat akad kredit nanti.

    2. Rumah sudah 90% selesai tapi PLN belum terpasang dan beberapa bangunan kurang baik, ketika saya tanya ke developer apakah listrik dan perbaikan bangunan dapat dilakukan sebelum akad, mereka mejawab untuk perbaikan setelah akad dan listrik biasanya juga selelah akad. apakah benar hal tersebut?

    3. perhitungan gaji pokok seperti apa sebenarnya? bila dilihat di slip gaji ada istilah Gaji Pokok, Premi bulanan, PHH/day, T. Pajak, T. Jamsostek dan pemotongan T. Pajak dan T. Jamsostek. Bila dilihat gaji poko dilembar tersebut sebesar 2.5jt tapi bila ditotal dengan premi, phh dan lainnya total jadi 4,8jt. Apakah saya bisa mendapatkan KPR bersubsidi?

    terima kasih

      kprid responded:
      November 25, 2011 at 2:11 pm

      Sebelumnya mohon maaf ternyata pertanyaan yang anda ajukan terfilter sebagai spam. Baru hari ini saya menyadarinya ketika melihat adanya 1 spam yang terdeteksi.

      PPJB = Perjanjian Pengikatan Jual Beli
      AJB = Akta Jual Beli
      Jadi PPJB tidak sama dengan AJB. PPJB adalah sebagai dasar untuk pembuatan AJB. Jadi biasanya pada saat anda membayar booking fee akan dibuatkan PPJB terlebih dahulu. Baru nanti pada saat akad kredit AJB akan ditanda tangani di hadapan notaris. Setahu saya dalam segala transaksi jual beli bangunan agar secara hukum kuat harus dalam bentuk AJB, karena AJB ini akan menjadi dasar dibuatnya sertifikat.

      Sebelum akad kredit biasanya nanti ada serah terima rumah yang dibuatkan Berita Acara Serah Terima (BAST) rumah/ruko oleh pengembang. Pastikan kondisi rumah dalam keadaan baik dan kelengkapannya (listrik/PLB, pompa air/PAM) terpasang. Pastikan sebelum menandatangani BAST semua sudah dalam kondisi yang sesuai dengan spesfikasi yang anda lihat di dalam brosur atau sesuai dengan yang pengembang tawarkan. Apabila semua tidak sesuai anda jangan menandatangani BAST ataupun melakukan akad kredit. Karena apabila anda tanda tangai BAST dan akad kredit sudah dilakukan, itu sudah menyatakan bahwa bangunan/rumah/ruko sudah menjadi tanggung jawab anda dengan segala kondisinya. Untuk itu sekali lagi pastikan semua sesuai dengan spesifikasi yang diberikan pada saat ruko tersebut di tawarkan kepada anda. Mungkin artikel ini bisa membantu http://kprid.wordpress.com/2011/08/05/cek-dulu-baru-serah-terima-rumah-anda/

      Melihat pendapatan/gaji pokok anda sebesar 2,5 juta saya rasa tidak ada salahnya anda mencoba mengajukan KPR Bersubsidi. Karena gaji pokok anda masuk di dalam kelompok sasaran KPR bersubsidi. Bisa dilihat lebih lanjut disini http://www.btn.co.id/Produk/Produk-Kredit/Kredit-Perorangan/KPR-Bersubsidi.aspx. Mungkin sekarang istilahnya FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), daftar bank yang ditunjuk untuk FLPP bisa dilihat disini.

      Sekali lagi mohon maaf atas keterlambatan tanggapannya, mudah-mudahan informasi ini masih belum terlambat dalam membantu anda dalam mengambil keputusan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    melinda said:
    November 21, 2011 at 11:12 pm

    dear KPRID,

    besok saya rencananya akan tanda tangan pengikatan tapi sebelumnya saya mau minta draft yang mau saya tanda tangani tersebut untuk saya pelajari terlebih dahulu, pihak pengembang tidak memperbolehkan dengan alasan itu dokumen perusahaan tidak bisa keluar, selain itu saya juga pernah minta drfat dari bank B*I tentang dokumen KPR yang nantinya akan saya tanda tangani, katanya belum dibikin dan kurang lebih isinya sama dengan SPK yang pernah saya terima, pertanyaannya apa benar saya tidak boleh memihat dokumen perjanjian terlebih dahulu sebelum saya menandatanganinya? Kok seperti orang yang dijebak ya, “ujug2″ disuruh tanda tangan?

    Kedua, saya pengen tahu urutannya antara, AJB, tanda tangan KPR dan Pengikatan Jual Beli? Soalnya kata marketing dari pengembangnya AJB setehlah rumah jadi tapi ini rumah belum jadi dah disuruh AJB, belum lagi dah disuruh tanda tangan pengikatan jual beli, sebenarnya tahapannya yang mana dulu yang mesti saya jalani? Dan apa aja yang mesti saya siapin?

    Makasih sebelumnya untuk pencerahannya

      kprid responded:
      November 22, 2011 at 9:57 am

      Tidak ada peraturan yang melarang konsumen untuk melihat/meminta draft perjanjian sebelum penandatanganan. Apalagi seperti tertulis di dalam undang-undang perlindungan konsumen, bahwa konsumen berhak mendapatkan informasi yang benar, jelas dan jujur. Ini hanya kebijaksanaan sepihak dari pihak pengembang. Apabila memang pengembang memiliki itikad baik tentu tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Anda tegaskan kembali kepada pihak pengembang untuk meminta dokumen tersebut untuk dipelajari. Apabila pihak pengembang masih tidak mau dan memberikan berbagai macam alasan. Saya rasa anda perlu memikirkan kembali apakah kerja sama tersebut layak di lanjutkan atau tidak.

      Pengikatan jual beli ditanda tangani pada saat anda melakukan booking fee ataupun pada saat penyerahan uang muka. Sementara AJB dan Perjanjian Kredit (KPR) dlakukan bersamaan di hadapan notaris dan pejabat Bank yang disebut akad kredit. Kebanyakan pengembang sekarang memang menjual rumah dengan kondisi indent jadi memang penanda tanganan AJB dilakukan pada saat akad kredit dengan kondisi rumah belum jadi. Namun pengembang yang profesioanl biasanya melakukan akad kredit tersebut apabila memang rumah sudah jadi. Biasanya ada beberapa pengembang yang menawarkan uang muka yang bisa dicicil. Begitu cicilan uang muka selesai rumah sudah jadi, setelah itu baru dilakukan akad kredit. Tapi ini biasanya dilakuakan oleh pengembang-pengembang besar yang sudah tentu memiliki modal besar pula.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sudradjat said:
    November 22, 2011 at 10:39 pm

    dear kprid
    Mohon pencerahannya.. Saya karyawan dengan penghasilan gaji pokok Rp 2.000.000,- plus transport 250.000,- serta mempunyai warung kecil dirumah ingin mengambil rumah type 24/60 dengan seharga Rp 65.900.000,- UM 10% dicicil 4x. dan sisanya kurang lebih Rp 59.500.000,- diajukan KPR ke BTN dengan fasilitas FLPP. setelah wawancara, saya mendapat SP3K dari BTN dengan kredit Rp 49.500.000,- dan kena biaya admin bank sebesar Rp 2.300.000,-. Selisih Rp 10 jt inilah yang membuat saya berat karena total saya harus mengeluarkan uang sebesar hampir Rp 19 jt (25% dari harga jual). Saya sudah datang ke BTN utk minta penjelasan, info dari BTN yang dinilai hanya gaji pokok yg Rp 2 jt. Saya lalu banding dan disarankan agar saya mempersiapkan data tambahan berupa surat keterangan usaha dan keterangan penghasilan tambahan sebesar Rp 500 rb/bulan yang diketahui kelurahan setempat. Mohon saran dari bapak, harus bagaimana saya ini? terima kasih banyak

      kprid responded:
      November 23, 2011 at 10:14 am

      Dear Pak Sudrajat,

      Apabila memang Bapak merasa benar-benar memiliki rumah tersebut saya rasa saran yang diberikan oleh Bank bisa Bapak coba. Apakah istri Bapak bekerja? Mungkin bisa juga dilakukan penggabungan pendapatan sehingga bisa memenuhi target yang di perlukan. Namun perlu Bapak pertimbangan secara baik-baik terlebih dahulu, karena KPR adalah sebuah keterikatan dalam jangka panjang. Jangan sampai keuangan Bapak terbebani oleh KPR yang Bapak ambil nantinya.

      Apakah Bapak mengambil KPR bersubsidi di Bank BTN? Apabila memang betul, KPR bersubsidi memang dibatasi untuk harganya oleh Bank, berikut tabel yang saya ambil dari website Bank BTN.

      ——————————————
      | Kel Sasaran | Batas Harga Rumah (Rp) |
      | | Minimum | Maksimum |
      ——————————————
      I 41.500.000 55.000.000
      II 28.000.000 41.500.000
      III – 28.000.000
      ——————————————

      Jadi mungkin Bapak bisa mengambil rumah dengan harga dengan batasan-batasan yang telah di tentukan oleh Bank. Sehingga kedepannya tidak membebani keuangan Bapak. Untuk selengkapnya informasi mengenai KPR Bersubsidi dari Bank BTN Bapak bisa liat di link berikut http://www.btn.co.id/Produk/Produk-Kredit/Kredit-Perorangan/KPR-Bersubsidi.aspx

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sudradjat said:
    November 23, 2011 at 10:26 am

    terima kasih pak atas sarannya, namun demikian, ada teman saya yang mengajukan bersamaan dengan saya di perumahan yang sama, type yang sama (namun ada kelebihan tanah) dengan fasilitas FLPP juga, dia mengajukan KPR sebesar Rp 74 jt dan sudah dapat SP3K dengan kredit Rp 72 jt padahal gaji sama… saya heran atas adanya kejadian ini, klo ga salah dengar, saya mendapat info klo FLPP itu maksimal 80 jt? apakah benar info tersebut dan apakah kira2 yang menjadi pertimbangan BTN sehingga ada perbedaan kredit antara saya dengan teman saya. terima kasih

      kprid responded:
      November 23, 2011 at 10:51 am

      Sama-sama Pak.

      Maaf sebelumnya saya tidak memperhatikan kata-kata “fasilitas FLPP”-nya. Betul Pak FLPP batas maksimalnya 80 juta bisa di dowlnload disini. Apa perihal mengenai teman Bapak itu sudah disampaikan ke pihak Bank BTN? Mungkin bisa diminta penjelasan yang detail kenapa hal seperti itu bisa terjadi. Apa mungkin ada kukurangan dari dokumen-dokumen Bapak. Saya sendiri tidak bisa menjelaskan hal tersebut hanya Bank BTN yang bisa memberikan penjelasan kepada Bapak. Alternatif lain Bapak mungkin bisa mencoba Bank lain yang sudah ditunjuk sebagai pelaksana dari program FLPP ini. Untuk daftar Bank yang ditunjuk bisa dilihat disini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sudradjat said:
    November 23, 2011 at 2:40 pm

    Terima kasih pak atas sarannya.. saya sangat senang dengan adanya blog ini yang dapat memberikan pencerahan dan wawasan kepada seluruh masyarakat yang selama ini tidak mengetahui ttg seluk beluk KPR. Dimana di blog ini masyarakat dapat mengetahui tentang hak dan kewajiban konsumen KPR, Kalau saya baca dari awal sampai akhir dari blog ini terlihat jelas bahwa begitu banyak temen-teman yang dapat terbantu dengan adanya blog ini. Mohon ijin untuk menyebarkan blog ini kepada teman-teman saya yang lain, dan jangan pernah bosan dengan pertanyaan-pertanyaan, saya pribadi akan mengikuti saran bapak, Terima kasih semoga Tuhan Yang Maha Esa membalas kebaikan bapak dan keluarga

      kprid responded:
      November 23, 2011 at 3:50 pm

      Sama-sama Pak, silahkan disebarkan Pak dengan demikian mudah-mudahan bisa membantu teman-teman Bapak dan masyarakat luas khususnya dalam seluk beluk KPR. Dengan ijin Tuhan YME saya tidak akan pernah bosan menjawab pertanyaan-pertanyaan, saya akan selalu berusaha menjawabnya semampu saya. Semoga Bapak diberikan kelancaran oleh Tuhan YME dalam ikhtiar Bapak untuk memiliki rumah yang Bapak idamankan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    kalia said:
    November 24, 2011 at 11:11 am

    pak saya rani dr tangerang, mo tanya sy sedang pengajuan KPR BTN bersubsidi angs.800rb an mslhnya sy sedang kredit mobil 1.8 jt, berdasarkan info katanya rmh subsidi itu tdk bs diberikan oleh nasabah yg pny kredit di atas angs. rmh subsidi trsbt, bnr tdk? thx pak

      kprid responded:
      November 24, 2011 at 11:39 am

      KPR bersubsidi ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah, minimal 1 jt s/d 2,5 jt. Jadi Bank tentunya akan menilai total gaji pokok anda berapa dikurangi cicilan mobil yang sedang berjalan. Bank biasanya juga akan mengambil prosentase sebesar 30% dari pendapatan pokok kita sebagai bahan pertimbangan. Jadi apabila pendapatan pokok anda 2,5 jt di potong cicilan mobil 1,8 jt, maka dari hasil itu kita sudah bisa melihat kemungkinan besar hasil persetujuan dari pihak Bank. Selain itu juga apabila dinilai dari pendapatan pokok jumlahnya sudah melampui sasaran kelompok yang dituju kemungkinan untuk mendapatkan KPR bersubsidi ini akan kecil sekali.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    jap_flap said:
    November 24, 2011 at 9:25 pm

    Dear kprid,

    Saya mengajukan kpr utk pembelian rumah 2nd dan sudah berhasil mendapatkan kpr dari salah satu bank, kemudian setelah sertipikat masuk ke bank utk diperiksa, saya mendapatkan kabar bahwa lokasi kerja saya akan dipindah. Saya ingin menanyakan, apakah sertipikat tersebut bisa diminta kembali? Saya tidak mempermasalahkan biaya2 yg sudah saya keluarkan, yg paling penting saya tidak ingin merepotkan pemilik rumah karena sertipikat yg sudah masuk ke bank tersebut. Mohon petunjuknya.
    Terima kasih.

      kprid responded:
      November 25, 2011 at 10:10 am

      Apakah anda baru mendapatkan persetujuan KPR atau sudah melakukan akad kredit? Apabila masih dalam tahap persetujuan anda masih bisa membatalkan kelanjutan proses KPR anda dan meminta dokumen-dokumen yang sudah diserahkan diminta kembali. Tentunya mungkin ada biaya-biaya ataupun sanksi administrasi yang dikenakan oleh pihak Bank. Ajukan secara lisan dan tertulis mengenai permohonan dan alasan anda kepada pihak Bank. Lain halnya apabila anda sudah menandatangani perjanjian atau sudah melakukan akad kredit, prosesnya akan lebih rumit karena pembatalan KPR tidak bisa begitu saja dilakukan. Tapi coba saja anda sampaikan dahulu permohonan anda mudah-mudahan pihak Bank bisa memberikan sebuah solusi yang terbaik bagi anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    booremir said:
    November 27, 2011 at 9:44 am

    Selamat pagi.
    Puji syukur pengajuan kpr saya telah diterima.. Tp ada yg mengganjal di hati saya pak. Sewaktu wawancara dengan pihak bank semua kata-kata saya diatur oleh pihak pengembang. Yg bikin saya mengganjal afalah soal harga tanah dan bangunannya. Tidak sesuai harga semestinya 60jt menjadi 70jt pak. Yang ingin saya pertanyakan pak apakah saat pencairan dana dari bank masuk rekening saya apa pengembang? Apakah tidak merugikan saya pak kalau harga semestinya tidak sesuai begitu terima kasih pak

      kprid responded:
      November 28, 2011 at 10:13 am

      Syukurlah Pak kalau KPR-nya sudah di setujui.
      Seharusnya bapak jangan sampai di dikte oleh pengembang, bapak sampaikan atau jawab apa adanya. Karena apabila terjadi sesuatu nantinya akan membebani bapak dalam jangka panjang. Namun mudah-mudahan semua lancar-lancar saja kedapannya.
      Seperti masalah harga kenapa dinaikan, apakah ada kelebihan tanah yang harus bapak bayar? Apabila memang tidak ada hal-hal yang harus di bayar seharusnya harga tetap sesuai dengan kesepakatan awal pada saat bapak memberikan tanda jadi. Disini pengembang sudah memanfaatkan bapak dengan mengambil keuntungan lebih dari proses akad kredit yang telah terjadi. Dimana mereka menambah keuntungan mereka sementara bapak menjadi terbebani dalam membayar jumlah cicilan yang lebih besar. Mungkin ada baiknya bapak tanyakan ke pihak pengembang apa alasannya harga sampai dinaikan? kalau bisa bapak ajukan tertulis dan meminta mereka menjawab secara tertulis juga.
      Menjawab pertanyaan bapak, dana yang dicairkan akan masuk ke rekening bapak secara formalitas yang kemudian akan langsung dipotong oleh pihak bank sebagai pembayaran rumah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        booremir said:
        November 29, 2011 at 2:50 pm

        Tidak ada kelebihan tanah yg harus saya bayarkan. Sa sempat bertanya kenapa jadi segitu trus dijawab agar prisesnya lancar dan bisa di acc kata mereka. Jadi saya harus bagaimana pak.

        kprid responded:
        November 30, 2011 at 10:36 am

        Proses akad kredit sudah di lalui, jadi kita tidak bisa mundur ataupun membatalkan proses KPR yang sudah terjadi. Yang bisa bapak lakukan saat ini dan selanjutnya adalah berusaha memenuhi kewajiban bapak sebagai debitur yaitu membayar cicilan KPR. Semoga bapak diberikan kelancaran dan kemudahan oleh Tuhan dalam menjalankan kewajiban bapak.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sita said:
    November 30, 2011 at 7:44 am

    maaf pak sebelum nya saya mau bertanya.suami saya sedang mengajukan KPR, atas perumahan yang ada di depok,kami sudah byr uang fee dan DP yang saya tanyakan adalah,kebetulan suami saya seorang PNS dan saya belum bekerja,dan suami mempunyai kerja sampingan di sebagai konsultan IT dari ph ada di america namun ph trsebut tidak mempunyai kntor perwakilan di indonesia.suami saya bekerja secara online,penghasilan perbulan gaji pokok PNS dan IT itu ada 8 juta ( penghasilan bersih blm lain2 dari kntr ) sebenarnya penghasilan suami saya lebih dari 8 juta ada sekitaran 12jutaan.yang saya tanya kan adalah saldo di rekening suami saya sedikit karena setiap bulan uangnya selalu saya transfer ke rekening saya ( untuk memanage pengeluaran perbulan),mesti kdng bnyk yang bilang saldo tidak mempengaruhi hanya lalu lintasnya saja ,tp saya baca2 kok ada yg bilang saldo mempengaruhi,,kebetulan kan uang yg kami miliki ngumpulnya ada di rekening saya,saya benar2 bingung.
    apakah rekening saya tidak berpengaruh ya pak?( jadi rekening suami saya hanya sebagai lalu lintas aja dan rekening saya sebagai pelabuhanya :D)
    dan kebetulan kadang dari kantor hanya gaji pokok yang penggajiannya di transfer via bank sedangkan yang lain secara tunai,yang jadi masalah kami sudah di tolak oleh bank BNI karena kekurangan bukti kwitansi uang yg kami terima secara tunai.
    dan ph It yg tidak mempunyai kantor perwakilan.padahal ph tersebut valid dan bekerja sama dgn microsoft,padahal dalam slip gajinya juga udah di ksh alamat ph fax n tlpn.
    dan itupun tidak ada wawancara secara personal hanya lewat tlpn. karena yg memngumpulkan data kami si developer perumahan
    apa kah bank lain juga akan menolak ya pak ?saya udah bnr2 down ini karena saya udah bayar DP-_-
    dan bagaimana pak supaya lolos KPR nya di bank lain karena sudah 1 bulan per tanggal 25 ni,,mohon bimbingannya pak cause ini adalah rumah pertama kami kebetulan km psngn muda jadi bnr2 minim pengalaman

      kprid responded:
      November 30, 2011 at 11:04 am

      Bank memang akan meminta fotokopi rekening tabungan 3 bulan terakhir, yang merupakan salah persyaratan disamping slip gaji. Jadi rekening ibu tidak akan mempengaruhi bank dalam mengambil keputusan dalam persetujuan kredit. Karena yang akan di lihat adalah rekening tabungan bapak, walaupun dananya sudah di transfer ke rekening ibu, tapi di dalam rekening terserbut pihak bank masih melihat jumlah gaji bapak yang di transfer secara rutin dari kantor.

      Apakah penghasilan suami dari gaji PNS dan tambahan-tambahan dari kantor tidak mencukupi untuk cicilan rumah yang ibu inginkan? Kalau memang secara hitung-hitungan sudah mencukupi untuk pembayaran cicilan saya rasa tidak perlu mencantumkan penghasilan tambahan. Bank biasanya akan menilai sebesar 30% dari penghasilan pokok sebagai acuan kemampuan calon debitur untuk mencicil KPR. Karena KPR ini adalah sebuah proses yang akan berlangsung dalam jangka waktu cukup panjang, jadi ada baiknya dipertimbangkan secara matang dari sisi keuangan kita. Sehingga tidak membebani kita kedepannya nanti. Apalagi kalau ternyata penghasilan tambahan itu tidak memiliki kepastian akan bertahan lama atau tidak.

      Coba ajukan KPR sesuai dengan kondisi sesuai dengan dokumen-dokumen yang ada. Jadi tidak menimbulkan keragu-raguan dari pihak Bank. Ibu jangan putus asa karena masih banyak bank-bank yang menyediakan fasilitas KPR, namun kita tetap perlu berhati-hati terhadap bank-bank yang nantinya menjadi pilihan ibu dalam membiayai rumah idaman ibu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Nieya said:
    December 2, 2011 at 2:45 pm

    saya mengajukan KPR mandiri atas nama suami saya,dengan memasukan pendapatan saya juga (istri)..tahun 2005 saya memiliki kartu kredit tp sudah sy lunasi tahun 2009,,tp saya tidak memiliki surat lunasnya,,,takutnya saya kena balcklist BI..apakah KPR yg saya ajukan bisa disetujui atau ditolak

      kprid responded:
      December 5, 2011 at 11:24 am

      Karena disini saya melihat KPR di ajukan atas nama suami, maka track record ibu tentunya tidak akan mempengaruhi pada proses KPR yang akan di jalani. Bank hanya akan memeriksa track record dari orang yang namanya diajukan. Apabila suami ibu tidak memiliki masalah tunggakan dengan kartu kredit atau bentuk-bentuk pinjaman lain, saya rasanya besar kemungkinan KPR akan di setujui. Semoga berhasil dengan KPR-nya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Nieya said:
    December 5, 2011 at 12:48 pm

    terima kasih atas pencerahannya pak,
    satu lagi pertanyaan yg masih menganjal,,,pihak bank meminta rekening tabungan an suami saya,sedangkan tabungan kami atas nama saya,,perlu bapak ketahui bahwa pembayaran gaji suami dan saya dibayarkan secara tunai…apakah ini akan menjadi hambatan untuk disetujuinya KPR..

    mohon bantuannya pak,soalnya kami sangat awam masalah KPR ini…

    terima kasih

      kprid responded:
      December 5, 2011 at 3:53 pm

      Maksud ibu gaji suami di transfer langsung ke rekening tabungan ibu? Bisa saja ibu memberikan fotokopy rekening tabungan ibu, namun harus di berikan penjelasan mengenai gaji suami dan mana gaji ibu. Biasanya ini dilakukan untuk menyesuaikan slip gaji dari yang mengajukan KPR sesuai dengan jumlah yang di transfer. Namun ada baiknya suami ibu membuat rekening tabungan sendiri sehingga lebih memudahkan bagi pihak Bank untuk mengeceknya dan memperbesar kemungkinan di setujuinya KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    iwan said:
    December 5, 2011 at 1:20 pm

    saya karyawan swasta yang sudah 2tahun tidak ada kejelasan kapan akan dibangun yang kebetulan letaknya di daerah Sedati Sidorjosudah saya tanyakan tetapi hanya dijanjiin saja dan coba saya tarik uang saya juga cm janji yang saya dapat, pernah konsultasi dengan APERSI tapi hasilnya sama aja karena pihak APERSI tidak bisa menekan Owner. kira2 apa yang mesti saya lakukan apa saya harus mengajukan pengaduan ke polisi…?

      kprid responded:
      December 5, 2011 at 4:04 pm

      Turut prihatin dengan permasahalan yang bapak hadapi.
      Ada beberapa langkah yang bapak bisa tempuh.
      Pertama, laporkan kasus yang bapak tersebut kepihak BPS&K di daerah bapak. Berikut website dari BPS&K http://bpsk-jakarta.blogspot.com/ bapak bisa tanyakan untuk kantor cabang diwilayah bapak.
      Kedua, laporkan kasus bapak tersebut kepada YLKI di daerah bapak. Mungkin tidak akan langsung memberikan dampaknya, tapi paling tidak ada data-data yang masuk ke pihak YLKI mengenai kasus-kasus konsumen property.
      Ketiga, bapak layangkan somasi kepada pihak pengembang, minta kepastian kapan akan dibangun. Tentukan batas waktu bagi mereka untuk memberikan jawaban. Apabila tidak ada jawaban hingga batas waktu yang bapak tentukan, bapak bisa tuntut pihak pengembang melalui jalur hukum.
      Kasus-kasus seperti banyak yang sudah terjadi, namun di karenakan konsumen banyak yang membiarkan dan mendiamkan, sehingga banyak pengembang yang menjadi semakin semena-mena memperlakukan konsumennya. Apabila banyak konsumen perumahan mau melaporkan serta mendindak lanjuti kasus-kasus seperti ini, mungkin bisa membantu menekan munculnya kasus-kasus seperti ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nindy said:
    December 5, 2011 at 10:08 pm

    hi kprid,
    mohon infonya, saya dan suami berencana membeli rumah second, pertanyaan saya:
    1. apabila penjual rumah masih terikat kpr atas rumah yg akan kami beli bgmn proses peralihannya? sang penjual rumah pd awalnya membeli rumah tsb utk ditinggali, namun krn harus pindah tugas beliau menawarkan rumah tsb utk dijual, pdhl kpr baru berjalan 3 tahun dari 10 tahun

    2. saya tidak bekerja, hanya suami, namun kami berencana rumah tsb atas nama saya, apakah hal ini bisa dilakukan dgn kpr?

    Terima kasih atas pencerahannya
    Salam

      kprid responded:
      December 6, 2011 at 11:19 am

      1. Proses peralihannya di sebut dengan over kredit. Prosesnya ibu bisa lihat di artikel berikut di blog ini http://kprid.wordpress.com/2011/07/07/cara-over-kredit-rumah-kpr/
      2. Apabila yang ibu maksud dengan dokumen-dokumen rumah tersebut tentu saja bisa atas nama ibu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    iwan said:
    December 7, 2011 at 4:56 pm

    saya sudah pernah mengajukan surat pernyataan bermaterai, tapi saya hanya dapat janji dan yang paling parah saya gak tau lagi lapor ke mana, karena saya memang buta masalah itu kira2 apa dampak terjelek dari tindakan lapor itu…

      kprid responded:
      December 8, 2011 at 10:41 am

      Bapak langsung kirim somasi ke pihak pengembang, beri batas waktu, apabila sampai batas waktu yang ditentukan tidak ada realisasi juga bapak sampaikan bahwa bapak akan menempuh jalur hukum. Dampak terjelek biasanya pengembang tetap ‘ngeyel’ dan tidak akan menggubris laporan-laporan yang kita keluhkan kepada pihak lain seperti BPS&K atau YLKI. Karena mereka tidak memiliki kekuatan hukum untuk dapat melawan pengembang-pengembang nakal. Kalau mereka sudah memiliki kekuatan hukum tentunya sejak lama tidak ada lagi pengembang-pengembang nakal di negara kita ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    monalisa said:
    December 7, 2011 at 5:41 pm

    Salam Pak..

    Saat ini kami sdh menempati sebuah rumah di sebuah perumahan dgn luas bangunan 72,rumah tersebut kami beli seharga 230jt dgn cara separuhnya (116jt) kami bayar in house selama 2thn dipotong dp 30jt..sementara sisanya kpr di BTN jangka 15 thn,dan sdh berjalan 3th lebih. Tapi kpr tsb atas nama kerabat kami,karna suami sy prnah brmasalah dgn kartu kredit. Baru2 ini ada tetangga yg melunasi KPR di mandiri dan mendapat blue print,dimana tertera di situ bhw lokasi rumah kami adalah termasuk tanah fasum. Kami sdh menanyakan hal tsb kpd penjual (kontraktor perumahan tsb,yg pada akhirnya yg meneruskan pengembangan,karna developernya bermasalah terlilit hutang)..dan jawaban beliau bhw jika tanah tersebut masuk dlm fasum maka tidak mungkin BTN akan menyetujui KPRnya. Kami jg sempat berpikir demikian,tapi bisik2 tetangga membuat kami risih. Yg ingin sy tanyakan :

    1.Apakah pd saat melakukan survey pihak bank tidak melihat site plan nya dulu ? Apalagi BTN trmasuk bank yg cukup berpengalaman dlm kpr.

    2.Apakah bermasalah dgn kartu kredit sekitar 10 tahun yg lalu akan membuat kami kesulitan utk mndapatkan KPR selamanya ? (Thn 2000-2001 suami sy yg saat itu belum menjadi suami sy, karna kami menikah di thn 2002,beliau memiliki 2 kartu kredit,tp kok ada beberapa tagihan dr bank lain di mana beliau merasa tdk membuat kartu kredit di bank2 tsb,sdh diajukan komplain tp menurut bank transaksi ada ttd suami..karna kesal suami sy tidak mau membayar)

    Demikian..kami mohon pendapat dan sarannya. Terimakasih sebelumnya.

      kprid responded:
      December 8, 2011 at 11:07 am

      Saat ini memang sulit sekali untuk bisa mendapatkan Bank yang benar-benar ‘fair’ dan ‘reliable” sekalipun itu Bank pemerintah. Apalagi bentuk kerja sama antara Bank dan developer sendiri sudah tidak melihat apa yang terbaik untuk calon konsumen dan debitur, namun lebih kepada meilhat target konsumen, debitur dan keuntungan yang bisa diraih. Sehingga bank pun terkadang terjebak oleh pengembang-pengembang nakal, yang pada suatu saat akan terbentur dengan permasalahan surat-surat dokumen rumah yang bermasalah. Terkadang kita sebagai konsumen harus melakukan survey sendiri terlebih dahulu, misalnya memeriksa atau mencari informasi mengenai pengembang di internet, kemudian tanyakan kepada warga yang tinggal di sekitar perumahan mengenai kondisi lahan yang akan di jadikan perumahan. Hal-hal seperti akan membantu kita dalam mengambil keputusan nantinya.

      Kalau memang benar pada saat itu ada data-data mengenai kartu kredit yang dianggap tidak pernah di setujui, seharusnya di telurusi lebih lanjut. Kalau tidak di khawatirkan akan menyebabkan ‘track record’ dari suami ibu menjadi kurang baik dan bahkan bisa masuk dalam list BI checking. Apabila sudah masuk kedalam BI checking akan sulit kedepannya untuk mendapatkan fasilitas KPR ataupun bentuk pinjaman lain. Bisa saja mungkin ada kartu kredit yang ditutup namun masih ada biaya-biaya tersisa seperti biaya meterai misalnya, walaupun jumlah sedikit karena kita tidak membayarnya dan didiamkan, otomatis jumlahnya lama kelamaan akan menjadi besar. Mungkin saja hal ini terjadi dan banyak yang mengalaminya. Untuk mengetahui lebih pasti apakah kita masuk di dalam list BI Checking, kita bisa mengetahuinya dengan mendatangi gerai info BI.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    laily said:
    December 8, 2011 at 9:31 am

    dear KPR id
    saya berencana mengajukan surat keberatan suku bunga. apakah KPRid bisa membantu saya mengirimkan contoh surat tersebut?.. karena sudah saya cari di google tapi tidak ketemu.. terimakasih.

      kprid responded:
      December 19, 2011 at 2:52 pm

      Mohon maaf sebelumnya baru bisa menjawab pertanyaan anda, karena sebelumnya pertanyaan anda ini masuk ke spam. Baru saya sadari hari ini kalau ada yang masuk ke spam. Berikut kurang lebih untuk surat keberatan suku bunga. Ini mungkin bisa digunakan sebagai panduan, namun untuk isinya sendiri saya harap anda bisa mengutarakan alasan-alasan yang lebih detail dan baik.

      Kepada Yth,
      Customer Services KPR
      Di Tempat

      Dengan Hormat,

      Terkait dengan surat pemberitahuan kenaikan suku dengan no (Isi nomer surat dari Bank), yang kami terima pada tanggal (Tulis tanggal), dengan ini kami mengajukan KEBERATAN atas kenaikan suku bunga tersebut, untuk itu kami mohon adanya peninjauan kembali. Besar harapan kami bahwa Bank bisa menilai secara bijaksana akan kemampuan kami. Sehingga suku bunga yang nantinya ditentukan tidak akan memberatkan kami sebagai debitur dan nasabah.

      Demikian Surat Keberatan ini kami ajukan, kami mohon kepada staff costumer service KPR untuk dapat menindaklanjuti pernyataan KEBERATAN kami. Atas perhatiannya kami mengucapkan terima kasih.

      Jakarta, ……… 2011

      Hormat kami

      (Nama debitur)

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sudradjat said:
    December 13, 2011 at 2:21 pm

    Dear Pak,
    Selamat berjumpa kembali Pak, teman saya ingin minta tolong berkaitan dengan permasalahan yang dia hadapi, Teman saya ini mengambil KPR BTN dengan sistem FLPP di daerah Mekarsari dengan type 24/60 ukuran hoek dengan kelebihan tanah 24 m2, Harga T24/60 Rp 65.900.000,- dan kelebihan tanah (Rp 425.000,-/m2 + PPN 10%), Pihak Developer memberikan harga dengan total Rp 83.710.000,- (Rumah dan tanah kena PPN 10%). Apakah memang perhitungannya seperti itu, klo tidak salah rumahnya tidak kena PPN 10% karena dibawah 70 jt, yang terkena PPN hanya kelebihan tanahnya saja, Mohon bantuan Bapak. Terima kasih

      kprid responded:
      December 14, 2011 at 10:33 am

      Selamat bertemu kembali juga Pak.

      Betul Pak berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan No 31/PMK/O3/2O11, rumah dengan harga jual tidak lebih dari 70 juta tidak dikenakan pajak. Bisa dilihat disini Pak http://www.pajak.go.id/dmdocuments/PMK-31-2011.pdf, bisa dilihat pada pasal 2 mengenai hal ini. Sementara untuk tanah memang di kenakan pajak hal tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 1999 dapat kita lihat di http://www.sjdih.depkeu.go.id/fullText/1999/79THUN~1999PP.htm. Mungkin bisa ditanyakan kembali ke pihak pengembang mengenai hal ini dengan membawa peraturan-peraturan tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Theresia said:
    December 15, 2011 at 8:08 am

    Dear Pak…..

    Saya ambil rumah kpr btn bersubsidi. semua berkas dokumen sudah di serahkan ke Bank
    dan saya pun sudah di wawancara, tapi masalah saya SPT tahunan tidak bisa di print kantor pajak karena belum di laporkan. Waktu saya menerima kartu NPWP saya kira sudah
    dilaporkan ke kantor pajak oleh kantor, ternyata belum.
    Saya minta bukti potong pajak di tempat saya dulu bekerja kata bagian accountingnya tidak tahu karena sudah ganti orang. Dan saya sekarangpun sudah pindah kerja.

    Pertanyaan saya :
    1. Bagaimana caranya saya bisa dapat SPT dalam situasi seperti ini ?
    2. Boleh tidak saya buat NPWP baru dan laporkan ke Bank BTN masalah saya ini ?
    3. Apakah permohonan saya bisa di setujui tanpa melampirkan SPT ?

    di kartu NPWP saya terdaftar tanggal 2 Februari 2009.
    Saya mohon saran dan pendapatnya, terima kasih. Theresia

      kprid responded:
      December 15, 2011 at 3:13 pm

      1. Coba usahakan lagi ke kantor lama, karena ini merupakan bagian dari kewajiban mereka melaporkan SPT Tahunan. Atau coba tanyakan ke pihak pengembang biasanya ada yang bisa membantu masalah-masalah seperti ini. Hal ini pernah menjadi pertanyaan salah satu teman kita di “Masalah Seputar KPR” di posting oleh “anonymous”, 27 October 2011. Pada waktu itu pihak pengembang menawarkan ke “anonymous” bantuan untuk membantu masalah SPT ini.

      2. Apabila sudah memiliki NPWP lebih baik tidak usah membuat NPWP lagi. Ada baiknya ibu coba tanyakan ke pihak BTN apakah mereka memiliki solusi untuk permasalahan yang Ibu hadapi saat ini.

      3. SPT merupakan persyaratan yang harus di penuhi, jadi tanpa melampirkan SPT berkas-berkas kita sudah pasti tidak akan di terima sebelum di lengkapi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yudhi said:
    December 15, 2011 at 11:30 am

    pak bisa gag mengajukan kpr dengan angsuran kurang lebih 45% dari penghasilan bersih saya??
    dengan status saya masih single blum pernah pinjam sama skali dan masih tinggal bersama ortu,saya dan orang tua penghasilan tetap sebagai pegawai negeri
    apakah bank juga memperhatikan hal diatas tersebut? karena penghasilan ortu anak tidak bisa digabung
    apa ada bank yang memberikan kemudahan untuk masalah saya ini?
    trims banyak atas jwbannya

      kprid responded:
      December 15, 2011 at 3:21 pm

      Biasanya Bank akan menilai 30% dari penghasilan pokok kita.
      Bank akan lebih menilai kemampuan dan latar belakang calon debitur. Latar belakang orang tua mungkin tidak terlalu menjadi acuan dalam hal persetujuan KPR.
      Saya rasa banyak Bank yang bisa memberikan kemudahan bagi kita, banyak Bank-Bank sekarang menyediakan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Sehingga memberikan lebih banyak kesempatan bagi masyarakat yang ingin menginginkan memiliki rumah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sudradjat said:
    December 15, 2011 at 2:10 pm

    Terima kasih pak, kalau begitu harga total sebenarnya adalah
    1. Harga Rumah Rp 65.900.000,-
    2. Kelebihan tanah 24 m2
    @ Rp 425.000,- Rp 10.200.000,-
    3. PPN 10% Rp 1.020.000,-
    ————————
    T O T A L Rp 77.120.000,-

    Saya bersama teman sudah bertemu dengan pihak pengembang, namun mereka bilang krn sertifikat tidak bisa dipecah (menjadi satu) harga rumah menjadi lebih dari 70 jt krn ada kelebihan tanah, teman saya jadi bingung, apalagi SP3K sudah terbit dari BTN, mohon saran dan solusi yang terbaik dari Bapak, Terima Kasih

      kprid responded:
      December 15, 2011 at 3:34 pm

      Apa yang sudah diutarakan pihak pengembang ada benarnya juga Pak. Karena dalam hal ini tanah sudah menjadi satu didalam sertifikat yang akan di simpan sebagai jaminan oleh Bank. Tentunya pihak Bank tidak mau menerima sertifikat dalam bentuk terpecah. Jadi sepertinya hal ini tidak bisa di hindari. Selanjutnya kembali kepada keputusan teman Bapak. Apabila dengan adanya penambahan PPN nanti menjadi beban dan memberatkan untuk kedepannya, mungkin ada baiknya di tunda dahulu. Dari pada nantinya akan menyulitkan kondisi teman Bapak secara finansial. Karena KPR adalah merupakan sebuah proses jangka panjang. Bisa juga mencoba mencari rumah lain tanpa kondisi tanah lebih, sehingga bisa tetap sesuai dengan rencana dan kemampuan finansial teman Bapak.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rsapermana said:
    December 16, 2011 at 3:21 pm

    Pak mau tanya, saya punya rumah nyicil di BTN 5 tahun lagi, sisa pokok hutang 31 juta lagi, kalo saya mau melunasi langsung semua sisa hutang itu ada penalti 1% dan bunga berjalan. Nah saya belum mengerti bagaimana menghitung besarnya bunga berjalan itu..mohon dijelaskan..terimakasih sebelumnya.

      kprid responded:
      December 19, 2011 at 1:09 pm

      Untuk detail perhitungannya sendiri saya kurang begitu paham karena memang saya bukan ahlinya, namun secara umum apabila ingin melakukan pelunasan biasanya hutang pokok ditambah bunga sampai dengan tanggal pelunasan. Untuk jumlah bunganya sendiri akan mengacu kepada suku bunga KPR yang berlaku saat itu.

      Saya rasa ada baiknya anda konsultasikan terlebih dahulu dengan pihak Bank mengenai hal ini. Sekedar menghindari seandainya ada hal-hal yang nanti dapat merugikan anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    romly said:
    December 16, 2011 at 3:35 pm

    Selamat sore, Pak teman saya ada yang mau jual rumah tpie 36/81 seharga 70 juta, hasil penilaian bank rumah itu harganya 80 juta, apakah teman saya kena pajak penjualan? setahu saya rumah yang tidak lebih dari 70 juta tidak kena pajak. Masalahnya yang dijadikan acuan harganya itu apakah harga yang ditawarkan teman saya (70 juta) atau harga berdasarkan penilaian bank (80 juta) ? kalo memang harus kena pajak, berapa besarnya? trims

      kprid responded:
      December 19, 2011 at 1:22 pm

      Untuk penilaian harga rumah biasanya Bank menggunakan jasa konsultan/team yang ditugaskan khusus untuk menilai harga jual sebuah rumah. Untuk cara-cara penilaian harga rumah itu sendiri mungkin bisa dilihat di artikel berikut http://www.imagebali.net/detail-artikel/4-Mau-Jual-Rumah-Cara-Menaksir-Harga-Rumah-Anda.php.

      Apabila anda akan membeli rumah tersebut melalui KPR tentunya harga berdasarkan penilaian Bank yang akan di gunakan. Lain halnya apabila anda melakukan transaksi secara tunai, melalui transaksi ini bisa berdasarkan harga yang ditentukan oleh teman Bapak.

      Pajak yang di kenakan sebesar 5% dari harga jual yang mana hal tersebut sudah ada dalam peraturan departemen keuangan. Mengenai peraturannya dapat dilihat di sini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Sigit said:
    December 19, 2011 at 3:41 pm

    Saya beli rumah di sebuah pengembang di Sidoarjo Jawa Timur, lalu ngajuin kpr ke bank mandiri, setelah persyaratan lengkap, pihak mandiri mendatangi pengembang tersebut lalu saya dikabari bahwa kpr saya belum bisa diproses karena sertifikatnya belum split. Saya konfirmasi ke pengembang dan memang benar bahwa belum split, lalu pengembang bilang tetap bisa diproses kalo melalui BTN. yang mau saya tanya : apa memang pengembang diijinkan menjual rumah yang sertifikat tanahnya belum split dan bisa kpr?

      kprid responded:
      December 20, 2011 at 10:31 am

      Dalam hal ini apa yang dilakukan oleh Bank Mandiri adalah tindakan yang benar, karena adanya masalah dengan sertifikat jadi mereka tidak mau melanjutkan prosesnya. Banyak Bank sekarang menyetujui KPR walau sertifikat belum ada, jadi lebih mengarah dalam bentuk “kerja sama” antara Bank dan pengembang. Namun lebih baik hal-hal seperti ini dihindari karena “kerja sama” antara Bank dan pengembang ini belum tentu demi kebaikan calon debitur atau konsumen. Karena banyak sudah kasus-kasus dimana pada saat pelunasan surat-surat tidak ada atau belum jadi karena kendala-kendala seperti salah satunya yang Bapak sampaikan.

      Cukup mengherankan juga BTN bisa tetap memproses KPR dengan kondisi sertifikat seperti itu, apalagi BTN adalah Bank yang cukup tegas dan teliti dalam hal persetujuan KPR. Apabila memang Bapak tetap menginginkan membeli rumah dengan pengembang itu, ada baiknya minta dibuatkan surat pernyataan yang menyatakan kapan sertifikat tersebut selesai dan apa penalti apabila sertifikat tidak selesai pada waktu yang telah di tentukan. Bisa saja penalti itu berupa pembatalan pembelian dan pengembalian uang Bapak. Ada baiknya surat pernyataan ini dibuat sebelum akad kredit dan pihak Bank pun perlu di informasikan mengenai hal ini. Apabila pengembang bersedia melakukannya Bapak bisa coba lanjutkan, namun apabila pengembang memberikan alasan-asalan lebih baik Bapak pikirkan sekali lagi untuk melakukan pembelian rumah dengan mereka.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    andra said:
    December 21, 2011 at 9:15 am

    Saya berencana mengajukan perumahan subsidi lewat KPR BTN syariah yang berlokasi di jepara. Type 33/72 harga rumah 76,5 jt. saya baru bayar tanda jadi. 2 bulan baru di telp sama pihak bank. tetapi selama proses tunggu saya survey lokasi banyak kejanggalan yang dilakukan oleh pengembang. Kualitas bangunan juga jauh dari kata layak. Apakah memang semua perumahan subsidi tidak layak huni?

      kprid responded:
      January 3, 2012 at 2:44 pm

      Seharusnya semua bangunan yang kita beli itu layak huni, baik itu yang subsidi ataupun yang non-subsidi. Ini kembali kepada profsesional atau tidaknya si pengembang. Anda berhak menuntut apa yang menjadi hak anda sesuai dengan spesikasi yang telah di janjikan oleh pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rudy said:
    December 22, 2011 at 11:59 pm

    betul tuh. tapi kasus yg terjadi pada gua berbeda sih
    kpr ditanda tangani bulan 3 tahun 2010. jadi mulai bulan 4 sudah cicilan.
    rupanya…….kemarin ditelp untuk datang ke bank untuk tanda tangan pembukaan pembayaran kepada pengembang.
    jadi selama ini, uang tersebut diendapkan di bank, belum dibayar ke pengembang.
    sedang cicilan gua dah bayar 1.5 tahun.
    uang belum keluar, sudah enak banget terima uang masuk.
    dan sialnya, uang yg diendapkan itu bunga 0% alias bunganya utk bank.
    benar2 hebat dah perhitungan bank sekarang

    ade said:
    December 27, 2011 at 12:52 am

    dear kprid…

    suami saya mo mengajukan kpr bekerja di astra sudah 8th, namun pernah kredit mbl dan sering terlambat jth tmpo tgl 15 bayar tgl 30 dan 2 thn sdh di lunasi jangka waktu 4thn..
    begitu jga kredit mtr terlambat bayar,,, apakah masih bisa mengajukan kpr? dan apakah bisa di acc kpr nya
    terima kasih..

      kprid responded:
      December 30, 2011 at 10:50 pm

      Kalau masalah dalam hal keterlambatan dalam melakukan pembayaran, saya rasa hal ini masih bisa di tolerir. Jadi masih besar kemungkinannya untuk mendapatkan persetujuan KPR. Biasanya yang sulit itu karena ada tunggakan yang tertunda dalam jangka waktu lama sehingga masuk ke dalam daftar BI checking. Apabila ingin lebih pasti lagi dan menghilangkan keragu-raguan bisa saja mendatangi gerai BI terdekat untuk memeriksa apakah kita terdaftar dalam BI Checking.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Imam Rahardjo said:
    December 29, 2011 at 10:50 pm

    Halo pak, saya mau tanya, KPR saya sudah disetujui oleh bank A, kemudian akan akad minggu depan, namun pada hari ini saya di tlp oleh bank B krn kartu kridit saya sudah masuk 2 bulan belum bayar. pertanyaan saya adalah apakah akad saya bisa batal karena pihak bank A melakukan check in list terakhir sebelum akad dengan saya?
    terimakasih.

    Imam

      kprid responded:
      December 30, 2011 at 11:31 pm

      Saya rasa hal tersebut tidak akan mempengaruhi proses akad kredit. Karena keterlambatan itu masih dalam bentuk yang bisa di tolerir. Namun ada baiknya segera di lakukan pembayaran atas tagihan kartu kredit yang tertunda tersebut. Disamping itu sudah merupakan tanggung jawab anda dan juga demi menjaga kredibilitas anda di dunia perbankan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    RAFKI RACHMAN said:
    December 31, 2011 at 11:45 am

    Dear Bapak or Ibu,

    Saya Ingin mengajukan KPR, dengan status sudah pegawai tetap 4thn, dan rumah yang akan saya beli rumah second 350jt (Tapi saya orgnya saya tawar mau 315jt), dan yg menjadi permasalahan ;
    1. Karena pekerjaan saya kontraktor dari perusahaan Asing (Jepang), maka gaji pokok
    saya sebesar 3.5jt Per/bulan, akan tetapi karena pekerjaan saya kontraktor itu di bidang
    konstruksi, saya di haruskan Overtime, bahkan Sabtu dan minggu juga masuk, jadi take
    Home Pay saya bisa 7 – 10 Jt perbulan, jadi fluktuatif, tapi kemungkinan di bawah 7jt itu
    tidak mungkin, karena sekarang saya sudah di angkat site Manager, jadi harus kontrol
    terus project saya.

    2. untuk biaya yg ada sekarang saya punya 80jt
    3. Rencana saya akan mengambil KPR selama 15 thn dgn umur saya 29thn
    4. Saya pernah ajukan KPR ke Syariah Mandiri, namun tidak tahu kenapa dan tidak di
    jelaskan, katanya saya tidak lulus score, jadi saya bertanya tidak lulus scorenya kenapa
    tapi tidak dapat di beritahu karena itu sudah dari sistem komputerisasi Bank.

    Dengan informasi di atas apakah saya tidak dapat mengajukan lagi KPR dgn BANK yang
    lain?
    Mungkin Bapak or Ibu dapat mencarikan solusi buat saya ? dengan informasi lain menurut
    marketing KPR Syariah Mandiri saya dapat mencicil sebesar max 3 jt per bulannya.
    Dan jika ada kenalan or Bank yang dapat membantu saya utk ajukan KPR.

    Atas perhatiannya terima kasih.

    Regards,

    RAFKI RACHMAN

      kprid responded:
      December 31, 2011 at 2:52 pm

      Membaca informasi yang telah disampaikan saya rasa masih besar kemungkinannya anda bisa mendapatkan persetujuan KPR dari Bank lain. Jangan terlalu cepat putus asa hanya karena ada penolakan dari satu Bank saja. Masih banyak Bank-Bank lain yang bisa dicoba untuk mendapatkan fasilitas KPR. Kebanyakan akan melihat besarnya gaji pokok kita sebagai acuan dalam menentukan kemampuan kita mencicil. Biasanya Bank akan melihat sebesar 30% dari jumlah gaji pokok kita sebagai patokan jumlah cicilan, namun ini kembali lagi kepada sistem dari Bank-Bank itu sendiri. Karena memang kebanyakan Bank tidak transparan dalam hal bagaimana sistem yang mereka gunakan dalam menentukan persetujuan sebuah KPR. Jadi saya sarankan untuk tetap mencoba dan semoga anda mendapatkan kelancaran dalam proses KPR anda nanti.

      Mengenai mereferensikan anda ke kenalan atau Bank kami mohon maaf karena KPR-id memang tidak memiliki kenalan atau Bank tertentu yang dapat direferensikan disamping menjaga kenetralan KPR-id itu sendiri.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    RAFKI RACHMAN said:
    January 1, 2012 at 11:20 pm

    Dear Bapak atau Ibu,

    maksud Bapak, gaji pokok atau take home Pay ya, yg akan dilihat oleh pihak Bank ? karena kalau lihat gaji Pokok saya pasti akan susah, cuma kalau melihat slip gaji bulan atau melihat rekening koran saya, gaji yg masuk ke rekening mandiri, di atas gaji pokok saya 2.5 – 3 kali gaji pokok saja yg 3.5 jt per bulannya. Terima kasih.

    Salam

    Rafki

      kprid responded:
      January 3, 2012 at 10:59 am

      Betul Pak biasanya seperti itu penilaian yang dilakukan oleh Bank. Namun saya anjurkan Bapak tetap mencobanya karena masing-masing Bank mungkin memiliki kreteria yang berbeda dalam melakukan penilaiannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sofan said:
    January 2, 2012 at 12:28 pm

    Dear bapak/ibu

    Saya sekarang berencana untuk membeli rumah di Jogja dengan harga 260 juta melalui KPR Bank Mandiri. Sekitar tahun 2006 saya pernah beli rumah di Lampung (tempat tinggal sebelumnya sebelum pindah Jogja) dengan KPR dari BTN, trus pada tahun 2010 saya jual over kredit dibawah tangan (saran dari BTN krn kredit belum sampai 5 tahun tdk bisa dialihkan secara resmi lewat BTN). Yang menjadi masalah, setelah setahun over kredit ternyata orang yang membeli rumah saya menunggak angsuran, bahkan orang BTN sampai menelpon ke saya menagih angsuran tsb. Sudah saya jelaskan bahwa rumah tersebut telah saya jual.
    Sekarang untuk membeli rumah tersebut, saya berencana ambil KPR dengan nama istri saya yg kebetulan PNS, karena saya takut tidak lolos BI Checking dengan kasus di atas.
    Pertanyaannya :
    1. Apakah bank tetap akan melakukan BI Checking terhadap saya, karena rencana memakai joint pendapatan?
    2. Apakah yang dijadikan sebagai dasar penetapan besaran angsuran hanya gaji istri saya, walaupun memakai joint pendapatan? sebagai keterangan tambahan: Angsuran yang akan kami ambil rencananya berkisar 2,5 juta per bulan, sedangkan gaji istri saya 3 juta, & gaji saya 6 juta (total joint pendapatan 9 juta)
    3. Bagaimana peluangnya apakah pengajuan KPR saya kemungkinan disetujui tidak?
    Kami tunggu jawabannya, terima kasih banyak sebelumnya

      kprid responded:
      January 3, 2012 at 11:14 am

      1. Bank pasti akan melakukan pengecekan terhadap latar belakang sejarah keuangan calon Nasabah/Debitur. Apalagi apabila nama anda tercantum dalam joint income. Melihat sejarah KPR yang pernah Bapak lakukan dengan kondisinya, berarti saat ini nama Bapak masih terdaftar sebagai debitur di Bank BTN. Hal ini tentu akan dapat menjadikan sebuah kekurangan dalam penilaian yang dilakukan oleh Bank.

      2. Kalau bapak sudah mengajukan joint income maka dasar penilain Bank adalah melihat total gabungan dari penghasilan/gaji pokok calon nasabah/debitur. Maka dari itu ada kemungkinan pihak Bank akan melakukan pengecekan terhadap nama-nama yang akan di ajukan dalam joint income tersebut.

      3. Berdasarkan apa yang sudah Bapak uraikan, maka kecil kemungkinannya Bapak bisa mendapatkan persetujuan KPR apabila nama Bapak di cantumkan dalam joint income. Kecuali Bapak bisa menyelesaikan masalah KPR Bapak dengan Bank BTN. Mungkin Bapak bisa menanyakan kembali kepada pihak BTN untuk solusi yang sekiranya bisa menghilangkan nama Bapak sebagai debitur di Bank BTN, dengan alasan Bapak hendak mengambil KPR di Bank lain.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    daniel said:
    January 2, 2012 at 3:14 pm

    Selamat siang Pak,

    dalam waktu dekat ini saya berencana mengajukan aplikasi KPR ke beberapa bank sekaligus untuk pembelian rumah second. Yang mau saya tanyakan, apa saja yg harus saya persiapkan dan apa saja yg harus dipertimbangkan dalam memilih bank pemberi KPR?

    Terima kasih untuk sarannya…

    daniel said:
    January 3, 2012 at 6:28 pm

    Pak saya mau tanya lagi, untuk pengajuan KPR ke bank apakah harus di cabang utama bank tersebut atau bisa jg ke kantor kas atau ke kantor cabang pembantu bank saja?

    Terima kasih…

      kprid responded:
      January 4, 2012 at 10:50 am

      Kalau bisa di cabang utama saja Pak walaupun cabang pembantu bisa, namun biasanya akan di serahkan juga pada akhirnya ke cabang utama.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ny. rahma said:
    January 6, 2012 at 10:20 am

    Dear KPRid,
    Saya berencana mengajukan KPR bersubsidi atas nama saya, karena gaji saya memenuhi syarat kpr subsidi yaitu maks 2.5 jt.smntara gaji suami lbih dari itu.
    gaji saya tiap bulan dibayarkan dgn cara ditransfer ke rekening saya.namun tiap bulan setelah gajian, gaji tersebut langsung saya tarik seluruhnya dr ATM, artinya saldo saya tinggal saldo minimum.
    sementara syarat untuk pengajuan kpr harus menyerahkan bukti fotocopi tabungan 3 bulan terakhir.apakah itu akan berpengaruh terhadap penilaian bank atas disetujuinya kpr saya karena tiap bulan saldo selalu saya tarik sampai minimum?
    mohon penjelasannya..
    Terima kasih..

      kprid responded:
      January 6, 2012 at 11:09 am

      Tidak masalah, fotocopy tabungan hanya sebagai penunjang dari slip gaji yang juga di serahkan sebagai kelengkapan pengajuan KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rahmad said:
    January 9, 2012 at 12:07 pm

    dear kprid,
    pak saya mo tanya, kalau tiap bulan gaji saya dibayarkan dalam bentuk tunai bkan di transfer, apakah pada waktu pengajuan kpr jg tetap menyerahkan fotocopy tabungan?
    kebetulan saya jg mempunyai rekening tapi untuk keperluan dana cadangan.
    terima kasih.

      kprid responded:
      January 9, 2012 at 1:55 pm

      Harus tetap menyerahkan fotocopy rekening tabungan Pak, karena ini sudah menjadi salah satu syarat untuk pengajuan KPR. Bahkan apabila perlu untuk rekening tabungan bapak coba di upayakan jumlahnya dalam beberapa bulan terakhir nilainya signifikan. Seringkali masalah rekening tabungan ini jadi sandungan bagi para calon debitur KPR. Jadi ada baiknya gaji bulanan mulai di transfer saja sehingga memudahkan Bapak apabila nanti hendak mengajukan KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hermanto said:
    January 11, 2012 at 2:16 pm

    Pak kprid
    Saya mau mengajukan kpr subssidi type 31/60, tp saya baru pindah kerja 7 bulan dan status saya karyawan di perusahaan ini, yang saya tanyakan:

    1. bolehkah saya mengajukan kpr dengan masa kerja saya sekarang ini dengan melampirkan surat pengalaman kerja saya sebelumnya yg sudah kerja +/- 6 th ( sebagai pertimbangan saya pindah kerja karena di minta salah satu direksi perusahaan tersebut untuk membatu perusahaannya yg baru, yg saat ini saya tempati)

    2. Karena masa kerja saya belum sampai 1 th maka SPT Tahunan saya belum ada, bolehkan saya pergunakan SPT bulanan / SPT antara Juli – Desember

    Mohon jawabannya karena saya menghaapkan mempunyai rumah tinggal
    Terimakasih

      kprid responded:
      January 11, 2012 at 3:35 pm

      1. Kalau masih satu group dan ada keterangannya yang menyatakan demikian harusnya tidak ada masalah.

      2. Harus SPT Tahunan, tidak bisa SPT bulanan. Sudah merupakan syarat mutlak yang di tentukan oleh pihak perbankan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hermanto said:
    January 11, 2012 at 3:49 pm

    Pak kprid

    Maaf pak nanya lagi, mengenai SPTnya pak saya kan baru 7 bulan apakah boleh SPT diisi hanya 7 bulan?

    terimakasih

      kprid responded:
      January 12, 2012 at 10:16 am

      Setahu saya tetap harus SPT Tahunan Pak, karena hampir semua Bank mensyaratkan itu sebagai salah satu dokumen yang harus di lampirkan.

      Apa Bapak tidak bisa meminta SPT di kantor lama Bapak? Mungkin coba ditanyakan ke kantor lama apa hal itu memungkinkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Wisnu said:
    January 11, 2012 at 7:16 pm

    Pak saya mau tanya apakah kalau masa kerja baru 1th 4 bulan bisa tidak ya mengajukan KPR BTN

    terimaksih

      kprid responded:
      January 12, 2012 at 10:21 am

      Bisa Pak, minimal 1 tahun dan sudah pegawai tetap.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Nurhidayat said:
    January 16, 2012 at 7:38 am

    Dear Kprid,
    Saya telah membuat perjanjian dengan developer untuk membeli satu rumah yang dibangun sejak bulan Juni 2011 tetapi sampai saat ini belum juga diselesaikan padahal saya sudah mengangsur DP dengan total 70 juta. Tetapi saya belum melakukan Akad kredit dengan Bank. Pertanyaan saya :
    1. Mana yang lebih baik , apakah saya bersabar menunggu atau segera mencari pengganti di tempat lain?
    2. Jika saya bersabar menunggu, kalaupun diselesaikan, apa potensi masalah yang harus saya antisipasi di kemudian hari karena kalo di awal sudah bermasalah , saya khawatir akan ada masalah lainnya….
    3. Kalau mencari pengganti di tempat lain, apakah DP yang sudah saya bayar bisa kembali?
    Demikian, terima kasih.

      kprid responded:
      January 17, 2012 at 10:25 am

      1. Berarti sudah setengah tahun lebih ya, mungkin lebih baik cari lokasi lain saja.
      2. Biasanya kalau sudah di awal seperti ini pasti ada saja masalah-masalah lain. Apalagi apabila sudah merasa ragu-ragu, ada baiknya jangan di lanjutkan.
      3. DP seharusnya bisa Bapak minta kembali, tapi booking fee atau uang tadi jadi hangus. Itupun Bapak perlu extra kesabaran dalam meminta uang Bapak kembali karena pasti ada saja alasan yang akan di kemukakan. Intinya pengembalian uang Bapak tentunya tidak semudah waktu Bapak menyerahkannya. Namun mudah-mudahan hal-hal tersebut tidak terjadi dan pengembalian uang Bapak lancar-lancar saja.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rita said:
    January 17, 2012 at 9:17 pm

    pak kprid, sy sedang mengajukan kpr di mandiri syariah sebesar 154jt dg kondisi gaji sy hanya gaji pokok yg payroll sedangkan tunjangan2 nya tunai total take home pay 6.5jt dg masa kerja hampir 6th. Utk investasi sy wujudkan berupa emas batangan sedangkan di tabungan hanya utk keperluan sehari2. sy mempunyai tanggungan anak 1 dan suami bekerja di perkebunan luar pulau yg transaksinya tdk menggunakan bank. apakah pengajuan kpr saya bisa di acc dg kondisi seperti ini ya pak?

    tks utk penjelasannya

      kprid responded:
      January 18, 2012 at 11:19 am

      Dicoba saja dulu Bu, membaca apa yang sudah Ibu sampaikan saya tidak melihat adanya kekurangan. Mungkin untuk memperbesar mendapatkan persetujuan Ibu bisa melampirkan penghasilan suami Ibu. Sehingga nanti Bank akan melihatnya sebagai “joint income” tentunya akan sangat mempengaruhi Bank dalam memberikan persetujuan untuk Ibu.

      Semoga berhasil dan saya harap semuanya lancar-lancar saja.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    samiyono said:
    January 22, 2012 at 11:35 am

    selamat siang , saya udah mengajukan kpr BTN bulan oktober 2011 dan saya udah disetujui oleh BTN dan SP3K udah turun degan nilai 72,300,000 dan rencana akad kredit bulan maret 2012, tetapi tgl 21 januari saya dpt tlp dri developer katanya akad kredit dibulan februari dan ternyata SP3K ada lagi dengan suku bunga yang lebih tinggi,,,, katnya mengikuti progam 2012 apakh sprti itu prasedurnya, mksh

      kprid responded:
      January 27, 2012 at 7:15 am

      Halo Pak,

      Karena informasi itu dari pihak pengembang, ada baiknya Bapak telepon pihak Bank untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Seharusnya SP3K apabila sudah keluar ya SP3K itu yang berlaku. Bapak coba ajukan saja keberatan atas SP3K yang baru itu karena dengan bunga yang tinggi tentunya akan memberatkan Bapak kedepannya. Apakah Bapak sudah membayar uang muka? Hal-hal seperti ini sekarang sering terjadi dimana kita di iming-imingi dengan SP3K bunga rendah namun setelah uang muka sudah banyak masuk, muncul informasi SP3K berubah. Jadi saran saya coba ajukan keberatan saja dulu Pak.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    hendra said:
    January 22, 2012 at 9:36 pm

    Bpk KPRID, Sy ingin saran baik Bapak.
    Sy sudah 1,5 thn ikut KPR Syariah. Saat itu nilai marginny 13% per tahun (dansy mendapatkan pinjaman 60jt dg jangka waktu 8thn), kewajiban yg harus dibayarkan skitar 1jt per bulan sampai 6,5 tahun ke depan.
    Nah, sy dengar2 dr teman bahwa saat ini margin utk KPR Syariah di Bank lain 9% per tahun. Yg sy tanyakan, apakah bisa mengalihkan KPR ke Bank lain? bagaimana sy tahu bahwa dg mengalihkan KPR lebih menguntungkan dibanding dg melanjutkan KPR yg sdh ada saat ini?

    Terima kasih atas saran baiknya.

      kprid responded:
      January 27, 2012 at 7:26 am

      Pengalihan kredit bisa dilakukan Pak, Bapak tinggal menghubungi Bank yang menurut Bapak lebih menguntungkan. Selanjutnya tinggal Bank nanti yang akan melakukan proses pengalihannya.
      Melihat keuntungan dalam proses pengalihan tentunya melihat pada jangka waktu pembayaran, apabila hitung-hitungan memang lebih menguntungkan tentunya kedepannya akan lebih meringankan kita. Namun perlu di ketahui pasti akan ada biaya-biaya administrasi yang harus kita keluarkan lagi dalam proses pengalihan. Secara umum KPR dengan Bank Syariah jauh lebih menguntungkan dimana cicilan sudah fix dan tidak menggunakan bunga berjalan dalam perhitungan kreditnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Sonny said:
    January 24, 2012 at 10:03 am

    Dear kprid, mohon infonya. Kpr saya sudah disetujui. Pada saat pengajuan msh melampirkan surat panggilah sidang dari Kantor Pengadilan Agama. Srkg saya sdh dpt jadwal utk akan kredit tapi status saya sudah bercerai bagaimana caranya jika pada saat akad tsb mantan istri tdk datang apakah tetap diproses. Mohon bantuannya.
    Terima kasih.

      kprid responded:
      January 27, 2012 at 7:36 am

      Saya rasa tidak bisa Pak karena sebelumnya kan pada saat pengajuan status anda masih menikah dengan istri Bapak. Tapi mungkin Bapak bisa tanyakan ke pihak Bank, mungkin mereka mempunyai solusi yang bisa membantu masalah Bapak ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Martin said:
    January 24, 2012 at 1:12 pm

    mohon info, apabila ada tawaran dari 2 bank, dimana bank A memberikan penawaran 9% fixed 2 thn dan stlh itu floating (saat ini 10.67% untuk bank A) dan bank B memberikan penawaran 7.88% fixed 2 thn dan stlh itu floating (saat ini 11.8% untuk bank B), mana yg lbh menguntungkan kita sebagai pembeli?

      kprid responded:
      January 27, 2012 at 7:40 am

      Tentunya yang menguntungkan yang bisa memberikan kita fix rate ketimbang floating. Mungkin Bapak bisa coba banding lebih dahulu KPR konvensional dan syariah. Dimana KPR Syariah menawarkan fix rate sesuai dengan jangka waktu pembayaran. KPR Syariah bisa untuk siapa saja, baik muslim ataupun non muslim. Maaf sebelumnya disini saya tidak mempromosikan produk KPR syariah dari Bank tertentu, hanya sekedar memberikan bahan pertimbangan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Dwi Aryani said:
    January 24, 2012 at 2:24 pm

    Salam kprid,

    Saat ini saya sedang apply KPR untuk perumahan di daerah sidoarjo , saya pegawai swasta dengan gaji payroll via BCA dan suami dengan payroll BII , setiap tgl 15 saya menerima insentif atas sales bulan lalu yang diterima secara tunai melalui kasir
    yang ingin saya tanyakan :
    1. Bagaimana memberikan bukti kepada pihak BANK bahwa saya menerima pendapatan bonus secara tunai , selain tanda terima dari kasir
    2. Gaji yang ditransfer perusahaan adalah sebesar gaji setelah dipotong kewajiban lain lain seperti koperasi dan DPLK ( tabungan hari tua )karena gaji yang saya terima ” kecil ” karena telah dipotong kewajiban tersebut , padahal uang tersebut juga merupakan simpanan, apakah bisa rekening koperasi ditambahkan sebagai bukti kemampuan finansial kami
    3. Tahun lalu pengajuan KPR dan ditolak terkendala BI checking , yang telah
    saya selesaikan dengan pihak bank penerbit , masalahnya karena pihak bank telah menerbitkan kartu kredit sedangkan saya tidak merasa menerima dan membuat kartu kredit tersebut sehingga saya tidak mengetahui mengenai kartu kredit tersebut , total tagihan adalah 205.000 annual fee sejak tahun 2003 sampai dengan 2010
    apakah dangan hal hal tersebut diatas masih ada kemungkinan KPR yang saya ajukan kembali di tolak oleh BANK , mohon masukannya
    Demikian terima kasih atas masukannya
    Hs,
    Ari

      kprid responded:
      January 27, 2012 at 7:46 am

      1. Mungkin bisa ditambahkan sebagai penghasilan tambahan dengan menggunakan surat keterangan dari perusahaan dimana anda bekerja.

      2. Sayangnya Bank hanya akan melihat rekening kita di Bank dan mungkin slip gaji sebagai bahan pertimbangan persetujuan kredit.

      3. Untuk memastikan hal ini, coba anda datangi gerai BI terdekat untuk memeriksa status BI checking anda. Karena apabila masih terdaftar dalam BI checking tentunya akan sulit mendapatkan KPR ataupun pinjaman dari Bank-bank yang ada di negeri kita ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sudradjat said:
    January 24, 2012 at 3:55 pm

    Dear Pak,
    Saya sudradjat pak, saya mohon bantuan bapak lagi. Saya lagi bingung pak krn hari ini saya dapat telepon dari developer yang mengabarkan jika akad kredit akan dilaksanakan pada pertengahan Pebruari 2012, yang membuat saya bingung adalah bahwa rumah yang saya ambil dengan sistem FLPP (SP3K terbit bulan Nopember 2011) sudah tidak berlaku lagi, dengan alasan akad kreditnya tahun 2012, jadi BTN mengenakan bungan mengambang dengan cicilan fixed selama 1 tahun, bukan seperti yang mereka tawarkan yaitu dengan FLPP bunga dan cicilan tetap selama 15 tahun, saya harus bagaimana Pak, kalau saya ambil saya tidak mampu ke depannya, kalau tidak diambil saya kehilangan uang muka, saya merasa dijebak dalam hal ini.. bagaimana tanggung jawab BTN dan Developer dan bagaimana saya bersikap, mohon sekali bantuan dan sarannya. terima kasih

      kprid responded:
      January 27, 2012 at 7:52 am

      Halo Pak,

      Coba Bapak tanyakan ke pihak Bank juga mengenai hal itu. Banyak sudah kejadian-kejadian seperti ini, uang muka sudah masuk banyak langsung ada info perubahan bunga. Seharusnya konsumen tidak boleh dipermainkan seperti ini, di iming-imingi bunga rendah, begitu uang muka sudah masuk ada info bunga berubah. Ini sama saja dengan menjebak. Kalau memang Bapak merasa ragu dan tidak mampu kedepannya, mungkin jangan diteruskan saja Pak. Kata siapa uang muka hangus Pak? Uang muka bisa diambil atau di kembalikan kalau memang konsumen membatalkan, memang ada hitung-hitungan biaya administrasi, tapi tidak hangus. Yang hangus biasanya uang tanda jadi atau booking fee.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    agung bali said:
    January 29, 2012 at 1:56 pm

    saya mau nanya,saya bertempat dibali untuk bisa mengetahui history bi ceking saya,saya bs dptkan informasi dimana biar saya tau secara individual….
    dan pertanyaan saya yg kedua, jika saya ada dlm blacklist di bi ceking trus sayalunasi smua tunggakan,brp lama menunggu sampai bersih nama saya di bi ceking….
    terima kasih atas info yg diberikan…..

      kprid responded:
      January 30, 2012 at 10:24 am

      Kantor Bank Indonesia (KBI) Denpasar ada di Jl. Surapati No.15 Denpasar, yang saat ini digunakan sebagai gedung PT. Bank Mandiri, Tbk (Persero). Bisa juga melalui HUMAS Bank Indonesia di;
      Humas Bank Indonesia
      Jl. MH. Thamrin 2 Jakarta 10110 Indonesia
      Telp (62-21) 381-7187 Faks (62-21) 350-1867
      email : humasbi@bi.go.id

      Untuk lebih detail mengenai info penghapusan mungkin bisa di tanyakan langsung ke pihak Bank Indonesia, untuk saat ini saya tidak memiliki informasi yang cukup untuk menjelaskannya. Tapi yang pasti kita bisa menghapus nama kita di list BI Checking namun tentunya membutuhkna proses yang cukup lama.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yola said:
    January 29, 2012 at 9:41 pm

    Saya seorang notaris di Makasar, apakah bisa saya mengambil KPR di Jakarta?

    regards, Yola

      kprid responded:
      January 30, 2012 at 2:09 pm

      Bisa Bu.

      Maaf repondnya agak lama ternyata komentar Ibu masuk ke dalam spam filter.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Michael said:
    January 29, 2012 at 11:27 pm

    Dear KPRID,

    Saya seorang bujangan yang sudah bekerja selama 5 tahun (tetapi berpindah2 pekerjaan). Di pekerjaan saya yang sekarang, saya sudah menjadi pegawai tetap, tetapi belum genap 1 tahun (per february 2012 ini 9 bulan) Di pekerjaan saya sebelum ini juga saya pegawai tetap tetapi hanya 15 bulan (kurang dari 2 tahun). Pertanyaan saya adalah, bisakah referensi dari kantor lama saya ditambah dengan kantor saya sekarang akan menggenapi persyaratan KPR bank yang minimal 2 tahun sebagai pegawai tetap? Menurut keterangan dari teman saya, sebenarnya bisa hanya memakai surat keterangan dari kantor saya sekarang (9 bulan) tetapi plafon kreditnya akan turun. Apakah benar demikian?
    Pertanyaan kedua adalah : karena saya bujangan, otomatis Kartu keluarga saya “nebeng” dengan orangtua saya. Apabila kedua orangtua saya adalah pensiunan dan misalnya saja memiliki hutang pada bank yang belum lunas, apakah akan mempengaruhi disetujui/tidaknya KPR tersebut?
    Terimakasih sebelumnya atas jawabanya.
    Salam,
    Michael

      kprid responded:
      January 30, 2012 at 10:34 am

      Untuk persyaratan hampir semua Bank telah menentukan bahwa minimal telah bekerja selama 1 tahun di satu tempat. Jadi walaupun sudah bekerja 2 tahun sebelumnya di perusahaan lain, tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut dan tidak ada hubungannya juga dengan plafon kredit.

      Bank akan hanya menilai anda sebagai calon debitur, jadi sejarah keuangan kedua orang anda sepertinya tidak akan menjadi bahan penilaian oleh Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ivan said:
    January 30, 2012 at 11:13 am

    Dear KPRID,

    Pekerjaan saya sekarang dah lebih dari 1 thn(sekarang dah masuk tahun ke 3) dengan penghasilan 3,5 jt sebulan.
    Yang ingin saya tanyakan adalah saya ingin membeli rumah second dengan harga 200 jtan,itu bisa tidak saya beli melalui kpr tapi tanpa dp dengan cicilan sebulan 1jt itu bisa ga?,kalau bisa dalam berapa tahun lunasnya(soalnya tabungan saya masuk ke rekening adik saya(karena waktu tahun 2009 saya blokir tabungan saya).Saya mempunyai tabungan di bank BRI tp saldonya cm 482 rb).Soalnya saya sama sekali belum pernah beli rumah dan saya ama pacar saya rencananya mau nikah bulan desember 2012,thx

      kprid responded:
      January 30, 2012 at 2:20 pm

      Kebanyakan KPR selalu ada uang mukanya (Down Payment = DP), mungkin maksud Bapak DP-nya dicicil. Saya rasa banyak yang menyediakan pilihan tersebut. Namun untuk hitung-hitungan detailnya Bapak harus konsultasikan dengan pihak Marketing dari pengembang. Mungkin sebagai ilustrasi sebagai berikut;

      Harga rumah 200 Juta
      DP 10 %, Rp. 200,000,000 x 10% = Rp. 20,000,000
      DP Di cicil 8 x, Rp. 20,000,000 / 8 = Rp. 2,500,000

      Secara umum rata-rata uang muka KPR di kebanyakan perumahan berada di kisaran 10%, sementara untuk jangka waktu cicilan DP tergantung kepada kebijaksanaan masing-masing pengembang. Di ilustrasi saya ambil cicilan 8x karena itu pilihan yang banyak di berikan oleh pengembang. Pastinya pengembang tidak memberikan pilihan cicilan DP lebih dari 1 tahun, ini sangat jarang sekali.

      Untuk masalah rekening tabungan, saran saya Bapak buat rekening sendiri terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR. Karena ini merupakan salah satu persyaratan mutlak dalam pengajuan KPR. Kalau bisa saldo dalam rekening itu nanti ditingkatkan, karena saldo dalam rekening itu akan sangat membantu Bank dalam mengambil keputusan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    erwin said:
    January 30, 2012 at 11:29 am

    Dear Pak, saya berencana membeli rumah dari pemilik pertama. Nah rumah tsb belum selesai dibangun oleh developer dan belum ada sertifikat, Apakah bisa saya KPR, walau belum ada sertifikat? thanks
    Erwin

      kprid responded:
      January 30, 2012 at 2:26 pm

      Apakah pemilik pertama membeli rumah tersebut melalui KPR juga? Apabila iya maka harus ada persetujuan dari Bank dimana pemilik pertama mengambil KPR-nya. Karena apabila KPR belum berjalan 5 tahun, maka rumah tersebut dapat di over kreditkan di bawah tangan di hadapan notaris. Tapi belum bisa dilakukan balik nama karena belum diatas 5 tahun.

      Sertifikat harus ada, karena sertifikat itulah yang akan menjadi jaminan pihak Bank apabila KPR Bapak di setujui. Apabila sertifikat belum ada maka sudah pasti Bank tidak akan menyetujui KPR anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    erwin said:
    January 30, 2012 at 2:56 pm

    Pak, jadi saya harus overkredit melalui Bank si pemilik awal ya, kalau dia KPR? dan apakah aman sertifikat tidak balik nama, menunggu 5 tahun?

    Thanks sekali lagi, regards, erwin

      kprid responded:
      January 30, 2012 at 4:50 pm

      Banknya bisa apa saja, kalau memang dokumen-dokumen sudah lengkap. Biasanya nanti itu segala sesuatunya akan di urus oleh Bank. Seharusnya aman karena dokumen-dokumen di pegang oleh Bank. Sudah peraturannya seperti itu bahwa sebelum 5 tahun dokumen-dokumen rumah belum bisa di balik namakan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    daniel said:
    February 2, 2012 at 11:13 am

    Selamat siang Pak,

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan terima kasih karena berkat info dari bapak akhirnya saat ini KPR saya sudah hampir sampai ke tahap pengikatan perjanjian antara notaris, saya dan bank. Namun ada beberapa hal yg ingin saya tanyakan ke bpk, pada saat pengikatan kredit dengan pihak bank dan notaris kan ada yg namanya SKMHT,APHT,dan APHB. Kalau blh tahu itu akta/surat apa saja ya pak?

    Rumah yg akan saya beli adalah rumah second dgn sertifikat HGB, apakah saya bisa meminta bantuan notaris bank utk menaikan jd SHM sebelum sertifikat saya disimpan pihak bank?

    Biasanya proses pencairan dana kpn dilakukannya ya pak dan apa saja syarat yg hrs sudah terpenuhi ?

      kprid responded:
      February 2, 2012 at 12:30 pm

      SKMHT = Surat Kuasa Membebankan Hak Tanggungan, adalah kuasa yang bersifat khusus, tidak memuat kuasa untuk melakukan perbuatan hukum lain selainnya membebankan Hak Tanggungan.

      APHT = Akta Pemberian Hak Tanggungan, mengatur persyaratan dan ketentuan mengenai pemberian Hak Tanggungan dari debitor kepada kreditor sehubungan dengan hutang yang dijaminkan dengan Hak Tanggungan.

      APHB = Akta Pembagian Hak Barsama, mengatur mengenai ahli waris karena saat ini kondisi 1 unit rumah tersebut masih dalam kuasa Bank dan debitur. Sehingga perlu di tunjuk siapa ahli warisnya.

      Bisa saja harusnya Pak tentunya ada biaya tambahan lagi untuk menaikkan sertifikat dari HGB ke SHM ini.

      Biasanya seminggu setelah akad kredit dana dari Bank akan cair.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    erwin said:
    February 2, 2012 at 11:55 am

    Selamat siang Pak, saya berencana membeli rumah baru dimana setahu saya tanahnya Milik Perumnas, tetapi menurut developer sudah dibeli oleh mereka.. Tetapi sertifikat nanti menjadi HGB diatas HPL dulu dan bisa ditingkatkan menjadi SHM menurut mereka

    Yang ingin saya tanyakan, apakah riskan membeli tanah dengan status HGB diatas HPL dan apa konsekuensi nya bila saya tetap membeli rumah tsb.. Terima kasih atas perhatiannya

    Salam, erwin

      kprid responded:
      February 2, 2012 at 3:14 pm

      Kalau HGB di atas HPL berarti tanah tersebut bukan milik Developer melainkan kerjasama developer dengan pihak lain (pemilik tanah) dalam bentuk BOT (build Operate Transfer) atau bentuk lain, setelah jangka waktu kerjasama habis, maka hak bangunan dan tanah menjadi milik partner developer tersebut (pemilik tanah). contohnya seperti apartemen yang berada dikawasan senayan yang bekerjasama dengan sekneg. Kasus kios ITC Mangga dua yang dulu dijual secara strata title pun sama saja, ternyata pemilik lahan adalah Pemda DKI yang di BOT dengan Duta Pertiwi.

      HPL ini kepanjangan dari Hak Pengelolaan .Jika HGB murni kita ingin perpanjang langsung berurusan dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) tapi jika HGB diatas HPL maka kita mesti minta izin kepada yang memegang HPL ini terlebih dahulu jika pemegang HPL tidak keberatan diperpanjang baru kita bisa perpanjang ke BPN. Banyak sekarang tanah-tanah HPL yang dibangun apartemen/perumahan karena tanah HPL jauh lebih murah dari tanah HGB murni.

      Semoga informasi diatas bisa dijadikan bahan pertimbangan. Jadi saran saya ada baiknya HGB-nya di cek terlebih dahulu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    erwin said:
    February 2, 2012 at 3:27 pm

    Terima kasih pak atas penjelasannya, tetapi apakah memungkinkan HGB diatas HPL bisa ditingkatkan menjadi SHM sesuai pernyataan developer?

    Sekali lagi, terima kasih

      kprid responded:
      February 2, 2012 at 4:07 pm

      Peningkatan HGB diatas HPL keliatannya sulit untuk ditingkatkan menjadi SHM. Sebelum di tingkatkan menjadi SHM harus di tingkatkan menjadi HGB murni terlebih dahulu, baru setelah itu ditingkatkan menjadi SHM. Kecuali ada pelepasan hak dari pemegang HPL, disini harus kita cek terlebih dahulu siapa pemegang HPL-nya. Kalau memang sudah benar-benar milik pengembang mungkin bisa ditingkatkan menjadi SHM. Tapi kita harus benar-benar teliti dan memeriksa segala kemungkinan informasi untuk hal tersebut. Umumnya yang pasti sertifikat dengan status HGB diatas HPL biasanya sulit dijual. Kecuali memang lokasinya strategis, terkadang lokasi bisa mengalahkan status surat.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    laily said:
    February 3, 2012 at 11:28 am

    selamat siang pak,
    terimakasih sdh menjawab pertanyaan saya sebelumnya mengenai contoh surat keberatan suku bunga KPR..
    bank sudah menerima keberatan suku bunga KPR saya, bunga KPR yang tadinya 13,75% fixed (review tahunan) menjadi 12,90% floating (review perbulan). maaf pak, yang mau saya tanyakan adalah apa keuntungan dan kerugian dari fixed (review tahunan) dan floating (review perbulan)? lalu apa yang harus saya lakukan, mengambil 12,90% floating (review perbulan) atau tetap mengajukan fixed (review tahunan) saja?
    terimakasih pak, dan mohon dengan sangat bantuan penjelasan dari bapak.

      kprid responded:
      February 7, 2012 at 12:48 pm

      Saya rasa mungkin review tahunan lebih aman, karena dalam masa satu tahun suku bunga tidak berubah. Sementara review bulanan suku bunga akan di tinjau per-bulan. Kenapa tidak mencoba KPR syariah saja, di KPR syariah cicilan fixed selama jangka waktu pembayaran. Jadi kita tidak dikhawatirkan dengan adanya perubahan suku bunga tiap tahunnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Jimmi said:
    February 3, 2012 at 12:24 pm

    rumah sya sedang dibangun dgn skema kpr dan di depan rumah saya dkt teras berdiri tiang listrik besar pln, untuk memindahkan tiang tersebut apakah menjadi tanggungjawab developer ? mohon solusinya krn pihak pengembang berkilah untuk memindahkan tersebut karna sya sangat kuatir dgn aspek keamanan dan estetikanya. yks

      kprid responded:
      February 7, 2012 at 12:53 pm

      Lingkungan dalam perumahan ada tanggung jawab pengembang, termasuk penempatan tiang listrik yang seharusnya sudah dipertimbangkan sebelumnya dalama perencanaan sehingga tidak mengganggu para konsumen ataupun penghuni lainnya di perumahan tersebut. Adalah hak kita sebagai konsumen untuk mendapatkan layanan yang terbaik apalagi apabila hal itu menyangkut keamanan tentunya. Jadi permintaan Bapak tidak salah dan seharusnya pengembang melakukan tindakan atas permintaan Bapak tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    hafid said:
    February 8, 2012 at 12:45 am

    pagi pak,, mohon sarannya, saat ini saya sudah dapat persetujuan kredit KPR dengan plafon 138juta dari bank swasta, jangka waktu 15tahun, angsuran 1,480rb per bualn fix 1 tahun. adapun rumah yg rencana saya ambil harganya 167juta, sudah masuk dana booking fee 1juta dan dp 1 juta. Adapun masalahnya adalah uang saya blum ada untuk pelunasan DPnya, saya dapat informasi bahwa ada progam dari Jamsostek utk bantuan uang muka,dan ternyata setelah saya konfirm ke jamsostek itu berlaku utk developer yg sudah ada kerjasama dgn jamsostek. apakah saya tidak apa apa klo ternyata saya tidak jadi mengambil rumah tsb, dan mencari rumah yg harganya dibawah atau sama dengan plafon kpr yg telah disetujui pihak bank?masih bisakah digunakan surat pemberitahuan persetujuan kredit saya untuk saya gunakan membeli di lokasi lain?mohon sarannya, mohon maaf apabila terlalu bertele tele. terima kasih.salam,,

      kprid responded:
      February 8, 2012 at 1:30 pm

      Kalau belum melakukan akad kredit tidak apa-apa, tapi uang booking fee biasanya hangus dan uang DP yang sudah masuk akan di kenakan biaya administrasi apabila terjadi pembatalan.

      Apakah pengajuan KPR dilakukan oleh anda sendiri atau dibantu oleh pihak pengembang? Kalau anda yang mengajukan anda bisa menginformasikan ke Bank bahwa anda akan mencari lokasi atau unit rumah yang sesuai dengan plafond dari Bank. Namung apabila pengembang yang mengajukan biasanya sudah ada kerjasama tertentu dalam hal ini dan kemungkinannya kecil apabila anda hendak menggunakannya di lokasi lain. Mungkin di satu lokasi yang masih di kelola oleh pengembang yang sama masih bisa.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rony said:
    February 8, 2012 at 11:26 am

    Selamat siang pak,
    Bisakah kita minta penurunan bunga KPR BTN sesuia dengan bunga bi rate sekarang telah turun. Bunga KPR saya 10.5% dari tahun 2009.
    Terima kasih

      kprid responded:
      February 8, 2012 at 1:32 pm

      Bisa, coba anda ajukan saja surat permohonan atau keberatan dengan suku bunga yang diberlakukan. Ditujukan kepada costumer care Bank dimana anda melakukan KPR. Beberapa rekan disini sebelumnya berhasil mendapatkan penurunan suku bunga.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anto said:
    February 9, 2012 at 9:54 am

    siang pak….
    mau minta tolong nih?
    saya anto, di pekalongan, …saya punya kpr bersubsidi dari bank btn mulai januari 2008… dan ada niat untuk menjual rumah tersebut. misal kalau saya ingin menjual ( mengembalikan ) ke bank btn tempat saya ambil kredit, kira kira bisa ngga?… atau ada solusi lain yang lebih menguntungkan selain menjual ke orang lain tetapi pakai perjanjian dibawah tangan…
    makasih sebelumnya…..

      kprid responded:
      February 9, 2012 at 11:04 am

      Kalau menjual atau mengembalikan ke Bank tentu saja tidak bisa. Mungkin solusinya bisa dengan melakukan over kredit. Biasanya kalau belum 5 tahun belum bisa dibalik namakan tapi disini saya melihat sudah hampir 5 tahun jadi kemungkinan nanti pada saat over kredit bisa langsung di balik nama kan.

      Untuk info lebih detail mengenai cara-cara over kredit, kebetulan ini ada artikel mengenai itu http://kprid.wordpress.com/2011/07/07/cara-over-kredit-rumah-kpr/?preview=true&preview_id=220&preview_nonce=aa5cb9a6b4

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nawawi said:
    February 9, 2012 at 5:28 pm

    Selamat sore….
    sudah menempati suatu perumahan daerah tangerang selama hampir 1 tahun, dan perum tersebut sudah berdiri selama 3 th,
    kondisi seluruh rumah sudah hampir seluruhnya penuh, yang kami pertanyakan :
    1. kapankah menurut peraturan pemerintahan fasilitas perum bisa dipenuhi oleh pihak develover?
    2. Sarah satu tetangga membeli kpr secara cash, kapan yang seharusnya sertifikat itu bisa didapat menurut peraturan kepemerintahan?
    3. bila terjadi seseuatu adakan pengaduan yang legal untuk menyelesaikan permasalahan – permasalahan?

    terima kasih

      kprid responded:
      February 10, 2012 at 11:27 am

      1. Setahu saya tidak ada peraturan pemerintah yang mengatur secara detail untuk masalah fasilitas dalam sebuah perumahan. Mungkin bisa di rujuk ke Undang-Undang Perlindungan Konsumen apabila memang ada fasilitas yang di janjikan namun tidak dipenuhi oleh pengembang.

      2. Biasanya 14 hari atau 2 minggu sertifikat sudah selesai, namun biasanya dalam sebuah perumahan banyak kendala karena mungkin sertifikatnya masih tergabung dalam sertifikat induk atau di lahan tersebut terdapat di sertifikat yang berbeda dan lain-lain. Maka faktor-faktor ini akan mempengaruhi proses lama atau tidaknya sertifikat selesai. Waktu 2 minggu itu berdasarkan informasi umum yang bisa kita dapatkan di BPN, tapi tidak ada peraturan pemerintah yang mengatur hal ini setahu saya.

      3. Pengaduan legal bisa coba di ajukan ke BPS&K (Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen) sebagai tahap awal, untuk kelanjutannya bisa tentunya kantor Lembaga Bantuan Hukum apabila melalui BPS&K menemui jalan buntu. Berikut website dari BPS&K http://bpsk-jakarta.blogspot.com/

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    samiyono said:
    February 11, 2012 at 11:44 pm

    salm jump . pak sy rencn mau ngmbil perumhan di mekarsari permai bln oktober 2011 dgn progam FLPP bunga 8,50 flat 15 thn dan akad kredit bln februari pertghan tetpi setlh dibln februari ini progam FLPP udh habis dan kita diikutin progam dari BTN yg bunga lebih tinggi dan SP3K yg udh ada g berlaku dan mncl SP3K yg baru dgn bnga lbh tinggi dan fix setahun aja g sperti perjanjian awal dan saya blm byr uang muka hnya boking fee aja untk jga2 seblm akad kredit smp skrg devoloper trs tlp saya mau lnjt apa tdk dgn kebijakan dari BTN dan saya jwb saya lanjut dengan catatan perjanjian seperti awal. pak saya mnta saran apa yg hrs lakukan untk menghadapi mslh sprti skrg mksh bnyk,,,

      kprid responded:
      February 13, 2012 at 10:07 am

      Salam jumpa juga Pak.

      Apa bapak sudah memeriksa sendiri ke Bank mengenai program FLPP tersebut? Kalau belum coba tanyakan atau cek langsung ke Banknya.

      Apabila ternyata informassi yang disampaikan oleh pengembang itu benar, maka sekarang kembali kepada keinginan dan kemampuan Bapak. Apakah dengan bunga yang tinggi itu Bapak sanggup atau tidak. Karena bisa saja setelah fix satu tahun itu fluktuasi bunga bisa naik lagi. Bapak juga harus memikirkan jauh kedepan akan kondisi keuangan Bapak jangan sampai Bapak lanjutkan namun pada suatu saat nanti ternyata Bapak tidak sanggup meneruskan pembayaran cicilan karena bunga yang tinggi. Disamping itu kalau ada keragu-raguan dalam hati Bapak saya rasa lebih baik tidak usah di lanjutkan. Dari pada di kemudian hari akhirnya membebani Bapak dan keluarga Bapak secara finansial. Lebih baik mencari rumah dengan biaya yang memang sesuai dengan kemampuan keuangan kita.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    julia said:
    February 14, 2012 at 10:11 am

    Pak, sy mau tanya, sy mau mengajukan KPR, tp saya pernah beberapa kali telat byr hutang KTA saya, tp waktu telatnya tdk sampai 30 hari, kira2 25 hari, apakah pembayaran KTA sy yg telat ini akan masuk di list BI dan apakah akan mempengaruhi pengajuan KPR saya?terimakasih

      kprid responded:
      February 19, 2012 at 11:42 am

      Kalau memang keterlambatan itu sering terjadi tentunya bisa membuat kurang baiknya catatan anda di dunia perbankan. Memang tidak akan sampai terkena BI checking namun akan memberikan penilaian yang kurang baik terhadap pengajuan KPR anda nantinya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    samiyono said:
    February 14, 2012 at 9:18 pm

    iya pak terima kasih untk saraanya , saya emang belum ngecek langsung ke bank BTN dan insya allah saya akan usahain untuk mengecek atas kebenaranya ,,,trimm

    syukur said:
    February 15, 2012 at 9:14 pm

    Saya mau mengajukan kpr atas nama saya, tetapi istri saya mempunyai masalah dengan perbankan. Dulu sebelum menikah istri saya mengambil kpr dengan jangka waktu 10th dan belum pernah ditempati sama sekali, tetapi setelah 5th berjalan karena kondisi rumah tidak layak tinggal akhirnya sama istri saya tidak dilanjutkan pembayaran KPRnya dan dibiarkan begitu saja sampai dengan sekarang. Yang mau saya tanyakan adalah apabila saya mengajukan KPR atas nama saya apakah track record istri saya mempengaruhi BI checking?

      kprid responded:
      February 19, 2012 at 11:49 am

      Pengecekan ataupun penilaian biasanya di lakukan terhadap orang yang mengajukan KPR, jadi seharusnya latar belakang istri anda tidak mempengaruhi KPR yang anda ajukan.

      Namun sangat disayangkan sekali kalau memang sudah ada masalah seperti itu, mungkin ada baiknya dicari solusi atau jalan keluar dari permasalahan KPR yang di alami istri anda. Coba konsultasikan dengan Bank dimana istri anda waktu itu mengambil KPR, mungkin mereka punya solusi yang baik sehingga nama istri anda bisa tidak terdata di BI Checking.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    doni said:
    February 15, 2012 at 9:20 pm

    Pak, mohon infonya..

    Saya + istri sama-sama PNS gol. IIIB..Kemaren saya & istri barusan wawancara dengan BTN.. Pemohon KPR atas nama istri Staff BTN yg mewawancara bilang : Kalo saya sayang istri , maka lebih baik pemohon KPRnya atas nama saya..

    maksudnya apa ya Pak ?

      kprid responded:
      February 19, 2012 at 11:55 am

      Mungkin sekedar merujuk anda sebagai kepala keluarga saja tidak ada maksud lain. Sebenarnya bisa atas nama siapa saja, mungkin pihak Bank melihat bahwa lebih idealnyalah anda sebagai kepala keluarga maju sebagai pemohon KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Joe Lianto said:
    February 16, 2012 at 4:12 pm

    Salam kenal pak…

    Ada beberapa hal yg ingin saya minta bantuan penjelasan dari Bpk…
    Saat ini saya sdg mengajukan KPR subsidi via BTN, tuk rumah type 36/60
    Adapun aku telah melakukan pembayaran antara lain = booking fee Rp. 1 juta dan UM sebesar Rp. 12,5 jt..
    2 hari yg lalu saya di tlp oleh pihak developer, bahwa akan dilakukan wawancara di Bank BTN, tapi sehari kemudian aku ditlp kembali dan diberitahukan bahwa BI Checking aku gak bagus,karena aku memang saat ini masih menggunakan kartu kredit dan masih ada sisa pinjaman, dan aku suka telat dalam pembayaran..
    Aku disarankan tuk cari nama lain, misal family-ku, tapi gak ada yg bisa bantu…

    Yang aku minta penjelasannya adalah :
    1. Jika aku tetap melakukan wawancara tsb (yg kemungkinan besar KPR aku tidak disetujui), dan hasilnya tidak lolos, apakah aku masih melakukan pengajuan KPR kembali ?
    2. Aku awal bulan depan, rencana menutup kartu kredit aku dan istri, apakah track record BI aku bisa menjadi baik kembali ?
    3. Dan jika aku tidak lolos di BTN, apakah UM yang sudah aku bayarkan ke developer dapat aku terima kembali sebesar yang telah dibayarkan ?

    Atas penjelasan yg akan diberikan, aku ucapkan terima kasih…

    Salam sukses selalu….Joe

      kprid responded:
      February 19, 2012 at 12:05 pm

      Kalau sudah ada hal-hal seperti sering telat dalam melakukan pembayaran dan itu terjadi berulang-ulang kali memang sulit sekali untuk bisa dengan mudah mendapatkan fasilitas KPR ataupun produk-produk pinjaman lain dari Bank. Apalagi kalau itu sudah masuk dalam track record kita maka semua Bank akan dapat melihatnya. Jadi seharusnya dari awal kita sudah menjaga track record kita dengan baik sehingga di kemudian hari kita tidak mendapatkan kendala dalam mengajukan KPR atau fasilitas pinjaman lainnya.

      Menjawab pertanyaan anda sebagai berikut;
      1. Untuk mengajukan KPR lagi tentunya masih bisa.
      2. Apabila di tutup dengan baik dan tidak meninggalkan tunggakan tentunya bisa membantu membuat track record anda baik kembali.
      3. Apabila memang terjadi pembatalan karena KPR tidak setujui uang muka bisa diminta kembali mungkin ada potong biaya administrasi biasanya. Sementara untuk booking fee biasanya tidak bisa.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    doni said:
    February 20, 2012 at 9:51 pm

    pak, mohon bertanya lagi

    developer kami bilang , dalam proses pembelian rumah dengan KPR kami nantinya, kami akan memperoleh AJB & copy sertifikat . maksudnya apa ya pak ?

    kata developernya, PPJB nggak dapet..

    mohon penjelasannya pak.. makasih banyak

      kprid responded:
      February 21, 2012 at 10:27 am

      PPJB = Perjanjian Pengikatan JuaL Beli, untuk PPJB ini biasanya antara pengembang dan konsumen, dibuat oleh pengembang setelah tanda jadi dilakukan. Sementara AJB dan copy sertifikat memang sudah merupakan hak kita sebagai konsumen menerimanya setelah proses akad kredit di lakukan. Jadi harusnya kalau memang saat ini anda sudah membayarkan uang muka biasanya PPJB sudah dibuatkan oleh pihak Pengembang. Apa memang dalam proses pembelian sudah langsung akan diadakan akad kredit?

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        doni said:
        February 21, 2012 at 8:33 pm

        kata developer, kami nanti ga dapat PPJB.

        PPJB dibuat kalo rumah belum dibangun. sementara rumah yang saya beli sudah ready stock (siap huni).

        Posisi kami sekarang tinggal menunggu keputusan dari BTN. kalo diterima nanti akan langsung akad kredit karena rumah sudah siap huni.

        Penjelasan dari developer : setelah akad kredit , akan ada cek fisik rumah, trus serah terima kunci.

        Apakah kami sudah berada di jalur yg benar pak ?

        kprid responded:
        February 22, 2012 at 11:52 am

        Syukurlah kalau memang rumah sudah siap huni. Kalau begitu saya rasa tidak ada masalah. Pastikan anda cek kondisi fisik rumah sesuai dengan spesifikasi yang telah ditawarkan. Karena apabila kunci rumah telah diserahkan kepada anda berarti rumah tersebut sepenuhnya sudah menjadi tanggung jawab anda. Pada saat ini apabila ada hal-hal yang kurang pada rumah tersebut sudah tidak menjadi tanggung jawab pengembang lagi.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dian said:
    February 21, 2012 at 2:07 pm

    pak, saya saya sudah pegawai tetap karyawan swasta penghasilan 2.9 jt nett/bulan dan ingin mengajukan permohonan kpr. dulu saya pernah bermasalah dengan kartu kredit namun satu persatu sudah di selesaikan dan saat ini masih ada 1 kartu lagi yg masih proses pelunasan tiap bulan nya . suami saya pekerja free lance dan income tiap bulan fluktuatif.apakah mungkin saya bisa mendapatkan fasilitas kpr bersubsidi dari bank dengan kond seperti ini (saya belum mempunyai rumah). mohon informasi nya pak, terimakasih

      kprid responded:
      February 22, 2012 at 11:19 am

      Kalau memang urusan kartu kredit sudah terselesaikan seharusnya kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan KPR masih ada. Mungkin nanti dalam pengajuannya menggunakan nama Ibu sementara Suami di masukan saja ke dalam hitungan join income. Jadi ada baiknya di coba saja dulu Pak jangan menyerah sebelumnya mencoba.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dan said:
    February 21, 2012 at 6:30 pm

    pa….
    mohon tny,ap org yg mmempunyai gaji 1,7
    bisa di ACC oleh pihak btn???

      kprid responded:
      February 22, 2012 at 11:41 am

      Keliatannya bisa Pak, di BTN ada produk yang memang di peruntukkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah. Bisa dilihat di websitenya BTN di sini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sar said:
    February 22, 2012 at 12:25 am

    pak saya ingin mengetahui sejauh mana keterlibatan sebagai pemilik rumah yang akan dibeli oleh pihak kedua dalam hal ini pembeli mengajukan kpr ke salah satu bank dan apakah pemilik rumah terlibat dengan bank yang dikarenakan sertifikat tanah dll dipegang oleh pihak bank

    saya khawatir ada penipuan yang mengatas namakan kpr
    dalam hal ini saya mohon penjelasan dari bapak
    terimakasih sebelumnya

      kprid responded:
      February 22, 2012 at 3:25 pm

      Maaf sebelumnya saya kurang memahami apa yang ingin di sampaikan. Saya akan berusaha menjawab sesuai dengan pemahaman saya. Jadi apabila kita hendak menjual rumah dengan cara over kredit sudah pasti pemilik rumah asli terlibat di dalamnya. Karena di perlukan penandatanganan atas dokumen untuk keperluan balik nama. Apabila penjualan di lakukan secara tunai tentunya pembeli pertama akan di informasikan berapa jumlah atau nilai harganya. Karena menyangkut jumlah pinjaman KPR yang masih ada di Bank tersebut.

      Jadi walau bagaimanapun bentuk transaksi penjualannya pihak Bank pasti akan menginformasikannya kepada pembeli pertama.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sar said:
    February 22, 2012 at 11:23 pm

    maaf sebelumnya atas pertanyaan saya yang tidak jelas, begini pak saya mempunyai rumah bukan dari btn dan kebetulan ada pembeli yang dananya bukan dari pembeli tetapi dia mengajukan melalui kpr dan aturan selanjutnya pihak bank mensurvey kerumah saya dan melihat dokumen sertifikat tanah dll

    yang ditanyakan apakah dokumen sertifikat tanah pemilik rumah ditahan oleh pihak bank selama proses berjalan / pihak pembeli menyelesaikan kreditnya ?

    dan setelah kprnya disetujui oleh bank apakah pihak bank juga menginformasikan kepihak penjual bahwa akan ada transaksi dengan pihak pembeli ?

    bila pencairan uang tsb tidak diketahui oleh pihak penjual saya khawatir ada unsur yang merugikan bagi pemilik rumah ( uang tidak ada dan sertifikat ditahan oleh bank )

    terimakasih pak atas penjelasan yang bapak berikan di forum ini

      kprid responded:
      February 23, 2012 at 10:42 am

      Pada tahap awal tentunya Bank akan memeriksa sertifikat ataupun dokumen yang berhubungan dengan rumah tersebut. Apabila KPR dari pembeli itu disetujui sertifikat ataupun dokumen akan tahan dan tentunya akan di lakukan proses balik nama atas sertifikat dan dokumen tersebut ke pihak pembeli. Setelah sebelumnya di lakukan pembayaran atas rumah tersebut kepada pihak penjual.

      Bank pasti akan menginformasikan apabila KPR pembeli di setujui, karena tahap berikutnya adalah dimana Bank akan mentransfer uang pembelian rumah dengan harga yang sudah di sepakati sebelumnya. Jadi Bank yang akan membayarkan pembelian rumah tersebut, sementara pembeli akan mencicilnya ke Bank melalui KPR.

      Jadi disini pihak penjual tinggal menerima uangnya saja. Prosesnya kurang lebih memang seperti itu. Sangat jarang sekali dan hampir tidak ada kasus-kasus penjual yang dirugikan. Apalagi Bank juga tentunya menjaga nama baik mereka sehingga sudah sangat pasti mereka akan melakukannya se-profesional mungkin.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nawawi said:
    February 23, 2012 at 9:08 am

    pak, saya mau tanya, 1.apa saja persyaratan dalam pembuatan sertifikat tanah? 2. apakah bisa terjadi bila developer melepaskan tangggung jawabnya sebelum finising, bila terjadi apa yang akan kita lakukan? 3.Apa saja fasilitas – fasilitas perum yang harus kami dapat? 4. langkah – langkah apa saja yang lakukan agar fasilitas tersebut bisa dikabulkan oleh pihak developer? karna kami kawatir salah melangkah yang mengakibatkan merugikan kedua pihak. terima kasih

      kprid responded:
      February 23, 2012 at 11:25 am

      1. Syarat-syarat untuk pembuatan sertifikat tanah sbb:
      Sertifikat, dalam hal ini karena perumahan biasanya sertifikat induk.
      Akte Jual Beli
      NPWP penjual dan pembeli
      KTP
      Surat Nikah
      Kartu Keluarga
      PBB terakhir atau pelunasan PBB 10Th terakhir.
      Namun ada baiknya coba di tanyakan lagi persisnya ke Notaris apalagi karena ini di perumahan tentunya sulit untuk memperoleh akses ke sertifikat induk.

      2. Kalaupun seandainya pengembang di nyatakan bangkrut pengadilan akan menunjuk seseorang atau lembaga (saya lupa istilahnya) yang akan mengurus segala urusan yang masih menjadi tanggung jawab pengembang. Jadi saya rasa tidak perlu khawatir akan hal ini.

      3. Fasiltitas perumahan yang di dapatkan tentunya sesuai dengan apa yang sudah di janjikan oleh pihak pengembang pada brosur mereka. Biasanya kebanyakan pengembang menawarkan jalan lingkungan yang baik, lampu jalanan, taman atau fasilitas. Apabila memang itu ditawarkan dalam brosur mereka maka kita sebagai konsumen berhak menuntut agar fasilitas-fasiliatas tersebut di realisasikan.

      4. Kita dapat melakukan teguran secara lisan maupun tertulis sebagai langkah-langkah menuntut hak atas fasilitas-fasilitas yang sudah di janjikan. Apabila memang tidak mendapat tanggapan, bisa menggunakan jasa hukum untuk mengirim somasi terhadap pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    daniel said:
    February 24, 2012 at 11:15 am

    Selamat siang Pak,

    KPR saya telah disetujui pihak bank dan tinggal menunggu proses akad kredit setelah cek keabsahan sertifikat selesai.

    Saya ada pertanyaan Pak. Namun saya ingin memberitahu sekilas tentang rumah yg akan saya beli.
    Rumah yg akan saya beli adalah rumah bekas milik tante saya sendiri seharga 250jt namun saya mengajukan ke bank seharga 350jt karena saya tidak memiliki cukup uang cash saat ini untuk bayar pajak dll. Alhasil, harga rumah yg disetujui bank hanya 330jt-an dan yg akan dicairkan 230jt-an.
    Pihak bank memberitahu bahwa saya (pembeli) harus membayarkan DP sebesar 30% ke penjual sebelum akad kredit, dan bukti pembayaran/transfer nya harus ditunjukkan pada saat akad kredit.

    Yang ingin saya tanyakan adalah:
    – Apa memang benar prosedurnya harus menunjukkan bukti transfer DP seperti ini pak saat akad kredit?
    – Karena minimnya dana yg saya miliki saat ini, apakah bisa saya mengakali dengan transfer tunai (bkn dari atm) ke bank penjual lalu esok harinya penjual tarik dananya kemudian diserahkan ke saya lalu saya transfer tunai lagi dan begitu seterusnya hingga nominal DP 30% nya tercapai?

    Mohon pencerahannya Pak.
    Terima kasih banyak….

      kprid responded:
      February 28, 2012 at 2:00 pm

      Kalau proses KPR memang biasanya begitu. Kalau yang pembelian melalui developer biasanya developer menyantumkan bukti pembayaran DP-nya.

      Saya rasa itu bisa saja dilakukan kalau memang penjual pun setuju dengan cara itu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anton said:
    February 26, 2012 at 3:31 pm

    salam kenal bapak?saya membeli rumah dan ikut program FLPP yang beberapa bulan lalu yang sempat berhenti..
    pada bulan november 2011, SP3K dari bank keluar dengan bunga 8.5% dan rencana dari developer bulan maret 2012 akan realisasi dengan pihak bank, pembeli dan developer..
    ternyata pada bulan februari 2012 bunga FLPP turun menjadi 7.25%..
    1. apakah pada saat relaisasi nanti bulan maret 2012 angsuran saya mengikuti bunga yang 8.5% ataukah yang baru 7.25% berhubung bunga FLPP turun bulan februari 2012?
    2. ANDAIKAN tetap bunga 8.5% saat realiasi, apakah kemungkinan bisa berubah menjadi 7.25% dan bagaimana caranya untuk meminta perubahan bunga FLPP tersebut?
    3. saya membeli rumah denga DP menggunakan jamsostek, kata developer saat realisasi nanti slain menyediakan biaya KPR pembeli jg menyediakan relaisasi yang jamsostek Rp.500.000,- yg harus dibayarkan ke Bank. apa benar bapak??mohon penjelasannya..
    terima kasih atas infonya??

      kprid responded:
      February 28, 2012 at 2:07 pm

      1. Mengikuti bunga yang 8.5% Pak karena pada SP3K turun bunga yang berlaku 8.5%.
      2. Coba anda ajuka surat permohonan keberatan atau peninjuan ulang terhadap bunga yang lama, karena yang baru lebih meringankan.
      3. Coba anda cek lagi ke pihak Jamsostek untuk hal tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dyah said:
    February 27, 2012 at 8:47 am

    pa, bulan nov 2011 saya mengajukan KPR subsidi dan bank telah melakukan survai dan wawancara. Tetapi sampai awal bulan februari belum ada kabar. Padahal informasi yang saya dapat untuk proses dibank memerlukan waktu paling lama 2-4 minggu. Ketika saya tanyakan kata developer masih dalam proses. Waktu itu memang lagi ruwet kemenpera dan btn sebagai bank penerima FLPP. Kemudian saya coba bicara sama pengembangannya. Setelah saya tanya-tanya KPR saya di acc tapi non subsidi dengan bunga anuitas sebesar 8,25%. Saat ini saya belum mengurus kembali meski sudah di acc, masalahnya saya tertarik perumahan subsidi itu karena bunga lebih ringan dan bunga dan angsuran tetap. Saat ini informasi yang saya dapat telah ada kesepakatan antar kemenpera dan btn masalah FLPP. Yang ingin saya tanyakan apakah KPR saya bisa diurus menjadi KPR subsidi karena awal pengajuan saya adalah KPR subsidi. Terima kasih

      kprid responded:
      February 28, 2012 at 2:11 pm

      Coba di ajukan ulang saja untuk KPR subsidinya, namun kali coba di urus saja langsung ke Bank yang ditunjuk menyediakan KPR subsidi. Dengan mengurus sendiri jadi informasi bisa lebih jelas di dapat. Seperti kalau tidak di setujui, paling tidak kita tahu atas dasar apa KPR subsidi kita tidak di setejui.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    doni said:
    February 27, 2012 at 8:01 pm

    pak, mohon bertanya lagi..

    biasanya proses normal KPR BTN berapa lama ya ?

    saya wawancara tgl 14 Februari kemaren…

    kira2 normalnya SP3K turun kapan ?

    trus kira2 akad kredit kapan ya ?

    terima kasih banyak infonya…

      kprid responded:
      February 28, 2012 at 2:12 pm

      Biasanya 2 – 4 minggu Pak, sementara akad kredit tentunya tidak lama setelah itu. Biasanya waktu untuk akad kredit akan di sesuaikan dengan waktu kita.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hermanto said:
    February 28, 2012 at 3:16 pm

    Pak Admin
    saya mendapatkan panggilan dari bank untuk wawancara kredit, biasannya apa saja ya yang di tanyakan?
    apakah bank akan telepon langsung ke kantor tempat saya bekerja?

    terimakasih

      kprid responded:
      March 1, 2012 at 11:13 am

      Biasanya yang ditanyakan seputar plafond kredit yang akan diambil, berapa lama jangka waktu kredit, kemudian juga di lakukan hitung-hitungan dari jumlah plafond kredit dan jangka waktu kredit yang akan memperlihatkan jumlah cicilannya. Kurang lebih seperti itu biasanya yang di lakukan pada saat proses wawancara.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    daniel said:
    February 29, 2012 at 8:20 am

    Pak mau tanya lagi, untuk perhitungan Pajak Penjual dan Pembeli diambil dari harga jual rumah atau harga NJOP rumah ya Pak?

    Terima kasih atas infonya…

      kprid responded:
      March 1, 2012 at 11:14 am

      Dari harga jual rumah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anton said:
    February 29, 2012 at 11:28 am

    sebelumnya terima kasih pak, karna pertanyaan saya langsung drespon tidak seperti web kemenpera..
    tanya lagi ya pak??
    untuk mengajukan surat permohonan keberatan atau peninjuan ulang terhadap bunga yang lama, 1) apa harus menunggu realisasi dulu pak?baru saya mengurusnya?ataukah seperti apa?
    2) apakah kemungkinan nanti bisa diturunkan suku bunganya pak?? 3) bisa minta drafnya pak untuk surat permohonan tersebut pak??trima kasih pak infonya..

      kprid responded:
      March 1, 2012 at 11:20 am

      1. Coba langsung aja Pak karena sekarang sudah bulan Februari jadi Bapak bisa mengajukannya terlebih dahulu baru nanti di realisasikan.

      2. Ada teman kita juga yang pernah mengajukan keberatan atas bunga KPR-nya di blog KPR-id ini, dan dia berhasil mendapatkan penurunan suku bunga. Jadi kemungkinan itu ada.

      3. Coba di cari ‘Masalah seputar KPR’ ini, saya lupa persisnya tanggal berapa. Waktu itu saya pernah posting contoh surat permohonan penurunan suku bunga.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    imelda agustina said:
    March 1, 2012 at 1:16 am

    Pagi,
    Sy adalah kreditor btn cirebon.sy mengambil perumahan bersubsidi dg lama angsuran selama 15 thn, rumah itu atas nama sy. Total kredit 49 juta, sy sdh mengangsur selam 12 bln. Skg sy sdh bercerai dg suami sy, dan sy tidak bekerja. Sy tidak lg mampu membayar angsuran. Mohon penjelasannya..apa yg harus sy lakukan pak?

      kprid responded:
      March 1, 2012 at 11:24 am

      Ibu bisa kirimkan surat yang menyatakan bahwa Ibu sudah tidak bekerja lagi dan tidak sanggup meneruskan KPR. Sehingga Bank mengetahui permasalahan ini. Penyelesaian lain Ibu bisa jual rumah tersebut dengan cara over kredit ataupun tunai. Apabila dengan cara tunai Ibu bisa memeriksa terlebih dahulu di Bank berapa sisa pokok pinjaman Ibu. Apabila sudah ada denda ataupun bunga, Ibu bisa mengajukan surat permohonan keringanan dalam pelunasan KPR Ibu. Sampaikan saja alasan-alasan yang sesuai dengan kondisi Ibu sekarang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Abas said:
    March 1, 2012 at 7:30 am

    Pak KPRID

    saya sudah wawancara untuk kpr btn subsidi
    yang saya tanyakan apakah benar DP mengurangi harga rumah, kalau iya kenapa developer melarang saya untuk mengisi nilai DP yang sudah saya setorkan ke developer, apabila nanti saat akad besaran DP saya lebih kecil dari yang saya setorkan ke Developer saya bisa langsung komplin ke BTN? besaran DP mempengaruhi cicilan rumah kan?

      kprid responded:
      March 1, 2012 at 11:27 am

      Betul Pak DP mengurangi harga rumah dan nantinya jumlah itu yang digunakan sebagai plafond perhitungan KPR Bapak. Semua informasi harus jelas disampaikan, apabila pihak developer melakukan hal tersebut, kemungkinan besar mereka hendak mengambil keuntungan lebih dari penjualan rumah tersebut. Karena memang besaran DP ini akan mempengaruhi nilai plafond yang akan di gunakan sebagai dasar perhitungan cicilan KPR Bapak. Makin besar DP tentunya makin kecil jumlah cicilan KPR-nya. Bapak harus tegaskan kembali hal ini kepada developer.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    doni said:
    March 1, 2012 at 7:35 pm

    mohon maaf Pak,

    bisa dijelaskan lebih detail tentang hubungan antara nilai DP yang tidak boleh diisi dalam permohonan KPR dengan developer yg ambil untung dari praktik semacam ini..

    misal : pembeli & developer sudah sepakat di awal , DP adalah 20 %.

      kprid responded:
      March 2, 2012 at 2:06 pm

      Terus terang saja saya juga baru mengetahui ada developer yang mengosongkan jumalah DP dalam permohonan KPR. Hal semacam ini tidak boleh terjadi, karena dengan dikosongkannya jumlah DP tersebut adalah tanda tanya besar. Apalagi pada formulir permohonan tersebut sudah bertanda tangan kita, yang berarti kita sudah menyetujui point-point yang ada dalam formulir tersebut. Apabila ada point-point yang di kosongkan tentunya sudah mencurigakan, apalagi dalam hal ini jumlah DP yang sangat mempengaruhi nilai cicilan KPR. Jadi saya rasa ada baiknya anda tanyakan kembali ke pihak pengembang maksud dari mengosongkan jumlah DP tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Vony said:
    March 5, 2012 at 11:49 am

    Siang, saya ingin meminta masukan dan sedikit bertanya masalah pengajuan KPR.

    Saat ini suami saya mengajukan pinjaman KPR ke bank BNI dan ditolak dengan alasan saya (istri) memiliki kredit macet di sebuah bank menurut BI Checking.

    Saya memang pernah mempunyai tunggakan kartu kredit yang tidak diketahui suami saya dan sudah saya lunasi semua tunggakan tersebut.

    Ketika suami saya menanyakan kebenaran masalah kredit macet tersebut saya jelaskan jika sudah saya lunasi dan saya pun meminta surat pernyataan tertulis dari bank saya.

    Dan meminta untuk pihak bank melakukan update data saya di BI karena saya telah melunasi tunggakan tersebut.

    Suami saya sendiri, history untuk kreditnya sangat bagus dan tidak memiliki tunggakan apapun.

    Pertanyaan saya:

    1. Apakah dengan adanya masalah kredit macet saya sebagai istri bisa berpengaruh besar untuk penolakan pengajuan KPR suami saya?

    2. Jika saya sudah melunasi tunggakan tersebut dan sudah ada surat pernyataan yang jelas dari bank saya bahwa saya sudah tidak punya hutang-piutang lagi, apakah pengajuan Kredit suami saya bs disetujui?

    3. Adakah hal yang bisa saya lakukan untuk membantu suami saya jika memang harus mencoba mengajukan pinjaman ke bank lain?

    Terima kasih atas bantuan dan masukannya.

      kprid responded:
      March 5, 2012 at 2:20 pm

      1. Kalau dengan joint income tentunya akan mempengaruhi penilaian Bank.

      2. Apabila sudah dilakukan pelunasan seharusnya tidak ada masalah. Coba di cek lagi ke Gerai BI terdekat apakah nama Ibu masih ada di BI Checking. Kalau masih ada mungkin minta Bank penerbit kartu kredit untuk menghapus nama Ibu dari list BI Checking. BI Checking juga bisa dilakukan secara online di sini.

      3. Coba di lakukan saran no. 2 untuk memastikan, karena apabila masalah BI checking belum beres ke Bank manapun akan mengalami penolakan. Apabila memang dalam pengajuannya memasukan joint income.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anton said:
    March 7, 2012 at 1:49 pm

    Slamat siang pak, mohon masukannya pak? karena rencananya untuk realisasi bulan akhir maret 2012.
    saya membeli rumah dan ikut FLPP pada bulan nov 2011, dengan plafon kredit 80jt dan bunga 8,5%..sekarang FLPP berubah dengan skema plafon kredi 63jt dengan bunga 7,25%
    pertanyaannya??
    1. apa bisa saya memohon untuk perubahan bunga 7,25% tetapi plafon tetap 80 jt, sehingga anggsurannya bisa turun..
    2. jika tidak BISA, bgaimana jika saya beralih ke bunga reguler katanya bunga reguler skrang 7,45 fixed 5thn..apakah saya perlu beralih pak, mohon perinciannya dan kelemahan maupun keuntungan dengan kondisi sekarang?trims pak..

      kprid responded:
      March 9, 2012 at 10:27 am

      1. Setahu saya besarnya plafond diatur oleh besarnya jumlah uang muka yang dibayarkan. Jadi bisa dicoba mengajukan permohonan untuk itu, tapi saya rasa jumlah uang muka akan berubah nantinya.

      2. Karena KPR ini adalah proses yang berlangsung dalam jangka panjang, mungkin ada baiknya dipertimbangkan setelah masa 5 tahun tersebut. Apakah bunga nanti tidak berubah secara siginificant? Karena banyak sudah kasus-kasus bunga rendah tahun pertama tapi pada tahun kedua kenaikan dapat buat debitur pusing tujuh keliling.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    jasmine said:
    March 8, 2012 at 9:45 pm

    saya peserta kredit kpr bank NTT sudah 4 tahun berjalan dengan angsuran lancar. namun sampai dengan saat ini rumah yang dijanjikan tidak saya peroleh. saya hanya mengikat kredit dengan pihak bank, tidak dengan pengembang. karena rumah belum sya peroleh pakah saya bisa meminta penundaan angsuran ke bank dan apa dasar hukumnya karena sampai sekarang bank tetap melakukan pemotongan

      kprid responded:
      March 9, 2012 at 10:44 am

      Apakah dengan pengembang sebelumnya menandatangani SPPJB? Karena SPPJB ini adalah pengikatan antara kita dengan pengembang selama rumah dalam proses dibangun. Bank biasanya tidak akan bersedia melakukan negosiasi seperti itu. Karena masalah tersebut datang dari pengembang, sementara pengembang sudah menerima uang dari Bank. Jadi dari sisi Bank, Bank sudah mengucurkan dana untuk kita, yang kita gunakan untuk membeli rumah. Masalah rumah tidak di bangun-bangun adalah urusan kita dengan pengembang.

      Saran saya coba datangi pengembang, tanyakan apa alasan mereka tidak membangun rumah yang kita beli. Tanyakan batas waktu mereka akan membangun dan melakukan serah terima atas rumah yang kita beli. Minta semua itu dalam bentuk tertulis jangan secara lisan saja. Apabila sampe batas waktu yang ditentukan mereka tidak menyerahkan bangunan yang kita tuntut mereka untuk mengembalikan semua uang kita yang sudah nmasuk dan membantu kita menyelesaikan KPR kita di Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    neni.yulianti said:
    March 9, 2012 at 6:26 am

    Saya ingin mengajukan KPR dan sy mempunyai DP 100jt rumah yang akan sy beli 285jt milik peroranggan dan tanah blm di splitcing itu menjadi kendala krn hanya bank niaga yg bs, apakah ada info bank lain? Setelah sy pengajuan ke bank niaga ditolak dgn alasan BI cheking ada pembayaran mencapai coll 5 pd 3 thn yg lalu lunas sy kaget krn waktu itu sy gadai emas di perusahan suami di Bank…. Dan teman suami yg handle setiap mau byr bunga jawabnya nanti saja skalian sampai akhirnya sy lunasi dan tdk menyangka aka seperti ini
    Saya dan suami sdh jd peg TETAP dgn gaji 2,5jt per/bln, mohon solusinya krn banyak uang booking yg terbuang krn sulitnya acc bank dan aturan hrs split terlebih dahulu dan kebanyakan mrk ingin perumahn yg sdh kerjasama dgn developernya,jd sampai saat ini sy sedang mencr info thx

      kprid responded:
      March 9, 2012 at 10:53 am

      Apa sudah mendatangi Gerai BI untuk memeriksa data-data sejarah keuangan anda? Coba datangi dulu Gerai BI di Jl. Thamrin. Hanya butuh waktu kurang lebih 1 jam kita sudah bisa melihat sejarah transaksi keuangan kita. Jadi sebelum mengajukan KPR ada baiknya di bereskan dulu kalau memang masih ada masalah-masalah yang tertunda. Namun butuh waktu 2 tahun baru nama anda akan hilang di BI checking, setelah tentunya kita sudah membereskan segala sesuatunya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    endah setyaningsih (@Endsetya) said:
    March 9, 2012 at 1:22 pm

    dear KPR-ID
    mohon penjelasanya mengenai KPR
    saya wanita single, pekerja swasta tetap dgn gaji 1,7jt (total take home).apabila sy ingin mengajukan KPR BTN,adakah kemungkinan diacc?
    dan apabila di acc.bilamana sy ingin mengambil KPR di kota A sesuai kota tempat sy bekerja, sedangkan KTP sy domisili di kota B.jarak kota A dan B (1jam ).apakah pengajuan tsb bs di terima BTN?
    trimakasih atas penjelasanya….

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 10:24 am

      Dengan penghasilan sebesar saya rasa cukup untuk mengajukan KPR dan masih ada kemungkinan untuk di setujui. Mengenai domisili saya rasa juga tidak terlalu masalah karena jarak kota pun tidak terlalu jauh. Jadi ada baiknya dicoba dulu dan mudah-mudahan berhasil.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    redi said:
    March 10, 2012 at 3:59 pm

    Mas admin saya mau nanya,,saya mau pengajuan KPR tp masalahnya tanah dan bangunan yg akan di beli belum di splitzing ,,informasi disini penjual adalah pengembang individu/perorangan yg tidak mempunyai kerjasama dengan pihak bank,,karena ktnya proses splitzing tersebut memakan waktu lama ( +- 6 bln) apa yg harus saya lakukan mas?? Saya punya SHM a.n Orang tua bisa dijadikan solusi ga? Saya dan istri kerja dan kary tetap,, terima kasih mas admin

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 10:35 am

      Memang proses pemecahan tanah cukup memakan waktu lama, minimal 6 bulan dan itu bisa juga lebih. Apakah memungkinkan apabila anda membayar DP terlebih dahulu ke penjual sehingga proses pemecahan tanah bisa dilakukan? Tentunya nanti di buatkan saja surat perjanjian jual belinya.

      Bisa juga dengan menjaminkan sertifikat orang tua anda untuk mendapatkan pinjaman sehingga anda bisa membayar secara tunai rumah tersebut. Namun karena disini anda sudah melibatkan orang lain khususnya orang tua anda, jadi ada baiknya di pertimbangkan terlebih dahulu secara baik-baik. Karena ke depannya nanti ini adalah merupakan proses yang panjang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    misni said:
    March 12, 2012 at 3:40 pm

    dear kpr id,trims bwt blogny.tolong ksh pencerahan donk.saya dan suami klo joint income 16 jt an.saat ini saya msh kredit mobil,baru berjalan 6 bln dari tempo 3 thn.saya rencananya mo ngajukan kpr bwt rmh sharga 180 jt,dp 36 jt.mungkin gag y kpr sy disetujui!?thx bwt jwbnny,saya tunggu…

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 10:40 am

      Saya rasa untuk cicilan rumah sebesar 3 juta masih bisa mencukupi dari sisa pendapatan anda setelah di potong cicilan mobil. Masih ada kemungkinan KPR anda bisa di setujui. Pada umumnya Bank akan menilai sebesar 30% dari pendapatan kita untuk menentukan kemampuan calon debitur.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Vony said:
    March 12, 2012 at 4:35 pm

    Sore Pak, saya ingin bertanya…

    Saat ini saya mau mengajukan pinjaman KPR, untuk persyaratan rumah sudah lengkap, hanya saja IMB dari rumah tersebut tidak ada, karena pemilik skrg juga tidak mendapatkan IMB dari pemilik sebelumnya dan rmh tersebut sudah berkali-kali ganti pemilik berdasarkan sertifikatnya.

    Sedangkan pihak developer sudah tutup.

    Pertanyaan saya :
    1. Apakah pengajuan KPR tetap bisa dilakukan jika tidak ada IMB?
    2. Bagaimana caranya saya bisa mendapatkan IMB dr rmh tersebut sedangkan pemilik sebelumnya pun tidak memilikinya?
    3. Apakah pihak bank juga akan meminta IMB asli untuk jaminan mereka selain Sertifikat?

    Terima Kasih.

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 10:46 am

      1. Tidak bisa.
      2. IMB bisa coba di ajukan di kantor kelurahan dimana rumah itu berada. Permohonan IMB diajukan secara tertulis kepada Kepala Dinas PU setempat dengan mengisi formulir yang telah disediakan akan diketahui oleh Lurah dan Camat setempat.
      Formulir dilampiri syarat-syarat sebagai berikut :
      1. Foto copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemohon;
      2. Foto copy Sertifikat Tanah atau keterangan tanah
      3. Surat Pernyataan tidak keberatan dari tetangga terdekat;
      4. Surat Pernyataan sanggup membuat peresapan air hujan;
      5. Gambar situasi dengan skala 1 : 500, 1 : 1000;
      6. Gambar rencana bangunan dengan skala 1 : 200, 1 : 100 atau 1 : 50 :
      a. denah bangunan;
      b. rencana pondasi;
      c. rencana sanitasi;
      d. rencana atap;
      e. tampak muka;
      f. tampak samping;
      g. tampak belakang;
      h. potongan melintang dan
      i. potongan memanjang.
      7. Perhitungan dan gambar konstruksi beton apabila bangunan memakai struktur beton bertulang dan bertingkat;
      8. Perhitungan dan gambar konstruksi baja apabila menggunakan rangka baja;
      9. Foto copy KTP perencana dan penanggung jawab penghitung konstruksinya yang namanya dicantumkan pada gambar;
      10. Foto copy pemilik tanah apabila pendirian bangunan bukan pada tanah milik sendiri.
      11. Surat Pernyataan kerelaan dari pemilik tanah apabila pendirian bangunan bukan pada tanah milih sendiri bermaterai cukup;
      12. Surat kuasa bermaterai cukup apabila pemohon diwakilkan;
      13. Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan (SPPL) apabila bangunan
      untuk tempat usaha;
      3. Ya. IMB asli akan diminta oleh Bank sebagai bagian pelengkap dari dokumen-dokumen yang dijaminkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    misni said:
    March 12, 2012 at 7:31 pm

    oiy td lp ngasih tau,cicilan mbl perblnny 4,3.kmrn mbl atas nama sy,krn sy yg diposisi kary tetap,suami sy br ja ganti t4 kerja.nah,kpr ini nantiny jg akan atas nm sy,dgn alasan yg sm dg d atas.apakah pihak bank akan mengabulkan kpr sy?oy,1 pertnyaan lg,apa sih plus minusny floating rate?trimz y kpr id..

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 10:49 am

      Keuntungan.
      Pada saat terjadi penurunan suku bunga pasar maka tingkat suku bunga kredit ikut turun. Tentunya ini akan memperkecil jumlah cicilan yang mesti kita bayar.

      Kerugian.
      Apabila suku bunga pasar mengalami kenaikan maka suku bunga kredit akan ikut naik. Apabila kenaikan suku bunga kredit cukup tinggi, tentunya akan memperbesar jumlah cicilan yang mesti kita bayarkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    andi said:
    March 13, 2012 at 11:50 am

    pak, saya sudah wawancara dengan BTN. tapi sampa sekarang kok belom ada keputusan hasil diterima atau tidaknya proses KPR saya ?

    kata marketing, kalo BTN emang relatif lama, karena konsumennya banyak..

    gimana Pak ?

    makasih

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 10:54 am

      Biasanya dari proses wawancara sampai hasilnya akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 minggu.
      Kalau memang begitu menurut staff marketingnya, bisa jadi kondisi itu benar, seperti kita ketahui sendiri mayoritas masyrakat apabila ingin mengambil KPR tentunya Bank BTN merupakan pilihan terbanyak. Saran saya mungkin coba bersabar saja dulu. Atau apabila ingin lebih cepat bisa coba ajukan di Bank lain.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sony said:
    March 13, 2012 at 8:35 pm

    met malem pak,

    saya sudah wawancara dengan bank , sepakat dengan skema DP 25% pengajuan KPR 75% selama 15 tahun.

    setelah SP3K turun , ternyata komposisi berubah , yang distujui bak hitungan DP cuma 20 % KPR 80 % selama 15 tahun.

    bagaimana ini Pak ? padahal maksud saya DP 25 % biar angsuran tiap bulannya bisa relatif kecil. eh… ini malah plafon kredit yang diberikan lebih besar dari pengajuan semula.

    dengan komposisi DP 20% KPR 80%, angsuran tiap bulannya jadi lebih besar.

    makasih atas penjelasannya…

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 11:00 am

      Hal seperti ini memang sering terjadi. Pada saat kita berhadapan dengan pihak marketing dari pengembang dan proses wawancara jumlah perhitung terlihat dibuat meringankan. Namun setelah itu bunga dan jangka waktu cicilan tetap Bank yang memutuskan, kita sebagai calon debitur tidak bisa memaksakan jumlah DP dan jangka waktu cicilan. Jadi ada baiknya ada coba ajukan saja terlebih dahulu surat permohonan untuk mendapatkan keringnan. Namun apabila itupun tidak berhasil, sebaiknya anda melihat kemampuan anda sendiri, apakah dengan mengikuti perhitungan yang dibuat Bank anda mampu? Apabila tidak ataupun ada keragu-raguan saya rasa lebih baik anda urungkan dahulu niat anda untuk mengambil KPR. Atau bisa juga dicoba di Bank lain, sehingga anda bisa mendapatkan perbandingan dari perhitungan-perhitungan tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Gunawan said:
    March 14, 2012 at 11:28 am

    saya suka blog dan info anda, pada kesempatan ini ane mau nanya nih dan tolong dibantu infonya. saya mengajukan kpr lewat bank btn, kami sudah pernah di wawancarai, dan kurang lebih 2 minggu kemudian info dari depeloper aplikasi saya sudah di acc, sehingga saya di minta setor dp 10 jt. total baru 12 jt, kami juga sudah tanda tangan di depan notaris untuk ajb nya, bangunan rumah juga sudah 75%, yang saya mau tanya adalah sampai saat ini pihak bank blm pernah lsg mengabari ke saya apakah benar aplikasi saya di terima atau tidak, terahir saya informasikan bahwa bulan april depan perusahaan saya akan bubar/tutup, namun hal ini belum saya beritahukan ke bank. jika hal ini saya beritahu apakah secara otomatis aplikasi saya dibatalkan?, jika itu terjadi apakah saya masih bisa meminta dp yang sudah saya setor ke depelopernya , makasih.

      kprid responded:
      March 14, 2012 at 1:52 pm

      Pada saat menandatangani AJB di depan notaris itulah biasanya yang disebut akad kredit. Apakah pada saat penandatanganan AJB tersebut anda juga menandatangani Perjanjian Kredit (PK)? PK ini ditanda tangani di hadapan petugas Bank. Apabila sudah, berarti KPR anda seharusnya sudah berjalan dan tidak lama setelah penandatanganan PK tersebutcicilan KPR dimulai. Lain halnya apabila anda hanya menandatangani AJB saja tidak barengi dengan penandatanganan PK berarti anda belum sepenuhnya melakukan akad kredit. Walau ini sudah terlambat, ada baiknya apabila ada info dari pihak pengembang mengenai KPR anda, anda langsung konfirmasikan ke pihak Bank mengenai info tersebut.

      Mengenai kondisi perusahaan anda, ada baiknya hal tersebut di informasikan ke Bank. Sehingga nantinya Bank bisa memberikan solusi terbaik buat anda. Namun apabila anda yakin akan mendapatkan pekerjaan pengganti dengan cepat saya rasa tidak ada masalah apabila anda tidak menginformasikan hal tersebut. Karena bagi pihak Bank yang penting anda menjalankan kewajiban anda yaitu membayar cicilan KPR. Begitu pula seandainya belum ada persetujuan dari pihak Bank mengenai KPR anda dan anda yakin akan mendapatkan pekerjaan pengganti saya rasa pihak Bank tidak perlu di informasikan dahulu. Toh seandainya apabila Bank menyetujui KPR anda tapi anda tidak menyanggupinya anda bisa membatalkannya. Selama anda belum menandatangani PK. Mungkin yang sulit adalah meminta uang DP anda yang sudah masuk ke pihak pengembang, biasanya pihak pengembang akan mengenakan biaya-biaya administrasi dan kita tidak bisa berharap mereka bisa mengembalikannya dengan cepat.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        Gunawan said:
        March 15, 2012 at 1:18 pm

        tanks verymuch ats infonya, semoga Tuhan memberkati anda, maju terus blog ini…

    sony said:
    March 14, 2012 at 8:20 pm

    malam pak,

    dari pihak BTN : SP3K yang sudah keluar DP 20% KPR 80% tidak dapat direvisi lagi (sifatnya final)

    kalau saya ingin menambah DP jadi 25% , disarankan setahun setelah masa angsuran (TOP UP).

    gimana Pak ?

      kprid responded:
      March 15, 2012 at 9:52 am

      Apakah anda bisa mendapatkan pernyataan tersebut secara tertulis dari pihak Bank? Jadi jangan hanya secara lisan, sehingga pada saat kita mengajukan setahuan setelah masa angsuran berjalan tidak ada alasan-alasan lagi dari pihak Bank. Di khawatirkan apabila secara lisan saja, pada saat kita hendak menambah DP muncul alasan-alasan lain.

      Selebihnya kembali kepada anda, apabila memang anda melihat kemampuan anda untuk ada, bisa anda lanjutkan. Namun apabila masih ada keragu-raguan mungkin lebih baik anda tunda dahulu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ramansyah said:
    March 15, 2012 at 4:48 pm

    sore pak, saya sudah melunasi dp kepada developer tapi sampai saat ini belum bisa angkat kredit dikarenakan terhambat oleh peraturan sukubunga kpr subsidi yang baru. padahal kalau saya baca info sudah ada kesepatan.pemerintah dengan pihak bank kenapa bisa begitu sampai kapan saya tunggu. terimakasih

      kprid responded:
      March 19, 2012 at 1:21 pm

      Apakah anda mengajukan KPR sendiri atau dibantu oleh pengembang?

      Kalau anda mengajukan sendiri coba tanyakan dengan pihak Bank apakah ada mungkin hal-hal yang menyebabkan KPR anda tidak disetujui. Sehingga paling tidak apabila ada kekurangan-kekurangan anda dapat dengan segera memperbaikinya.

      Kalau anda dibantu oleh pihak pengembang coba anda tanyakan langsung ke pihak Banknya. Jadi tidak usah menunggu kabar dari pengembang. Kalau perlu anda coba ajukan saja KPR-nya sendiri. Sehingga anda bisa mendapat kepastian dan kejelasan secara langsung.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        julia ramasari said:
        April 18, 2012 at 10:21 am

        maaf pak menyambung,,,,karena permasalahan saya sama dengan pak romansyah,,,,dengan alasan suku bunga,,,saya mengajukan KPR dari bulan November 2011,,,wawancara sekitar 3 bulan yg lalu dan tanggal 15 april kemaren tim survey dari bank BTN mensurvey tempat usaha saya,,,,,yang saya mau tanyakan tim survey itu mengatakan kl nanti saya di acc akan dapet subsidi atau tidak,,,sedangkan dari awal persyaratan rumah itu sudah bersubsidi dan suku bunganya flat,,,,tetapi dengan adanya perubahan suku bunga dr BI semua berubah,,,,,dan saya ditawarkan 2 opsi oleh developer,,,jika saya di ACC oleh pihak Bank,,,opsi pertama saya lanjutkan angsuran yg bersubsidi selama 2 tahun dan selanjutnya komersil,,,opsi kedua saya harus menambah 10 juta rupiah dengan angsuran subsidi,,,apakah itu benar adanya pak,,,?sebelumnya saya mengucapkan terimakasih

        kprid responded:
        April 19, 2012 at 2:06 pm

        Sepengetahuan saya kalau kpr subsidi (FLPP) ini berdasarkan penghasilan pokok maksimal calon debitur. Jadi apabila memang kita memenuhi kriteria kelompok sasaran tersebut maka kita berhak atas kpr bersubsidi tersebut. Kemudian mengenai adanya penambahan biaya agar kita bisa mendapatkan keringanan perlu di pertanyakan lagi. Kalaupun ada biaya biasanya lebih kepada biaya untuk pengurusan surat dan pajak. Saran saya ada baiknya anda tanyakan langsung ke petugas lain dibank bersangkutan atau cek di bank lain yang ditunjuk sebagai pelaksana KPR bersubsidi ini.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Dwi said:
    March 19, 2012 at 1:54 pm

    Siang, Pak. Saya mengajukan KPR BTN dg PUMP dari Jamsostek. Rumah yg saya ambil melebihi plafond rumah subsidi. Namun ternyata PUMP Jamsostek bisa digandengkan dengan KPR umum. SP3K dari BTN sudah keluar dan saya sudah membuka rekening di BTN dg saldo lebih besar dari biaya yg disebutkan di dalam SP3K. Saat ini rumah dl proses pembangunan. Namun sekarang saya ingin mengalihkan KPR BTN saya ke KPR BTN Syariah mengingat angsuran fixed selama masa pinjaman. Saya sudah menanyakan kpd BTN Syariah apakah KPR saya bisa dialihkan. Menurut pihak bank, itu bisa dilakukan. Saya diminta mengisi berkas dan melengkapi persyaratan lain (fk KTP, KK, NPWP, slip gaji, dll.) Pertanyaan saya, haruskah saya mengisi berkas BTN Syariah padahal SP3K dari BTN sudah keluar? Apakah prosedurnya memang harus demikian? Terima kasih banyak.

      kprid responded:
      March 20, 2012 at 3:42 pm

      Betul. Kurang lebih prosedurnya seperti itu. Walaupun satu Bank namun karena Bank BTN konvensional dan BTN syariah memiliki manajemen sendiri-sendiri maka caranya pun seperti apabila kita mengalihkan ke Bank lain. Namun tentunya dangan adanya SP3K dari Bank BTN akan memperudah proses peralihan tersebut di Bank BTN Syariah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    fandi said:
    March 20, 2012 at 1:46 pm

    dear kprid

    salam kenal,.saya mau tanya ni pak,.saya mau kpr melalui btn,lokasi sidoarjo,kami domisili malang.saya tertarik karena DP bisa pakai jamsostek,.jadi pembiayaanya dp nya dari jamsostek,.saya rencana nya joint income dengan istri atas nama isti saya,.nilai kpr dipotong jamsostek jadi Rp 88.500.000,.gaji istri saya sekarang Rp 2.300.000 dan gaji saya Rp 2juta,..yangbikin saya janggal,saya mempunyai cicilan motor sekarang tinggal 6 kali tapi bulan2 terahir ini sering terlambat karena lokasinya jauh dan tidak sempat membayar karena kerja,.tapi tetap dalam bulan itu membayarnya,.tapi dendanya tidak terbayar karena saya membayarnya lewat kantor pos,.yang jadi pertanyaan apakah mempengaruhi proses kpr kami,.berapa prosentase acc kredit kami melihat data diatas,.terimah kasih,.

      kprid responded:
      March 20, 2012 at 3:47 pm

      Mungkin yang anda khawatirkan dalam hal ini nama anda masuk ke dalam BI checking. Untuk nama kita bisa sampai masuk ke dalam daftar BI checking biasanya apabila sudah masuk kedalam kreteria kredit macet. Di BI sendiri ada tingkatan atau level status dari debitur berdasarkan laporan yang masuk ke mereka. Jadi dalam hal ini apabila ada keterlambatan pembayaran dan adanya denda-denda yang belum di bayar kemungkinan besar tidak akan mempengaruhi proses persetujuan KPR anda. Namun ada baiknya apabila memang merasa masih ada denda-denda yang belum diselesaikan saya rasa ada bainya di selesaikan terlebih dahulu sehingga membantu proses persetujuan KPR anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Asep Ismail said:
    March 21, 2012 at 10:59 pm

    Saya ber-KTP Jakarta tapi ingin membeli rumah di Jogja via KPR. Apakah bisa saya mengajukan KPR di bank di daerah Jogja?
    Terima kasih atas pencerahannya.

      kprid responded:
      March 22, 2012 at 11:04 am

      Harusnya tidak ada masalah dengan itu Pak selama kita masih di dalam negeri.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    budi yosa said:
    March 22, 2012 at 1:50 am

    Sya mengajukan KPR dengn ilustrasi sbb:
    -Hj 72jt
    -dp 2jt
    -sya diberi harga jual 68jt dgn pengajuan kpr 70jt(des 11).
    KPR saya di acc 68jt (feb 12)dan akan akad 26 maret 2012.Namun sya dpt info lanjutan katanya masih ada kurang pembayaran 1jt lg.Padahal sebelum pengajuan sya sudah konfrm masalah biaya dan dr pihak developer bilang klo sy di acc 68jt sya tidak perlu nambah bea apapun kec bea proses saja.Mereka bilang klo saya hrs ikut aturan baru 2012 bahwa setoran 2jt itu mencakup bea beli lahan 1jt dan booking fee y dianggap baru masuk 1jt,jd kurang 1jt lagi.Padaal perjanjian saya dan booking fee di des 11,Scheme baru ini ada di 2012.Apakah saya harus mengikutinya?Undang-undang apa yg harus saya gnakan sebgai perlindungan konsumen?Mohon dibantu undang2 selengkapnya ke email saya.Mengingat bukan hanya itu saja,tp dr ukuran bangunan kurang,spek bangunan tdk sesuai,bangunan blm slsai saja tembok sudah pada pecah(hasil kontrol tiap minggu),kayu jendela pecah dan berlubang,banyak kurangnya.Padahal dr awal bangun saya sudah sering kasih masukan ke developer mengenai kekurangan tersebut agar dikemudian hari tdk banyak komplain maupun perbaikan.Istlahnya sedia payung sebelum hujan.Tp nasihat saya tidak dianggap,pembangunan diteruskan tdk sesuai spek lah!Masa kayu eternit dipasang sblm genteng?gak lucukan?sudah kna hujan tiap hari hampir 1bln.Sya cek sudah rayapan.Sya komplain 2minggu dicuekin.Minta diganti bilangnya akan diganti cma yg rusak aja!padahal 1rumah smua kayu kehujanan.Klo rubuh saat lg tidur gmn?Tlg dibantu masukan nya sgra sblm tgl 26 maret 2012.mksh banyak sblmnya

      kprid responded:
      March 22, 2012 at 11:22 am

      Apakah informasi dari pengembang itu disampaikan secara tertulis? Apabila tidak mungkin bisa dimintakan dalam bentuk tertulis. Kemudian minta juga pihak pengembang untuk memperlihatkan bukti tertulis mengenai peraturan baru tersebut. Namun menurut hemat saya apabila semua hal tersebut sudah di pastikan pada saat sebelum KPR anda di acc harusnya itu sudah beres dan tidak perlu di bebankan kepada anda lagi karena peraturan tersebut baru diberlakukan sementara anda sudah “deaL” dengan pihak pengembang sebelumnya. Karena kita sebagai konsumen berhak mendapatakan informasi yang dan jelas. Berikut UU perlindungan konsumen tahun 1999 mungkin bisa anda pelajari lebih lanjut disini

      Apabila keluhan-keluhan yang telah anda sampaikan tidak di tindak lanjuti oleh pihak pengembang, saya rasa anda tidak usah melakukan akad kredit terlebih dahulu. Anda bisa sampaikan keluhan-keluhan yang tidak pernah di tindak lanjuti oleh pengembang itu sebagai alasan anda. Karena apabila anda sudah melakukan akad kredit sudah pasti akan menjadi lebih sulit untuk kita melakukan komplen atau keluhan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    martha said:
    March 22, 2012 at 8:14 am

    tolong bantuannya dari kprid,

    saya sedang dalam proses pengajuan kpa green bay pluit, dan sebentar lagi akan akad kredit, namun baru saja saya diberitahu dari pihak pengembang, saya diminta membayar bphtb(pemecahan sertifikat) di awal, yang membuat saya janggal adalah apartemennya saja belum selesai dibangun kok konsumen diharuskan membayar bphtb di awal, apakah kita bisa mengajukan keberatan pembayaran bphtb di awal?, tolong disertakan juga alasannya sebagai dasar pengajuan saya ke developer.

    pertanyaan yang kedua, untuk kpa, saya mengajukan tenor 6 tahun, yang mau saya tanyakan, apabila saya berencana melakukan oper kredit di bank lain di tahun ke-3 / ke-4, sedangkan sertifikat masih belum dipecah atas nama saya, apakah memungkinkan untuk dilakukan & apakah ada bank yang mau menerima?

    tolong saya dipandu mengenai tahapan-tahapan proses yang sebenarnya dari kprid ( tolong disertai dengan dokumen yang diperlukan dari pihak saya dan pihak developer ), mengenai pengajuan kredit apartemen, karena saya ingin terhindar dari masalah ke depannya.

    jika saya sudah melakukan tanda tangan SPK dari salah satu bank, dan ternyata saya ingin membatalkannya, apakah bisa dilakukan? (saya belum melakukan akad kredit)

    apakah saya bisa mengajukan kredit ke bank syariah untuk apartemen yang belum jadi dan sertifikatnya masih belum dipecah atas nama saya?

    terima kasih atas bantuannya.

      kprid responded:
      March 22, 2012 at 11:49 am

      Untuk biaya pemecahan sertifikat biasanya memang biayanya di minta di awal, sama halnya dengan KPR. Karena sekarang pun banyak pembelian rumah dilakukan secara indent karena rumah belum dibangun. Namun saya rasa ada baiknya untuk apartemen beli yang sudah jadi saja. Baik juga bila developernya anggota asosiasi seperti REI dan Apersi. Jadi, kalau ada masalah bisa minta bantuan asosiasi untuk mendisiplinkan anggotanya.

      Bisa di coba untuk memindahkan KPA ke bank lain, biasanya ada bank yang mau menerima perpindahan tersebut. Bahkan, kalau sertifikat rumah Anda ternyata belum dipecah oleh pengembang (masih berupa sertifikat induk atas nama pengembang), ada bank yang bersedia membantu membereskan hal tersebut. Namun mesti di ingat bahwa memindahkan KPA sama saja seperti mengambil KPR baru. Kita mesti menandatangani dan mengisi sejumlah formulir, menunggu kedatangan petugas bank yang akan menilai aset (rumah) Anda, dan lain-lain.

      Mengenai panduan untuk KPA kebetulan saat ini belum ada, namun mungkin panduan singkat mengenai KPR ini bisa membantu. Berhubung seharusnya KPR dan KPA tidaklah berbeda jauh untuk masalah prosedurnya.

      Pembatalan SP3K bisa saja dilakukan selama belum melakukan akad kredit.

      Bisa dicoba. Seperti yang sudah diutarakan diatas mungkin saja bank tersebut bisa membantu anda dalam proses pemecehan sertifikatnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    fandi said:
    March 22, 2012 at 12:37 pm

    dear kprid

    mungkin pertanyaan saya agak melenceng sedikit,.tapi mohon bantuannya pak,.saya berencana ambil kavling tanah,.versi orangnya sudah SHM,.dan minggu depan dijadwalkan ikatan jual beli,.dihadapan notaris mereka,.menurut bapak apakah itu udah sah dimata hukum,.apa tidak perlu klarifikasi kedesa ato bagaimana pak,.bukti apa yang kita pegang agar jelas kepemilikannya ntar,.trima kasih pak.

      kprid responded:
      March 22, 2012 at 1:22 pm

      Tidak apa-apa selama saya masih bisa membantu tentunya tidak ada masalah.

      Dengan adanya penanda tanganan Akta Jual Beli (AJB) di hadapan notaris itu sudah sah secara hukum. Apabila pembayarannya memang di lakukan secara tunai setelah penandatanganan AJB anda berhak menerima sertifikat asli dari penjual. Kemudian anda tinggal membalik nama kan sertifikat tersebut menjadi atas nama anda.

      Apabila memang anda merasakan adanya hal-hal yang kurang beres, anda bisa melakukan pengecekan terhadap tanah yang akan di beli tersebut ke RT/RW atau kekelurahan. Bahkan bila perlu anda dapat melakukan pengecekan langsung di BPN (Badan Pertanahan Nasional). Sekedar memeriksa apakah tanah yang dibeli sedang dalam sengketa atau tidak. Untuk memeriksa sertifikat itu asli atau palsu, sertifikat asli harus dibawa ke kantor BPN.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    fandi said:
    March 22, 2012 at 3:15 pm

    .maaf pak data saya kurang lengkap,.rencananya saya beli kredit,.menurut pemilik ntar ada ikatan jual beli apakah itu uda sah dimata hukum?,.jika meminta pengecekan ke kelurahan data apa aja pak yang diminta?.trima kasih pak sebelumnya,.sangat membantu saya dengan adanya blog ini,.

      kprid responded:
      March 22, 2012 at 4:46 pm

      Kredit langsung dengan pemilik atau melalui Bank?

      Kalau kredit dengan pemilik apapun itu selama sudah menandatangani AJB, jual beli tanah tersebut sah di mata hukum.

      Apabila kredit melalui Bank tentunya lebih aman karena sertifikat akan di jadikan jaminan oleh pihak Bank dan tentunya pihak Bank tidak akan sembarangan dalam mengecek kondisi tanah yang dijual. Disamping sahnya di mata hukum melalui penandatanganan AJB tersebut.

      Untuk pengecekan anda cukup meminta fotokopi sertifikat atas tanah tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ike puspita dewi said:
    March 22, 2012 at 4:04 pm

    ass.wr.wb
    pak,saya mau tanya…saya mau mengajukan kpr ats nama saya sendiri,gaji akan saya gabungkan dengan suami saya,tapi suami saya ada hutang di BRI…nah rencana mau ambil koprasi juga utk biaya adm,notaris dll dlm pengajuan KPR….apakah itu nanti di BI Checking kelihatan klo hutang di koperasi? mohon bantuannya…dan saya minta solusinya…terima kasih

      kprid responded:
      March 22, 2012 at 4:51 pm

      Setahu saya lembaga keuangan yang manapun bisa saja memberikan laporan ke pihak BI apabila ada debitur yang bermasalah. Namun untuk Koperasi saya rasa tidak akan sejauh itu. Lain halnya apabila memang suami anda debitur di BRI dan ada tunggakan atau kredit macet bisa jadi akan masuk laporannya ke BI.

      Sementara untuk pengajuan KPR sendiri atas nama anda dan apabila anda tidak ada masalah tunggakan seharusnya tidak akan mempengaruhi proses penilaian KPR itu sendiri. Jadi saya rasa tidak ada salahnya anda mencoba untuk mengajukan KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    taufik said:
    March 23, 2012 at 6:50 am

    kok coment saya hilang y pak,
    maaf kl double post

    sebelumnya sy bertanya mengenai bisa tidaknya proses akad kredit itu di undur atas permintaan pembeli dikarenakan masalah keuangan

    mohon tanggapannya pak
    terimakasih

      kprid responded:
      March 26, 2012 at 10:33 am

      Maaf Pak commentnya ada, cuma pake sistim approval, jadi harus saya approve dulu baru muncul.

      Bisa saja Pak, bapak tinggal ajukan saja surat permohonan untuk pengunduran proses akad kredit. Tapi ada baiknya mungkin alasannya yang diutarakan tidak mengenai masalah keuangan. Dikhawatirkan apabila demikian pihak bank malah membatalkan proses akad kredit. Apabila memang dirasakan masalah keuangan ini berlangsung cukup lama dan kedepannya pun masih jauh dari stabil, lebih baik proses KPR-nya dibatalkan saja dulu. Baru di ajukan kembali apabila kondisi keuangan Bapak sudah aman dan stabil.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        taufik said:
        March 26, 2012 at 8:47 pm

        makasih banyak pak atas jawabannya, sekalian mw tanya lagi, apakah dengan alasan listrik belum terpasang bs sy jadikan alasan Pak krn smp saat ini listrik blm juga terpasang d rumah yg rencananya sy beli

        kprid responded:
        March 27, 2012 at 10:03 am

        Kalau untuk masalah listrik sih sebenarnya menjadi tanggung jawab pengembang. Tapi tidak ada salahnya untuk dicoba.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        taufik said:
        March 28, 2012 at 8:40 pm

        cb sharing sedikit Pak, jd sy sdh wawancara di bank BTN dan kt yg mewawancarai “info kpr diterima atw g akan disampaikan via developer/marketing yg mendampingi saat wawancara”
        selang 2 minggu sy tanyakan k pihak developer mengenai progress KPR saya dan jumlah plafon yang di setujui dn katanya bapak hrs buka rekening dulu d BTN br bisa berkas d proses dn th jumlah plafon yg disetujui

        apakah mmg sprt itu pak prosedurnya , sy hrs punya rekening dl d BTN br bs th jumlah plafon yg disetujui dn stiap kali sy tanyakan k developer slalu d jwb dgn jawabn yg sama dn malah sy di desak untuk secepatnya buka rekening,

        trus trg sy mash baru berurusn dgn yg namanya KPR dn bank jd msh blm th apa2 , jd cenderung ikut apa kata developer

        mohon tanggapannya Pak
        trimakasih

        kprid responded:
        March 29, 2012 at 11:37 am

        Betul Pak. biasanya pada saat pengajuan KPR kita diminta untuk membuka rekening di Bank dimana kita mengajukan KPR.

        Kemudian apabila KPR kita disetujui pihak Bank akan langsung menghubungi kita, kemudian kita akan di minta menandatangani surat persetujuan kredit, yang didalamnya tertera rincian detail plafond pinjaman, bunga, jangka waktu dan angsuran. Biasanya pihak pengembang/developer-pun akan menerima surat pemberitahuan persetujuan kredit dengan rincian kurang lebih sama.

        Mungkin artikel ini bisa membantu menambah wawasan anda bagaimana kurang lebihnya prosedur KPR, http://kprid.wordpress.com/2012/03/22/panduan-singkat-mengenai-kpr/

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aswien said:
    March 23, 2012 at 10:41 pm

    salam kenal pak…

    saya sdh menerima SP3K dari Bank untuk pembelian rumah baru..

    dalam SP3K tsb, tidak dikenakan biaya Appraisal..

    knp ya Pak ?

    terima kasih

      kprid responded:
      March 26, 2012 at 10:49 am

      Ada bank yang transparan dan ada juga yang tidak. Coba tanyakan saja langsung ke pihak bank pak. Cuma memang tidak semua bank mau memberikan informasi detail.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

      kprid responded:
      March 26, 2012 at 10:50 am

      Ada bank yang transparan dan ada juga yang tidak. Coba tanyakan saja langsung ke pihak bank. Cuma memang tidak semua bank mau memberikan informasi detail.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    putri iswinarti said:
    March 24, 2012 at 7:23 am

    salam kenal pak. Mhn saran dan bantuannya. Saya dan suami blan januari lalu sdah mengajukan pembelian rumah di salah satu pengembang. Booking fee sbsar 3 jta. Lalu 2 minggu kmudian DP sdh harus masuk dan kami setor 42 jta. Booking fee tmsuk dp. Jd total dp 45 jta. Kami sdh dwawancara bank btn dan bii pd bln maret awal. Tapi, kami berencana membatalkn karena tiba2 sya mendapat rumah warisan dari orang tua. Apakah saya bisa membatalkan pengajuan tersebut? Berapa besar uang yg bisa diterima kembali? Mengingat booking fee terasuk dp, jika terkena sanksi administrasi, apakh dihitung 42 atau 45 jt? Apakah jika sudah wawancara dgn bank, uang bisa hangus semua? Maaf pertanyaannya banyak ya.

      kprid responded:
      March 26, 2012 at 10:55 am

      Selama belum melakukan akad kredit masih bisa dibatalkan. Booking fee biasanya hangus. Mengenai DP biasanya bisa kembali utuh, namun kembali kepada pihak pengembang dalam hal ini. Biasanya akan di kenakan biaya administrasi yang jumlahnya tergantung peraturan yang ada di pihak pengembang. Dibutuhkan kesabaran juga karena terkadang proses pengembalian DP ini akan membutuhkan waktu. Ini semua kembali apakah pengembang bekerja secara profesional atau tidak.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    edo said:
    March 24, 2012 at 8:59 pm

    kpr saya di tolak karena bi checking saya masih ada utang kartu kredit yg belum terselesaikan.. namun sekarang sudah sya bayar semua dan lunas tetapi kpr saya tetap di tolak.. mohon penjelasan tentang kpr dan bi checking. bank apa yang kira2 bisa membantu dalam pemudahan proses kpr nasabah yang punya record di bi checking? trm kasih..

      kprid responded:
      March 26, 2012 at 11:01 am

      Biasanya membutuhkan waktu 2 tahun sampai nama kita bersih di BI checking, terhitung dari tanggal penyelesaian terhadap masalah keuangan kita. Apakah anda sudah mendatangi gerai BI? Coba anda datangi gerai BI, kalau di Jakarta di Gedung BI di Jl. Thamrin. Hanya membutuhkan waktu setengah jam maka anda akan mendapat laporan keuangan perbankan anda. Disana akan terlihat apakah status hutang anda sudah lunas atau belum, apabila ternyata belum anda bisa menghubungi bank yang menerbitkan kartu kredit anda untuk meminta mereka mengupdate data laporan mengenai anda di BI. Namun setelah itu anda tetap membutuhkan waktu 2 tahun sampai nama anda bersih di BI.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    martin said:
    March 27, 2012 at 10:49 pm

    salam kenal , mhn bimbingannya , saya adalah salah satu konsumen yg mengambil kpr dari salah satu bank yg menpunyai suku bunga sangat tinggi . begini pa kebetulan saya ambil rumah kredit selama 15 thn , dalam 3 tahun pertama usaha saya terkena pailit hingga menimbulkan tunggakan kredit rumah yaitu 4 bln . lalu dr pihak bank langsung memanggil saya , tp bukan utk mencari solusi tp menyuruh saya membuat surat penyataan yaitu menyerahkan rumah saya kepada pihak bank tanpa ada pengembalian apaun jd secara sukarela , pihak bank memberikan saya tempo selama 6 bln utk menjual rumah saya tersebut . bilama mana dlm waktu yg ditentukan saya tdk dapat menjual rumah tersebut maka pihak bank akan langsung mengambil alih . pertanyaaan saya pa apakah emang dibenarkan hal seperti itu sementara saya tdk mendapat apapundr rumah . sementara saya sdh mengangsur kredit selama 3 thn …. ? mhn bimbingan terima kasih

      kprid responded:
      March 28, 2012 at 11:02 am

      Turut prihatin dengan kondisi dan apa yang sedang anda alami saat ini.

      Setahu saya, biasanya apabila ada kondisi sendiri pihak bank umumnya mau membantu memberikan atau mencarikan solusi terlebih dahulu. Untuk surat pernyataan mungkin ada baiknya jangan dibuat dulu. Karena ada solusi lain yang bisa anda lakukan apalagi bank sudah memberi anda waktu. Mungkin yang dimaksud dengan tanpa ada pengembalian disini adalah uang muka dan cicilan KPR yang sudah masuk. Namun apabila anda bisa menjual rumah anda di atas jumlah hutang tertunggak maka kelebihan penjualan itu adalah hak anda. Jadi seandainya nilai hutang tertunggak anda berikut bunga sebesar 150juta dan anda bisa menjual rumah anda sebesar 200jt maka kelebihan 50juta itu menjadi hak anda. Tapi apabila memang jumlah hutang tertunggak anda nilainya melebihi dari harga jual rumah tersebut biasanya bank memberikan solusi kepada kita mengajukan permohonan keringanan pelunasan. Dalam permohonan keringanan hutang tersebut anda bisa saja mencantumkan jumlah dibawah harga jual. Paling tidak ada sedikit jumlah lebih yang bisa anda peroleh. Namun semua itu kembali kepada persetujuan pihak bank di angka berapa jumlah yang menurut mereka pantas untuk pelunasan tersebut.

      Cara menjualnya sendiri anda bisa menerima pembayaran secara tunai atau dengan Take Over/Over Kredit. Sekarang kebanyakan orang akan membeli rumah dengan cara kredit. Berikut informasi mengenai menjual rumah secara over kredit http://kprid.wordpress.com/2011/07/07/cara-over-kredit-rumah-kpr/.

      Coba bapak tanyakan lagi ke bank apakah memang tidak ada sama sekali pilihan-pilihan seperti yang sudah saya uraikan diatas. Sehingga paling tidak ada sedikit informasi yang bisa anda sampaikan ke bank yang mudah-mudahan bisa membuat pihak bank mau memberikan solusi yang tidak merugikan anda. Semoga Tuhan memberikan kemudahan dan kelancaran kepada anda dalam menyelesaikan masalah ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    DODO said:
    March 28, 2012 at 1:23 pm

    Yth,

    Saya mau tanya, saat ini saya sedang kredit rumah selama 10 tahun dengan bunga 8,75% fixed setahun dengan cicilan hampir 4 juta/bulan dan sudah mau selesai dalam beberapa bulan, kemudian menjadi bunga floating. Pertanyaan saya adalah bagaimana sih perhitungan cicilan untuk sisa waktu 9 tahun kemudian jika bunganya floating.

    Mohon arahan Bapak jika asumsi bunga floating menjadi 14% dan kemudian setelah 6 bulan turun menjadi 12%.

    Saya bingung.

    Terima kasih

      kprid responded:
      March 28, 2012 at 1:46 pm

      Sedikit menjelaskan bunga floating/floating rate adalah suku bunga yang tidak terikat pada lamanya masa pembiayaan. Jadi suku bunga mengambang/berubah-ubah selama masa pinjaman.

      Mengenai perhitungannya mungkin anda bisa gunakan kalkulator di website berikut http://simulasikpr.com/ atau bisa juga menggunakan file excel ini http://kprid.files.wordpress.com/2012/03/simulasi-angsuran-kpr.xls. Anda tinggal memasukan pokok pinjaman, jangka waktu dan bunganya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Agha said:
    March 28, 2012 at 2:22 pm

    Dear KPR ID,
    Saat ini saya saya memiliki rumah dengan proses KPR melalui Bank BNI. Seiring berjalannya waktu, ternyata tempat di mana saya bekerja saat ini sedang mengalami masalah keuangan, yang pada akhirnya berdampak pada pembayaran gaji karyawan. Yang ingin saya tanyakan adalah sbb:
    1. Resiko apa yang akan saya terima atas keterlambatan pembayaran KPR tersebut, dimana cicilan KPR yang seharusnya saya bayar di bulan ini, baru akan terbayar pada 1-2 bulan ke depan.

    2. Jika pada akhirnya perusahaan tutup dan saya perlu waktu untuk mencari pekerjaan kembali, cara-cara apa yang sekiranya dapat ditempuh, agar rumah tersebut tidak sampai di sita oleh pihak bank.

    Demikian pertanyaan dari saya, mohon masukan mengenai hal ini, terima kasih.

      kprid responded:
      March 29, 2012 at 11:13 am

      1. Tentunya selain bunga anda pun akan dikenakan denda dan tentunya pihak Bank akan menelepon anda apabila terjadi keterlambatan dalam pembayaran. Disamping itu biasanya Bank memiliki peraturan apabila pembayaran tertunggak selama 4 bulan berturut-turut, maka Bank akan memanggil anda. Tindakan lain biasanya memasang tanda di rumah kita, bahwa rumah sedang dalam pengawasan Bank.

      2. Coba anda bicarakan dengan pihak Bank mengenai masalah yang anda alami, biasanya Bank akan membantu anda memberikan solusi yang mungkin bisa membantu meringankan permasalahan yang anda hadapi. Cara lain anda bisa menjual rumah anda dengan cara over kredit apabila memang sudah dikhawatirkan kedepannya membutuhkan waktu cukup lama untuk mendapatkan pekerjaan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dewi said:
    March 28, 2012 at 3:17 pm

    yth,
    saya mau tanya, alm.bpk mertua saya pernh mengambil kpr dan sdh lunas 1thn yg lalu (sekitar feb’11) d karenakan saat itu alm.mertua sy skt2an sehingga pengambilan sertifikat rmh kpr tsb jd tertunda sampai skrg,stlh sy tnyakan ke bank trnyata sertifikat tsb tdk ad dsna lalu sy cek ke developer pun lalu mereka bilng sertifikat pun sdh tdk ad dsna.Jd kmn saya hrs menghubungi bank/developernya?dan phk bank pun menyuruh sy utk mencari srt akad kredit sedang sy tdk phm spt ap srt tsb?apakah srt akad tsb kami yg simpan.

    mhn penjelasannya,

    terima ksh

      kprid responded:
      March 29, 2012 at 11:25 am

      Surat-surat dalam ini sertifikat rumah adalah tanggung jawab pihak Bank, yang tentunya melalui koordinasi dengan pihak pengembang (developer). Namun pihak Bank bertanggung jawab dalam pengawasannya.

      Mungkin yang dimaksud Bank dengan surat akad kredit itu Surat Perjanjian yang biasanya di singkat PK. Biasanya proses yang benar setelah melakukan akad kredit, pihak Bank akan mengirimkan salinan surat-surat tersebut. Seharusnya bapak mertua anda harusnya menerima salinan tersebut atau apabila tidak dikirimkan kita berhak menanyakannya dan memintanya ke Bank. Biasanya salinan surat-surat yang kita terima meliputi, Perjanjian Kredit, AJB, IMB dan sertifikat. Terkadang banyak konsumen KPR yang menggampangkan hal ini, karena KPR melalui Bank mereka merasa aman sehingga terkadang tidak melakukan pengecekan terhadap surat-surat itu.

      Apakah ada bukti-bukti pembayaran cicilan KPR-nya? Biasanya didalam bukti pembayaran dicantumkan nomer PK-nya. Mungkin dengan adanya nomer PK itu bisa melacak keberadaan surat-surat atau dokumen di Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Bang TeBe said:
    March 28, 2012 at 9:45 pm

    Saya ada tunggakan KPR sebesar 4 juta, dan pihak bank sdh mengancam rumah saya akan di serahkan ke bagian pelelangan. Berapa lama prosesnya ya? Maksud saya pengalihan dari bank ke lelang itu brp lama? Jika saya ingin membyr tunggakan sementara rumah sdh di lempar ke bagian lelang apakah msh bs di terima oleh bank?..
    Terimakasih.

      kprid responded:
      March 29, 2012 at 11:50 am

      Apakah anda sudah menerima surat secara resmi mengenai hal ini. Karena biasanya Bank akan mengirimkan surat terlebih dahulu yang menginformasikan mengenai tunggakan anda, yang kemudian intinya rumah akan di alihkan ke pihak ke-tiga. Sementara untuk jangka waktunya tergantung proses adminisitrasi internal di Bank.

      Apabila rumah anda benar diserahkan ke bagian lelang, maka status anda sudah masuk kredit macet, jadi kalau kita membayar tunggakan tersebut bukan berarti kita dapat melanjut KPR kita. Mau tidak mau kita harus melunasi hutang kita di bank untuk pinjaman pokoknya berikut bunda dan denda. Namun kita bisa mengajukan surat permohonan keringanan pelunasan hutang. Dalam permohonan keringanan pelunasan hutang tersebut anda bisa saja mencantumkan jumlah dibawah harga jual. Namun semua itu kembali kepada persetujuan pihak bank di angka berapa jumlah yang menurut mereka pantas untuk pelunasan tersebut. Apabila jumlah tersebut di setujui maka anda menjual rumah anda tersebut baik dengan cara tunai atau KPR lagi.

      Kebetulan beberapa waktu yang lalu ada yang menanyakan hal serupa, anda bisa melihat jawaban saya di tanggal 28 Maret 2012.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Bang TeBe said:
    March 29, 2012 at 2:33 pm

    Brp lama wkt dari tunggakan yg di lempar ke bag lelang sampai waktunya di lelang? Apa di semprot dl? Apakah bank tdk mau menerima pembayaran pelunasan tunggakan jika sdh di lempar ke bag lelang?
    Mohon jwbannya, trims

      kprid responded:
      March 29, 2012 at 2:45 pm

      Untuk waktunya sendiri di masing-masing Bank berbeda-beda tergantung permasalahannya. Terkadang ada kasus-kasus yang sertifikatnya belum jadi pada saat debitur sudah masuk dalam status macet. Apabila kelengkapan surat-suratnya belum ada maka Bank tidak bisa melelang rumah tersebut. Ini hanya satu contoh permasalahan mungkin banyak permasalahan yang lain sehingga bisa menyebabkan tertundanya waktu pelelangan. Jadi ada baiknya anda coba tanyakan langsung ke pihak Bank berapa lama jangka waktu pelelangannya tersebut.

      Seperti yang sudah saya utarakan sebelumnya, apabila rumah kita sudah dinyatakan masuk bagian pelelangan berarti status kita sudah masuk kredit macet. Jadi kita sudah tidak dapat meneruskan KPR kita lagi walaupun dengan melunasi tunggakan kita. Apabila yang anda maksud melunasi semua pinjaman anda berikut bunga dan dendanya Bank tentunya mau menerima itu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ari s. said:
    March 30, 2012 at 9:32 pm

    Saya PNS, memiliki penghasilan 4,5 jt/bulan,masih memiliki pinjaman konsumtif di sebuah Bank, istri juga PNS berpenghasilan 2 jt/bulan,kami berencana mengajukan KPR dengan join income. Apakah ada peluang KPR bisa disetujui? Terima kasih

      kprid responded:
      April 3, 2012 at 10:49 am

      Peluangnya tentu ada, apalagi kalau juga kalau pinjaman konsumtif masih dibawah 30%. Karena umumnya pihak bank akan menilai sebesar 30% dari total pendapatan kita sebagai salah satu penilainnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Budi abenk said:
    April 2, 2012 at 7:44 am

    Surat-menyurat Apa yang di minta pihak bank saat wawancara

      kprid responded:
      April 3, 2012 at 10:52 am

      Surat-surat atau dokumen-dokumen persyaratan KPR biasanya sudah diserahkan sebelum wawancara. Jadi pada saat wawancara tidak ada lagi penyerahan surat-surat atau dokumen-dokumen. Dalam wawancara biasanya lebih ditanyakan alasan mengambil KPR, berapa penghasilan kita dan kemudian juga di jelaskan perhitungan cicilan KPR serta jangka waktu cicilan sesuai kemampuan kita.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    arsedi2003 said:
    April 2, 2012 at 6:19 pm

    saya ikut KPR bank BTN dengan program FLPP, sp3k keluar bulan nov 2011..bulan april ini saya mau relaisasi, tapi pihak bank tidak mau dkarenakan flpp yg saya pakai masih 8,5% (FLPP lama) saya diminta untuk membuat srt pernyataan beralih ke bunga konvensional/reguler..saya kaget kenapa sp3k yg dikeluarkan pd bln nov 2011 dianggap tidak berlaku??jika mmg flpp dg skema baru dterapkan, knp yg lama tdk diakui??kebijakan macam apa ini, seharusnya yg lama biarkan berjalan??jujur sy merasa drugikan dg kebijakan seperti ini??
    APA BENAR FLPP LAMA SUDAH TIDAK BERLAKU LAGI DENGAN ADANYA FLPP BARU (1 maret 2012)??
    jika sudah tidak berlaku SP3K saya, tolong bapak saya mohon dibuatkan surat keberatan (tolong kirim ke emal saya arsedi2003@yahoo.com)
    mohon penjelasannya, apa yg akan saya lakukan pak??trima kasih

      kprid responded:
      April 3, 2012 at 10:59 am

      Sudah ada beberapa teman-teman yang menyampaikan permasalahan serupa. Apalagi SP3K sudah keluar yang seharusnya mengikuti apa yang ada dalam SP3K tersebut. Mungkin untuk teman-teman yang mengalami hal serupa bisa bergabung dan bersama-sama mengajukan keberatan kepada pihak bank. Biasanya kalau sendiri-sendiri mungkin kurang begitu diperhatikan oleh pihak bank.

      Mengenai surat keberatan juga sudah pernah saya posting disalah satu jawabannya saya, mungkin bapak bisa coba cari di halaman “Masalah KPR” ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Andy said:
    April 3, 2012 at 8:37 pm

    Salam kenal pak.

    Saya ada pertanyaan seputar PPJB. Apakah memungkinkan untuk mengajukan KPR ke bank jika rumah yang ingin kami beli hanya ada PPJB?

    Sebagai informasi : rumah yg saya maksud itu sedang dalam tahap pembangunan dari developer (Developernya cukup ternama) dan rumah dijadwalkan akan serah terima bulan Oktober ini. Saya berencana untuk membeli rumah ini dari pembeli pertama.

    Terima kasih atas responnya. Salam

      kprid responded:
      April 5, 2012 at 11:44 am

      Kalau dengan PPJB tidak bisa Pak karena ini sifatnya hanya sebuah perjanjian pengikatan antara pembeli dengan pengembang. Untuk dapat mengajukan KPR harus sudah ada sertifikatnya.

      Coba anda tanyakan kepada pembeli pertama, apakah sudah terjadi akad kredit atau belum. Apabila belum, mungkin anda dan penjual bisa menghubungi pengembang bahwa proses pembelian rumah di alihkan ke anda. Begitu juga apabila sudah terjadi akad kredit maka nanti dilakukan over kredit dari penjual (pembeli pertama) kepada anda.\

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Putri handayani said:
    April 4, 2012 at 10:22 am

    Gaji suami aku 5jt,mau kpr rumah ternyata cicilannya 2jt an kira2 disetujuin ga yah ama bank?

      kprid responded:
      April 5, 2012 at 11:49 am

      Biasanya bank akan menilai 30% dari penghasilan kita sebagai salah satu penilaian dalam persetujuan kredit. Dalam hal ini jumlah gaji suami anda memenuhi kreteria tersebut. Jadi tidak ada salahnya untuk dicoba.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    indra said:
    April 4, 2012 at 11:45 am

    Moderator yang saya hormati:
    Saya adalah seorang pegawai swasta, yang karena suatu hal laju income saya menurun karena posisi perusahaan sebelumnya sudah tidak memungkinkan lagi sehingga ada proses pemutusan kerja, to the point selama 5 tahun mengunakan Bank Syariah dengan angsuran 1.6350.000 saya selalu lancar membayar dan tidak pernah terlambat, hanya pada selepas 5 tahun tersebut ada permasalahan atau terjadi tunggakan.

    Saya ingin mengajukan oper kredit ke bank lain tetapi tidak bisa karena sudah masuk di SID BI dan masuk dalam kategori antara 3 dan 4, sebenarnya hanya kurang 47 juta kalau melakukan pelunasan dipercepat, dan sekarang saya dengan daya kemampuan financial yang ada hanya mampu untuk angsuran 1 juta perbulan.
    Pertanyaannya:
    1.Bagaimana cara untuk mengajukan pinjaman, dengan jaminan surat tanah yang sudah ada di Bank? tanpa harus tergantung dengan SID dari BI
    2. Adakah cara lain supaya rumah tersebut dapat saya miliki?
    atas bantuannya saya ucapkan terima kasih

      kprid responded:
      April 5, 2012 at 3:35 pm

      1. Apabila sudah masuk dalam daftar BI checking sudah sulit dan sangat tidak memungkin bagi kita untuk dapat mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan manapun apalagi perbankan.

      2.Satu-satunya cara agar dapat mengurangi risiko kerugian ialah dengan menjual rumah kita. Sehingga paling tidak ada sedikit uang yang kita masih bisa dapatkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    kentusesolo said:
    April 4, 2012 at 12:57 pm

    Kebetulan ada uang saya langsung melunasi kpr di btn dan saya dpt shgb bukan shm jadi bagaimana cara mengubah shgb ke shm. Terimakasih

      kprid responded:
      April 5, 2012 at 3:52 pm

      Peningkatan HGB menjadi SHM bisa melalui bantuan Notaris atau melakukan pengurusan sendiri dengan mendatangi kantor pertanahan setempat. Tentunya untuk keperluan ini kita harus menyiapkan dokumen-dokumen pelengkap seperti AJB (Akta Jual Beli) yang sudah disahkan notaris; surat keterangan dari kelurahan bahwa rumah/tanah tidak dalam sengketa; surat dari kecamatan setempat tentang peruntukan bangunan ataupun surat ukur; salinan KTP (Kartu Tanda Penduduk); salinan Kartu Keluarga; salinan PBB (pajak bumi dan bangunan) terakhir; surat pernyataan tidak memiliki tanah lebih dari lima bidang dan luasnya kurang dari 5.000 m2. Menunggu Pengumuman dari Kantor Pertanahan kemudian membayar Biaya Peningkatan HGB Menjadi SHM yang jumlahnya tergantung harga NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah. Adapun formula besar biaya tersebut sebagai berikut: 2% x (NJOP Tanah – 60 Juta).

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    taufik said:
    April 5, 2012 at 1:17 pm

    mau tanya, bphtb itu dibayr sebelum akad kredit atau setelah akad kredit dan apakah saya wajib membayar bphtb itu jika rumah belum slesai dibangun

      kprid responded:
      April 5, 2012 at 3:54 pm

      Biasanya dibayarkan sebelum akad kredit dan tetap berlaku walaupun rumah dalam kondisi indent.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ninie said:
    April 5, 2012 at 3:14 pm

    mohon informasinya, apa benar untuk persyaratan diberikannya flpp, salah satunya antara lain adalah, untuk akses jalan sudah harus di aspal, jaringan listrik dan air sudah terpasang. Terima kasih

      kprid responded:
      April 5, 2012 at 3:58 pm

      Saya rasa bukan untuk FLPP saja, semua bentuk pengajuan KPR baik baru ataupun rumah seken memang akses jalan adalah merupakan salah satu persyaratannya. Bahkan apabila kita menjamin sertifikat rumah kita untuk renovasi akses jalan masih merupakan salah satu persyaratannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Fransisca Lisdianawati said:
    April 8, 2012 at 8:24 pm

    pak, sebenarnya mana yang lebih untung, mengangsur bertahap pokok angsuran kpr di btn atau take over ke bank lain yang bunganya lebih rendah?

      kprid responded:
      April 9, 2012 at 3:15 pm

      Ya tentunya dengan mengangsur secara bertahap karena disini kita hanya di bebankan jumlah pokok pinjamannya saja. Namun biasanya mengangsur seperti ini tidak melalui bank karena langsung dengan pengembang. Disamping itu jangka waktunya pun terbatas tidak bisa selama KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dwi said:
    April 11, 2012 at 10:54 pm

    pak, saya mau tanya….pas kebetulan ada teman yang mao menjual rumah lamanya tapi tidak ada imb, sedangkan saya ingin mengajukan kpr untuk membeli rumah tersebut. apakah imb bisa menyusul di bank? dan kalaupun mau membuat imb dalam jangka berapa lama bisa siap dan apakah harganya mahal? terima kasih…..

      kprid responded:
      April 18, 2012 at 2:16 pm

      Sepertinya semua persyaratan sudah dilampirkan di awal saat pengajuan KPR.
      Lama prosesnya kalau sesuai prosedur kurang lebih 20 hari. Sementara biaya tergantung bentuk bangunannya itu sendiri. Biasanya Notaris bisa membantu pembuatan IMB.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    pumarlin said:
    April 12, 2012 at 3:27 pm

    mohon informasinya tentang form surat pengajuan keberatan atas suku bunga KPR,krna status KPR saya sudah 2thn,dari 9,75 flat 2 thn,sekarang naik menjadi 12,50…mudah2an dengan pengajuan surat keberatan atas suku bunga saya bisa disetujui..trima kasih sebelumnya

      kprid responded:
      April 18, 2012 at 2:21 pm

      Kebetulan sudah ada salah satu rekan yang meminta contoh suratnya di salah satu jawaban saya dan disetujui oleh pihak bank. Coba anda cari mundur di salah satu jawaban saya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sugi hartono said:
    April 13, 2012 at 8:20 pm

    Mlm,,, ak seorang wira usaha yg mengajukan kpr btn, 3 hari yg lalu tmpt usaha saya d survei tadi siang ak d tlp lg dr BTN untuk skedar inpormasi hasil survei, pertanyaan saya adalah: apakah sesudah survei dan hasil survei itu apa ada kmukinan d stujui dr bank btn. Itu saja prtanyaan sya, soalnya bru kli ini saya ngjukan KPR BTN. Thanks tlong d bls

      kprid responded:
      April 18, 2012 at 2:27 pm

      Biasanya memang setelah survey kita akan mendapatkan informasi disetujui atau tidaknya KPR kita. Namun mengenai berapa lamanya tidak bisa ditentukan dengan pasti.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    julia ramasari said:
    April 16, 2012 at 11:03 am

    pak saya seorang honorer sedang mengajukan KPR type 22/60 di tangerang,,,tetapi dr awal pihak developer tidak bisa dengan status saya (honorer),,,jd saya memakai usaha ibu saya ( limbah Industri),,,dari harga KPR 99 juta rupiah saya harus melunasi uang muka sebesar Rp. 16.600.000 termasuk booking fee 2 juta rupiah (sudah Lunas),,,(KPR bersubsidi),,,saya mengajukan KPR dari bulan November 2011,,,,seharusnya februari kl lancar sya sudah di survey,,,karna ada peraturan baru KPR dari BI sempat terhenti,,,karena antara Bank dengan pihak pengembang blm fix tentang suku bunganya,,,,seitar 3 bulan kita tergantung informasi,,,dan bulan minggu 15 april kemaren ada tim survey dari BTn ingin survey tempat usaha dan akkhirnya bertemu di tempat usaha,,,,tetapi saya jujur tentang satatus sy sebagai honorer,,,karena sy kurang mengerti,,,malah surveyor itu blg kl bisa honorer ngajuin KPR,,,tetapi sudah telanjur sy masukin data tersebut,,,waktu wawancara seh sy mnguasai,,,tetapi kan kl survey kita ketauan pa,,,yang saya ingin tanyakan,,,apakah kira2 permohonan KPR saya bisa di acc ya pa dengan masalah saya seperti itu,,,,

      kprid responded:
      April 18, 2012 at 2:31 pm

      Setahu saya memang pegawai dengan status honorer tidak mungkin akan mendapatkan persetujuan dari bank untuk KPR ataupun bentuk-bentuk pinjaman jangka panjang lainnya. Namun karena disini anda sudah menggunakan usaha orang tua anda sebagai status seorang wirausaha maka harusnya apa yang ada sampaikan ke petugas survey dari bank tidak mempengaruhi penilaian bank. Jadi masih ada harapan KPR anda bisa di setujui.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    onik said:
    April 16, 2012 at 2:20 pm

    saya mo nanya saya sudah ngambil KPR di bank X tp ternyata setelah 2 tahun proses sertifikat rumah saya belum jadi.hal ini diketahui ketika saya coba minta copi surat2 rumah yg jadi jaminan di bank.setelah saya hubungi pihak bank malah ada kabar buruk bahwa notaris yang menangani surat rumah saya kena black list…Aduh jd saya bingung.yang saya tanyakan apakah nantinya kalo ada masalah semisal surat2 rumah saya tidak diurus notaris malah berimbas pada saya yang harus mengurus?. Ato apakah pihak Bank akan mengganti dan mengurus lg dr awal dengan notaris yg baru?thanks infonya

      kprid responded:
      April 18, 2012 at 2:34 pm

      Kasus seperti banyak sekali terjadi. Masalah seperti ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab pihak bank sebagai pengawas akan proses pengurusan dokumen-dokumen rumah tersebut. Jadi anda bisa menanyakan hal itu kepada pihak bank, apalagi di awal anda sudah membayar biaya untuk pengurusan surat-surat. Disamping itu saat ini masih menjadi debitur di bank tersebut, jadi pihak bank harusnya memberikan solusi atas masalah yang anda hadapi tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    faradhey said:
    April 16, 2012 at 3:58 pm

    yth kprid,
    Mohon saran.

    Saya usia 44 tahun, karyawan sebagai Eksekutiv senior di Perush swasta.
    Saya berniat top up. skarang masih ada outstanding KPR di CIMB Niaga 90juta. (KPR 120 juta, sejak 2008. tenor 10tahun) nilai agunan (rumah saya sendiri) berkisar 375juta. Saya berencana mau ambil top up sebesar 350jt dan setelah dipotong sisa 90juta, akan saya pakai buat menutupi pinjaman dadakan dari 2 KTA (kredit tanpa agunan) dan kartu kredit. Sisanya skitar 150 juta mau saya belikan rumah cash dan saya pakai buat jual beli/tabungan.

    Lebih baik saya pindah bank (take over) atau tetap di Niaga dan minta 10 tahun tenor ?

    Terima kasih.
    salam hormat,

      kprid responded:
      April 19, 2012 at 1:39 pm

      Mengenai hal ini anda perlu melihat apakah dengan pindah bank akan memberikan keuntungan yang lebih atau tidak. Dalam hal ini tentunya suku bunga KPR menjadi faktor utama, bisa yang float atau fix. Float suku bunga berubah-ubah sementar fix tentunya suku bunga tetap selama jangkan waktu cicilan. Apabila Bank CIMB Niaga masih cukup bersaing di banding bank lain tidak ada salahnya ada tetap di bank tersebut. Karena pada saat perpindahan nanti pasti akan ada biaya-biaya yang harus di keluarkan lagi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    elsa gustania said:
    April 17, 2012 at 4:24 pm

    saya elsa pak dari padang,saya mau tanya tentang KPR Subsidi dimana ya saya bisa dapat info developer yang udah bangun KPR subsidi di padang.saya sangay berminat

      kprid responded:
      April 19, 2012 at 1:45 pm

      Coba anda datangi atau tanyakan ke bank yang ditunjuk sebagai pelaksanannya, daftar banknya bisa di lihat disini

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hermanto said:
    April 18, 2012 at 9:29 am

    pak Admin kprid

    saya ikut program FLPP bank BTN dan SP3k sudah keluar, yang saya tannyakan
    1. untuk pembayaran biaya asuransi kebakaran/jiwa tidak di tagih, tapi saya baca artikel di internet katannya biaya asuransi sudah termasuk dalam komponen bunga, berarti asuransi kebakaran/jiwa bisa di klaim apabila terjadi sesuatu yg tidak di harapkan, benar apa tidak pak?
    2. setelah SP3K keluar, akad kredit biasannya berapa lama lagi di lakukan?

    terimaksih kprid

      kprid responded:
      April 19, 2012 at 1:49 pm

      1. Coba ditanyakan langsung ke pihak bank untuk lebih pastinya, karena ada juga yang dibayarkan diawal.

      2. Bervariasi lamanya, tergantung dari pihak bank biasanya. Saya saran untuk sering-sering menanyakannya ke pihak bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    pingky said:
    April 18, 2012 at 4:08 pm

    mau tanya….

    kalo overkrdit ke bank lain…tp blm sertifikat….masih PPJB…apakah bisa??? makasi

      kprid responded:
      April 19, 2012 at 2:10 pm

      Kalau masih PPJB dan belum akad kredit mungkin bukan over kredit namanya tapi coba mengajukan KPR di bank lain. Tapi kalau sudah melakukan akad kredit tidak bisa, biasanya ada waktu yang sudah ditentukan oleh Bank baru setelah itu kita bisa pindah ke bank lain.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    noor said:
    April 19, 2012 at 9:31 am

    Saya berencana mo beli rumah second, tapi rumah itu masih KPR di bank (belum lunas). Pemilik rumah memberi kelonggaran pembayaran bertahap bisa sampe 6 bulan. Artinya pemilik rumah menghendaki pembayaran setengah dari harga rumah dulu untuk dia melunasi KPR di bank, baru kemudian sertifikat keluar dari bank, pembeli (saya) bisa melunasinya.
    Pertanyaan saya:
    1. Bagaimana sebaiknya proses yang saya lakukan? apakah pada waktu pembayaran pertama yang akan digunakan oleh pemilik rumah untuk melunasi kreditnya, bukti pembayarannya hanya cukup dengan kuitansi saja ataukah bisa lewat notaris?
    2. Jika proses pembayarannya diangsur dalam jangka waktu 6 bulan, bagaimana mengamankan transaksi ini? Apakah notaris bisa mengakomodasi transaksi semacam ini?
    3. Kira-kira biaya apa saja selain harga rumah yang harus dibayar oleh pembeli?
    4. Mohon tipsnya untuk membeli rumah second.
    Mohon maaf jika pertanyaan saya terlalu banyak. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

    edwin said:
    April 19, 2012 at 11:08 am

    Salam,
    Saya bermaksud menyelesaikan kPR-BTN BOGOR yang macet dan mengajukan keringanan dari total 31 jutaan menjadi 20 juta dan mendapat disetujui, cuman karyawan bank BTN minta fee 1 juta, saya sangat keberatan karena saya anggap tidak benar kalau saya memberi. jadi sampai saat ini tidak dapat respon dari pihak BTN.
    Pertanyaan saya apa yang harus saya perbuat?.

    Salam

      kprid responded:
      April 19, 2012 at 2:29 pm

      Ini kembali lagi kepada anda, memang hal-hal seperti kadang ada saja. Kalau memang anda ingin bersikap tegas anda bisa menghubungi pihak bank dan melaporkan hal ini secara ataupun tertulis. Tentunya anda pun harus siap karena akan membutuhkan waktu yang cukup lama. Apalagi kalau kita tidak memiliki bukti-bukti akan adanya hal-hal semacam ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    edwin said:
    April 19, 2012 at 10:02 pm

    terima kasih atas tanggapannya. Kalau bukti tertulis memang belum ada tetapi secara lisan via telepon oknum karyawan bank-BTN Bogor dengan jelas meminta saya menyiapkan 1 juta. Ini tidak logis dan sangat tidak etis, di satu sisi posisi debitur dalam keadaan kesulitan tapi di sisi lain malah dimintai uang (kalau tidak dapat dikatakan meras).
    Apakah memang demikian cara kerja (prosedure) yang harus dilalui. Terima kasih atas tanggapannya.

    Salam
    Edwin

      kprid responded:
      April 20, 2012 at 10:10 am

      Tentu saja tidak sesuai prosedur. Biasanya dalam persetujuan keringanan pelunasan biasanya di cantumkan secara detail biaya-biayanya? Apakah anda sudah mendapat surat persetujuan tersebut dari bank. Kalau belum coba hubungi bank dan coba minta orang lain saja yang bisa membantu anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    edwin said:
    April 20, 2012 at 9:19 pm

    Terima kasih atas tanggapannya, mengenai surat pemberitahuan dari Bank belum ada baru melalui telepon dan saya sudah ke bank dan katanya menuggu keputusan direksi (?) dan saya diminta membuat surat permohonan keringanan lagi dengan tulis tangan, tambah bingung lagi saya.
    Terima kasih atas tanggapannya.

    Salam
    Edwin

      kprid responded:
      April 23, 2012 at 11:33 am

      Selama belum ada pemberitahuan secara tertulis sama artinya belum ada persetujuan secara resmi dari bank untuk surat permohonan yang kita ajukan. Coba anda ajukan saja hal ini kepada bagian pengaduan di bank bersangkutan. Sehingga semuanya menjadi jelas dan anda pun bisa menyelesaikan masalah anda dengan tenang sesuai dengan prosedur.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    awang said:
    April 24, 2012 at 7:52 am

    Ibu saya mengajukan kredit rumah di cirebon , dengan nilai harga rumah kl 70jt, ada subsidi kl 3-4 jt, plafon kredit sekitar 66jt… menurut informasi ibu saya bahwa uang yang harus diabyarkan semua adalah kl 7jt (sudah lunas) namun saat ini ibu saya belum bisa menempati rumah tersebut karena developer beralasan bahwa bank penyedia kredit hanya menyetujui nilai plafon kredit nya (kl kami harus bayar lagi 12jt, dan katanya untuk kekurangan dan segala macamnya), dengan kasus diatas kami merasa dijebak dan tidak sesuai fakta awal yang mana kita membayar maks. 7 jt sudah dapat menempati rumah tersbut.
    bagaimanakah sebaiknya menyelesaikan kasus diatas,
    1. apakah bisa dibatalkan pengajuan kredit tersebut?
    2. biaya apa saja yang biasanya hilang dalam pembatalan kredit tersbut? dan saya baca di brosur mereka apabila membatalkan pengajuan kredit setelah akad akan dipotong biayanya sebesar 50% dari uang yang sudah masuk, sedangkan kami merasa belum akad karena keberatan adanya tambahan biaya tersebut. mohon advice nya pak.

      kprid responded:
      April 24, 2012 at 11:03 am

      Yang harus dibayar selain uang muka adalah biaya pajak dan pengurusan surat-surat, dimana ini memang dibebankan kepada konsumen/calon debitur. Coba di tanyakan langsung kepada bank pemberi kredit, minta rincian dari biaya tambahan yang harus di keluarkan itu.

      1. Pengajuan kredit bisa dibatalkan karena masih dalam tahapan pengajuan dan belum ada akad kredit.
      2. Yang pasti hilang ada biaya booking fee, sementara untuk uang muka seharusnya utuh namun biasanya ada saja pengembang yang mengenakan potongan biaya. Kalau akad itu apabila kita sudah menandatangani perjanjian kredit dengan bank yang juga biasanya di barengi dengan menandatangani Akta Jual Beli di hadapan notaris. Apabila ini semua belum dilakukan berart berlum terjadi akad kredit.

      Jangan kita terlalu cepat percaya dengan iklan-iklan ataupun tawaran-tawaran yang kita dapat dari pengembang. Tanyakanlah terlebih dahulu secara mendetail sehingga kita tidak terjebak oleh tawaran-tawaran tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    zeba said:
    April 24, 2012 at 11:53 pm

    Salam kenal KPRId,
    Kami telah menempati kpr yαπg kami ambil 5 th yαπg lalu, skrg suami saya dpt tugas dan sυϑαƗƗ berada di luar negeri. KPR atas nama suami saya. Karna sy dan anak2 harus pindah menyusul suami sy, kami berencana oper kreditkan kpr tsb. Msh ada sisa cicilan 5 th lg, sy mohon arahannya, kira2 bagaimana caranya dan apa saja yαπg dokmn yαπg hrs sy siapkan (menyangkut suami saya pasti tdk ϐisα hadir dlm ptemuan dg pembeli dan notaris, jg pihak bank, pdhl KPR atas nama dia). Trm ksh sblmnya. Wassalam

      kprid responded:
      April 27, 2012 at 10:52 am

      Ini ada artikel cara-cara untuk over kredit rumah http://kprid.wordpress.com/2011/07/07/cara-over-kredit-rumah-kpr/. Tapi setahu saya nanti pada saat akad kredit suami ibu harus hadir karena tidak bisa di wakilkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    elis said:
    April 25, 2012 at 10:45 am

    salam, setelah melakukan akad kredit dokumen apa saja yang seharusnya kita terima selain yang dijaminkan di bank, PPJB bersifat sementara atau selamanya

      kprid responded:
      April 27, 2012 at 10:53 am

      PPJB sifatnya sementara apabila emang rumah yang dibeli dalam keadaan indent (atau belum dibangun). Namun biasanya untuk rumah yang sudah siap huni langsung akad kredit. Hanya PPJB saja kalau memang kondisi rumah indent, selain itu dokumen lainnya sesuai dengan yang di jaminkan di Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    fajar said:
    April 25, 2012 at 7:20 pm

    Dear KPRID,

    saya salah satu debitur KPR-BTN, sejak 2006 dan saya memutuskan untuk tidak melanjutkan KPR saya, pada tahun 2007, di karenakan saya pindah tempat kerja. dan semua dokumen perjanjian masih saya pegang. pada hari ini 25-april-2012 dokumen , perjanjian di minta kembali oleh Pihak Bank BTN, beserta kopi KTP, KK dan surat nikah. semua sudah saya serahkan (tanpa tanda trima), orang BTN nya bilang bahwa, setelah ini nama saya akan bersih dari BI checking. apakah benar seperti itu? mohon pencerahannya.

    Terima Kasih
    Fajar

      kprid responded:
      April 27, 2012 at 11:04 am

      Apakah pada saat anda tidak meneruskan KPR anda melaporkan hal tersebut ke pihak Bank? Karena dengan tidak meneruskan KPR dalam hal ini tidak membayar lagi cicilan berarti anda menunggak cicilan dan akan terkena bunga dan tentunya denda. Apabila memang kondisinya demikian maka pihak bank tentunya akan membuat laporan ke pihak BI mengenai kondisi tunggakan anda.

      Mengenai dimintanya dokumen-dokumen bisa jadi Bank telah menyita rumah anda dan akan melakukan pelelangan terhadap rumah anda. Seharusnya anda meminta pihak bank secara tertulis mengenai keperluan mereka akan dokumen-dokumen yang diminta tersebut dan tanda terima sebagai bukti anda. Coba anda sekarang lakukan pengecekan di BI untuk status anda. Dan kemudian tanyakan kepada pihak apakah nama anda sudah bersih di BI checking. Setelah itu anda bisa lakukan pengecekan di BI lagi untuk memastikan bahwa benar nama anda sudah tidak ada.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Andy said:
    April 26, 2012 at 4:16 pm

    kprid yg sy hormati,

    Apa yg dimaksud dengan covernote?
    Apakah dengan covernote yg dikeluarkan oleh pihak developer, dapat menjamin bank untuk mengeluarkan dana KPR walaupun rumah masi dalam status tanah/belum dibangun/sedang dalam proses naik bata?

    Terima kasih,
    Andy

      kprid responded:
      April 27, 2012 at 11:07 am

      Dalam istilah kenotariatan arti dari cover note adalah surat keterangan, yakni surat keterangan yang dikeluarkan oleh seorang Notaris yang dipercaya dan diandalkan atas tanda tangan, cap, dan segelnya guna untuk penjamin dan sebagai alat bukti yang kuat.

      Jadi bila debitur hendak mengambil kredit di Bank dan barang yang akan dijaminkan itu masih dalam proses roya, sedangkan Bank baru akan mencairkan kredit bila barang yang dijaminkan telah selesai di roya fidusia terlebih dahulu, maka salah satu solusi agar kredit itu dapat dicairkan oleh Bank, yaitu Notaris akan mengeluarkan cover note yang berisi keterangan bahwa sertifikat kepemilikan atas barang itu sedang dalam proses roya dan apabila telah selesai di roya maka akan disetor ke Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Eva Jayanti P said:
    April 29, 2012 at 8:26 am

    Kami membeli rumah di BGG pengembang riscon realty. Pembangunan rumahnya sangat mengecewakan, tidak sesuai standar riscon, karena menggunakan kontraktor baru.
    Kami mengetahuinya saat sudah naik dinding, pihak developer setuju bangun ulang tapi tidak dari pondasi, sedangkan kami tidak mengetahui pondasi seperti apa. Kami pakai KPRS Muamalat.
    Bagaimana prosesnya kami menginginkan membatalkan pembelian rumah dan kprnya,karena sudah tidak sreg dan kecewa. Terimakasih

      kprid responded:
      May 3, 2012 at 11:28 am

      Apabila sudah menandatangani Perjanjian Kredit dan Akta Jual Beli di hadapan Notaris maka tidak bisa dibatalkan. Alternatif solusinya bisa dengan menjual rumah tersebut, bisa dengan over kredit ataupun secara tunai yang jumlahnya bisa melunasi pokok pinjaman anda di bank. Untuk ini mungkin anda bisa minta bantuan pihak pengembang untuk menjual rumah tersebut.

      Apakah anda sudah menandatangani Surat Berita Acara Serah Terima rumah? Apabila belum itu lebih baik. Jadi dengan begitu rumah tersebut masih menjadi tanggung jawab pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    suci said:
    May 1, 2012 at 6:52 am

    salam, mau nanya tentang konstruksi legal dari KPR apa y? mungkin peraturan peraturan yang berkaitan dan tatacaranya secara garis besar seperti apa, makassi

      kprid responded:
      May 3, 2012 at 11:31 am

      Untuk masalah seputar legal mengenai KPR saya tidak menguasainya karena apa yang saya tuangkan pada jawaban-jawaban saya adalah berdasarkan pengalaman-pengalaman saya dan yang saya baca dari media cetak ataupun elektronik.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    fandi said:
    May 2, 2012 at 2:00 pm

    Pak saya saat ini sedang mengajukan kpr bank.. Smua surat2 sudh tidak ada masalah.. Gaji saya 3.5 jt per bulan.. Tetapi masalahnya saya belum genap berusia 21 tahun.. Saya masih bekisar 19 th jalan 20an.. Nah setelah itu saya di tlp oleh pihak devloper bahwa kpr saya di tolak karena umur saya tidak memadahi.. Padahal saya merasa saya sanggup.. Bagaimana menurut bapak. Apa yang harus saya lakukan?

      kprid responded:
      May 3, 2012 at 11:34 am

      Persyaratan dalam KPR adalah usia minimum 21 tahun. Ini sudah tidak bisa di ganggu gugat karean sudah menjadi persyaratan utama. Saya saran anda bersabar saja dahulu. Sambil menunggu usia anda cukup, anda bisa menabung yang hasilnya nanti bisa anda gunakan untuk membayar uang muka rumah. Makin besar uang muka yang kita bayarkan tentunya akan memperkecil jumlah cicilan tiap bulannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nikko said:
    May 3, 2012 at 9:12 am

    salam kenal KPRID, langsung aja saya mau tanya berapa hari proses akad kredit bisa dilaksanakan setelah proses appraisal..kebetulan saya mengajukan di bank BTN, saya beli rumah second (bekas) proses appraisal sudah terlaksana tapi kenapa untuk proses akad kreditnya belum ada pemberitahuan juga ya..padahal sudah 1 minggu lebih, apakah penolakan dari pihak bank ada pemberitahuannya? terima kasih sebelumya..
    best rgd,
    nikko

      kprid responded:
      May 3, 2012 at 11:37 am

      Dalam hal seperti ini anda harus aktif menanyakannya ke pihak bank. Karena memang biasanya apabila kita menunggu saja suka lama. Di khawatirkan karena banyaknya yang mengajukan KPR bisa jadi proses kita tertunda. Biasanya kalau sudah appraisal membutuhkan waktu 1 atau 2 minggu. Tapi ada baiknya coba anda tanyakan ke pihak Bank sejauh mana proses KPR anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rudy said:
    May 4, 2012 at 7:12 am

    Saya mengajukan kpr tahun 2011 di Bank Mandiri ini sudah berjalan 1 Tahun Lebih dengan harga Rumah 140 Juta saya menyetorkan uang muka sebesar 30% jadi hutang kpr saya di bank sebesar 98 Juta selanjutnya saya mau bayar lagi sebesar 65 Juta gimana cara perhitungannya apa iuran yang saya bayar selama 1 Tahun lebih itu tetap terhitung atau engga mahon penjelasanya Terimak kasih Rudy Tarakan

      kprid responded:
      May 7, 2012 at 2:51 pm

      Tetap terhitung. Jumlah yang akan anda bayarkan tersebut akan mengurangi jumlah pokok pinjaman sehingga akan memperkecil cicilan per bulannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    suryana said:
    May 4, 2012 at 10:42 am

    salam kenal…
    saya mau menanyakan masalah oper kredt.
    saya KPR di BTN mulai nopember 2006 dengan bunga 15% pinjaman 49 juta selama 15 tahun . sampai sekarang april 2012 cicilan sudah 65 kali (± 4.5tahun). saya belum pernah menanyakan langsung ke BTN maslah oper kredit. saya mau sharing dulu sehingga saya sudah punya gambaran yang jelas.
    pertanyaan saya :
    1. bagaimana kalau saya oper kredit ke bank lain yang bunganya lebih rendah, aturan pelunasannya bagaimana ?
    2.saya minta saran nya bapak yang terbaik gimana, biar cicilan saya berkurang. ( cicilan skg 498.200 / bulan )

    atas jawab bapak kami ucap[kan terima kasih

      kprid responded:
      May 9, 2012 at 4:01 pm

      1. Bapak tinggal ajukan saja di Bank yang menawarkan bunga rendah tersebut. Selanjutnya nanti phak Bank yang akan mengurus permasalahan administrasi antar Banknya.

      2. Bapak bisa coba ajukan keberatan atas jumlah bunga yang ditentukan oleh Bank. Membayar pinjaman pokoknya sehingga pinjaman pokoknya menjadi kecil, ini akan mempengaruhi jumlah cicilan perbulannya. Yang terakhir dengan memindahkan KPR ke Bank lain yang menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    firman said:
    May 4, 2012 at 12:09 pm

    salam, saya pegawai belum tetap (peraturan perushaan 2 tahun baru permanen) gaji saya 4 jt. ingin KPR BCA…

    1.nah masalahnya bisa gk saya mengajukan KPR BCA?
    2.saya sih punya rencana mau beli rumah yg minimal harga 500jt. apakah bisa KPR dengan per bulannya hanya max 2,5 jt?

    thnks

      kprid responded:
      May 9, 2012 at 4:04 pm

      1. Coba saja dulu ajukan dan minta keterangan dari perusahaan anda yang nanti di tujukan kepada pihak Bank.

      2. Bisa saja, itu tergantung berapa besar kita bisa membayar uang mukanya, makin besar uang mukanya yang kita bayarkan maka akan makin kecil pula cicilannya. Jangka waktu cicilan pun turut membantu menentukan jumlah cicilan yang akan kita bayarkan perbulannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ifa said:
    May 4, 2012 at 6:14 pm

    Pak admin..
    Saya sudah dr bulan januari 2012 mengambil kpr btn untk rumah tipe 36/72 disatu devel0per.
    Smua berkas,uang b0oking,uang muka pertama sudah saya serahkan.
    Tp brhbung dr bnk BTN nya msh brmslh mengenai rumah subsidi,tgl 22april2012 baru disurvei dan diwawancara dr bank.
    Hari ini 4mei2012 saya dikabari devel0per bhwa sudah di acc dan hrus menyelesaikan kekurangan angsuran uang muka.
    Yg mau sy tnyakan,apakan dari pihak bank tdk mengk0nfirmasi lgsg ke nasabah kalau sudah di acc?
    Trimakasih

      kprid responded:
      May 9, 2012 at 4:07 pm

      Ada baiknya anda lakukan konfirmasi kepada pihak Bank. Jangan terlalu percaya apa yang disampaikan pihak pengembang. Banyak kasus-kasus dimana konsumen sudah melunasi uang muka tapi rumah tidak di bangun-bangung karena terbentur adanya masalah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    andyk susilo said:
    May 5, 2012 at 12:27 pm

    Salam kenal kepada KPRID…saya pegawai swasta dan istri saya seorang pegawai negeri.kebetulan kami sudah melakukan akad pengajuan kredit perumahan di KPR BTN di daerah saya.diawal pengajuan, kami menanyakan kepada pihak BTN”apakah pada pengajuan kredit di BTN nantinya bisa tanpa potongan gaji PNS?karena sudah ditunjang gaji suami..pada awalnya sih bisa.Namun setelah realisasi dengan pihak BTN dan Notaris seminggu kemudian pihak BTN menyatakan melalui potongan gaji PNS.sedangkan gaji istri tidak boleh sampai minus..Yang menjadi pertanyaan saya,kenapa perihal tersebut tidak dinyatakan dimuka sebelum akad dengan BTN?kenapa setelah terealisasi dengan adanya Notaris baru dinyatakan lewat potongan gaji PNS….mohon masukannya?trim’s

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:27 am

      Terkadang memang ada hal-hal yang pada awalnya dibuat agar kita merasa nyaman. Namun setelah semuanya berjalan, apalagi kita sudah terikat dalam sebuah perjanjian barulah muncul hal-hal yang tidak kita duga. Dimana kebanyakan hal-hal tersebut membuat kita merasa tidak nyaman tapi apa boleh buat karena sudah terikat oleh sebuah perjanjian dan jumlah uang yang masuk sebagai DP cukup banyak, maka tentunya membuat kita terpaksa menerima keadaan dan kondisi seperti demikian.

      Seharusnya pada awal sebuah transaksi ataupun hal-hal yang menyangkut di didalamnya ada baiknya di buatkan secara tertulis juga. Jadi tidak hanya sekedar lisan saja. Jadi jika pada kemudian hari timbul hal-hal yang sekiranya dapat membebani kita, kita bisa mengajukan keberatan berdasarkan point-point yang sudah pernah di diskusikan sebelumnya dan ada bukti tertulis mengenai hal tersebut. Sehingga kita bisa terhindar dari hal-hal yang menyulitkan kita di kemudian hari.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    idawati_17@yahoo.co.id said:
    May 7, 2012 at 3:25 pm

    saya sebelumnya mau tanya suami pedagang dengan penghasilan bersih per bulan 5.4 dan saya 1.8 sebagai karyawan tetap baru menjalani 6 bulan kerja dan saya mengambil rumah 152.900.000 dp 10% yang saya tanyakan kira-kira pengajuan seperti saya kemungkinan besar ditolak atau tidak ya, tp ada tanggungan perbulannya sekitar 3.500.000! mohon jawabannya terimakasih

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:31 am

      Biasanya pihak bank akan menilai 30% jumlah penghasilan pokok sebagai acuan dalam memperhitungkan kemampuan calon debitur dalam pengajuan KPR. Jadi apabila jumlah penghasilan digabung dan dikurangi tanggungan per bulan kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan sangat kecil. Mungkin ada baiknya tanggungan yang ada di bereskan terlebih dahulu baru kemudian di coba untuk mengajukan KPR-nya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    idawati_17@yahoo.co.id said:
    May 7, 2012 at 3:29 pm

    saya bingung suami sy dpt tlp dari bank cabangnya katanya tdk diprose tp beberapa jam kemudian knp bank pusat bagian survey dan analisnya datang kekantor saya ya bilang katanya datanya sedang berjalan , saya jadi bingung sebenarmya yang benar yang mana y! mohon jawabannya

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:35 am

      Coba anda pastikan langsung dengan menanyakan hal tersebut ke kantor pusatnya. Kalau memang memang benar kantor pusatnya sedang menindak lanjuti proses KPR-nya seharusnya yang benar memang dari kantor pusatnya. Karena dari cabang pun biasanya akan dilaporkan ke kantor pusat.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Juliant Muhamad said:
    May 7, 2012 at 4:28 pm

    Saya lajang 26 thun, telah mengajukan KPR d Bank Artha Graha. Alhamdulillah telah d setujui pengajuan KPR saya senilai 155jta. Pada tgl. 1 Mei 2012 kmrin sdah mlakukan proses pengikatan di notaris setempat. Namun, hingga saat ini (setelah 1 mnggu) saya blum menerima dokumen apa pun dari pihak Bank maupun Notaris.
    Pertanyaan saya :
    1. Berapa lama waktu yang harus saya tunggu u/ menerima dokumen2 tersebut?
    2. Dokumen apa saja yg akan saya trima (rmah yg sya beli msh indent,msh dlm progres pembuatan pondasi) stlah proses dinotaris trsebut ?
    3. Bilamana dlam pengerjaan proyek unit tersebut tdak sesuai (molor) dari periode yg tlah ditentukan oleh developer (selama 6 blan), langkah apa yg hrus sya lakukan ?
    Terima Kasih ats infonya !!

    Yulianto-Surabaya

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:43 am

      1. Biasanya kurang lebih 6 bulan.

      2. Kalau indent biasanya ada PPJB (Pernjanjian Pengikatan Jual Beli) dan setelah 6 bulan kita akan menerima salinan dari PBB, IMB, AJB dan Sertifikat.

      3. Didalam PPJB biasanya ada pasal mengenai itu, pihak pengembang akan di kenakan denda atas keterlambat penyelesaian rumah. Namun karena PPJB biasanya dibuat oleh pengembang tentunya pasal-pasal mengenai penalty yang bersangkutan dengan pihak pengembang bisa dibilang tidak cukup berat dan tegas.

      Anda harus rajin-rajin mengontrol rumah anda dan langsung ajukan keluhan-keluhan secara lisan dan tertulis apabila memang terdapat hal-hal yang sekiranya dapat merugikan kita sebagai konsumen.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rita said:
    May 7, 2012 at 10:51 pm

    dear kprid,

    saya saat ini sedang proses perpanjangan sp3 kpr di salah satu bank syariah, yang ingin saya tanyakan adalah:
    1. apakah ada kemungkinan di tolak atau diturunkan nilai kreditnya meskipun sebelumnya sdh di acc penuh?
    2. berapa lama prosesnya?

    terima kasih untuk penjelasannya

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:45 am

      1. Ditolak ataupun diturunkan nilat kreditnya adalah sepenuhnya hak dari pihak Bank. Dalam hal ini tentunya pihak Bank akan melihat kemampuan kita dan kredibilitas kita sebagai debitur.

      2. Biasanya 2 minggu, namun bisa juga lebih karena tergantung kondisi internal Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hani said:
    May 8, 2012 at 4:45 pm

    Salam pak.
    Saya berencana membeli rumah second seharga 300 juta melalui KPR . Rumah ini terletak di kampung, tapi bisa masuk mobil. Pemilik rumah tersebut mengatakan rumah tersebut belum memiliki sertifikat, hanya berupa akta jual beli. Saya sudah konsultasi hal ini ke beberapa Bank, namun pihak Bank menolak jika surat masih berbentuk akta.
    Mohon arahan dan saran langkah apa saja yang harus saya tempuh agar dapat memperoleh pembiayaan KPR untuk rumah tersebut,
    Kalau persyaratan yang lainnya saya yakin memenuhi kriteria (pegawai tetap, penghasilan mencukupi untuk cicilan 3,5juta/bln, tidak terkena BI checking, tidak memiliki tunggakan kredit, dll). Terima kasih pak.

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:49 am

      Harus diurus dulu sertifikatnya. Mungkin anda bisa membayar pemilik rumah tersebut sebagai DP yang nanti dapat digunakan oleh pemilik rumah untuk mengurus sertifikat. Namun sebelum itu anda pastikan terlebih dahulu apakah rumah tersebut tidak dalam sengketa. Bisa anda cek ke kelurahan ataupun BPN mengenai hal tersebut. Mengenai syarat-syarat dan biaya untuk mengurus sertifikat anda bisa mengecek semua itu melalui Notaris.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yunis ekasari said:
    May 11, 2012 at 5:36 am

    Dear: KPR I’d

    Pengembang mengajukan KPR pada bank BTN 165 jt dan BTN hanya bisa meng acc 155 jt.
    Sedangkan kekurangan sebesar 10 jt harus saya serahkan ke pihak pengembang, apakah iya ? Bukannya pada pihak bank ?
    Sedangkan saat ini saya sudah selesai proses realisasi

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:51 am

      Memang harus di serahkan ke pihak pengembang karena kekurangan tersebuat dihitung menjadi bagian dari DP nantinya. Karena pihak bank adalah pemberi dana pinjaman yang nanti akan dibayarkan ke pihak pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anita said:
    May 13, 2012 at 10:03 pm

    ear kpr id,
    pak saya mau tanya apakah bisa mengajukan kpr atas nama kakak sepupu,sedangkann rumah atas naama saya.terima kasih

      kprid responded:
      May 15, 2012 at 9:57 am

      Prioritas Bank adalah untuk pemakai langsung. Jadi hal seperti ini tidak bisa dilakukan dalam proses KPR. Namun apabila proses KPR telah selesai sertifikat bisa di balik namakan atas nama anda nantinya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    arsedi2003 said:
    May 16, 2012 at 10:43 am

    dear KPR id
    Bulan ini saya mau realisasi dengn bank BTN, yg saya tanyakan kapan saya akan mendapatkan salinan sertifikat, IMB dan dokumen lainnya yang berhubungan denga dokumen yang ada di BANK, apa perlu saa minta sendiri atau diberikan oleh bank or pengembang..trima kasih

      kprid responded:
      May 16, 2012 at 1:47 pm

      Biasanya butuh waktu 6 bulan untuk itu kalau tidak ada masalah. Ada baiknya setelah 6 bulan coba di tanyakan saja. Bank yang akan memberikan salinannya, karena dokumen-dokumen yang asli disimpang oleh Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        HeriS said:
        May 19, 2012 at 9:12 am

        Blog yg sangat bermanfaat memberi solusi dan konsultasi gratis, karena saya ada niat untuk KPR semoga lancar ga ada masalah. Semoga admin kpr_id selalu dlm lindunganNya dan dimudahkan rejekinya. Salam kenal mas bro…

    erwin said:
    May 16, 2012 at 3:19 pm

    pak, saya mau tanya, apakah KPR Syariah memungkinkan juga untuk nasabah non muslim.. dan kalau saya memakai system akad Ijarah ( sewa beli ), bila saya mau melunasi di tengah perjalanan ( andaikata di tahun ke 2 ), itu tetap dihitung dari sisa pokok hutang donk ya? bukan ditambah bunga dalam masa fix rate ( saya diberikan fix rate selama 5 tahun )
    Terima kasih atas perhatiannya

      kprid responded:
      May 23, 2012 at 10:58 am

      Tentu memungkinkan, karena sistimnya menggunakan sistim ekonomi syariah tapi tidak ada batasan untuk yang beragama islam saja.

      Iya dilihat dari sisa pokok hutang dan ditambah biaya administrasi biasanya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    kamal said:
    May 17, 2012 at 9:12 am

    Bpk/ibu yg terhormat, mohon bantuan dan saran..
    Saya dan istri berencana utk membeli rumah melalui KPR, join income kami berdua >6 jt perbulan. Dulu saya pernah mengalami CC macet di tahun 2007, namun 2008 sudah saya lunasi dan menerima tanda lunas pembayaran dari debt collector. Kemarin saya iseng memeriksa IDI historis/BI checking via online, dan ternyata balasan email dari sana menerangkan saya masih menjadi “member” SID (sy bellum ambil catatan historisnya di BI). Kenapa bisa begini ya? Padahal di tahun 2008 saya mengajukan kredit motor itu di approve dan telah lunas setahun kemudian. Apa yang mesti saya lakukan dan kira kira apakah nanti akan berpengaruh terhadap pengajuan KPR kami? Terima kasih atas bantuan dan sarannya.

    Regards,

    Kamal

      kprid responded:
      May 23, 2012 at 11:08 am

      Apabila nama kita masuk di BI checking dan telah melakukan penyelesaian dan pelunasan atas hutang kita, maka paling tidak 2 tahun setelah pelaporan pelunasan di lakukan nama kita baru benar-benar bersih dari BI checking. Apabila kita lihat di catatan sejarah keuangan kita di BI maka kita dapat melihat periode yang di simpan di laporan tersebut adalah per-dua tahun. Coba anda datangi gerai BI untuk mendapatkan catatan sejarah keuangannya. Biasanya nanti akan di informasikan oleh petugas BI seperti itu.

      Mengenai pengajuan kredit motor pada tahun 2008, apakah anda menggunakan jasa leasing yang sama? apabila sama kemungkinan pihak leasing hanya melihat “track record” di catatan mereka. Jadi mereka tidak melakukan pengecekan ke BI.

      Biasanya apabila ada catatan kita yang kurang baik di BI, ini akan mempengaruhi segala bentuk pengajuan pinjaman ke pihak perbankan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Fauzan said:
    May 20, 2012 at 11:08 pm

    Saya seorang karyawan BUMN, ingin mengajukan KPR syariah. Tp ktp saya msh ktp kampung halaman. apakah hrs ada ktp setempat di tempat saya bekerja di pangkalpinang? Thinks…

      kprid responded:
      May 23, 2012 at 11:11 am

      Mungkin bisa dengan menggunakan surat keterangan domisili di daerah tempat anda bekerja sekarang. Saya rasa harusnya tidak ada masalah. Karena kebetulan saya ada teman yang KTP-nya masih di Jogja dapat mengajukan KPR di Jakarta. Coba anda konsultasikan saja ke pihak Bank dimana anda akan mengajukan KPR, mereka tentunya akan membantu memberikan solusi dan jalan keluarnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Pudan said:
    May 21, 2012 at 4:58 pm

    dear kprid,
    saya dan suami awal mei 2012 ini mengajukan KPR ke BTN karena bank ini salah satu bank yang direkomendasikan (bekerja sama) dengan pengembang rumah yang akan kami beli. DP sudah kami serahkan ke pengembang dan berkas2 juga semua sudah lengkap kami berikan ke pengembang 28 april lalu (sabtu), menurut pengembang akan diserahkan di hari seninnya.
    Menurut info yang kami dapat, jika berkas yg diserahkan lengkap maka stlh BI checking by bank, kita akan dipanggil untuk interview ke BTN.
    Tanggal 1 Mei kami diinformasikan bahwa berkas kami dimasukkan ke BTN Cinere,.. seminggu kemudian nmasih belum ada panggilan interview. Saya coba telpon ke BTN Cinere dan saya dapat info kalau bagian loan servicenya sedang sakit dan tidak tau akan masuk kapan, dan dari CS nya saya tau bahwa bagian load servicenya hanya 1 orang.
    Saya mengontak ke pengembang dan mengatakan mengenai temuan saya, bahwa akan lama prosesnya jika keadaannya begitu.
    Kebijaksanaan pengembang akhirnya mengirim berkas kami ke BTN cawang, jadi diproses di 2 cabang BTN katanya.
    2 hari setelah dikirim ke cawang saya dapat telpon dari BTN duren sawit (under cawang), mau melakukan interview by phone mengenai KPR saya. Beliau bilang tidak harus datang ke BTN Cawang. Kemudia diinfokan bahwa seminggu lagi sudah akan ada hasilnya approve tidaknya.
    Hari ini saya masih belum dapat kabar, karena itu saya menghubungi orang yg kemarin menelpon saya untuk interview. Siang ini saya dikabari bahwa yang disetujui hanya sekitar 360jt, dari 440 jt yang kami ajukan.
    Saya tanyakan masalahnya dimana (karena menurut saya, cicilan kami tidak sampai 30% dari total gaji – tidak terlalu berat untuk cicilannya). Orang BTN tersebut bilang, tidak ada masalah dengan data-data kami dan juga penghasilan, tapi bank hanya menyetujui nilai tersebut.
    saya tanyakan apakah nilai rumah tersebut tidak cukup ‘bernilai’ sehingga hanya diberi persetujuan segitu (note : ini rumah baru di daerah Cirendeu_dalam kompleks), dan beliau menjawab bahwa tidak ada masalah juga dengan rumahnya, hanya saja bank menilai bisa skitar 360jt itu saja.
    Orang BTN tersebut kemudian mengatakan bahwa akan mengajukan banding dan mencoba agar bisa mendapat sebesar yang kami ajukan.

    Yang ingin saya tanyakan, kira2 kenapa dari BTN tidak menyanggupi sepenuhnya yang kami ajukan padahal semua data pendukung valid dan kami tidak punya kredit2 lainnya di bank ato lembaga peminjaman lainnya.
    Terima kasih sebelumnya ya.

      kprid responded:
      May 23, 2012 at 11:19 am

      Biasanya memang Bank tidak bisa secara utuh memberikan jumlah atau nilai dari yang kita ajukan. Dalam pengajuan yang anda lakukan nilai 440 juta, maka akan di potong uang muka sebesar 20%. Biasanya uang muka ini berkisar diantara 10% – 20%. Uang muka (DP) ini kita bayarkan ke pengembang baru sisanya yang akan diajukan di KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        pudan said:
        May 23, 2012 at 8:25 pm

        harga asli rumah tersebut adalah 552jt, dan 20% DP nya sudah dibayarkan ke pengembang.. jadi 440jt itu adalah nilai kredit yang diajukan diluar DP.

        kprid responded:
        May 24, 2012 at 10:35 am

        DP yang ditetapkan pertama pada saat tanda jadi sifatnya umum. Jika terjadi hal-hal khusus mungkin pihak Bank memiliki kententuan lain. Dalam hal plafon tidak sesuai dengan yang diajukan mungkin pihak Bank melihat atau menilai penghasilan tidak mencukupi sehingga Bank menurunkan jumlah plafon dimana dampaknya kita harus menambah uang DP. Sering juga memang terjadi hal seperti ini, karena Bank sendiri memiliki ketentuan-ketentuan sendiri dalam menilai kemampuan dari calon debitur.

        Saya rasa untuk lebih pastinya coba anda cek kembali dengan pihak Bank apa kiranya alasannya sehingga plafon anda diturunkan dari jumlah yang anda ajukan.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sara cat said:
    May 23, 2012 at 2:22 am

    saya ada di luar negri gajih saya sekitar 2 5 jt /bln,,tapi berniyat kpn saya pulang mau daftar kpr cz gajih yg saya dafat tiap bulan tidak bisa ngumpul,,gmna ? mhn jwbn nya dri kpr id ,,buat orng yg ada di luar negri ,apakah bisa ikut ngeridit rumah melalui kpr ,,terima kash,sebeulumnya,

      kprid responded:
      May 23, 2012 at 11:27 am

      Bisa saja tentunya, untuk proses pengajuan mungkin bisa di wakilkan oleh saudara anda. Namun pada saat akad kredit harus anda langsung tidak bisa diwakilkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    tania said:
    May 25, 2012 at 12:57 pm

    Pak kprid,
    saya berniat mengajukan KPR BNI Griya dengan cicilan per bulan (hasil simulasi) sebesar 6,1 juta.
    Awalnya KPR akan diajukan atas nama suami, tapi karena beliau baru mengajukan permohonan resign, maka diajukan atas nama saya. Saya sendiri sebagai pegawai tetap di BUMN dengan gaji 5.6 juta per bulan namun frekuensi gaji 23 kali dalam setahun.

    Pertanyaan saya:
    1. JIka saya mengajukan KPR dengan dasar join income penghasilan bulanan saya ditambah penghasilan suami dari kantor lama, maka rasio cicilan kami sebesar 50%. Apakah ada kemungkinan KPR kami di-approve menggunakan dasar perhitungan penghasilan tahunan saya?
    2. Apakah saya bisa mengajukan KPR dengan dasar join income penghasilan bulanan saya + penghasilan suami di kantor baru? Apakah offering letter yg sudah ditandatangani di kantor baru suami dapat dijadikan dasar join income? Karena dengan demikian rasio cicilan kami menjadi sebesar 26%.

    Terima kasih banyak.

      kprid responded:
      May 29, 2012 at 11:16 am

      1. Berdasarkan pengalaman saya waktu saya mengajukan KPR, menurut pihak bank mereka akan memperhitung sebesar 30% dari pendapatan kita sebagai salah satu penilaian untuk persetujuan KPR. Jadi seharusnya apabila pendapatan anda dan suami masih masuk dalam penilaian tersebut tentunya akan memperbesar kemungkinan mendapatkan persetujuan KPR.

      2. Bisa saja dicoba karena pengajuan KPR atas nama anda, karena suami anda tidak memungkinkan karena salah satu persyaratan yaitu telah bekerja minimal 1 tahun. Saya rasa offering letter bisa digunakan sebagai dasar seandainya memang nanti ditanyakan oleh pihak Bank. Karean untuk joint income ini masing-masing bank memiliki sistim penilaian yang berbeda.

      Ini ada artikel yang mungkin bermanfaat untuk anda http://kprid.wordpress.com/2012/05/29/seperti-inilah-kpr-dengan-pola-joint-income/

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    viola said:
    May 25, 2012 at 2:10 pm

    maaf pa mu tanya saya mengajukan kpr btn d daerah sukabumi dngan nilai jual rumah sebesar rp 89juta dp 10jt dan tinggal menunggu akad yang ingin saya tanyakan berapa biaya yg saya harus keluarkan untuk biaya proses kpr dan bphtb dengan angsuran sebesar 793rb selama 15 tahun dan bunga 8,25% dan mengingat sertipikat masih shgb bisa tidak padasaat akad langsung naik ke shm apa tidak? kalo bisa kira kira brapa? makaseh

      kprid responded:
      May 29, 2012 at 11:21 am

      Coba anda tanyakan langsung mengenai hal ini kepada pihak pengembang. Sehingga nanti bisa langsung di ajukan jadi pada saat akad kredit masalah ini sudah beres.

      Sebagai gambaran mengenai besar biaya tergantung harga NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) dan luas tanah. Adapun formula besar biaya tersebut sebagai berikut: 2% x (NJOP Tanah – 60 Juta). Sekadar contoh, untuk tanah seluas 100 m2 dengan NJOP sebesar Rp1 juta per m2, Anda mesti membayar Rp800.000. Namun coba anda konsultasikan lebih lanjut ke Notaris karena mereka biasanya yang banyak membantu pengurusan hal seperti ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    idham said:
    May 27, 2012 at 12:14 pm

    mohon bantuannya; sekitar bulan oktober 2011 saya melakukan over kredit dari debitur lama yang sudah menunggak + 24 bulan sehingga rumah hampir saja di lelang oleh BTN. Proses over kredit dilakukan antara saya dan debitur lama di depan petugas KPR BTN di kantor BTN. namun karena debitur lama belum memiliki syarat-syarat hukum (KTP, KK) sehingga pada saat saya mau membuat PPJB didepan notaris tertunda hingga kini. Yang saya mau tanyakan ;
    1. Apakah PPJB dapat ditunda-tunda karena saya khawatir debitur lama tidak dapat saya temui lagi malah PPJB tdk terbuat?
    2. pada saat kredit saya lunas apakah untuk pengambilan sertifikat harus ada PPJB?
    3. Apakah pada saat pengambilan sertifikat tersebut sudah balik nama dari BTN atau perlu mengurus lagi ke notaris?
    mohon pencerahannya, tks

      kprid responded:
      May 29, 2012 at 11:30 am

      1. PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli) ya seharusnya tidak ditunda-tunda lebih cepat lebih baik. Tapi apakah pada saat anda melakuakan proses over kredit anda menandatangani AJB di hadapan notaris? Apabila sudah menandatangani AJB tidak perlu ada PPJB pun tidak apa-apa. Karena secara hukum AJB lebih kuat dari PPJB.

      2. Tidak perlu. Anda tinggal menyerahkan tanda bukti lunas kepada pihak bank untuk mengambil sertifikat.

      3. Seharusnya semua itu sudah dilakukan pada saat proses over kredit. Dalam proses over kredit tidak hanya peralihan KPR saja tapi juga menyangkut balik nama atas sertifikat. Coba anda ingat lagi pada saat proses over kredit apakah anda menandatangani AJB di hadapan notaris? apabila sudah maka seharusnya proses balik nama atas surat-surat rumah sudah termasuk di dalamnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    supri said:
    May 28, 2012 at 11:24 am

    Saya telah mengajukan kpr rumah n telah di acc bank.tapi rumah belum jadi..tapi beberapa hari lalu saya dikabari pengembang bahwa rumah yang telah saya pesan diganti dengan nomer baru,yang semula nomer 10 diganti dengan nomer 2 dengan alasan nomer 10 mau dibuat fasum..sebaiknya apa yang harus sy lakukan baik dengan pengembang maupun thd bank?trim’s

      kprid responded:
      May 29, 2012 at 11:33 am

      Apakah ini hanya sekedar perubahan nomer atau ada perubahan pada lokasi rumah dan layout dari site plan yang telah anda lihat pada saat anda hendak membeli rumah tersebut? Kalau memang hanya sekedar perubahan nomor seharusnya tidak terlalu jadi masalah. Nanti pengembang akan menginformasikan perubahan nomer tersebut ke pihak bank. Tapi ada baiknya anda juga melakukan pengecekan ke pihak bank sehingga nanti pada saat akad kredit tidak ada kesalahan data-data.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

      supri said:
      May 29, 2012 at 2:25 pm

      Dengan adanya perubahan nomer otomatis jg ada perubahan lokasi rumah dan lay out awal pd saat pemesanan rumah,trus gmn?dengan adanya perubahan lokasi rumah tersebut apa berpengaruh terhadap kredit saya sebesar 60 jt yang telah di acc oleh bank?

        kprid responded:
        May 29, 2012 at 4:12 pm

        Hal seperti ini sering terjadi, jadi pada awalnya pengembang membuat layout awal agar dapat menjual rumahnya dan setelah konsumen membayar DP mau tidak mau harus mengikuti perubahan yang dilakukan pengembang. Ini pernah terjadi pada saya sendiri bahkan perubahan layout itu sampai terjadi dua kali. Untuk hal ini kembali kekita apakah kita merasa nyaman dengan layout dan lokasi rumah yang baru atau tidak. Apabila anda tidak merasa keberatan dan tidak dirugikan dengan adanya perubahan layout dan lokasi tersebut tentunya tidak masalah karena seharusnya tidak berdampak pada perubahan harga ataupun kreditnya.

        Namun apabila anda merasa keberatan dan dirugikan atas perubahan site plan dan lokasi rumahnya ada baiknya anda utarakan keberatan anda sebelum dilakukan akad kredit, karena apabila sudah dilakukan akad kredit akan menjadi sulit untuk anda melakukan perpindahan lokasi. Kalaupun bisa mungkin ada tambahan biaya lagi yang harus di keluarkan. Maka dari ada baiknya anda pastikan dari sekarang.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Novi said:
    May 28, 2012 at 2:06 pm

    Dear KPR-ID

    Saya karyawan swasta. Bekerja sudah 4 tahun dan status permanent. Saat ini saya sedang mengajukan KPR melalui BTN dengan cicilan 1.100.000/bulan.
    Saya sudah menikah November 2011, dan sebelumnya saya sudah mengajukan kredit motor sampai January 2012 dimana setiap bulannya 943.000. Dan data yang diajukan pun data menikah.
    Namun karena suami saya masuk BLBI, maka saya mengajukan atas nama saya dengan status single karena KTP masih single, belum di urus perubahannya.
    Salary saya sekarang 3,6jt – 3,7jt, mohon advisenya apakah KPR saya bisa di setujui. Mohon sarannya.

    Terima kasih

      kprid responded:
      May 29, 2012 at 11:45 am

      Ada baiknya dalam pengajuan KPR kita mengajukan data dengan benar. Jadi apabila memang anda telah berkeluarga maka ada baiknya di informasikan juga ke pihak Bank. Karena apabila kita dari awal sudah menyampaikan informasi yang tidak benar di khawatirkan pihak Bank atau siapa pun apabila mengetahui akan memberikan penilaian yang kurang baik.

      Dalam KPR biasanya Bank akan menilai sebesar 30% dari penghasilan kita sebagai salah satu penilaian untuk persetujuan KPR. Tentunya setelah di potong pengeluaran sehari-hari dan juga cicilan-cicilan lainnya. Dalam hal ini tentunya dengan adanya cicilan motor sudah mengurangi jumlah pendapatan anda. Mungkin bisa coba di cek lagi dengan memperpanjang jangka waktu cicilan KPR yang sekiranya masuk dalam kemampuan anda dan penilain Bank untuk 30% itu. Bisa juga dicoba dengan memasukan joint income dengan penghasilan suami sehingga bisa memperbesar kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan KPR. Karena nanti atas nama anda seharusnya tidak ada masalah walaupun suami anda masuk BI Checking.

      Saran saya mungkin ada baiknya diluar masalah KPR ini anda mengingatkan suami anda untuk menyelesaikan masalah BI Checkingnya. Apabila memang ada masalah dengan Kartu Kredit coba hubungi pihak Bank penerbit kartu kredit sehingga bisa mendapatkan solusi atas sangkutan masalah yang ada. Sehingga paling tidak nama kita bisa bersih dari BI Checking.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        Novi said:
        May 29, 2012 at 1:38 pm

        Dear KPR-ID

        nah masalahnya suami saya pernah menunggak hutang di sebuah leasing sampai 3 bulan, saat ini sih sudah lancar, namun kan recordnya masih buruk. Saya khawatir ini akan mempengaruhi penilaian bank saja.

        saya sedang mengajukan di bank BTN, apakah persyaratannya cukup sulit? karena sekalipun atas nama saya, menurut marketingnya data suami yang buruk pun ikut berdampak saat dilakukan BI checking. apakah benar demikian?

        kprid responded:
        May 29, 2012 at 4:01 pm

        Apakah suami anda sudah pernah mendatangi gerai BI untuk memeriksa BI Checking? Apabila belum coba lakukan pengecekan di gerai BI. Jadi kita bisa lebih mengatahui secara detail sejarah keuangan kita. Apabila tunggakan cicilan itu sudah berjalan 2 tahun lebih seharusnya sudah tidak ada lagi di BI Checking karena urusan dengan leasing sudah berjalan lancar.

        Saya rasa hampir di setiap Bank khususnya Bank BTN memang dari sisi persyaratan cukup sulit dan ketat. Coba anda tanyakan ke Bank lain sekedar sebagai bahan perbandingan.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sholasiregar said:
    May 29, 2012 at 10:47 am

    masalah KPR secara perubahan skema kredit itw bagaimana ya??

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:34 am

      Mohon maaf saya kurang memahami pertanyaannya,

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Achmad Sodik said:
    May 29, 2012 at 1:26 pm

    Ass.wr.wb….Nama saya Achmad Sodik saya sedang mengajukan KPR bank BTN lokasi perumahan didaerah parung yang saya ingin tanyakan setelah pengurusan berkas – berkas dan pembayaran dp dan pelunasan dp serta pengurusan surat BPHTB dan sudah proses wawancara, dalam jangka waktu berapa hari / waktu untuk mengetahui apakah proses kpr saya disetujui atau tidak dari pihak bank, mohon informasinya supaya saya dapat memahami bagaimana sih proses pengajuan kpr yg sebenarnya, terima kasih atas informasinya.

      kprid responded:
      May 29, 2012 at 3:55 pm

      Walaikumsallam wr. wb.

      Kurang lebih biasanya 2 mingguan, tapi anda juga harus aktif menanyakan proses KPR anda ke pihak Bank. Kadang karena adanya prosedur atau sistim di dalam Bank itu sendiri sehingga terkadang juga menghambat proses KPR disamping juga jumlah calon debitur yang cukup banyak tentunya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    siska said:
    May 31, 2012 at 9:11 am

    Pagi,
    Saya membeli rumah bulan Maret 2012 ( sekarang sudah 2x bayar DP ) ternyata ditolak oleh Notaris Bank BCA karena PBB nya masih berupa tanah. Rumah yg saya beli adalah rumah contoh dan 2 rumah yg bersebelahan dengan saya juga PBB nya masih berupa tanah, tetapi oleh KPR Bank Ekonomi bisa di golkan.
    Pertanyaan saya :
    1. Berapa lama proses splitzing dan perubahan PBB ?
    2. Apakah saya berhak meminta Developer tanda tangan perjanjian tentang penyelesaian surat-surat ini ? dan bila di luar waktu yang disepakati maka semua uang yang saya bayar bisa kembali ?
    Terima kasih

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:41 am

      1. Secara resmi prosesnya membutuhkan waktu 15 hari, namun pada pelaksanaannya tidaklah demikian. Kita sudah bisa melihat sendiri kondisi birokrasi di negara kita ini seperti apa. Sering ditanyakan saja kepada pihak Bank atau notaris yang ditunjuk oleh pihak Bank untuk memprosesnya.

      2. Apakah pihak pengembang yang memberikan rujukan ke Bank yang menyanggupi menggolkan hal tersebut? Apabila demikian saya rasa ada baiknya anda meminta pihak pengembang untuk membuatkan surat perjanjian agar lebih kuat, walaupun sebenarnya kalau belum sampai tahapan akad kredit kita masih bisa meminta uang DP dikembalikan apabila KPR kita tidak berhasil di setujui. Namun tentunya ada pemotongan biaya-biaya administrasi yang dilakukan oleh pengembang dan kita juga harus bersabar dalam menunggu uang DP kita dikembalikan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ardi Widarbo said:
    May 31, 2012 at 10:03 am

    Dear Pengasuh,

    Saya menyanyakan masalah bunga KPR Niaga, tahun pertama bunga 8,88%, dengan cicilan 3,9 Jt (15 thn), setelah satu tahun, datang surat pemberitahuan bahwa bunga naik menjadi 13,775% atau 5,09 Jt/bln..Apakah saya bisa bernegosiasi dengan Bank CIMB Niaga atau sebaiknya take over ke Bank Lain yang lebih Murah ? mohon infonya

    Terimakasih

    Ardi

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:43 am

      Bisa anda coba ajukan keberatan, disalah satu jawaban saya disini ada contoh surat keberatan atas bunga. Mungkin bisa anda cari di postingan-postingan sebelumnya.

      Namun bisa juga anda mengalihkan KPR anda ke Bank lain yang menawarkan bunga lebih kompetitif.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    benykla said:
    May 31, 2012 at 10:25 am

    KPR id yang saya hormati. Saya sudah selesai akad KPR dengan DKI syariah dan pelunasan DP selama 6 bulan. Dokumen apa yang semestinya saya pegang sebagai jaminan saya sebagai pemilik rumah. Selama kredit 15 tahun belum lunas.
    Terimakasih atas jawabannya

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:47 am

      Apabila rumah masih ident atau belum dibangun atau masih dalam proses pembangunan biasanya antar kita dan pengembang menandatangani Surat Pengikatan Perjanjian Jual Beli (PPJB). Namun apabila rumah sudah jadi selain Perjanjian Kredit (PK) kita nanti akan menerima salinan dari Akte Jual Beli (AJB), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Sertifikat, serta tentunya Pajak Bumi Bangunan (PBB). Anda bisa meminta salinan dokumen-dokumen tersebut ke Bank dimana anda mengajukan KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Arifin said:
    May 31, 2012 at 11:17 am

    Dear kprid, saya sekarang sedang dalam proses pembelian rumah dengan KPR BCA.

    Tidak ada masalah dengan BCA tp sekarang rumah (baru dan sudah jadi) yang saya mau beli, PBB nya masi berupa tanah dan tergabung dengan beberapa rumah sebelah yang sudah dihuni.

    Pertanyaan saya:

    1. Kenapa developer sangat susah sekali untuk melakukan pemecahan PBB, karena BCA maunya PBB sudah terpisah untuk rumah yang saya beli dan berikut bangunan? Apa karena masalah mereka tidak mau bayar pajak untuk bangunan?

    2. Menurut developer, mereka bisa pecah PBB setelah AJB dilakukan, apakah ini umum?

    3. Developer jg beralasan BPHTB yang akan dibayarkan berdasarkan harga transaksi yang lebih tinggi dari NJOP setelah PBB dipecah untuk tanah dan bangunan. Apakah alasan ini valid?

    Terimakasih banyak untuk bantuan jawabnnya…

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:24 pm

      1. Biasanya tanah yang di oleh pengembang itu sertifikatnya masih sertifikat induk dan bahkan bisa terjadi pula kasus dimana sebuah lokasi rumah atau lahan itu terdiri dari gabungan beberapa sertifikat. Jadi masih banyak perapihan dari sisi surat-surat itu sendiri sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama. Untuk proses jadinya sertifikat saja kalau lancar bisa membutuhkan waktu kurang lebih 6 bulan.

      2. Ya betul Pak, PBB baru bisa kita buat apabila kita telah memiliki AJB atau sertifikat tentunya. Jadi tidak bisa PBB dibuat kalau belum adanya AJB atau Sertifikat.

      3. Setahu saya memang biasanya BPHTB dilihat dari jumlah transaksi bukan NJOB PBB. Karena pada saat kita melakukan transaksi pembelian rumah baru belum ada PBB-nya jadi bagaimana NJOP di PBB bisa dijadikan alasan. Seingat saya seperti itu waktu saya melakukan pembelian rumah melalui KPR. Untuk lebih pastinya mungkin anda bisa mengecek langsung ke kantor Pajak di wilayah anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    abbey said:
    May 31, 2012 at 12:26 pm

    dear kpr id, terima kasih sebelumnya,
    pada bulan agustus 2011, sy melakukan akad kredit di BTN untuk perumahan di daerah depok, oleh pengembang di janjikan bahwa rumah akan siap di tempati setelah 6 bln dr waktu akad kredit dan itu pun di dukung oleh notaris, harga jual rumah sekitar Rp 282.000.000,- type 36/96, yang mana oleh pihak BTN kpr disetujui Rp 181.000.000 dengan jangka waktu 15 thn dan kekurangan Rp 101.000.000,- akan diselesaikan secara angsuran selama 2 thn (saat ini pun saya sudah mencicil ke pengembang total Rp 40.000.000,- sisa Rp 61.000.000,- walaupun belum serah terima kunci) setelah serah terima kunci, akan tetapi sampai hari ini rumah masih 85 % jadi (sudah 10 bln blm bs di tempati) dan saat saya tanyakan ke pengembang, mereka dengan santainya menjawab bahwa saya harus melunasi kekurangan kepada mereka, setelah itu rumah akan segera di jadikan dan boleh di tempati, SAAT INI SAYA MERASA DI TIPU OLEH PENGEMBANG, mohon saran dari bapak/ibu. tks

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:39 pm

      Pada umumnya apabila terjadi kekurangan, biasanya setelah kekurangan tersebut di selesaikan baru dilakukan akad kredit disusul serah terima kunci. Jadi bisa dibilang kita mencicil DP terlebih dahulu baru setelah DP lunas akad kredit dilakukan.

      Apakah ada dalam bentuk tertulis bahwa setelah 6 bulan dari akad kredit anda bisa melakukan serah terima kunci? Apabila ada perjanjian tertulis mengenai hal tersebut anda bisa menutut hak anda tentunya karena didukung oleh bukti yang kuat. Segala bentuk janji ataupun pembicaraan yang di utarakan oleh pengembang ada baiknya di minta dalam bentuk tertulis ataupun dalam bentu perjanjian. Sehingga kita tidak sekedar memegang janji-janji manis belaka. Apalagi dengan kondisi anda sudah terikat akad kredit yang tentunya tidak begitu saja dibatalkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aris said:
    May 31, 2012 at 1:50 pm

    assalamualaikum
    pak saya mau tanya saya sdh mengajukan kpr dan sdh keluar SP3k dari bank, rincianya ada APHT dll, yg saya tanyakan apakah Developer juga mengenakan pajak juga , dan biasanya gimana kira2 rincian yang kita bayar pada saat akan akad kredit, utk akad kredit kira2 awal Juni ini, apa memang ada pajak2 kusus yg harus kita bayarkan ke developer.
    trimakasih sebelumnya.
    -aris-

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:46 pm

      Pajak yang kita bayar dalam transaksi jual beli rumah adalah BEA PEROLEHAN HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN (BPHTB). Biasanya dalam hal ini pada saat KPR kita disetujui kita di minta menyetorkan sejumlah uang ke pihak dan pengembang. Disamping untuk biaya pajak tentunya biaya administrasi lainnya seperti biaya notaris dan lain-lain.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    andi said:
    May 31, 2012 at 1:53 pm

    siang pak,
    saya mau tanya, kan saya mau ambil kpr bca, untuk bayar pajak dari nilai NJOP, dan AJB harus sesuai dengan NJOP ( sesuai pajak ), nah begitu kita mau ajukan plafon kredit ke bca, apakah bisa kita ajukan plafon berbeda dengan AJB yang terjadi ( dalam hal ini plafon bisa lebih tinggi dari AJB ),
    mohon masukan nya pak,

    terima kasih

      kprid responded:
      May 31, 2012 at 10:52 pm

      Setahu saya untuk plafon dilihat dari jumlah yang diajukan kemudian di potong DP, lalu dilihat juga kemampuan financial kita tentunya apakah dengan jumlah plafon yang kita ajukan tersebut masih dalam batas kemampuan kita untuk membayar cicilannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    budi said:
    June 1, 2012 at 10:21 am

    Pak, mau tanya .. , 1 bulan lalu saya membayar DP untuk pembelian rumah di Makassar, pada saat akan membayar saya menyampaikan ke Bagian marketingnya developer bahwa ada kredit saya yg bermasalah di Bank, tapi dijawab oleh mereka bahwa itu tdk masalah dan bisa dibantu, akhirnya atas pernyataan itu saya pun memberanikan diri membayar DP, .. setelah diajukan ke beberapa Bank ternyata KPR nya di tolak, … ” apakah DP yang saya sudah bayarkan itu bisa dikembalikan ke saya ??? dan bagaimana caranya saya menuntut hak saya tersebut, karena saya khawatir pihak developer tidak mau mengembalikannya, … mohon bantuan solusinya pak .. !!!!!

      kprid responded:
      June 1, 2012 at 2:51 pm

      Seharusnya anda jangan terlalu percaya sama kata-kata pengembang, selalu pada awalnya mereka akan selalu seolah-olah memberikan segala kemudahan pada kita. Namun setelah kita terikat lebih jauh sikap mereka bisa berubah 180 derajat. Mengenai DP yang sudah anda bayarkan seharusnya anda bisa meminta dikembalikan karena permasalahan yang anda alami jadi bukan tidak tanpa alasan. Tentunya nanti pengembang akan mengenakan potongan untuk biaya-biaya administrasi yang seharusnya tidak terlalu merugikan anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    syaiful said:
    June 1, 2012 at 12:52 pm

    Siang Pak

    Saya seorang pegawai tetap di Perusahaan swasta sudah 7 tahun( menikah dan belum punya anak) dan saya sedang mengajukan KPR BTN untuk rumah subsidi RP. 70 juta dan penghasilan saya 2,4 juta/bulan dan saya bulan mei lalu sudah di surey oleh pihak BTN dan saya juga tidak punya sangkutan kartu kredit…

    Kira-kira KPR saya di setujui tidak yah pak, karena sampai sekarang saya belum dapat hasilnya?

    Waktu pengajuan KPR BTN -saya tidak manggabungkan JOin Icome saya dengan istri -dan saya tulis istri hanya usaha di rumah ( di info oleh pengembang rumah untuk tidak di tulis istri bekerja) padahal dia bekerja di Perusahaan swasta sudah 3 tahun kalau di gabung Join Income kami 5 juta

    dan di Info oleh Leader Salesnya- waktu itu takutnya kalau saya gabung Join Income kami takutnya kami tidak dapat KPR Bersubsidi makanya di putuskan di data Pengajuan KPR saya saja yang bekerja?

      kprid responded:
      June 1, 2012 at 2:57 pm

      Berapa lama sudah setelah survey? Kurang lebih 2 mingguan baru ada kabar biasanya, namun biasanya diluar itu ada saja kendala di internal bank. Bisa jadi masalah birokrasi di bank itu sendiri atau juga banyaknya calon debitur yang harus diolah. Jadi mungkin bisa lebih dari 1 bulan, tapi ada baiknya anda juga aktif menanyakan kepada pihak bank mengenai kelanjutan proses KPR anda.

      Mengenai dimasukan atau tidaknya penghasilan istri menjadi joint income saya rasa tidak terlalu di masalahkan, selamat penghasilan pokok anda memenuhi perhitungan cicilan KPR dan track record anda baik di dunia perbankan, seharusnya itu sudah cukup menjadi bahan penilaian bank. Semoga berhasil dengan KPR-nya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anita said:
    June 1, 2012 at 9:30 pm

    dear kpr id,

    saya mau tny apa dalam satu sertifikat bs dua nama yg tercantum disitu.sy akan berinvestasi dengankakak saya dengan membeli sebuah rumah.terima kasih atas infonya.

      kprid responded:
      June 5, 2012 at 12:43 pm

      Setahu saya tidak bisa, tapi coba tanyakan lebih lanjut ke notaris.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    parsaoran said:
    June 3, 2012 at 7:57 am

    saya mau bertanya bagaimana jika rumah yag akan saya kpr kan memiliki surat yang sama dengan rumah yang lain dan belum dipecah atau

      kprid responded:
      June 5, 2012 at 12:44 pm

      Harus di pecah terlebih dahulu baru bisa di KPR kan. Kalau rumah yang dibeli tidak dikelola oleh pengembang bisa minta bantuan notaris untuk melakukan hal ini. Atau bisa juga ada Bank yang bisa membantu menyelesaikan masalah ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    mira said:
    June 3, 2012 at 4:33 pm

    siang pak, mohon informasinya sy mengajukan kpr dan akan melakukan proses akad kredit senin besok, saya mohon informasinya dokumen dokumen apa saja yg diberikan ke saya dr pihak bank setelah sy melakukan proses akad kredit.untuk tambahan informasi sy mengabil type 22/60 dan kondisi rumah sudah jd 100% tinggal menempati saja.maaf kalu bisa tolong jawabnnya minta di kirim ke email saya.trima kasih sebelumnya atas informasinya

      kprid responded:
      June 5, 2012 at 12:49 pm

      Dokumen-dokumen yang akan di terima berupa salinan semua, karena yang asli disimpan oleh Bank sebagai jaminan. Salinan dokumen yang kita terima meliputi AJB, IMB, PBB dan sertifikat serta tentunya surat Perjanjian Kredit. Untuk sertifikat biasanya 6 bulan kemudian baru kita terima, tapi bisa juga lebih apabila memang ada masalah-masalah dalam proses administrasinya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rokhman said:
    June 4, 2012 at 12:16 pm

    Saya berencana mengambil rumah dengan type 70. SP3K sudah keluar per 21 Mei 2012. dengan UM/DP 20%. Saat ini saya belum akad kredit. Apakah bila akad kredit setelah tanggal 15 Juni 2012, akan terkena aturan BI UM/DP 30%? karena SP3K saya per Mei.

    terima kasih,

      kprid responded:
      June 5, 2012 at 12:53 pm

      Karena SP3K sudah keluar harusnya mengikuti SP3K tersebut. Coba anda pastikan ke pihak Bank sehingga tidak mendadak nanti apabila ada perubahan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    puji said:
    June 4, 2012 at 12:38 pm

    Selamat siang ….

    Saya seorang karyawati dan suami saya sedang rencana ambil kredit KPR rumah dan waktu itu saya pernah ikut wawancara dengan pihak bank,,,dan sebelumnya ada penjelasan dari pihak bank btn ,..apakah benar jika kita tidak bisa membayar rumah yang pernah kita ambil di BI -nama kita akan dicatat di BI dan di lelang oleh pihak Bank(blacklist) dan jika kita mengajukan KPR kembali akan ada data kita di pihak BI

    serta di info juga jika kita bermasalah dengan kartu kredit juga …walaupun kita sudah tidak pakai lagi tapi waktu kita pernah menggunakan kartu kredit dan bermasalah …datanya akan ada terus di BI

    Mohon di Info untuk kebenarannya,untuk saya bisa jadikan ilmu dan manfaat saya kedepan

    salam

      kprid responded:
      June 5, 2012 at 1:01 pm

      Memang betul seperti itu, jadi track record keuangan kita akan tercatat di BI. Baik itu kartu kredit, kredit mobi/motor dan KPR. BI akan selalu menerima laporan dari pihak institusi keuangan dimana kita berkerja sama, baik itu laporan yang baik ataupun tidak baik. Apabila kita pernah bermasalah sehingga menyebabkan adanya sangkutan ataupun tunggakan hutang di institusi keuangan manapun maka kita akan laporkan ke BI oleh pihak institusi tersebut. Sehingga nama kita masuk ke dalam daftar BI Checking. Untuk memeriksa apakah track record kita baik atau tidak, anda bisa menandatangani gerai BI untuk meminta laporan track record anda. Apabila memang ada, kita jadi bisa menyelesaikan sangkutan-sangkutan kita, sehingga nama kita bisa bersih dari BI checking.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    feby said:
    June 4, 2012 at 1:21 pm

    saya pegawai bumn kecil, saya bermaksud mengambil kpr subsidi dari BTN cuman masalahnya gaji take home pay saya 3jt, tapi gaji pokok saya di bawah 2jt pak… di perusahaan bumn gaji pokok kecil tapi tunjangannya banyak.. nah saya sekarang bingung klo mo ambil kredit subsidi. digabung dengan suami join income bisa 6jt-an…

      kprid responded:
      June 5, 2012 at 1:07 pm

      Coba saja ajukan dulu, mungkin nanti pihak Bank bisa menilai kemampuan financial kita lebih baik. Apalagi dengan melakukan joint income jumlahnya lebih memadai lagi. Tapi kalau digabung tentunya sudah diluar persyaratan untuk mendapatkan KPR bersubsidi, jadi coba saja dulu pengajuannya sendiri dan saya rasa mungkin lebih baik atas nama suami. Karena dengan status sebagai kepala keluarga mungkin akan memberikan penilaian lebih baik dari pihak Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    mochammad Khowim said:
    June 6, 2012 at 10:50 am

    yth Kpr id

    Saya sedang dalam proses kpr Btn & saya sudah wawancara ke bank kira2 apa yg akan saya dapatkan setelah wawancara tsbt,karena sampai saat ini saya belum mendapatkan apa2 dari bank maupun pengembang perumahan ,sp3 itu apa dan kira2 turunnya berapa hari setelah wawancara..??terima kasih sebelumnya

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 5:59 am

      Apabila memang semua persyaratan anda memenuhi kreteria dari Bank dimana anda mengajukan KPR, tentunya setelah wawancara tersebut anda akan mendapatkan pemberitahuan berupa surat yang dikenal dengan SP3 yaitu Surat Pemberitahuan Persetujuan Pembangunan Rumah. Waktunya kurang lebih dua minggu setelah wawancara. Namun bisa jadi lebih dari 2 minggu, karena bisa jadi ada masalah dalam birokrasi internal Bank dan banyaknya calon nasabah yang mengajukan KPR. Jadi anda juga harus rajin menanyakan proses dari KPR anda di Bank dimana anda mengajukan KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aston said:
    June 6, 2012 at 4:22 pm

    Selamat sore, saya saat ini mengajukan KPR di BNI, tapi karena saya dulu thn 2008 ada KPR di BTN dan sudah diover alih dan ternyata penerima overan BTN ini macet dan tercatat di black list BI saat ini, maka pengajuann KPR di BNI saya sekarang di tolak. Bagaimana cara saya bisa mengajukan KPR lagi jika sudah terjadi hal tersebut ?

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 7:39 am

      Apakah pada saat itu over kredit yang anda lakukan sepengetahuan pihak Bank? Apabila dilakukan dengan sepengetahuan pihak Bank maka segala dokumen yang tersangkut dalam over kredit itu akan dibalik nama kan ke pihak yang membeli. Jadi pada saat si penerima overan kredit tersebut ternyata tidak sanggup dalam membayar cicilan KPR, anda tidak mengalami masalah seperti yang anda alami saat ini.

      Untuk keluar dari masalah ini, mungkin anda bisa melakukan balik nama atas dokumen-dokumen kepada pihak pembeli (penerima over kredit). Tentunya anda laporkan hal ini kepada Bank dimana anda mengambil KPR dahulu. Sehingga mereka pun bisa merubah data-data anda di sistim mereka dan anda juga bisa minta bantuan mereka untuk membersihkan nama anda dari BI Checking.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rahma said:
    June 9, 2012 at 2:55 pm

    selamat sore

    saya ingin bertanya mengenai suku bunga kpr yang diberikan bank m**d*ri kepada nasabahnya. di website bank disebutkan bahwa suku bunga kpr 7,75% p.a eff (fixed 2 tahun).
    1. apakah semua nasabah yang mengajukan kpr dibebankan bunga sesuai dengan promo tsb ? ataukah pada saat pengajuan kpr suku bunga tersebut dapat berubah (turun)?
    2. pertimbangan apa saja yang dapat merubah suku bunga tersebut?
    tolong berikan contoh ilustrasinya dan perhitungannya. :)
    terima kasih

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 7:50 am

      1. Seperti yang sudah saya utarakan di halaman depan dari blog KPR-id ini, ada baiknya kita bersikap realistis terhadap promo-promo yang di tawarkan oleh Bank ataupun pengembang. Jadi kita tidak merasa tertipu dan dirugikan oleh promo-promo tersebut. Dalam hal ini Bank menawarkan bunga rendah tetap selama 2 tahun, tentunya itu yang mereka akan berikan. Tapi ada baiknya anda pastikan kembali apakah ada persyaratan yang berlakuk di balik promo tersebut. Kemudian coba tanyakan berapa bunga yang diterapkan setelah 2 tahun, di kisaran berapa, sehingga anda mendapatkan gambaran serta memperhitungkan kemampuan keuangan anda nantinya.

      2. Apabila menyangkut bunga promo biasanya apa yang sudah ditawarkan harusnya itu yang anda terima. Namun apabila menyangkut perkembangan bunga setelah 2 tahun, tentunya banyak faktor yang akan mempengaruhinya. Paling utama ada bagaiman kondisi ekonomi negara kita pada saat itu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    hamzah said:
    June 9, 2012 at 3:30 pm

    sore pak…!
    sore pak, sp3k saya sudah turun, 9 mei 2012, yang jadi permasalahanya, saya keberatan dengan suku bunga 8.5%,,
    1. bisakah bunganya diturunkan mengikuti peraturan pemerintah sekarang?
    2. antar bunga fix sama bunga anuitas, apa plus minusnya, dan suku bungan mana yang lebih menguntungkan bagi saya?
    terimakasi atas jawabanya

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 8:53 am

      1. Sepertinya untuk bunga yang ditentukan pada awal seperti ini tidak diturunkan,tapi coba saja anda ajukan surat keberatan atas jumlah bunga tersebut. Contoh surat keberatan sudah pernah saya posting di jawaban saya sebelumnya disini. Coba di cari mundur.

      2. Sesuai dengan namanya bunga fixed ialah bunga yang telah ditetapkan dalam sebuah perjanjian untuk jangka waktu tertentu, jadi bunga tidak bisa berubah selama jangka waktu yang telah ditentukan dalam pernjanjian. Sementara untuk bunga anitas adalah bunga yang akan mengecil dalam jangka waktu yang telah di tentukan, namun pokoknya menjadi membesat. Biasanya perhitungan bunga anuitas ini digunakan dalama leasing kendaraaan bermotor dan jarang di terapkan sebagai perhitungan KPR. Tentunya lebih menguntungkan bunga fixed dimana dalam jangka waktu tertentu bunga tidak berubah, minusnya adalah dimana suku bunga bank lain turun kita tidak mengalami penurunan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    lily said:
    June 9, 2012 at 10:16 pm

    Pak,saya dan suami memiliki KPR BRI dengan jangka waktu 10tahun,sekarang sudah berjalan 2tahun lebih.pinjaman kami sekitar 385jt,dengan angsuran tiap bulan 5.845.000.-rumah yang kami beli adalah rumah tua,dan saat ini kami masih mengontrak ditempat lain
    Sekarang usaha kami sedang kurang bagus.sudah 3bulan kami telat membayar(membayar tapi tidak tepat waktu).
    Melihat keuangan kami yang dirasa sangat sulit untuk saat ini,apakah ada jalan yang harus saya lakukan agar rumah tersebut tetap kami miliki,walaupun keadaanya sekarang ampir ambruk karena belum ada biaya untuk memperbaikinya.
    Yang kedua,adakah solusi pinjaman untuk renovasi rumah ketika sedang dalam KPR?
    Terimakasih

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 9:04 am

      Membaca kondisi yang telah disampaikan, mungkin jalan keluar terbaik saat ini adalah mengover kreditkan rumah tersebut. Sehingga paling tidak nama anda tidak masuk kedalam BI checking apabila kondisi usaha tidak membaik dalam jangka waktu dekat yang pada akhirnya akan mempengaruhi pembayaran cicilan KPR. Kecuali anda bisa mendapatkan pemasukan tetap sehingga dapat menjaga agar cicilan KPR tetap berjalan lancar. Saya rasa kita harus dapat melihat kondisi keuangan kita secara realitis dalam jangkan panjang karena apabila kita memaksakan untuk tetap memiliki rumah tersebut namun mengakibatkan timbul masalah lain saya rasa hal tersebut ada baiknya dihindari.

      Mengenai pinjaman lain untuk renovasi rumah, tentunya bank akan selalu melihat kemampuan keuangan kita. Dalam hal ini anda sudah memiliki beban untuk membayar cicilan KPR dengan jumlah yang tidak kecil, tentunya pihak bank pun akan meragukan kemampuan anda untuk dapat membayar cicilan pinjaman lainnya. Kecuali apabila penghasilan anda bisa melebihi dari apa yang pernah ajukan sebelumnya. Untuk KPR sendiri bank akan melihat sebesar 30 % dari penghasilan kita sebagai bahan acuan dalam memproses KPR kita. Apabila kita mengajukan kembali pinjaman prosentase tersebuat mungkin akan digunakan kembali sebagai acuan. Sudah pasti bank pun tidak menginginkan calon nasabah menjadi terbebani oleh permasalahan keuangan.

      Jadi ini semua kembali kepada anda, apabila memang secara keuangan dalam jangka panjang anda merasa aman, tidak ada salahnya untuk mencoba apa yang ingin anda lakukan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hamzah said:
    June 10, 2012 at 3:08 pm

    sore bpak..
    benarkah suku bunga yg ditentukan bank bersifat final?.

    apa persyaratan konsumen supaya bisa mendapatkn subsidi kpr slama 15thun.

    terima kasi ats jwbny.

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 9:47 am

      Pada awalnya memang kebanyakan seperti itu, namun setelah berjalan biasanya kita bisa mengajukan keberatan atas bunga yang ditetapkan oleh bank. Namun biasanya setelah kita mencicil KPR lebih dari 1 tahun.

      Mengenai persyaratan FLPP bisa dilihat di link berikut ini http://pembiayaan.kemenpera.go.id/syaratflpp.html di website kemenpera anda juga bisa melihat daftar bank yang ditunjuk.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dezy said:
    June 12, 2012 at 1:27 am

    Pagi pak..Adakah solusi jika perusahaan tidak dapat memberikan spt pph21 karyawan karna alasan tertentu..
    sedangkan spt pph 21 menjadi syarat mutlak dari bank pemberi kpr

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 9:54 am

      Mungkin anda mengurus sendiri dengan melaporkan penghasilan anda dalam setahun ke kantor pajak. Tapi ini pun akan menjadi pertanyaan nantinya yang berhubungan dengan kantor anda. Karena sudah merupakan kewajiban bagi perusahaan untuk membantu mengenai pengurusan pajak ini. Bisa juga anda coba tanyakan ke pihak tpengemabang, biasanya ada pengemabang yang bisa bantu, apalagi yang sudah bekerja sama dengan Bank, biasanya lebih mudah. Tapi tetap waspada dan hati-hati jangan sampai terjebak dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ary said:
    June 12, 2012 at 8:25 am

    Halo Mas…, Nama saya ary. Rencana mau ambil rumah lokasi di jakarta, seharga rp. 500 juta. Penghasilan Saya per bulan rp. 9 juta. Uang muka belum punya. Saya sdh bekerja di kantor swasta di jakarta juga, kurang lebih 2 tahun. Apakah bisa di proses bila cicilan per bulan lebih dari 50% gaji Saya? Keterangan: Istri tidak bekerja, anak cuma 1. Tidak ada hutang/tunggakan lain di bank manapun. Kalau bisa jangka waktu kredit (hanya) 10 – 15 tahun. Need pencerahannya. Terima kasih.

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 12:44 pm

      Biasanya bank melihat minimum 30% dari penghasilan pokok kita. Bisa saja anda coba ajukan dengan 50% dari gaji anda, tapi apakah dengan jumlah itu anda yakin sisanya mencukupi kebutuhan keluarga anda. Harus di ingat KPR ini ada sebuah proses jangka panjang, yang tentunya harus anda perhitungkan secara matang dari sisi keuangan anda sehingga tidak mengganggu keuangan anda kedepannya nanti.

      Disamping itu anda harus menyiapkan uang sekitar 30% dari harga rumah tersebut yang mungkin harus ditambah lagi karena untuk 500 juta bank tidak akan memenuhi seluruh plafondnya. Jadi ada baiknya di pertimbangkan secara baik terlebih dahulu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rudi said:
    June 12, 2012 at 9:51 am

    Slamat pagi pak, saya mau ambil rumah dengan perjanjian developer bisa dicicil DP slama 1 th (12 x bayar) dan bila lancar maka DP lunas tahun 2013. Saya sudah punya SPR( Surat Pemesanan Rumah). Yang mau ditanyakan bila nanti AJB/ akad kredit, apakah mengikuti FLPP th 2012 atau FLPP th 2013 (jika ada perubahan ) nanti ?

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 12:52 pm

      Apakah anda sudah dibuatkan PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli)? Karena dengan adanya PPJB lebih kuat dibanding SPR. Sehingga pada saat AJB/Akad Kredit kita bisa meminta untuk mengikuti apa yang sudah diperjanjikan. Karena memang biasanya kalo kondisi rumah dalam keadaan ident akan dibuatkan PPJB oleh pengembang atau kita pun bisa meminta dibuatkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    zoen said:
    June 12, 2012 at 12:37 pm

    mau tanya tentang kpr,katanya kalo sudah terlambat pembayaran kredit bakalan susah untuk mendapatkan KPR walaupun sudah dilunasi… apa benar nama kita akan masuk di BLBI.adakah cara untuk mengeceknya…thanks..

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 12:55 pm

      Kalau sudah dilunasi akan membutuhkan waktu 2 tahun sampai data kita di BI checking hilang. Karena memang periode yang tercatat laporan BI Checking adalah 2 tahun. Untuk mengecek apakah kita masuk dalam BI Checking, anda bisa mendatangi gerai BI untuk meminta sejarah keuangan anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    zoen said:
    June 12, 2012 at 12:39 pm

    dan jika iya masih adakah harapan buat lolosin kprnya..atau adakah cara untuk menghapus nama kita di BLBI itu….thanks.

      kprid responded:
      June 13, 2012 at 12:57 pm

      Masih harapan tentunya, setelah proses pelunasan ataupun penyelesaian atas sangkutan kita pihak bank atau lembaga keuangan akan melaporkan hal ini ke pihak BI. Namun seperti yang sudah saya utarakan anda harus bersabar selama 2 tahun sampai data anda hilang di track record BI.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ahmad tawakkal paturusi said:
    June 14, 2012 at 1:38 pm

    Asl.wr.wb
    Saya mau tanya apakah ada peraturan Bank Indonesia (BI) yang mengatur bhw rumah yg akan di akad harus selesai (rampung) 100%…???
    Kalau ada saya mohon disebutkan dan diberikan melalui email peraturan Bank Indonesia tersebu…
    Email : ahmadtawakkalpaturusi@yahoo.co.id

      kprid responded:
      June 15, 2012 at 1:33 pm

      Walaikumsallam Wr. Wb.

      Setahu saya tidak ada peraturan seperti itu di BI. Coba anda ke website BI di http://www.bi.go.id dan cari di bagian peraturan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aris said:
    June 14, 2012 at 7:49 pm

    malam pa,kebetulan sy sudah booking fee dan akan mengajukan persyaratan kpr skaligus bayar cicilan dp yg pertama.pertanyaan all: 1.sy baru bekerja di perusahaan yg skrg sktr 1,5 thn..apakah bs lolos kpr..data2 yg lain sdh lengkap. 2.setelah dp lunas sktr november 2012,developer minta membyar BPHTB dan biaya kpr s.d bulan maret 2013,baru akad kredit..apakah begitu prosesny pa? 3.skrg sy bru diberikan kwitansi dp bermaterai dan surat pesan rumah,apakah ada dokumen lain selain dok.diatas pa?..

      kprid responded:
      June 15, 2012 at 1:41 pm

      1. Minimal 1 tahun sudah bekerja, jadi ngga masalah harusnya untuk hal ini apalagi sudah lebih dari 1 tahun.

      2. Memang biaya untuk surat-surat diminta di awal, tapi coba anda pastikan apakah benar bulan maret 2013 akad kreditnya, apa memang sudah ada SP3 dari Bank keluar? Jangan sampai anda sudah bayar DP dan tetek bengeknya terus akad kredit di undur-undur terus. Banyak kejadian seperti ini.

      3. Biasanya setelah Booking Fee dan rumah belum jadi kita di buat PPJB (Perjanjian Pengikatan Jual Beli) ini lebih bagus dibanding hanya sekedar kwitansi saja. Karena kalau kwitansi tidak menyertakan pasal-pasal yang menyatakan kewajiban dan hak konsumen serta developer. Coba anda minta dibuatkan PPJB saja.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Artha said:
    June 14, 2012 at 8:01 pm

    Mt mlm admin. Saya ditawarkan rumah type 36 hrg jual 80juta… Saya kepingin banget rumah itu, tapi ga punya uang tunai sebanyak itu. Kira2 ada ga ya bank yg mau bantu saya. Jadi pihak bank yang ngecashin rumah itu. Saya yang beli kredit rumah itu lewat bank.

      kprid responded:
      June 15, 2012 at 1:52 pm

      Ya lewat KPR belinya, tapi tetap anda harus menyiapkan DP sebesar 30% dari harga rumah. Peraturan BI yang baru mengutarakan minimum DP 30%.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    toto limbong said:
    June 15, 2012 at 12:51 pm

    Saya mengambil rumah KPR BTN bersubsidi, dan akad kreditnya mulai Mei 2009 dengan jumlah KPRnya Rp. 44.000.000,- dan angsuran perbulan sebesar Rp 260.000,- selama tahun pertama dan kedua, dan pada tahun ketiga besarnya angsuran masih tetap. Dan hal ini telah berapa kali saya tanyakan kepada petugas di kantor Pos ( karena di kab. Labuhan Batu – SUMUT tidak ada kantor BTN ) jawabnya memang seperti apa yang tertera itu yang harus saya bayarkan karena jaringan komputernya ON LLINE dengan BTN. Dan pada bulan pertama dari tahun ke empat saya harus membayar Rp 751.000 per bulan. Hal ini saya memberatkan sekali, karena kenaikannya sangat tinggi. Seharusnya kenaikannya bertahap sesuai dengan brosur yang mereka bagikan dahulu. Mohon kepada Bapak / Ibu apa solusi yang paling tepat yang dapat saya ambil. Sebelumnya saya ucapakan terima kasih.

      kprid responded:
      June 15, 2012 at 2:08 pm

      Coba kirimkan saja surat keberatan, contohnya ada di salah satu jawaban saya disini. Coba cari mundur saja.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    bhinuri said:
    June 15, 2012 at 2:58 pm

    selamat siang..
    saya dan suami mengajukan join income KPR an suami saya, krn masih membutuhkan uang untuk DP, maka saya berencana kredit tanpa agunan an saya di Bank Lain. Apakah KTA bisa disetujui berkaitan dengan BI checking? adapun informasi tambahan : sudah ada MOU antara Bank pemberi KTA tersebut dengan Kantor temnpat saya bekerja, apakah hal ini memudahkan? atau bagaimana?
    terima kasih

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 8:53 am

      Setahu saya apabila memang nama kita sudah masuk dalam BI Checking, akan sulit untuk mendapatkan persetujuan dari lembaga keuangan manapun. Disini saya melihatnya MOU itu antara kantor anda dan Bank pemberi KTA, bukan anda langsung. Tapi apabila anda mengajukannya melalui kantor kemungkinan akan lebih memperbesar kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dezy said:
    June 16, 2012 at 11:40 am

    pagi … terima kasih telah kasih solusi..tetang kpr

    saya mau nanya.. 2 minggu lalu saya sudah wawancara sama pihak bank btn pengajuan kpr 270 jt..(rumah indet/blom di bangun, katanya 3 bulan lagi baru jadi))

    setelah 2 minggu dapat info dari develover..katanya saya di setujui 240 jt..selisih 30 juta.

    trus pihak develover minta di lunasin sisa dp rumah.. yg kurang 15 juta,, tapi saya minta SP3K , atau sp3 nya.. tapi kata pihak develover itu harus melalui proses dan agak lama..

    yg di tanyakan:
    – apakah pihak bank bila sudah meng ACC kpr tidak ada data langsung berupa surat tertulis?

    – apakah sisa dp yg kurang 15 juta saya bayar atau menunggu info surat yg telah di acc?

    – apakah boleh langsung telp.. pihak bank btn, menanyakan kejelasann acc kpr saya?

    sebelumnya terima kasih

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 9:00 am

      Harusnya ada. Jadi anda akan mendapatkan pemeberitahuan tertulis mengenai disetujuinya KPR anda. Di dalamnya ada rincian mengenai plafond, cicilan dan jangka waktu.
      Biasanya setelah kita melunasi DP akan dilakukan akad kredit, kalau memang belum saya rasa jangan dulu melunasi DP. Kecuali ada kepastian kapan dilaksanakan akad kredit.
      Boleh malah seharusnya begitu, jangan terlalu mengandalkan informasi dari pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dea said:
    June 17, 2012 at 1:08 am

    Malam pak,saya sedang mengajukan permohonan kpr bank mandiri, dengan total pinjaman 312 jt Dr harga rumah 398jt . Saya wiraswasta sekaligus pegawai swasta . Untuk penghasilan bersih Dr wiraswasta saya perbulan 25 jt, sedangkan gaji saya sbg pegawai swasta 2 jt,penghasilan suami 2jt/bln .pengajuan credit menggunakan nama saya dgn status wiraswasta. Rencana kpr 5th Dan bear ansuran 6,5 jt perbulan.All kelangkapan doc sudah lengkap, hanya kura ng imb Dr developer. Tempohari saya Di telephon oleh marketing bank mandiri. Ygmenginformasikan jk suami saya ternyata terkena bichheking, den status coll 5. Sebesar 3 jt. Saya bermaksud melunasi all tagihan credit suami ,mohon infoapakah jk all tagihan Sudah Saya lunasi Dan mendapa.tkan bukti pelunasan tsb ,saya masih ada mempunyai harapan untuk saya mdptkan kpr itu? Jujur,saya mjd bingung , kn uamg dp Sudah .sy byr 60jtan . Jk saya Mengaju kan .ke bank lain adakah kemungkinan lolos verifikasi doc juga ?
    Terimakasih

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 9:19 am

      Apabila sudah melakukan pelunasan, disamping bukti pelunasan coba anda datangi galeri BI untuk memeriksa apakah sudah di laporkan oleh Bank atau lembaga keuangan dimana ada sangkutan tersebut. Supaya lebih pasti saja bahwa sudah dilaporkan. Kalau memang sudah lunas dan dilaporkan ke BI, maka biasanya data akan baru benar-benar bersih setelah 2 tahun. Karena sistim BI menggunakan periode per 2 tahun dalam laporannya. Jadi coba perlihatkan bukti lunas ke Bank Mandiri siapa tahu ini bisa membantu. Sedangkan untuk pindah ke Bank lain dengan status saat ini kemungkinan besar tidak akan mendapatkan persetujuan juga.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    putri mahayani said:
    June 17, 2012 at 12:41 pm

    Selamat siang Pak,

    Mohon bantuannya. Saya hendak bercerai dari suami dan sesuai dengan kesepakatan kami, rumah yang sebelumnya 3 bulan sebelum kami menikah dibeli atas nama suami akan dioper kreditkan ke saya untuk selanjutnya menjadi hak milik saya. Yang menjadi masalah adalah suami saat ini bertugas diluar negeri untuk 3 tahun kedepan dan sepertinya dia enggan untuk kembali ke Indonesia menyelesaikan kesepakatan kami sehingga permasalahan oper kredit rumah tersebut menjadi terhambat.
    Yang menjadi pertanyaan saya adalah bisakah suami menunjuk perwakilan dia dengan surat kuasa untuk kepengurusan proses oper kredit tersebut? Saya berencana untuk langsung melunasi sisa kredit rumah tersebut sehingga sertifikat rumahpun segera dapat dibalik nama atas nama saya sehingga dikemudian hari saya tidak perlu berhubungan dengan suami saya.

    Demikian permohonan bantuan saya, saya mengucapkan terimakasih sebelumnya.

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 9:24 am

      Setahu saya untuk keperluan over kredit dan balik nama tidak bisa di wakilkan harus pihak yang bersangkutan langsung. Jadi dalam hal ini mau tidak mau suami ibu harus menyempat waktu untuk keperluan ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Prihadi said:
    June 19, 2012 at 7:54 pm

    Saya seorang karyawan swasta di perusahaan air minum dalam kemasan. Saya membeli rumah melalui kpr bukopin dengan dengan besarnya pinjaman 80 juta dan saat ini sudah masuk cicilan ke 67 dari 120 bulan. Apakah bisa saya mengajukan pinjaman lagi ke bukopin saat ini melalui reschedule kpr saya? Terima kasih.

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 9:26 am

      Kemungkinan untuk itu bisa, coba anda tanyakan langsung ke pihak Bank. Tentunya bank akan melihat kemampuan keuangan anda dengan adanya cicilan KPR berjalan. Tapi kalau memang hanya ingin me-reschedule KPR anda tentu ini bisa juga dicoba untuk di ajukan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ayu said:
    June 20, 2012 at 12:51 pm

    siang Pak,

    suami saya dan teman kuliah suami saya, sama2 mengambil KPR di perumahan daerah tengerang dari bank BTN ,

    dan waktu wawancara bank suami saya tidak ada masalah dalam proses wawancara (dokumen dianggap sudah lengkap) disamping itu kami juga sudah membayar uang muka rumah lunas ( kami jujur dalam mengisi aplikasi)

    sedangkan untuk teman suami saya di minta slip gaji waktu wawancara bank dan dianggap dokumen belum lengkap (karena gaji di mark-up),rekening koran,SPT tahunan oleh pihak wawancara dan .hingga sekarang belum bisa memberikan dokumen tsb dan pernah mengancam ke pihak develover akan menarik Uang muka jika belum ada hasilnya hingga bulan juni ini

    dan bulan lalu tempat suami saya bekerja di survey oleh pihak BTN dan minggu lalu di info di approve oleh BTN sedangkan teman suami saya ini yakni belum di survey tapi juga sudah di info di approve oleh pihak BTN melalui developer , hal apakah yang menjadi dasar dari pihak Bank seseorang yang mengajukan KPR tapi dokumen belum lengkap dan belum di survey tapi hasilnya sudah keluar dan apakah benar bisa tanpa melalui proses survey karena kakak2 saya yang mengajukan KPR saja melalui proses survey juga.

    Mohon di bantu dan di perjelas untuk kami , agar kami dapat jadikan pengetahuan ke depannya

    Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih.

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 9:32 am

      Hal-hal seperti ini bisa dan sering terjadi. Mungkin bisa jadi dilandasi oleh kerja sama antara pihak pengembang dan Bank itu sendiri. Sehingga Developer memberikan jaminan untuk Nasabah/Konsumen sehingga mereka di setujui oleh Bank. Namun tidak selamanya berjalan mulus pada suatu saat ada masalah sehingga membuat nasib kita terkantung-kantung tidak jelas dan pihak Developer hanya akan memberikan alasan-alasan tanpa ada kepastian.

      Proses yang ditempuh oleh anda adalah benar, apabila di awalnya benar selanjutnya dengan ijin Tuhan tentunya akan lancar.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Tony said:
    June 20, 2012 at 4:49 pm

    Selamat Sore Pak,
    Saya ingin bertanya mengenai persyaratan KPR yaitu nilai cicilan maksimal yaitu 30% dari penghasilan, apakah hal itu sangat wajib dipenuhi atau adakah toleransi dari pihak bank ?
    saat ini status saya masih single dengan umur 25 tahun (THP saya per bulan +- 17jt net), saat ini saya sudah memiliki cicilan mobil sebesar 4jt (akan selesai di bulan Okt tahun 2013, sejauh ini saya juga memiliki track record yg baik karena selalu melakukan pembayaran tepat waktu), dan saya berniat mengambil KPR dengan tenor 10/15 tahun dengan cicilan per bulan sekitar 5.5jt, sehingga jika ditotal maka cicilan saya akan mencapai 9.5jt (sekitar 56% dari pendapatan saya), mengingat saya masih single dan merasa dapat memenuhi kehidupan saya dengan sisa gaji yang saya dapatkan.. Apakah ada kemungkinan dari pihak bank untuk menyetujui KPR yg saya ajukan ?
    Karena saya khawatir bila KPR saya sudah pasti tidak disetujui maka uang tanda jadi yang diberikan ke pihak developer akan hangus begitu saja.. Mohon Infonya ya Pak..
    Terima kasih.

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 11:07 am

      30% itu hanya patokan saja, tentu saja ada pertimbangan lain. Apalagi melihat kondisi anda masih belum ada tanggungan (keluarga) bisa memperbesar kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan kredit. Disini saya juga mengingatkan anda harus aktif menanyakan perihal proses anda ke Bank jadi tidak mengandalkan informasi dari pengembang saja.

      Uang muka atau DP tidak hangus apabila memang ternyata KPR anda tidak disetujui. Mungkin hanya dikenakan potong administrasi dan perlu sabar uang muka di kembalikan. Kalau booking fee atau tanda jadi itu baru hangus.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aziz said:
    June 21, 2012 at 10:42 am

    saya beli rumah kpr dg harga sekitar 160jtan selama 10th..dan sampai sekarang kredit yg saya sudah bayar telah berjalan selama 26 bulan..rumah saya tidak tempati langsung tp saya kontrakkan.akhir2 ni saya dapat info kalo pengembang di perumahan saya bermasalah, berhubung saya domisili di luar kota dan susah untuk memantau perkembangannya saya ingin menjual rumah saya..pertanyaan saya :
    1. saya harus menjual ke bank ato pengembangnya?
    2. apakah mungkin saya jual dg over kredit dg status pengembang yg bermasalah?(kemungkinan kecil ada yg tertarik dg rumah sya)
    3. kalo saya ingin menghentikan kredit sya dg catatan saya tidak wanprestasi, gimana caranya?
    4. kalo dilanjutkan kpr saya, apakh kemungkinan masih menguntungkan?(dg pengembang yg hampir pailit dan takutnya setelah sya melunasi kpr sya sertifikatnya susah keluar)

    mohon solusinya bpk/ibu..terima kasih yg sedalamnya..

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 11:14 am

      1. Anda bisa menjual langsung kepada pihak lain. Ke bank ya tidak mungkin apalagi pengembang.

      2. Tapi dengan di setujuinya KPR dan sekarang sudah berjalan berarti tidak ada masalah dengan Bank-nya. Apalagi sudah 26 bulan seharusnya surat-surat sudah ada di Bank. Coba anda cek ke pihak Bank untuk surat-surat terutama sertifikatnya. Dan apabila anda melakukan over kredit pun tidak ada masalah karena semua sudah di jamin oleh Bank.

      3. KPR tidak bisa dibatalkan, cara satu-satunya dengan menjual atau mengover-kreditkan rumah anda.

      4. Sekarang anda sudah berurusan dengan pihak Bank mengenai KPR, jadi nanti adalah tanggung jawab Bank untuk mendapatkan surat-surat yang akan di gunakan sebagai jaminan. Karena Bank memerlukan surat-surat itu sebagai jaminan. Apabila surat-surat tidak ada atau ada masalah tentunya dari awal Bank tidak mau memberikan atau menyetujui KPR anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ENA said:
    June 21, 2012 at 10:55 am

    Dear Bp/Ibu
    Sy dan suami sy hendak mengajukan kpr. Namun ada kendala krn suami sy terkena BI checking. Ada pun rencana kami akan mengajukan atas nama sy (istri) dan joint income. Apakah jika joint income suami sy ikut diperiksa mengenai BI checking nya?? Sebagai informasi KK suami sy pernah macet di tahun 2010 dan pd saat itu data pd KK tsb menggunakan KTP palsu berdomisili di bandung (aslinya garut) atas saran sales KK bank tsb. Posisi skrg suami sy sdh memiliki KTP bandung secara benar sesuai prosedur hukum dg membuat SURAT PINDAH dr garut. Pertanyaan sy apakah data yg ada di KK yg sempat macet akan sama dg identitas KTP yg sekarang? Shg diharapkan BI checking suami sy akan lolos..mohon informasinya pa. Terimakasih sebelumnya

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 11:19 am

      Biasanya pasangan kita pun akan di cek sejarah keuangannya apabila di cantumkan dalam joint income.

      Mengenai penggunaan dokumen-dokumen palsu saya tidak bisa memberikan informasi mengenai bagaimana Bank akan melihatnya. Tapi mungkin anda bisa melakukan pengecekan di galeri BI untuk meminta laporan keuangan dari suami anda. Disana akan terlihat detail informasi alamat bahkan perubahan alamat pun akan terlihat.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Cecep said:
    June 21, 2012 at 5:41 pm

    Selamat Malam pak,
    saya ingin menaynyakan beberapa hal Pak:
    1. apa DP Rumah bisa balik pak? (pengajuan saya oleh developer sudah di tolak Bank sebanyak 3 kali)
    2. krn lalu istri saya menandatangani SPR (surat permintaan rumah) oleh developer, kata pihak developer kita gak bisa membatalkan pengambilan rumah dikarenakan sudah menandatangani SPR tsb, dan di situ tertulis jika bank A menolak maka developer akan mengajukan ke bank B.
    yang saya tangakan di point 2 ini pak, apa memang ada aturan seperti itu?
    tidak melanggar undang-undang kah?
    jadi berdasarkan aturan developer tsb, kita dibuat dalam posisi sebagai pihak yg membatalkan, jika kita menolak melanjutkan, padahal 3 bank sudah menolak Pak.

    Mohon pencerahan dari Bapak.

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 11:24 am

      1. Seharusnya DP bisa di kembalikan. Namun memang ada pemotongan biaya-biaya oleh pengembang. Booking fee biasanya hangus.

      2. Surat Pemesanan Rumah hanya berlaku untuk pemesanan rumah, tidak ada peraturan resmi yang menyatakan berlaku sampai pengembang mendapatkan Bank yang mau menyetujui. Apalagi sudah 3 kali dicoba dan tidak berhasil. Seharusnya itu semua kembali ke konsumen, pengembang tidak boleh membuat keputusan sepihak seperti itu. Apakah di dalam SPR disebutkan secara rinci mengenai hal itu? Kalau memang ada coba anda negosiasikan lagi minta kepastian akan KPR-nya atau batas waktu. Kalau tidak bisa dipenuhi oleh pengembang maka anda bisa meminta uang DP anda kembali.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dita said:
    June 22, 2012 at 9:53 am

    ayah saya pegawai BUMN dengan golongan 2A, kami tinggal cukup jauh dari kota, saya ingin ayah saya dapat membeli rumah KPR subsidi, bank apa sebaiknya yang harus kami datangi untuk mengajukan KPR tersebut, yang tidak rumit? serta apa saja persyaratan yang harus kami penuhi untuk mendapatkan KPR subsidi?

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 11:55 am

      Mungkin anda bisa coba mulai dengan melihat website yang menyediakan daftar bank-bank yang ditunjuk KPR bersubsidi atau sekarang mungkin di sebut juga dengan nama Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan atau disingkat FLPP, bisa dilihat disini http://pembiayaan.kemenpera.go.id/bankpelaksana.html.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Hamzah said:
    June 22, 2012 at 6:01 pm

    Sore pak.
    stlah sp3k kluar tgl 9 mei 2012. saya dijdwalkn utk aqad, kemarin saya ketemu pihak bank dn devloper utk aqad kridit, dan saya menyampaikan mslah keberatan saya mengenai suku bunga dan subsidi yg tdk sya dpatkn, spt yg dtwarkn dvlover,
    tnyta msalahnya pihak devloper msh berbentuk cv.
    kmudian rencana aqad hri itu gagal, slain pertimbangan mslah subsidi yg tak sydptkn, jg krna kndisi rmah tersebut blm ada listrik dn air.

    yg ingin sya tanyakan.
    1. benarkah sp3k ada expirednya?. smpai brp lama?,.
    2. jk msa expiredny sdh hbis dan sya tdk menandatangani aqad kridit, apkh sp3k yg bru akn keluar?,
    3. apkh sya akan khilangn rmah tsbt?, krna yg sya khwtirkn dijual pd org lain.
    4. benarkah pemasangan listrik akn bisa dilakukan, jka akad kridit sdh ditndatangani (menurut devlver)

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 12:41 pm

      1. Biasanya 30 hari.

      2. Kalau sudah berakhir harus mengajukan ulang, tapi apabila dengan Bank yang sama bisa di negosiasikan.

      3. kalau memang sudah menandatangani SPR atau PPJB harusnya tidak akan di jual ke orang lain. Cuma tentunya pihak developer ingin kepastian dari anda.

      4. Listrik bisa dipasang sebelum akad kredit, nanti setelah akad kredit tinggal di balik namakan saja. Lagi pula listrik adalah baik dari kesepakatan kita membeli rumah bukan. Jadi kita beli rumah harus dengan sudah terpasangnya listrik. Baik itu tunai ataupun kredit.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    jumiati said:
    June 23, 2012 at 12:41 pm

    saya ingin kredit ulg di bank mandiri, lalu imb saya hilang. apakah kredit ulang tsb bisa diproses/imb tsb menyusul? trims, bu ati.

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 1:41 pm

      Mohon maaf saya kurang memahami pertanyaan anda. Kalau memang hendak mengajukan pinjaman bisa menggunakan sertifikat sebagai jaminan. Namun ada baiknya IMB diurus terlebih dahulu. Walaupun tidak ingin mengajukan pinjaman ada baiknya IMB tetap diurus.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    edi said:
    June 25, 2012 at 9:53 am

    pak mau tanya APHT itu yang ada dari bank saja ato pihak developer juga menarik biaya APHT soalnya saya dapet dua2 nya dari bank juga ada dari developer juga ada,sebagai informasi sertifikat masih sampai balik nama saja belum SHM dan kira kira kisaran berapa biaya kalo sertifikat hanya sampai balik nama saja
    trimakasih sebelumnya.

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 1:46 pm

      Dari kedua belah pihak biasanya, jadi kita bayar ke pengembang dan Bank. Untuk biaya balik nama mungkin di kisaran 3 jutaan. Coba anda tanyakan ke notaris mereka biasanya lebih tahu persisnya berapa.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yudi said:
    June 26, 2012 at 1:20 pm

    Saya punya KPR berjalan sdh 4 tahun, sewaktu saya datang ke Bank saya lihat pengumuman bahwa suku bunga KPR sudah turun per April 2012, lalu saya coba minta print rekening koran KPR saya, sewaktu saya check kok ternyata Suku bunga KPR saya potongan bulan Juni masih tinggi, tidak sesuai pengumuman tsb.

    Apa memang turunnya lama yah suku bunga KPR Bank, meskipun dari pemerintah sudah diinfokan turun. ?

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 1:51 pm

      Coba anda ajukan saja surat keberatan ke pihak Bank. Mungkin saja terlewatkan oleh mereka. Biasanya biarpun pemerintah sudah menginformasikan adanya penurunan atas suku bung tapi itu ngga berlaku di Bank-Bank. Jadi ada baiknya ada ajukan saja surat keberatan. Contohnya pernah di posting di jawaban-jawaban saya terdahulu coba di cari mundur saja.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    anusapati said:
    June 27, 2012 at 12:03 pm

    mau nanya nih mas.apa kita bisa mengajukan KPR bersubsidi FLPP untuk takeover kredit yang sudah berjalan?
    untuk informasi perumahan yang sudah berjalan tersebut dibangun pada tahun 2009.
    terima kasih atas jawabannya..

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 1:54 pm

      Saya rasa apabila memenuhi persayaratan KPR bersubsidi atau FLPP harusnya bisa-bisa saja. Selamat mencoba!

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rain said:
    June 27, 2012 at 3:29 pm

    siang..
    mau tanya tentang angsuran extra berkala, lebih menguntungkan angsurannya menjadi lebih kecil atau waktu cicilan yg lebih singkat..
    tolong infonya..
    terima kasih.. ^__^

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 2:09 pm

      Saya pernah membaca mengenai hal ini dan memang lebih menguntungkan. Namun pada intinya apapun bentuk promosi yang kita terima kita harus selalu menyikapinya dengan hati-hati karena langkah yang akan kita ambil dalam mengambil KPR menentukan kondisi keuangan kita dalam jangka panjang. Coba anda diskusikan mengenai bentuk angsuran tersebut dengan pihak Bank. Kemudian bandingkan dengan Bank lain yang menawarkan hal serupa (kalau ada). Sehingga kita bisa mengambil sebuah keputusan yang baik yang tidak hanya berdasarkan atas kemudahan-kemudahan yang dikumandangkan lewat promosi-promosi tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Nita said:
    June 28, 2012 at 8:22 am

    Saya mau tanya,saya kan mau beli rumah second sharga 100 juta,tp ingin ambil KPR di bank lain…gaji saya 2 juta dg masa kerja msh 10 bulan tetapi sdh karyawan tetap,tp sdh 1 thun bekerja d tmpt sbelumnya dan gaji suami 3,5 juta dia jg sudah karyawan tetap,sy ingin ambil atas nama saya..kira kira utk KPR bisa tdk ya?kalau KPR Mandiri apakah bisa,kan persyaratannya hrs 2 thun dg gji 2,5 min.apa bisa joint income?

      kprid responded:
      June 28, 2012 at 2:12 pm

      Kalau memang persyaratannya mengharuskan sudah bekerja di perusahaan yang sama minimal 2 tahun, saya rasa harus begitu. Karena biasanya malah minimal 1 tahun. Bagaimana dengan suami anda? Apakah sudah lebih dari 1 tahun atau 2 tahun? Kalau sudah lebih dari 1 tahun mungkin bisa atas nama suami. Kalau memang di Bank tersebut mengharuskan 2 tahun, ya mungkin bisa cari KPR di Bank lain yang persyaratannya minimal 1 tahun.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ahmad prg said:
    July 2, 2012 at 7:06 pm

    selamat malam kpr-id,…
    Saya ingin bertanya,kebetulan saya ambil rumah, sudah selesai fisiknya 100 %, akan tetapi belum akad dikarenakan sertifikat belum split.. katanya sih karena ada masalah antara developer dengan pemilik tanah sehingga prosesnya jadi berlarut2. Yang ingin saya tanyakan,bagaimana status rumah saya padahal sp3k sudah keluar, karena sertifikat belum pecah jadi saya tidak bisa akad. Menurut bapak/ibu bagaimana tanggapannya… Sebagai info tambahan bahwa sebelumnya sudah ada nasabah yang akad,tetapi prosesnya tidak selama saya dan yang lainnya.trims

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 2:28 pm

      Coba anda minta kepastian kepada pihak pengembang kapan masalah sertifikat tersebut bisa di selesaikan. Tentukan batas waktu penyelesaian, dalam hal ini tentunya minta kepada pihak pengembang. Kemudian tentukan pula point-point apabila pihak pengembang tidak dapat menyelesaikan masalah sertifikat sesuai dengan batas waktu yang telah di tentukan. Misalnya dalam pengembalian uang muka yang sudah masuk dan tidak dikenakan potongan, bisa juga meminta lokasi lain yang kondisi sertifikatnya tidak ada masalah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Wiwit S said:
    July 5, 2012 at 11:19 am

    Dear Moderator.
    Saya seorang nasabah KPR BTN, kebetulan saya tidak terlalu mengerti dengan aspek legal-administratif KPR. Sebagai nasabah KPR, seharusnya dokumen apa yang harus saya pegang yang mesyahkan saya sebagai “pemilik” rumah yang sedang saya kredit tersebut.
    Saya bingung, pada saat akad kredit harus tanda tangan di atas materei berlembar-lembar tetapi tidak ada dokumen yang saya pegang. Mohon bantuan penjelasannya….

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 2:32 pm

      Anda harus menerima salinan dari Perjanjian Kredit (PK), setelah itu salinan dari Akte Jual Beli (AJB), Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), Pejak Bumi Bangunan (PBB) dan tentunya sertifikat. Untuk sertifikat biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan setelah akad kredit. Untuk salinan dokumen-dokumen anda bisa memintanya kepada pihak Bank, karena pihak Bank yang menyimpan dokumen-dokumen aslinya sebagai jaminan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    supriyadi said:
    July 6, 2012 at 10:23 am

    Saya seorang pegawai negri…pendapatan saya sebuLan sebesar Rp. 3.500.000 saya mau meminjam dana sebesar 200 juta dari bank dengan agunan sertifikat tanah yang sudah berdiri bangunan di atasnya..tapi saya tidak memiLiki i.M.B jadi bank mana yang mau menerima pinjaman dengan agunan tersebut..?
    Trimakasih

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 2:34 pm

      Mau tidak mau anda harus mengurus IMB terlebih dahulu, karena IMB merupakan salah satu persyaratan yang di butuhkan apabila mengajukan pinjaman dengan menjamin rumah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rini said:
    July 8, 2012 at 9:13 pm

    KPR ID,
    Saya akan melakukan akad kredit dengan bank. Yg ingin saya tanyakan:
    – Apakah biasanya salinan dokumen (AJB dan sertifikat) akan diserahkan pada saya saat itu juga, atau harus menunggu dulu?
    – Apa saja yang harus saya bawa saat hendak menebus sertifikat dan AJB asli setelah kredit lunas?
    – Notaris yg ditunjuk adalah rekanan bank dan developer, tapi saat ini notaris tsb. sedang cuti cukup lama, padahal saya berharap bisa secepatnya akad kredit. Kata pihak notaris, boleh memakai notaris pengganti, tapi dari pihak bank hanya punya satu rekanan ini. Apa risikonya kalau memakai notaris yg bukan rekanan bank dan develiper? Apakah urusannya akan lebih rumit? Apakah sebaiknya saya menunggu saja?

    Mohon sarannya.
    Terima kasih

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 2:58 pm

      Untuk mendapatkan salinan dokumen seperti AJB dan sertifikat sepertinya harus menunggu, AJB mungkin bisa lebih cepat sekitar 30 hari, tapi untuk sertifikat biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dari sejak akad kredit.

      Cukup dengan membawa tanda bukti pelunasan, tanda pengenal dan buku tabungan.

      Bisa saja, tapi memang biasanya tidak semudah atau selancar dengan Notaris yang sudah ditunjuk oleh Bank. Kalau memang anda ada kenalan Notaris mungkin bisa saja di ajukan. Mungkin dengan Notaris yang kita kenal proses bisa jadi lebih transparan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    bondan said:
    July 8, 2012 at 11:36 pm

    aslmkm pak
    tadi siang sya brsma kluarga dtng utk mengajukn kpr d perumahan permata bintang d bogor, dngan persyrtn yg sdh kami bawa bsrta booking fee sbsar 500rb, ada kekurangan data yaitu rekening tabungan dari btn, phak developer memberkn kbijakan utk buku tabungan bisa d susulkan .

    stlah sy membuka blog anda dan membaca post coment, sy mhon petunjuk apakah?
    1. saya hrus membuka rekening btn yg khwatirny suku bunga akan naik d masa yg akn dtg
    2. apa bedanya proses kpr dgn bank BTN dan bank syariah

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 3:11 pm

      1. Biasanya untuk kebutuhan KPR kita hanya membuka rekening tabungan saja. Jadi apabila anda khawatir dengan suku bunga yang akan naik ataupun nantinya anda tidak jadi mengambil KPR melalui bank tersebut. Anda tinggal menutup rekening tabungan di bank tersebut.

      2. Prosesnya hampir sama, cuma perhitungan suku bunganya saja yang berbeda. Biasanya bank konvesional menggunakan suku bunga mengambang (floating) yang suku bunganya berubah-ubah, jadi bisa naik dan bisa turun. Sementara untuk bank syariah lebih banyak menggunakan perhitungan bagi hasil, bisa di katakan suku bunganya tetap (fixed), jadi tidak akan berubah-ubah.

      Mohon maaf apabila penjelasan mengenai Bank konvesional dan Bank syariah kurang jelas, karena memang saya bukan ahli dalam bidang tersebut. Hanya sekedar merangkum dari informasi-informasi yang pernah saya dapatkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nadracraft said:
    July 11, 2012 at 9:51 am

    Saya mau tanya, kpr saya baru jalan 11bln dari 9 thn. nah saya sekarang mulai kesulitan untuk pembayarannya karena usaha mulai menurun,..bln ke 12 saya belum bayar, bagaimana solusi untuk saya yang mas rasa terbaik…Sudah ada yang menawar untuk membeli,, bagaimana dan apa saja sebaiknya yang saya ketahui dalam hal jual beli ini bila memang harus terjadi..dan apa yang bisa kami lakukan agar kami tetap memiliki rumah ini tanpa harus menjualnya… Terima kasih…mohon segera di balas…

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 3:52 pm

      Apabila memang sudah terasa sulit untuk melakukan pembayaran mungkin jalan satu-satunya untuk saat ini menjual rumah tersebut. Sehingga anda pun tidak makin terbebani dengan pembayaran cicilan yang semakin menumpuk. Apalagi dalam batas waktu tertentu Bank akan menyita rumah anda dan anda hanya tidak akan mendapatkan apa-apa sama sekali. Kalaupun ada jumlahnya pun tentu akan membuat kita sangat-sangat kecewa. Mungkin di link berikut ini anda bisa mendapatkan bagaimana sebuah proses penjualan rumah secara over kredit http://kprid.wordpress.com/2011/07/07/cara-over-kredit-rumah-kpr/.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rini said:
    July 11, 2012 at 3:48 pm

    sore,

    saya ingin mengajukan kpr refinancing akan tetapi rumah yang akan saya renovasi tidak mempunyai imb dan untuk rumah tersebut saya bangun ulang dari awal karena bangunan itu bangunan lama.

    mohon bantuannya untuk jalan keluarnya.

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 4:14 pm

      Pinjaman dana dengan menjamin rumah sebagai agunannya maka IMB merupakan sebuah salah persyaratannya. Jadi mungkin anda bisa saja mengurus IMB-nya terlebih dahulu baru coba mengajukan pinjaman. Tapi ada juga bank-bank yang bisa memberikan pinjaman dengan anggunan surat berupa sertifikat ataupun masih dalam bentuk AJB. Karena beberapa waktu yang lalu saya pernah mendapatkan brosur penawaran untuk itu namun lupa Bank-nya apa. Mungkin bisa anda coba cari menggunakan Google mengenai hal ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    budi said:
    July 11, 2012 at 4:13 pm

    slmt sore KPR-ID .. Beberapa waktu lalu saya hendak membeli rumah melalui take over di bank BTN, namun karena sy ada BI checking, maka pihak developer menyarankan untuk membeli dengan cara Perjanjian Pengikatan Jual-Beli melalui Notaris, dalam hal ini jg disertai dengn Kuasa untuk menerima sertifikat asli dari bank dan atau menjual rumah tsb kpd pihak lain jika sdh lunas… akhirnya sy yg melanjutan cicilannya di bank tapi tetap atas nama pemilik pertama .. pertanyaan sy .. 1). Apakah sy harus memperlihatkan kpd pihak bank bukti2 notaris tsb.bahwa rmh tsb beralih ke saya ???. 2). Bagaimana status sy nantinya jika cicilannya telah lunas .. 3). Bisakah saya langsung membalik namakan sertifikat tsb atas nama saya … mohon tanggapannya .. terima kasih .. Sukses buat KPR-ID …

      kprid responded:
      July 11, 2012 at 4:34 pm

      1. Saya rasa tidak perlu, karena di khawatirkan nanti pihak Bank malah tidak menyetujuinya. Karena memang ada peraturan dimana Bank biasanya baru mengijin rumah tersebut di over kredikan setelah jangka waktu tertentu.

      2. Status anda cukup kuat dengan adanya Perjanjian Pengikatan Jual Beli tersebut, jadi setelah lunas cicilannya anda dan pihak penjual bisa bersama-sama mengambil sertifikatnya di Bank. Sertifikat anda bisa bawa langsung setelah itu untuk dibalik namakan.

      3. Tentu bisa.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    qky said:
    July 13, 2012 at 1:08 pm

    Siang,
    Pak saya mau beli rumah second tapi rumah tsb IMB baru rumah lantai 1 saja karna lantai 2 dadakan ngebangun…qta2 klo KPR ke bank perlu tidak mengurus dahulu IMB lantai 2 soalnya lumayan ribet,lama,sama mahal apa lagi blm ada pungli bisa abis 10 jtaan (Info yg sudah2) gimana solusinya pak teimakasih.

      kprid responded:
      July 18, 2012 at 5:35 am

      Mungkin bisa di coba saja dulu. Tapi setahu saya Bank pastinya menginginkan segala sesuatunya sesuai dengan spesifikasi. Walaupun demikiam tidak ada salahnya untuk dicoba, mungkin melihat kondisi lahan, rumah serta surat-surat lainnya Bank bisa memberikan pertimbangan lain.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Indriatno said:
    July 14, 2012 at 10:23 pm

    saya Indriatno , saya memiliki permasalahan dengan pengembang. begini ceritanya, pd bulan mei tahun 2010 yg lalu saya mengambil KPR di kab bandung barat dengan nilai jual rumah sebesar Rp 80 Juta. dimana nilai KPR sebesar Rp 64 Juta dan DP Rp 16 Juta plus biaya administrasi dll. yang ingin saya tanyakan adalah pada saat itu kami belum di akad kan krn adanya permasalahan sertifikat yang belum selesai. dan karena adanya kasus yang dilakukan si pengembang pertama maka si pengembang yg pertama diproses secara hukum dan masuk bui. dan pada bulan november tahun 2011 ada pengembang baru yg melakukan take over terhadap perumahan kami dimana pengembang yang baru ini menaikkan harga rumah sebesar Rp 30 jutaan dai harga awal menjadi Rp 117 juta. kami diharuskan membayar selisih harganya..dan kami tidak terima akan hal itu. 1. apakah pengembang yang baru ini dibenarkan menaikkan harga secara sepihak ?
    2. apakah pengembang ini bisa dilaporkan ke pihak berwajib ?
    3. kalau bisa dilaorkan, kemana saya harus melapor ?

    terima kasih atas jawaban dan saran-sarannya.

    iman n said:
    July 17, 2012 at 2:59 pm

    aslmlkm wr wb

    sy mau tanya pa,sy karyawan tetap sdh 4 thun bekerja di perusahaan pembiayaan di sukabumi, sy kredit rumah melalui kpr subsidi btn type 36/60 kelebihan tanah 20 m dan sudah di setujui btn cab pembantu cianjur,sebelum melakukan akad rumah tsb sy kembangkan dg membangun kelbihan tanahnya yg 20 m itupun sebelumnya sy koordinasi dg pihak devloper dan pihak developerpun mengijinkan suatu saat sy dipanggil untuk akad di kantor btn cianjur ketika berjalan penandatangan akad sy disuruh untuk membatalkan akad krn menurutnya setelah di survey pihak btn rumahnya melebihi dri harga 70j, hasil survey rumah tsb ditaksir 104 juta,menurut pihak btn rumah tsb tdk masuk kategori subsidi melainkan komersil,dan sy disarankan untuk ikut kpr komersil,sy menolak dan minta di pending,sampai hari ini status rumah sy menggantung dan sy sekarang ingin cepat2 mengisi rumah tsb krn selama ini sy tinggal di rumah orang tua
    1. Apakah rumah tdk boleh dikembangkan walaupun sdh keluar sp3?
    2. apakah aprisal/survey dilakukan setelah sp3 keluar atau sp3 keluar?
    mohon solusi dan pencerahannya pa krn sy ingin memiliki rmh subsidi tsb krn rumah tsb sdh sy kembangkan dan sy rapih2

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 4:14 pm
      1. Dengan dikeluarkannya SP3 harusnya rumah sudah bisa di kembangkan. Namun kalau memang ada kondisi-kondisi menyangkut persyaratan tentunya bisa saja mempengaruhi pengembangannya oleh pihak pengembang.
      2. Apraisal/Survery dilakukan sebelum SP3 keluar biasanya.

      Kalau sudah hasil survey dari pihak bank mengambil kesimpulan seperti itu, tentunya tidak bisa kita ganggu gugat. Semua kembali kepada kita sendiri apakah memang kita sanggup mencicil KPR dengan kategori komersil atau tidak. Kalau menurut saya jangan dulu dipaksakan kalau memang dari awal sudah dirasa memberatkan. Karena KPR ini adalah sebuah proses jangka panjang yang tentunya sangat mempengaruhi kondisi keuangan kita nantinya. Jadi saya rasa lebih bersabar dahulu, coba cari lagi rumah yang memang benar-benar masuk dalam kategori subsidi sehingga kita bisa memiliki rumah tanpa terlalu membebani kondisi keuangan kita kedepannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    beny said:
    July 18, 2012 at 1:34 am

    Saya debitur salah satu bank dan saya dulu usha lalu pailitmskarang rumah saya telah masuk lelang beberpa kali tapi belum laku2.saya masih menempati rumah tersebut.yang saya tanyakan apakah kalo udah masuk lelang rumah harus kosong?ada surat dari bank yang isinya untuk mngosongkan rumah.mohon pencerahan.makasi

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 4:16 pm

      Biasanya seperti itu, kalau rumah sudah masuk lelang biasanya kita akan mendapatkan surat untuk mengosongkan rumah itu. Jadi apabila proses pelelangan sudah selesai pada saat rumah diserahkan kepada pemenang lelang sudah dalam kondisi kosong.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    fauziah said:
    July 18, 2012 at 2:13 pm

    Selamat siang pak,

    Pak saya sudah mempunyai 2 KPR di BTN atas nama saya semua, KPR pertama senilai Rp. 573.400 baru berjalan 8 bulan jangka 15 th, dan KPR kedua senilai Rp 1.070.000 baru saja berjalan 1 bulan. Status saya PNS dan suami Polri, tujuan saya beli banyak rumah adalah untuk membantu saudara-saudara saya memiliki rumah, karena mereka semuanya masih berstatus peg honor/kontrak (2 orang) dan wiraswasta (2 orang) yang sulit untuk disetujui KPR oleh Bank. Saya hanya meminjamkan nama, mereka yang membayar..

    Semua yang saya jalani atas kesepakatan suami istri dengan penggabungan gaji kami berdua Rp. 10jt. Niat saya kedepan setelah berjalan 1 tahun, 2KPR tsb ingin saya Take Over ke Mandiri, hal ini saya lakukan agar saya disetujui kembali oleh BTN utk ambil 2 KPR lagi.Karena di BTN KPR saya dilakukan dengan pemotongan gaji.

    Yang ingin saya tanyakan:
    1. Apa mungkin BTN akan menyetujui KPR saya karena ini
    adalah pengambilan ke-3 dan ke-4 saya di BTN, walaupun
    dengan pemotongan gaji

    2. Apa akan ada catatan jelek oleh BTN terhadap saya karena
    tindakan saya menTake over KPR tsb ke Bank Lain.

    3. Apa Mandiri/ BTN mau melakukan Take over utk 2 KPR dalam
    jangka waktu berbeda atau berbarengan.

    4. Setelah berjalan 2 th bunga pasti naik. Apakah dengan Take
    Over adalah juga solusi agar cicilan tetap dgn perhitungan
    bunga awal lagi fixed 2th diMandiri

    5. Apakah di BTN Lampung ada KPR untuk peg. honor/
    kontrak/PHL

    Demikian pak, mohon penjelasan dan sarannya.

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 2:49 pm
      1. Saya rasa hal ini kembali kepada penilaian Bank BTN terhadap KPR yang sudah berjalan selama ini. Apabila semua cicilan berjalan lancar seharusnya tidak ada ada masalah.
      2. Tidak ada, karena adalah hak dari kita sebagai nasabah. Selama tidak ada catatan yang jelek hal ini tidak akan mempengaruhi.
      3. Mengenai hal ini kembali kepada pihak nantinya untuk memutuskannya. Namun apabila track record anda selama ini baik harusnya tidak akan menjadi kendala.
      4. Bisa di jadikan salah satu solusi, namun setiap take over akan mengeluarkan biaya pula. Jadi sebaiknya di pertimbangkan baik-baik sebelum melakukan take over.
      5. Sejauh ini belum ada, karena persyaratan utama untuk KPR adalah karyawan tetap yang minimum telah memiliki masa kerja selama 1 tahun di perusahaan yang sama.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Febri said:
    July 19, 2012 at 12:02 pm

    Saya berencana mengajukan KPR BTN dlm wakru dekat ini. Setelah melihat denah rumah,saya bermaksud merubah denah tanpa merubah luas bangunan. Tp oleh pengembang tidak diperbolehkan dengan alasan sdh ada perjanjian dg BTN jd sdh tdk bisa dirubah. Apakah ini benar? Padahal pada pembangunan unit-unit sebelumnya, pembeli bisa merubah denah asal tidak berpengaruh pada luasan bangunan. Mohon jawaban & saran-saranya. Terima kasih.

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 2:53 pm

      Setahu saya untuk merubah layout selama tidak merubah luas bangunan tidak menjadi masalah. Hal seperti ini pun tidak ada hubungannya dengan pihak Bank. Karena bank hanya akan melihat luas bangunan dan tanah yang dijaminkan, sementara layout dari denah rumah sendiri tidak menjadi masalah. Coba anda lakukan pengecekan terhadap pihak bank terkait.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rickyrich said:
    July 19, 2012 at 4:06 pm

    saya ricky dari cengkareng. per Juli 2010 permohonan KPR saya disetujui dgn plafon 200jutaan, bunga fix 2 thn (9%), cicilan 2 juta kurang dikit.
    nah, barusan dapat info per juli besok fixed rate nya berakhir, dan saya mendapatkan bunga floating 13% cicilan 2,5juta kurang dikit. dengan kenaikan 500rb lumayan memberatkan saya.
    yang jadi pertanyaan, ketika saya cek ke web BNI, ada info Suku Bunga Dasar Kredit (Prime Lending Rate) Berdasarkan Segmen Bisnis (% per tahun) untuk KPR dalah 10.65%.
    dan saya coba konfirmasi ke kantor, jawabnya simpel, 2 persen lagi adalah untung. wadeeehhhh..

    setelah coba browsing, banyak yang mengalami permasalahan seperti saya.

    mohon saran apa yang harus saya lakukan dan kemana saya dapat mengadukan nasib saya.

    terima kasih.

    hormat saya,
    ricky

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 2:58 pm

      Seharusnya apabila KPR anda di setujui masih dalam masa promosi bunga fix seharusnya anda masih mendapatkan promo tersebut. Walaupun sudah mendekati masa berakhirnya promo tersebut. Coba anda ajukan secara tertulis mengenai keberatan anda akan adanya kenaikan bunga tersebut. Apabila memang tidak mendapatkan tanggapan yang memuaskan anda bisa menulis pengalaman di surat pembaca. Sebelum menulis pastikan anda memiliki bukti-bukti dari apa yang ada alami, misalnya seperti iklan promo bunga fix, surat keberatan yang sudah diajukan dan lain-lain.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    singgih said:
    July 21, 2012 at 12:50 pm

    Dear moderator,
    Pak saya ingin menanyakan perbedaan antara kpr final dengan kpr inden ?
    Dari penjelasan marketing kl kpr final mulai angsur kpr kalau rumah sudah jadi, sedangkan kpr inden sudah mulai angsur sebelum rumah selesai, apakah benar seperti itu pak?
    Mohon penjelasannya

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 3:00 pm

      Penjelasan yang anda dapatkan benar.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    hany said:
    July 23, 2012 at 2:41 am

    met pagi,,saya mo tanya..saya pegawai negri di sukabumi mo beli rumah secara kpr di bandung,,bisa ga mas dan gimana caranya klo bisa…makasih

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 3:02 pm

      Seharusnya bisa, anda datangi saja perumahan yang anda minati, setelah itu bisa melalui pengembang mengurus KPR-nya atau bisa langsung mendatangi bank yang menjadi pilihan anda untuk pengajuan KPR. Saya rasa lebih anda mengajukan KPR sendiri ke bank yang menjadi pilihan anda. Nanti pihak Bank akan menjelaskan mengenai persyaratan-persyaratannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    indra said:
    July 23, 2012 at 8:48 pm

    selamat malam pak,

    saya beli rumah secara KPR, belum dapat Copy sertifikat & AJB. oleh developer disuruh bayar PBB. PBB masih atas nama developer.. bagaimana pak ? mohon pencerahan.. Terima kasih

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 3:05 pm

      Copy sertifikat dan AJB anda bisa minta ke pihak Bank karena pihak bank yang menyimpan dokumen-dokumen ini selama KPR anda masih berjalan. Mengenai masalah balik nama PBB anda tinggal membawa copy AJB ke kelurahan di mana wilayah perumahan anda terdata. Nanti disana akan dibantu balik nama atas PBB-nya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Gunawan said:
    July 25, 2012 at 1:52 pm

    saya, pak gunawan… mau nanya nih pak.. apakah dimungkinkan antara developer dan petugas bank melakukan kongkalikong dalam hal penentuan suku bunga kredit, bila pengajuan kredit tsb dibantu oleh pihak developer dgn bank yang sudah melakukan kerjasama.. trims

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 3:07 pm

      Saya rasa ada baiknya untuk pengajuan KPR kita ajukan sendiri di Bank yang menjadi pilihan kita. Selain menghindari hal seperti itu, kita pun bisa mendapatkan informasi yang lebih transparan ketimbang mendapatkan informasi tersebut melalui pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aris said:
    July 28, 2012 at 10:07 pm

    Halo admin kprid,
    Saya sangat terkesan dengan jawaban2 anda yg sangat membantu dalam urusan kpr.
    Kebetulan saya ingin mengajukan kpr, tapi saya agak susah untuk membayar DP 30%, apakah ada bank rekomendasi yg bisa memberikan DP dibawah 30%, atau ada cara lain agar DP bisa lebih ringan.

    Terima kasih untuk bantuannya

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 3:13 pm

      Mulai April 2012 sudah diberlakukan peraturan untuk uang muka KPR sebesar 30% yang di keluarkan oleh BI. Jadi hampir dimanapun semua lembaga keuangan akan mengacu kepada peraturan yang sudah di keluarkan oleh BI tersebut. Ketentuan uang muka pada KPR dan KKB diatur dalam Surat Edaran (SE) BI Nomor 14/10/DPNP per 15 Maret 2012 tentang penerapan manajemen risiko pada bank yang melakukan pemberian kredit kepemilikan rumah (KPR) dan kredit kendaraan bermotor (KKB). Aturan ini berlaku efektif 15 Juni 2012. Sangat di sayangkan memang dengan diterbitkannya peraturan tersebut membuat banyak masyarakat menghadapi kesulitan dalam memiliki rumah karena besarnya uang muka yang harus disiapkan. Tapi untuk saat ini begitulah keadaan yang harus kita terima. Jadi satu-satunya cara saat ini anda kembali menyisihkan uang untuk dapat memenuhi jumlah uang muka yang ditentukan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rahmat said:
    July 29, 2012 at 5:30 am

    Sy seorang wiraswasta kecil , memliki warung internet , apakah bisa saya mengajukan KPR dengan bermodal kan SKU dari kelurahan ,namun penghasilan saya 2 tahun terakhir ini sekitar 10 jt bersih / bulan yg saya rasa mampu membayar cicilan KPR sebesar 3 jt / bulan, nah yg saya dengar pihak bank biasanya tidak meloloskan karena kriteria pekerjaan saya di anggap musiman ,mohon masukanya
    agar saya dapat mencari solusi yg terbaik untuk memiliki rumah melalui KPR dengan status pekerjaan saya.

    Terima kasih sebelumnya

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 3:22 pm

      Pengusaha atau seorang wiraswasta bisa mengajukan KPR asalkan memiliki aspek legalitas usaha seperti SIUP, TDP dan Akta Pendirian kalau CV atau PT. Jadi ada baiknya usaha yang ada tekuni saat ini tingkat secara legalitasnya sehingga bisa digunakan untuk mengajukan KPR. Persyaratan lainnya kurang lebih sama dengan persyaratan untuk karyawan yaitu :

      1. Mengisi Aplikasi Permohonan (Format Bank)
      2. Usaha sudah berjalan minimal 2 tahun.
      3. Fotocopy KTP, Kartu Keluarga dan Akta Nikah serta NPWP
      4. Laporan Keuangan Usaha, Laba Rugi dan Neraca
      5. Rekening Tabungan Bank 6 bulan terakhir
      6. Fotocopy Sertipikat rumah yang akan dibeli
      7. Fotocopy PBB dan IMB rumah yang akan dibeli

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rahmat said:
    July 30, 2012 at 5:29 am

    Pak , saya orang yang baru dalam memahami KPR, sy hendak membeli Rumah di daerah bekasi dengan cara KPR , semua persayaratan sy sudah coba penuhi , kebetulan saya lolos BI checking ,namun pihak developer memfonis usaha saya adalah usaha musiman dan pihak bank tidak akan bisa meloloskan pengajuan KPR saya, lalu pihak developer menawarkan jasa kepengurusan Dokumen permohonan saya . apakah itu prosedur biasa atau akal-akalan pihak marketing ?

    kebetulan saya wiraswasta di bidang internet & Game online dan penghasilan saya bersih -/+ 15 juta / bulan
    saya hendak membeli rumah dengan harga 425 juta dan untuk DP nya saya sudah bisa menyiapkan . dengan DP 128 juta an

    mohon saran yang terbaik untuk saya , karena sy baru dalam hal membeli rumah dengan cara KPR

    Terima kasih

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 3:56 pm

      Sebaiknya di hindari saja hal-hal seperti itu. Mungkin lebih baik anda coba ajukan langsung ke Bank. Yang dikhawatirkan nanti anda hanya akan dirugikan oleh janji-janji yang entah kapan pihak marketing akan menepatinya. Jadi coba anda datangi bank yang menjadi pilihan anda untuk mengajukan KPR dan mintalah informasi sejelas mungkin mengenai proses dan langkah-langkah yang harus anda ambil.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    julia ramasari said:
    July 30, 2012 at 2:22 pm

    siang pa,,,
    sepertinya saya sudah pernah curhat masalah KPR saya,,,sebelumnya saya belum akad,,,tapi saya sekarang sudah akad dengan menambahkan dana 14 juta rupiah,,,saya kilas balik,,,saya mengajukan kpr dengan harga jual 99 juta rupiah subsidi,,,dengan DP 16.600.000 dan adm. bank 4.800.000 bulan november 2011,,,awal februari DP semua lunas saya bayarkan ke marketing,,,ternyata saya ditipu sepuluh juta rupiah,,,ternyata pihak develepor baru menerima 6 juta rupiah,,,saya sangat marah dan ingin menarik uang saya,,,tetapi pihak developer berjanji bertanggung jawab,,,dan berkas saya akan segera di percepat,,,tetapi saya kecewa lg pa,,,ternyata saya dikasih opsi pertama saya harus menambah 30 juta jika saya pilih subsidi dan 1,5 jt jika komersil,,,,akhirnya saya pilih komersil,,,ternyata prosesnya lama lg pa sampai 2 minggu,,,kembali saya tanyakan developer,,,ternyata pihak developer memberikan penawaran lagi saya harus menambah 14 juta untuk subsidi dan langsung akad,,,,ternyata hanya 3 hari saya langsung akad,,,dan berulang saya kecewa lagi,,,pas sebelum akad,,,saya di wawancara dengan pihak btn yg nge acc,,,ternyata tidak ada subsidi hanya flat 2 tahun 14 juta itu saya harus tambah kekurangan,,karena pihak bank hanya memberi pinjaman 66 juta,,,akhirnya saya debat lagi dengan developer,,,,tdnya mau mundur tapi saya pikir saya sudah cape,,,akad sudah didepan mata,,,,drpada saya ribet lg saya akhirnya setujui akad tersebut,,,,dengan membayar 14 jt ke developer,,,,dan akhirnya saya menerima kunci,,,,dan setelah menerima kunci masalah datang lagi pa,,,,saya melihat rumah agak rusak maka saya tanyakan ada claim ga,,,developer menjawab ada 100 hari ya sudah nanti saya claim,,,sudah seminggu saya melihat2 rumah dn membersihkan,,,ternyata kurang sempurna saya melihat bangunan kl listrik blm ada,,,sebelumnya mereka pas saya terima kunci pasang listrik hanya 3 hari,,,tp ternyata saya datang ke pihak developer minta pasang listrik mereka bilang harus bareng complainan,,,jd complenan harus masuk,,,nanti baru listrik dipasang,,,saya debat lagi,,,sepertinya saya cape pa,,dengan janji2,,,,saya minta tolong sama bapak,,,bagaimana sih menghadapi developer seperti itu,,,waktu terima kunci saya minta perjanjian diatas materai tentang complain rumah dan listrik mereka tidak mau,,,mereka hanya ngegertak akan dilaksanakan seperti yang mereka bilang tapi kenyataannya saya dibohongi terus,,,,kl gn bisa gak sih saya ngegugat developer yg ingkar terus,,,,

      kprid responded:
      July 30, 2012 at 4:04 pm

      Dari awal saya sudah melihat bahwa pihak pengembang sudah memiliki itikad tidak baik terhadap konsumen. Seharusnya begitu ada kejadian dengan pihak marketing anda sebaiknya membatalkan proses pembelian rumah tersebut. Dengan adanya pihak marketing berlaku demikian ini sudah menunjukan bahwa di dalam internal perusahaan pengembang itu sendiri sudah mengalami degradasi moril yang tentunya menunjukan kinerja pengembang itu sendiri. Disini dengan adanya hal seperti itu sudah jelas bahwa pihak pengembang sudah tidak layak disebut pengembang yang perofesional.

      Untuk menghadapi pengembang seperti ini kita harus tegas. Semua yang disampaikan oleh pengembang anda minta di sampaikan secara tertulis. Jadi sewaktu-waktu kita akan melakukan tuntutan kita memiliki bukti tertulis. Anda juga bisa sampaikan apabila semua hal yang sudah di janjikan tidak dipenuhi juga anda bisa menulis pengalaman anda di suara pembaca. Tentunya siapkan bukti-bukti yang berhubungan dengan segala sesuatu yang anda akan tulis. Langkah terakhir anda bisa mendatangi kantor lembaga bantuan hukum dan mengirimkan somasi kepada mereka sekaligus memperjelas ketegasan anda terhadap mereka.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    julia ramasari said:
    July 31, 2012 at 10:24 am

    terima kasih ya pak heri,,,dan yang ingin saya tanyakan lagi setelah akad itu sebenarnya kita dapat surat apa aja ya,,,ko saya hanya dapat rincian administrasi bank aja dan katanya akan dititipkan ke developer,,,,saya udah keki kl bersangkutan dengan developer dan berapa lama ya surat2 itu dapat kita terima,,

      kprid responded:
      July 31, 2012 at 10:43 pm

      Terima kasih kembali.

      Setelah akad kredit salinan dokumen yang harus kita terima adalah sebagai berikut:

      • Perjanjian Kredit (PK)
      • Akta Jual Beli (AJB), kurang lebih 30 hari biasanya.
      • Sertifikat, biasanya 6 bulan dari akad kredit, tapi kalau memang masih ada masalah biasanya dalam proses pemecahan tanah mungkin bisa lebih.
      • Dokumen asuransi, kebakaran biasanya.

      Biasanya pihak Bank yang akan mengirimkannya ke kita. Kita juga harus rajin menanyakan perihal surat-surat tersebut ke pihak Bank. Terutama untuk sertifikatnya, karena sering juga ada kasus dimana saat akan di lakukan pelunasan ternyata sertifikat tidak ada. Memang kita tidak membeli rumah secara tunai namun kita mempercayakan urusan surat-surat ke pihak Bank yang bertanggung jawab atas semua itu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    supomo said:
    August 1, 2012 at 9:03 am

    mau tanya pak,, saya karyawan swasta,, dgn gaji 5 juta bisa dpt pinjaman maksimal berapa ya pak,,, catatan masih bujang dan tidak punya utang apapun,, makasih

      kprid responded:
      August 3, 2012 at 7:32 am

      Biasanya bank akan menilai sebesar 30% dari penghasilan kita sebagai acuan menentukan jumlah cicilan KPR. Namun nilai plafond juga mempengaruhi atau menentukan jangkan waktu pinjaman. Kalau sekedar untuk melakukan perhitung secara umum bisa coba gunaka simulasi KPR di website bank-bank yang ada. Rata-rata hampir semua website bank di Indonesia yang menyediakan fasilitas KPR memiliki program simulasi KPR di websitenya. Jadi anda bisa mencoba menggunakannya untuk mengetahui besar kecilnya cicilan KPR dengan jangka waktu yang anda inginkan. Sehingga paling tidak anda sudah bisa menilai sendiri kemampuan anda untuk membayar cicilan KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    julia ramasari said:
    August 2, 2012 at 11:19 am

    sesudah dan sebelumnya saya mengucapkan banyak banyak terima kasih atas jawaban2 yang bapak berikan,,,,semua sangat membantu saya,,,,dan memberikan saya pengetahuan yang lebih banyak tentang kpr,,,,

      kprid responded:
      August 3, 2012 at 7:03 am

      sama-sama, semoga dengan sedikit pengetahuan dan pengalaman saya akan KPR bisa memberikan wawasan dan informasi bagi semua yang mengunjungi blog saya yang sederhana ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        donni said:
        March 16, 2013 at 1:02 pm

        siang pak mw tny nih….saya mau KPR tapi ada kendala dengan rekening tabungan saya.kira2 apa solusinya y pak…????trima kasih sebelumny…

        kprid responded:
        September 11, 2013 at 1:59 pm

        Untuk mengajukan atau menggunakan fasilitas KPR kita harus memiliki rekening tabungan di bank bersangkutan.
        Ini salah satu syarat dari semua bank untuk fasilitas KPR.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yogi nurdiansyah said:
    August 3, 2012 at 1:09 pm

    sy sudah mangajukan kredit rumah 15 tahun atas nama saya dan sudah jalan 2 tahun trus saya juga mau kredit lagi rumah bersubsidi tapi atas nama istri saya kira2 bisa ga ?

      kprid responded:
      August 24, 2012 at 5:01 pm

      Apabila pada saat KPR pertama anda tidak mnyertakan penghasilan istri anda dalam bentuk joint income, maka masih ada kemungkinan istri anda mengambil KPR atas namanya sendiri.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    imam said:
    August 4, 2012 at 12:09 pm

    dear kprid, sy mau bertanya.. sy umur 26th saat ini dan belum menikah, sy bekerja sebagai PNS, sekarang masih cpns dan insyaallah dlm waktu dekat ini akan dilantik PNS.. saat ini sy sedang mengambil KPR dengan nilai agunan sekitar 314jt, sementara gaji pokok sy setelah PNS sekitar 2,1jt, jika ditambah dengan tunjangan dan penghasilan lain-lain, bisa sampai 4,5jt.. kira-kira pihak bank BTN bisa merealisasikan atau tidak dengan angsuran perbulan sebesar 2,5jt (anuitas) dan jangka waktu 20th..
    pertanyaan kedua, jika dalam masih sekian tahun KPR berjalan, kemudian ajal menjemput sy, apakah status KPR ini harus tetap di cicil oleh ahli waris atau dianggap lunas? kemudian bagaimana dengan sertifikat rumahnya?
    maaf atas pertanyaan sy yg begitu dasar, trims atas jawabannya..

      kprid responded:
      August 24, 2012 at 5:11 pm

      Untuk kemampuan kita dalam mencicil KPR biasanya bank akan menilai sebesar 30% dari penghasilan pokok kita. Belum lagi kalau adanya keluarga yang tentunya juga manjadi bagian dari bahan pertimbangan pihak Bank. Tapi banyak juga Bank saat ini yang tidak terlalu melihat kepada permasalahan keluarga tapi hanya kepada penghasilan calon debitur. Kemungkinannya sangat kecil apabila memang pihak berpegang pada patokan 30% tersebut. Tapi tentunya tidak ada salahnya untuk mmencoba.

      Mengenai masalah apabila dalam masa cicilan dan sang debitur meninggal, maka untuk ini pada saat kita mengambil KPR sudah disertakan juga asuransi jiwa untuk permasalahan seperti ini. Jadi rumah yang ada cicil akan jatuh kepada ahli waris anda dan tidak di bebani lagi oleh cicilan karena sudah terlindungi oleh asuransi jiwa tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Doni said:
    August 6, 2012 at 4:53 pm

    Dear KPRID..

    2 tahun yang lalu saya pernah mengadakan jual beli rumah saya dengan seseorang dan dia menggunakan fasilitas KPR N***. Disepakati harga 1.8M dan Bank pun mengappraise dengan nilai sebesar 1.8M. Pada awal terjadi kesepakatan antara dia sebagai pembeli dengan saya sebagai penjual bahwa pencairan dari Bank akan dibayarkan ke saya sebagian, dan sisanya akan dipakai oleh dia utk keperluan usaha, dengan perjanjian notaril bahwa dia akan mengangsur dan lunas mengembalikan setelah 6 bulan dengan jaminan apabila dia tidak mampu membayar dalam tempo 6 bulan maka dia akan menyerahkan rumahnya di depok kepada saya. Ketika pencairan, Bank mentransfer dana 1 Milyar ke saya selaku penjual, dan 800 juta nya ke rekening pembeli. Dengan kondisi Sertifikat sudah di Bank, pembayaran yang diterima oleh saya selaku penjual tidak penuh. Ternyata si pembeli tidak kunjung membayar kekurangannya kepada saya setelah lebih dari setahun (melewati batas waktu 6 bulan yang disepakati di depan notaris) dan ketika saya kejar-kejar terus ternyata dia memberikan keterangan bahwa dia sudah tidak memiliki uang sepeserpun dan jaminan rumah depok yang dia janjikan pada perjanjian di notaris ternyata sudah di agunkan di Bank lain sebelum perjanjian jual-beli kita terjadi. Yang ingin saya tanyakan adalah:

    1. Apakah saya bisa membatalkan perjanjian Jual-Beli saya secara hukum?

    2. Kalau bisa, apakah nantinya aset rumah saya yang diagunkan si pembeli ke Bank apabila menang, akan dikembalikan kepada saya?

    3. Kalau tidak bisa, adakah celah bagi saya untuk meminta keadilan ke Bank tersebut karena dana yang saya terima tidak full dan tidak dikirimkan ke satu rekening?

    4. Kalau memang kedua langkah hukum itu tidak ada, lalu apa yang harus saya lakukan?

    Sebelum dan sesudahnya terima kasih. Mohon bantuannya karena ini satu2nya aset hidup saya, terima kasih.

      kprid responded:
      August 24, 2012 at 5:26 pm

      1. Pada kenyataan sangat sulit dan hampir tidak mungkin untuk membatalkan sebuah perjanjian jual beli. Namun dalam hal ini anda bisa menuntut pihak pembeli yang telah ingkar janji dan tidak memberikan sisa dari transaksi tersebut yang sudah jelas menjadi hak anda. Disamping itu dengan janjinya memberikan sebuah jaminan rumah dan ternyata rumah itu punh sudah dalam keadaan diagunkan di Bank. Maka dalam hal ini sudah bisa juga dikatakan bahwa si pembeli sudah membohongi anda. Makaa secara hukum mungkin si pembeli telah melakukan penipuan yang tentunya bisa anda laporkan ke pihak berwajib dan di proses secara hukum.

      2. Saya rasa bank yang memegang hak atas rumah itu tidak akan menyerahkan rumah itu begitu saja, karena si pembeli masih memiliki kewajiban terhadap bank tersebut. Sehingga harus ada penyelesaian antara si pembeli dengan Bank tersebut sebelum rumah tersebut bisa diserahkan si pembeli kepada anda.

      3. Mungkin celah-celahnya sudah saya uraikan di no. 1 mungkin itu yang bisa anda gunakan untuk menuntut hak anda kepada si pembeli.

      4. Mungkin untuk gambaran mengambil langkah hukum sudah anda bisa lihat, namun tentunya dibutuhkan kesabaran dan ketengangan anda dalam menghadapi dan menjalani prosesnya nanti.

      Uraian di atas bukanlah sebuah opini hukum karean saya sendiri bukan seorang ahli dalam bidang tersebut. Disini saya hanya berusaha memberikan sedikit gambaran untuk sebuah jalan keluar dari permasalahan yang kita hadapi. Ada baiknya saya himbau anda untuk berkonsultasi kepada pihak yang memiliki keahlian dalam bidang hukum khususnya property.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Resta said:
    August 7, 2012 at 12:46 pm

    Dear KPRID,,
    Pak berapa jumlah maksimal kpr yang bisa saya dapatkan dengan penghasilan 3.7jta perbulan ?

    Atas jawabanya saya ucapkan terima kasih ..

    agelocspa said:
    August 8, 2012 at 11:21 am

    Pak Saya Mau tanya

    Saya seorang Istri dengan Black List BI,suami mau mengajukan KPR atas nama suami apakah bisa di setujui Bank,penghasilan suami 1,5 juta gaji saya 2 jta apabila setiap gajian saya transfer gaji saya ke rek suami dan kami bisa mendapatkan slip gaji suami senilai 3,5 juta,terimakasih

      kprid responded:
      August 24, 2012 at 5:27 pm

      Apabila tidak mnyertakan joint income dalam pengajuan kemungkinan besar bisa. Tapi tentunya hanya jumlah gaji suami anda saja yang dapat dilaporkan ke Bank sebagai persyaratannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Handoko Kurniawan said:
    August 10, 2012 at 6:03 am

    Selamat pagi KPR ID, salam perkenalan ,sy mau minta solusi ke anda mengenai permasalahan sy ttg jual beli Ruko.Jadi begini ,sy sdh ada ikatan jual beli (atau DP) awal mei2012 dengan owner sebesar 20% dr harga ruko 690jt dihadapan notaris ,dan planning sy selebihnya sy mau bayar ke owner lewat KPR.sy baru sadar setelah ikatan jual beli tsb ternyata mengenai sertifikat ruko tersebut msh proses pecah (dr setifikat induk dipecah jadi 17 ruko),berjalannya waktu sy sdh kejar owner dan notaris untuk dpt mengeluarkan sertifikat per kavlingnya (blok rukoyg sy beli) ,krn mau sy proses ke KPR nya kan butuh sertifikat yg sdh dipecah tsb.. tp alasanya msh proses terus,katanya ada masalh ukur tanahnya ,smp bulan agt ini msh blm jadi ,terakhir sy dpt info syarat2 pecah sertifikat baru masuk ke BPN pertengahan agt ini,pdhal di ikatan prajual beli tersebut jika bulan 28sep12 sy blm melunasi pembayaran tsb akan dikenakan denda ,sama halnya jika owner blm menyesaikan bangunanya akan sama didenda,yg saya tanyakan apakah nnt jika pada hari pelunasan itu setifikat blm jadi ada sy berhak untuk tidak membayar lunas dahulu?sy akan bayar lunas jika sertifikat sdh ada ,dan itupun akan sy masukan dahulu lewat proses kpr ,biar bank yg bayar ke owner dan kita yg angsur ke bank ,krn sy sdh ada pembicaraan kesana pada awalnya. Anehnya lagi ternyata persepsi owner dg sy beda ,owner menghendaki spy sy lunasi semua dahulu pembayrannya,baru setalah itu baru terserah kita mau kpr itu urusannya kita katanya. padahal sy kan niat mau kpr dari awal setelah DownPaymnt . soalnya uang dari mana sebanyak itu ,klo sy punya uang sebnyak 690jt dari awal ya sy lunasi. apakh sy sebagai pembeli kuat dimata hukum jika sy tetap pada pendirian sy,mau dilunasi lewat kpr kepada owner tapi syaratnya sertifikat itu harus sudah ada..? , satu lagi Pak, owner jg punya persepsi jika tgl 28 september2012 ini bangunan akan serah terima ke kita syaratnya kita harus bayar lunas ,krn sang owner sdh percaya diri bangunannya akan selesai bulan sept12,tp soal sertifikat pecah ini msh belum jelas jadinya krn msh proses di BPN nya.. pdhal serah terima bangunan sangat berkorelasi sekali dengan setifikat jg krn untuk syarat pembuatan AJB. bukannya begitu Pak?
    Dan yg terakhir ,jika sy usahakan untuk melunasipun ke ownernya secara cash ,dg posisi setifikat msh proses di BPN ,apakah sy punya kekuatan hukum yg kuat dihadapan notaris, jika seandainya saja si owner berbuat yg macam2 ?krn setifikat tersebut blm ada kejelasan yg pasti kapan bisa jadinya
    Sebelumnya terimakasih sekali untuk saran Anda,sekian….

      kprid responded:
      September 5, 2012 at 4:09 pm

      Sebelumnnya mohon maaf karena kesibukan pekerjaan saya baru sempat manjawab pertanyaan anda sekarang.

      Dari apa yang sudah anda uraikan saya melihat masih adanya komunikasi ataupun pemahaman berbeda antara anda dan penjual. Saran saya coba anda klarifikasi semuanya di awal sebelum proses jual beli berjalan lebih jauh. Sehingga anda dan penjual tidak terbebani oleh masalah-masalah di kemudian harinya. Mungkin anda bisa minta bantuan kepada pihak Bank untuk membantu menjelaskan prosedur pembelian melalui KPR kepada pihak penjual.

      Mengenai pertanyaan anda yang pertama, disini nanti yang akan melunasi adalah pihak Bank dimana anda akan menggunakan fasilitas KPR dari bank tersebut. Maka hal perlu dijelaskan kepada pihak penjual. Yang seharusnya penjual sudah mengerti mengenai hal ini, karena pembelian property melalui KPR sudah banyak sekali dilakukan. Jadi anda harus menyampaikan atau menjelaskan hal ini kepada pihak penjual.

      Pertanyaan kedua, memang salah satu syaratnya ada sertifikat sudah harus ada apabila kita mengajukan KPR. Tapi coba anda urus dari sekarang proses KPR-nya, sehingga lebih dini proses dilakukan maka akan mempercepat prosesnya. Mungkin pihak bank pun bisa melakukan kerja sama dengan penjual sehingga dapat membantu proses KPR anda. Karena banyak bank juga yang sudah bekerja sama dengan pengembang walaupun surat-surat belum dipecah. Tapi paling tidak pihak bisa mendapatkan jaminan dalam bentuk yang lain dari penjual/pengembang perumahan.

      Kalau AJB untuk KPR biasanya bisa dilakukan di bawah tangan, jadi walaupun sertifikat belum jadi AJB sudah bisa tanda tangani. Hampir kebanyakan proses jual beli rumah seperti ini sekarang. Karena kalau melalui KPR surat-surat menjadi tanggung jawab bank, karena pihak bank akan meyimpannya sebagai jaminan atas KPR kita.

      Apabila sudah dalam bentuk AJB dan ditanda tangani dihadapan notaris maka secara hukum transaksi yang anda lakukan sudah sah secara hukum. Jadi apabila nanti ada kelalaian yang timbul dari pihak penjual maka anda pun bisa memproses pihak secara hukum.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dimasprasidi said:
    August 14, 2012 at 9:30 am

    selamat pagi, saya ingin share pengalaman, saya sudah akad di salah satu bank ternama. pada saat akad, tnyt byk kesalahan ketik dalam AJB oleh staf notaris, misalnya alamat dll. AJB sudah sy revisi dan kata notarisnya tidak apa2. akhirnya krn bank jg lsg minta ttd perjanjian kredit maka saya pun ttd. setelah 5 bulan berselang saya sudah mengangsur cicilan saya namun saya belum mendapatkan salinan AJB, salinan akta kredit maupun SHM yg dijanjikan akan selesai dalam 1-3 bulan. saya coba konfirmasi ke bank dan notaris tp mrk blg berkas saya blm ada dan masih dibagian lain. saya konfirmasi ke pihak developer katanya kalau sudah akad KPR maka tanggung jawab beralih ke Bank dan notaris. saya harus bagaimana pak? mohon arahan

      kprid responded:
      September 5, 2012 at 4:15 pm

      Seharusnya apabila dari awal sudah banyak terjadi kesalahan lebih baik ditunda. Dari pada di kemudian hari merembet dan timbul masalah lain. Coba anda tanyakan terus ke pihak notaris, karena dari awal merekalah yang menggampangkan permasalahan ini. Minta pertanggung jawaban mereka akan AJB yang sudah anda tanda tangani tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ardi said:
    August 25, 2012 at 10:13 am

    Dear Pengasuh,

    Terimakasih atas saran terdahulunya, saya copy surat keberatan bunga yang ada di koment sebelumnya, dan bunga KPR saya di CIMB Niaga turun, meskipun harus berkali-kali negosiasi untuk fixed atau floating..

    rgrds
    Ardi

      kprid responded:
      August 30, 2012 at 1:20 pm

      Syukurlah kalau memang berhasil mendapatkan keringanan. Memang kalau KPR sudah berjalan perlu perjuangan dan kesabaran untuk kita bisa mendapatkan kemudahan dan keringanan. Tidak seperti pada saat awal kita hendak mengajukan KPR dimana kita mendapatkan segala kemudahan dan bantuan dari pihak Bank untuk itu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ardi said:
    August 25, 2012 at 10:23 am

    Mohon Maaf, ada tambahan,

    Serah terima dan saya tempati akhir bulan juni tahun ini, dengen sebelumnya saya cerewet dan minta tertulis mengenai kondisi rumah (mengingat pengalaman2 sebelumnya ukuran tanah dan serah terima yang tidak sesuai).

    tetapi setelah menempati dua bulan ini, kondisi rumah tembok retak disana sini, saya panggil tukang ternyata beton kolom dan beton bertulang tembok, dengan tangan di cungkil saja rontok, tapi pengembang berkilah kalau saya sudah menanda tangani BAST, dan garansi 14 hari sudah lewat, apa yang bisa saya lakukan?, karena kondisi perumahan sebetulnya bagus dan sumah2 di tahap 1 dan 2 tidak ada masalah (rumah saya beda kontraktor karena beda blok)

    Terimakasih

    Ardi

      kprid responded:
      August 30, 2012 at 1:27 pm

      Kalau sudah menandatangani BAST sudah tidak ada yang bisa kita lakukan, rumah sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab kita. Seharusnya pada saat sebelum menandatangani BAST anda recek kondisi bangunan. Apalagi kalau memang kontraktor yang digunakan berbeda. Hal ini juga tidak sepenuhnya menjadi kesalahan pihak kontraktor. Karena pihak pengembang pun bisa jadi menjadi penyebab menurunnya kualitas bangunan yang dijual. Kembali ke permasalahan anda saat ini sudah tidak ada yang bisa lakukan. Karena kalaupun dipaksakan pihak pengembang akan berkilah kalau semuanya sudah menjadi tanggung jawab konsumen setelah penandatanganan BAST.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Jipang said:
    August 29, 2012 at 12:44 am

    yth KPRID,

    saya seorang peg swasta, saya hendak mengajukan KPR BTN sdh melakukan pmbayaran DP di developer (hanya belum dilakukan wawancara/akad kredit) tp beberapa (4bulan) yang lalu saya check di BI Checking ada collect 5, tapi sdh saya lunaskan hutang saya di bank tsb di 4bulan yg lalu dan saya tidak ada lagi tangguangan hutang dibank manapun. (hal tsb terjadi karena saya tdk melakukan update no hp dan pindah lokasi kerja tanpa menginformasikan ke bank tsb sehingga saya tidak lagi masalah tagihan). pertanyaan saya apakah bank BTN akan menyetujui pengajuan KPR saya dengan melihat kondite kredit saya diatas.

    mohon bantu pencerahannya KPRID, banyak terimakasih sebelumnya.

      kprid responded:
      September 3, 2012 at 5:15 pm

      Agak sulit kelihatannya apabila sudah masuk ke dalam level collect 5 dalam BI checking. Setidaknya akan membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun nama kita akan bersih dari list BI checking. Karena BI membuat laporannya dalam bentuk periode 2 tahunan sehingga data kita akan bergeser terus perbulannya sampai akhirnya dalam periode 2 tahun tersebut data kita bersih. Tapi coba minta kepada bank yang melaporkan anda ke BI untuk membuat surat keterangan bahwa anda telah menyelesaikan masalah anda dengan mereka. Walaupun kemungkinan ini pun sangat kecil, karena semua lembaga keuangan dan perbankan mengacu kepada data yang ada di BI.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Gunadi Arunanto said:
    August 29, 2012 at 7:24 pm

    Dear KPR ID,

    Saya Karyawan Swasta denagn status Karyawan Tetap, Apakah dengan Gaji Rp. 6.000.000,– per bulan saya bisa mengajukan KPR dengan harga rumah Rp. 320.000.000.

    Salam Hangat.

      kprid responded:
      September 3, 2012 at 5:18 pm

      Biasanya bank akan menilai sebesar 30% dari penghasilan pokok kita sebagai acuan untuk menentukan kemampuan nasabah dalam membayar cicilan KPR. Mungkin untuk lebih mendapatkan gambaran akan kemampuan anda, anda bisa mencoba simulasi KPR yang biasanya ada di setiap website bank pemerintah ataupun swasta. Sehingga anda akan bisa menilai kemampuan anda sendiri dalam membayar cicilan KPR nantinya. Perlu di ingat KRP ada semua proses yang akan berlangsung dalam jangka panjang. Jadi ada baiknya anda benar-benar memperhitungkan segala sesuatunya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    eko said:
    August 29, 2012 at 8:32 pm

    Dear KPR-ID,

    Saya berencana membeli suatu hunian berupa townhouse bekas(secondhand) melalui KPR. Tetapi ternyata sertifikat HGB atas townhouse tsb sudah jatuh tempo pada tanggal 13 Juli 2012 dan baru akan diperpanjang oleh pemiliknya. Apakah memungkinkan mengajukan KPR atas bangunan yg sertifikat HGB-nya sedang dalam proses perpanjangan. Apakah dapat dibuatkan surat keterangan bahwa sertifikat HGB sedang dalam proses perpanjangan, oleh notaris/BPN atas perihal tsb?. Mohon pencerahannya. Terima kasih.

    Salam,

      kprid responded:
      September 5, 2012 at 3:02 pm

      Biasanya bank sangat berhati-hati menyangkut masalah sertifikat, apalagi sertifikat masih dalam proses perpanjangan. Tentunya bank ingin mereka dalam posisi yang aman maka tentunya mereka tentunya akan memilih kondisi sertifikat yang tidak bermasalah. Ada baiknya mungkin diurus dahulu perpanjangan sertifikatnya terlebih dahulu baru setelah semua beres baru mengajukan KPR-nya. Syukur-syukur anda bisa menegosiasikan dengan penjual untuk meningkat sertifikat dari HGB menjadi Hak Milik sehingga kedepannya nanti anda tidak perlu melakukan perpanjangan dan lebih aman karena sudah Hak Milik statusnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    SIMON said:
    August 30, 2012 at 12:06 pm

    Saya mau nanya : Apa Hak dan Kewajiban Pengembang KPR. Dan Apa Hak dan Kewajiban Pembeli KPR (konsumen). Saya tanyakan demikian, karena saya ingin menanyakan ke Pengembang KPR di Palu. Saya membeli Rumah di Palu dengan Harga Rp. 160 Juta Type 55 dan Saya sudah membayar Uang Muka sebesar Rp. 70 Juta, saya juga sudah bayar cicilan/angsuran 4 bulan tapi kondisi Rumah yang saya beli di Palu baru selesai sekitar 40%. Mohon petunjuknya. Terima kasih.

      kprid responded:
      September 5, 2012 at 3:47 pm

      Biasanya hal mengenai hak dan kewajiban ini ada didalam PPJB (Pengikatan Perjanjian Jual Beli), jadi pada saat anda membayar booking fee maka setelah itu akan di tanda tangani PPJB tersebut. Memang isinya lebih banyak menguntungkan pihak pengembang. Tapi biasanya di dalam PPJB tersebut ada menyebutkan bahwa apabila pihak pengembang terlambat menyerahkan rumah sesuai tanggal yang sudah ditentukan di dalam PPJB tersebut, maka pengembang diwajibkan membayar denda kepada konsumen per hari atas keterlambatan tersebut. Tapi ini relatif, ada juga pengembang yang tidak membuat pasal seperti di dalam PPJB sehingga konsumen jadi dirugikan. Jadi ada baiknya pada saat kita di sodori PPJB untuk ditanda tangani kita baca dengan teliti isinya agar dapat memperkecil kerugian pada sisi kita sebagai konsumen.

      Saran saya coba anda baca kembali isi PPJB kalau memang anda pernah menandatanganinya, apabila tidak ada, coba anda tanyakan kepada pihak pengembang kapan rumah yang anda beli selesai. Kalau bisa jangan hanya lisan, minta dalam bentuk tertulis, lebih bagus lagi kalau ada bisa mendapatkan surat pernyataan mengenai kapan waktunya rumah bisa diserahkan kepada anda. Selebihnya anda bisa merujuk kepada UU Perlindungan Konsumen Tahun 1999 berikut linknya http://kprid.wordpress.com/2008/01/28/uu-perlindungan-konsumen-republik-indonesia-no-8-tahun-1999/

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Arun said:
    August 30, 2012 at 1:48 pm

    Dear KPR-ID

    Ada beberapa Hal yang mau saya tanyakan seputaran KPR, sebagai pemula dalam KPR, saya berencana mengambil rumah dengan cara KPR, dan kebetulan ada Program dari Developer DP 0% dan Bebas biaya KPR dan cicilan per-bulan -+ Rp. 2.800.000.–, dengan catatan semua yang dijanjikan oleh developer akan saya dapat jika jumlah Besar cicilan per-bulan, merupakan 30% dari penghasilan saya. dengan harga rumah Rp. 320.000.000,–

    apakah saya dapat memenuhi syarat tersebut diatas dengan asumsi penghasilan saya -+ Rp. 6.000.000 ++.

    Mohon penjelesan dari pak moderator.

    Salam KPR-ID

      kprid responded:
      September 5, 2012 at 4:27 pm

      Ada baiknya jangan terburu-buru terpancing dengan program-program yang ditawarkan oleh pengembang. Coba anda tanyakan banknya apa dan anda cek langsung ke bank tersebut mengenai program tersebut. Jangan sampai anda sudah membayar booking fee dan DP ternyata nanti muncul informasi dari pihak pengembang bahwa program tidak berlaku lagi atau berubah. Banyak sekali konsumen yang sudah jadi korban dengan iming-iming program seperti ini.

      Persyaratan KPR tentunya banyak, bukan hanya dari sisi kemampuan financial saja, saya pribadi melihat kemampuan anda secara financial memungkinkan. Namun pihak bank tentunya butuh lebih banyak data sebagai bahan pertimbangan untuk dapak menyetujui KPR kita. Saran saya coba ajukan ke 3 bank yang berbeda karena masing-masing bank terkadang memiliki penilaian yang berbeda terhadap calon nasabah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ammy annis said:
    September 2, 2012 at 11:46 am

    Mohon bantuannya pak…saya mau menanyakan apakah kita bisa meminta fotocopy/diliatkan sertifikat asli pada saat kita akan akad kredit KPR melalui bank tertentu sehingga kita tidak seperti membeli kucing dalam karung dan menghindari masalah dikemudian hari. Bukan kah itu hak kita. Sebab saat ini saya lagi akan mengajukan kredit rumah…. terimakasih pak mohon pencerahannya

      kprid responded:
      September 5, 2012 at 4:35 pm

      Untuk kebanyakan rumah yang kita beli hampir kebanyakan surat-surat belum jadi, jadi kita tidak bisa melihat sertifikat terlebih dahulu. Berbeda halnya apabila kita membeli rumah second biasanya dan umumnya sertifikat sudah jadi. Memang hal sebaiknya ditanyakan di awal sehingga pihak pengembang ataupun bank akan melihat kita sebagai konsumen yang teliti.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    bambang setiawan said:
    September 5, 2012 at 11:54 am

    Saya mau melunasi kpr dan untuk nama dalam sertifikat apakah bisa diganti atas nama istri saya?

      kprid responded:
      September 5, 2012 at 4:36 pm

      Balik nama atas sertifikat bisa anda lakukan setelah anda melunasi dan mengambil sertifikat tersebut. Karena kalau sebelum pelunasannya bank tidak mau membantu proses balik nama tersebut karena di luar dari tanggung jawab mereka.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dicky ferdian said:
    September 7, 2012 at 2:42 pm

    saya mau tanya, SP3K saya sudah turun dari Bank A, kemudian saya mau mengajukan kredit lagi di Bank B, apakah itu dibolehkan atau tidak? terima kasih atas jawabannya….

      kprid responded:
      September 7, 2012 at 10:00 pm

      Selama anda belum menandatangani persetujuan atau keterikatan terhadap bank yang mengeluarkan SP3K tidak ada masalah. Namung biasanya ada batas waktunya untuk SP3K yang sudah dikeluarkan. Mengenai batas waktunya itu kembali kepada kebijaksanaan masing-masing bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yanti_alfi said:
    September 10, 2012 at 10:44 am

    dear KPR ID,
    orang tua saya dulu pernah mengambil kredit usaha di BNI Syariah dengan memakai nama suami saya dengan masa jatoh tempo masa pelunasan kredit selama 5 tahun,kreditnya sempat nunggak sampe 3 bulan,namun sebelum jatuh tempo akhir pelunasan yaitu kurang lebih baru berjalan 2 tahun kredit tersebut dilunasi.sekarang suami saya ingin mengambil KPR kepemilikan ruko.yang ingin saya tanyakan apakah bi checkingnya masih terdaftar sebagai nasabah bermasalh?klw pernah nunggak 3 bulan di BI checking masuk kol apa?dan apakah suami saya bisa mengajukan kredit kpr skrg dan bagaimana caranya agar kprnya disetujui?

      kprid responded:
      September 11, 2012 at 9:19 pm

      Kalau terlambat sampai 3 bulan belum masuk ke dalam tingkatan blacklist di BI. Tapi mungkin akan membuat sedikit pihak bank atau lembaga keuangan menjadi lebih teliti atau berhati-hati dalam menyetujui KPR anda. Bisa anda lihat dalam tabel berikut:
      BI Collect
      Namun setidaknya masih ada harapan, jadi silahkan anda coba terlebih dahulu. Atau anda bisa melihat catatan sejarah keuangan kita di galeri BI.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rima said:
    September 10, 2012 at 1:10 pm

    saya tertarik dengan perumahan cluster, perumahan tersebut menggunakan bank syariah mandiri, namun kondisinya saat ini saya cpns dan suami pegawai kontrak walau gaji kami jika dikomulatifkan sekitar 10 juta, apakah saya ada kemungkinan mendapatkan rumah tersebut?

      kprid responded:
      September 11, 2012 at 9:23 pm

      Salah satu syarat untuk mengajukan KPR adalah status kita harus karyawan tetap dengan minimal pengalaman kerja 1 tahun. Sejauh ini memang belum ada informasi bagi karyawan kontrak ataupun CPNS.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Marvel said:
    September 10, 2012 at 2:03 pm

    Halo.. Saya Marvel..
    Mohon bantuannya apakah bisa memberikan saya list developer dan perumahan yang ada di jabodetabek? baik developer yang bereputasi OK maupun developer yang bereputasi kurang baik?

    terima kasih,

      kprid responded:
      September 11, 2012 at 9:30 pm

      Maaf untuk saat ini data yang anda minta belum tersedia dan bahkan belum ada survey mengenai daftar yang anda maksudkan. Mungkin anda bisa melakukan pengecekan terlebih dahulu apabila memang anda bermaksud membeli rumah melalui pengembang. Anda bisa gunakan search engine internet, seperti google, yahoo, bing dan lain-lain. Ketik nama developer dan biasanya ada saja komentar-komentar apabila developer itu kurang baik. Mungkin untuk memperkecil resiko anda bisa mulai dengan perumahan yang dikelola oleh developer-developer yang besar. Biasanya kebanyakan dari mereka sudah lebih professional dibanding pengembang yang kecil atau baru. Namun tentunya hal ini masih relatif. Banyaklah bertanya sedetail mungkin dari apa yang mereka tawarkan kepada anda. Ini juga bisa membantu anda melihat bagaiman sikap mereka terhadap konsumen dari awal.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    pelita said:
    September 11, 2012 at 10:05 am

    Dear KPR ID
    saya mau sedikit tanya ? saya ada rencana untuk membeli rumah mertua saya dengan KPR tapi nama suami saya masih tercantum dalam KK dirumah tersebut, bisakah saya mengajukan KPR ke bank dengan kondisi seperti itu ?
    terimakasih

      kprid responded:
      September 11, 2012 at 9:33 pm

      Saya rasa tidak ada masalah dengan itu, karena pihak bank akan melihat surat-surat dari rumah yang akan dijual. Sementara KK adalah bagian dari persyaratan untuk kita mengajukan KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    andri said:
    September 11, 2012 at 1:13 pm

    Yth. Kbtln saya telah mengambil kpr syariah tahun 2008, dan akan selesai tahun 2020. Seperti diketahui bahwa kpr syariah memiliki metode fixed installment hingga akhir periode pinjaman. Yang menjadi pertanyaan saya apakah mungkin sy selaku peminjam meminta kepada pihak bank untuk meninjau/menurunkan kembali besaran cicilan mengingat kpr yang ada sekarang (baik konvensional ataupun syariah) memiliki bunga/cicilan yang lebih rendah dari kpr saya. untuk informasi, waktu akad kredit besaran fixed rate saya ekuivalent dengan 8,75%/tahun. Jika bisa, bagaimana caranya. terimakasih

      kprid responded:
      September 11, 2012 at 9:44 pm

      Karena sistim yang digunakan berbeda dengan bank konvesional maka kemungkinan untuk mendapatkan penurunan besar cicilan akan kecil sekali. Tapi tidak ada salahnya untuk ditanyakan langsung ke pihak bank. Bisa juga gunakan surat keberatan akan besarnya cicilan yang sedang berjalan sekarang. Untuk contoh suratnya pernah di posting di salah jawaban di halaman ini. Anda bisa coba cari mundur. Semoga berhasil.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ricky mantyo said:
    September 12, 2012 at 9:02 pm

    Saya ini adalah nasabah btn dan saya punya cicilan kpr yang saya mau saya tanyakan berapa lama maksimal apabila menungak cicilan kpr

      kprid responded:
      September 13, 2012 at 3:40 pm

      Biasanya apabila terjadi keterlambatan dalam 1 bulan saja pihak Bank akan menghubungi kita. Jadi apabila ditanyakan maksimal ya itu relatif. Apabila anda menugak berbulan-bulan secara otomatis anda akan di laporkan oleh bank yang menyediakan KPR and ke BI. Sehingga nanti anda akan masuk dalam daftar black list BI, yang tentunya tidak memungkinkan lagi bagi anda untuk mengajukan pinjaman atau fasilitas keuangan dari bank ataupun dari lembaga keuangan lainnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    abrar said:
    September 13, 2012 at 12:03 pm

    Mohon saran,

    Saya sedang proses menuju akad KPR sebuah rumah baru,

    Surat Persetujuan Kredit sudah turun dari Bank, di dalamnya tercantum list biaya-2:
    1. Biaya-biaya Bank (Provisi, Administrasi, Premi Asuransi Jiwa, Premi Asuransi Kebakaran.
    2. Biaya-biaya notaris (Pengikatan SKMIIT, Pengikatan APHT, PNBP Hak Tanggungan, Pengecekan Sertifikat
    3. Saldo blokir (Angsuran+Min. saldo di rekening).

    Total biaya 1+2+3, sekitar 5.8% dari nilai plafon KPR yang disetujui.

    Yang dijanjikan oleh Developer (via brosur, booklet, penjelasan saat sebelum BF dan DP) adalah “Biaya-biaya KPR ditanggung oleh Developer max 5% dari nilai plafon yang disetujui”.

    Tapi pada saat menjelang akad kredit, tiba-tiba ada perubahan dari Developer. Bahwa pada komponen biaya-biaya KPR di point
    (1) Premi Asuransi Jiwa, Premi Asuransi kebakaran (2% dari nilai plafon) harus ditanggung oleh customer.
    Sementara untuk saldo blokir (1% dari nilai plafon), ok lah saya menerima untuk menanggungnya.

    Menurut saya, ini berarti tidak sesuai dengan janji developer di awal. Saat dikonfirmasi kepada pihak developer jawabannya memang ada perubahan dari manajemen si developer.
    Saya masih keberatan dengan perubahan itu.

    Semua customer yg serupa dengan saya keberatan dengan perubahan itu, Namun ada pula customer lain yang mengalami hal serupa (tapi beda Bank) akhirnya dengan berat hati menerima perubahan itu.

    Terima kasih, atas sarannya.

      kprid responded:
      September 13, 2012 at 3:59 pm

      Ya betul sekali. Disini bisa kita lihat bahwa dengan menyebutkan kata-kata itu berarti itu sudah meliputi semua biaya, karena di booklet ataupun di brosur tidak menyebutkan secara jelas ataupun detail biaya apa saja yang ditanggung. Booklet/brosur bisa anda jadikan bukti apabila memang anda ingin memperjuangkan hak anda. Ini terkadang “nakal”-nya pengembang itu baru terlihat begitu kita telah menyerahkan jumlah uang yang cukup besar. Dimana tentukan kita sebagai konsumen menjadi “serba salah” karena kita sudah menyerahkan sejumlah uang yang tentunya tidak kecil. Padahal sebenarnya dengan adanya perubahan yang di informasikan oleh pengembang bisa membuat kita membatalkan jual beli atas dasar tidak dipenuhinya janji yang telah ditawarkan kepada kita karena itu salah satu faktor pertimbangan kita membeli rumah.

      Sulit memang menghadapi pengembang “nakal” kebanyakan konsumen yang “terjebak” hanya bisa pasrah karena memang prosesnya pasti akan sangat panjang dan melelahkan untuk memperjuangkan apa yang sudah menjadi hak kita. Jadi apabila memang anda ingin memperjuangkan hal tersebut sudah jelas anda memiliki bukti yang sangat kuat. Namun tentunya perlu dibutuhkan banyak kesabaran dalam hal ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    pelita said:
    September 14, 2012 at 10:43 am

    dear KPR-ID
    saya mempunyai pendapatan 5jt perbulan tetapi status saya masih pegawai kontrak, sedang kan suami saya pegawai tetap dengan penghasilan 2,5jt sebulan dan mempunyai hutang kartu kredit dari dua bank sebesar 23jt yang selalu dibayarkan minimumnya setiap bulan tidak pernah terlambat
    pertanyaan saya apakah jika saya mengajukan KPR dengan pendapatan berdua dapat disetujui?
    kira-kira bpr nilai KPR yg dapat kami ambil ? terimakasih

      kprid responded:
      September 18, 2012 at 7:01 am

      Dengan melakukan joint income tentunya bisa memperbesar kemungkinan untuk mendapatkan persetujuan KPR. Namun ada baiknya mengenai hutang di kartu kredit itu bisa di selesaikan apabila memungkinkan. Jadi bank bisa melihat tidak terlalu banyak beban keuangan yang anda tanggung saat ini. Walaupun dengan catatan pembayaran yang tidak pernah terlambat juga turut membantu dalam hal ini. Mengenai besar nilai KPR tergantung dari nilai rumah yang nanti akan di KPR-kan. Barulah dari nilai rumah yang anda beli itu bank akan menentukan besaran plafondnya. Di website bank-bank di Indonesia biasanya sudah di lengkapi dengan simulasi KPR, jadi anda bisa coba gunakan program tersebut sehingga dapat mendapatkan gambaran mengenai kemampuan anda dalam mencicil KPR nantinya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    abrar said:
    September 14, 2012 at 1:19 pm

    Terima kasih atas sarannya.

    Apa pernah menemukan case ini sebelumnya?

    Jika ada skenario dari si Developer untuk membuat saya akhirnya membatalkan KPR, lalu dengan mudahnya mengatakan “Yah sudah uang Bapak kami kembalikan saja”,

    atau ingin pula supaya membatalkan KPR dan apa yang sudah saya setorkan tidak kembali (hangus, karena pembatalan dari saya).

    Apakah mudah dibawa ke ranah hukum?

      kprid responded:
      September 18, 2012 at 7:14 am

      Kasus-kasus pengembang tidak menepati janji banyak sekali, memang bentuknya berbeda-beda. Namun pada intinya sama yaitu pada saat sudah hendak memasuki proses akad kredit barulah mereka mengatakan bahwa hal ini dan itu tidak dapat dilakukan karena keputusan manajemen perusahaan. Dimana pada saat itu jumlah uang yang sudah masuk dari konsumen bisa dibilang tidak sedikit. Sehingga tentunya membuat kebanyakan konsumen menerima kondisi baru yang sudah disampaikan oleh pengembang. Hal ini dipengaruhi dengan jumlah uang yang sudak masuk dan tidak mungkin dapat kembali dengan mudah dan utuh.

      Sebenarnya kalau memang konsumen memiliki bukti-bukti yang kuat atas kasus-kasus yang mereka alami bisa saja dibawa ke ranah hukum. Namun seperti kita ketahui sendiri saat ini kondisi hukum di negara kita masih jauh dari rasa keadilan. Belum lagi birokrasi yang mesti kita lalui dalam menjalani prosesnya. Hal-hal seperti ini yang menjadi penyebab utama konsumen menjadi urung untuk membawa kasus-kasus yang mereka alami ke ranah hukum. Namun apabila kita sebagai konsumen merasa yakin dan siap menghadapi segala bentuk birokrasi yang terjadi dengan rasa sabar, tentunya tidak ada kata tidak mungkin untuk mendapatkan hak kita sebagai konsumen melalui ranah hukum. Karena memang sudah ada undang-undang perlindungan konsumen yang bertujuan melindungi para konsumen dari produsen-produsen yang bertindak semena=mena.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Juliant said:
    September 15, 2012 at 1:55 pm

    Saya baru saja membeli rumah di wilayah Gresik melalui sebuah developer di Surabaya. Hingga saat ini progres pembangunan sudah 70%. Tp mnurut estimasi saya, Desember 2012 bru slesai pengerjaan. Namun, hingga saat pesan ini saya posting ada komplain yang akan saya ajukan mengenai kualitas material pada bagian pondasi. Yang pertanyaan sya adalah :
    1. Apakah sbelum saya melakukan realisasi (AJB) bsakah saya mengajukan komplain tersebut ?
    2. Bilamana saya belum puas atas hasil pengerjaan unit, apakah Saya bisa melakukan penundaan atas realisasi (AJB) tersebut, shingga menunggu hasil yg menurut Saya tepat ?

    Terima kasih atas jawabannya … !

      kprid responded:
      September 18, 2012 at 7:23 am

      Memang lebih baik semua komplain dilakukan sebelum anda menandatangani surat serah terima rumah, yang mana hal ini pasti akan di lakukan sebelum akad kredit dilaksanakan. Karena apabila anda sudah menandatangani surat tersebut maka itu menyatakan anda telah menerima kondisi bangunan ataupun rumah itu apa adanya dan tanggung jawab akan rumah tersebut sudah beralih kepada anda. Tentunya segala bentuk komplain mengenai kondisi bangunan dan lain-lain tidak akan di terima oleh pengembang. Serta pastikan juga untuk masa garansi atas rumah yang anda beli pada pihak pengembang.

      Bisa, itu adalah hak anda sebagai konsumen untuk mendapatkan rumah sesuai dengan yang dijanjikan oleh pengembang atau sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh pemerintah. Seperti yang ada didalam Undang Undang Republik Indonesian No 28 Tahun 2002 tentang bangunan gedung.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    merry tandiono said:
    September 19, 2012 at 4:23 pm

    Saya merry, wiraswasta
    Pertanyaan saya:
    saya mau mengajukan pinjaman di bank dengan jaminan rumah. Tapi kendalanya adalah suami saya punya masalah macet utang bank sehingga BI checking suami saya jelek. Pertanyaannya adalah apabila yang mengajukan pinjaman di bank atas nama saya saja bisa atau tidak? Apakah proses pengajuannya nanti suami saya juga di cek? Dan mungkinkah pengajuan tsb bisa disetujui? Trimakasih.

      kprid responded:
      September 20, 2012 at 9:15 pm

      Apakah sertifikat rumah atas nama anda? Apabila atas nama anda, kemungkinan besar masih bisa mendapatkan persetujuan pinjaman. Tapi ada baiknya masalah suami anda juga di selesaikan sehingga bisa bersih dari BI Checking. Tentunya di kemudian hari bisa memberikan kemudahan seandainya ada keperluan dalam bentuk pendanaan dan lain-lain.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Muhlas said:
    September 21, 2012 at 12:56 pm

    sya sudah karyawan tetap di salah satu perusahaan BUMN, saya mau mengajukan KPR . penghasilan saya 3jt. saya masih single, tetapi saya mempunyai hutang di bank perbulan 1,3jT… apa mungkin saya bs mendapatkan KPR dr bank….. cicilan rumah yg ingin saya beli 700rb..

      kprid responded:
      September 22, 2012 at 11:39 am

      Bank akan menilai sebesar 30% dari penghasilan anda sebagai acuan untuk menentukan besarnya cicilan yang anda bisa sanggupi. Namun tentunya bukan faktor itu saja ada hal-hal lain yang tentunya jadi pertimbangan mereka dalam menyetujui sebuah KPR. Kalau dipaksakan saya rasa memungkinkan karena saat ini anda belum berkeluarga, jadi belum ada tanggungan. Selanjutnya kembali kepada anda sendiri, apakah dengan sisa uang setelah dipotong hutang dan cicilan KPR bisa mencukupi kebutuhan hidup anda sehari-hari atau tidak? Hanya anda yang bisa mengetahui. Perlu di ingat juga bahwa KPR ini sebuah program yang berjalan untuk jangka panjang jadi alangkah baiknya anda pertimbangkan sebaik-baiknya sebelum memutuskannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aldo said:
    September 21, 2012 at 2:04 pm

    saya aldo. wiraswasta
    saya mau tanya:
    saya dan istri saya berencana ajukan kredit KUR [istri saya niaga], setelah semua syarat administrasi d lengkapi, tiba tiba bank menelpon mengatakan bahwa saya bermasalah, memang saya pernah ksedit 2 buah motor, karna suatu hal maka salah satu motor tdk kami lanjutkan dan menunggak 2 bulan kemudian di tarik,
    apakah ini akan jadi masalah bagi kami. dan apakah bank akan mempersulit kami?.soalny kami juga akan mengajukan KPR.
    mohon solusinya. makasih.

      kprid responded:
      September 22, 2012 at 12:42 pm

      Coba anda lakukan BI checking terlebih dahulu, untuk mengetahui catatan sejarah keuangan anda. Bisa saja lembaga keuangan yang membiayai kredit motor anda melaporkan hal tersebut ke BI, sehingga nama anda masuk dalam daftar BI checking. Apabila kita masuk dalam kategori collect 5 sudah tentu untuk mendapatkan segala bentuk pinjaman dari Bank ataupun lembaga keuangan manapun tidak bisa. Karena untuk sebuah pengajuann pinjaman pihak bank dan lembaga keuangan pasti akan memeriksa catatan sejarah keuangan kita di BI.

      Jadi coba anda lakukan pengecekan terlebih dahulu, apabila memang sudah masuk dalam daftar BI, coba anda hubungi lembaga keuangan yang membiayai kredit motor anda. Anda tanyakan saja kepada mereka bagaimana bisa diselesaikan sehingga mereka bisa melakuakn laporan bahwa anda sudah menyelesaikan masalah anda. Namun setelah proses ini pun catatan anda di BI baru akan bersih setelah 2 tahun. Karena memang proses pencatatan di BI berdasarkan periode 2 tahunan. Jadi bukan bank yang mempersulit kita sebenarnya tapi mungkin dari kitanya sendiri yang membuat keadaannya menjadi sulit.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    max Tandikura said:
    September 23, 2012 at 8:14 pm

    Mohon maaf, saya mau tanya seputar KPR. Begini permasalahannya sy kebetulan sedang mengurus KPR di BAnK dan sementara menunggu jawaban dari Bank. Tetapi sy sudah membayar DP ke Developer tetapi kenapa pihak developer tidak membuat PPJB sebelum akad kredit tetapi pihak developer membuat perjanjian sementara jual beli. Yg ingin sy tanyakan apakah prosedur yg dilakukan developer ini benar? Makasih

      kprid responded:
      September 24, 2012 at 11:10 am

      Pada umumnya apabila sudah melewati tahapan booking fee dan memasuki tahapan cicilan DP biasanya pihak pengembang menyiap PPJB sebagai bentuk pengikatan secara resmi atas transaksi jual beli yang dilakukan. Apakah Perjanjian Sementara ini anda terima pada saat anda melakukan Booking Fee? Apabila memang begitu coba tanyakan ke pihak pengembang, takutnya di dkarenakan kesibukan mereka jad terlupakan. Kita juga sebagai konsumen harus sedikit rewel dalam menghadapi pengembang karena di khawatirkan kalau kita terlalu banyak diam dan menerima saja mereka akan berlaku semena-mena.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Lilik said:
    September 25, 2012 at 11:24 am

    Pak kpr yg terhormat,sy mau tnya,sy berniat membeli rumah melalui kpr dan lewat pengembang/developer karena posi2nya masih berupa tanah dan br mau d bngun,gmn crny kt mengetahui developer yg bener2 valid,bukti2 apa sajakah yg perlu kt minta dr developernya agar kelak tdk terjadi penyesalan dlm membeli,trimakasih sblmnya maaf jk ada salah kata2…

      kprid responded:
      September 29, 2012 at 7:35 am

      Anda bisa melakukan pengecekan di REI (semacam lembaha persatuan pengusaha real estate di Indonesia), anda bisa tanyakan apakah pengembang anda terdaftar disana sabagai anggota atau tidak. Kemudian cek melalui internet untuk nama pengembang tersebut, karena bisa saja ada konsumen yang mengeluhkan permasalahan di Internet karena bermasalah dengan pengembang tersebut. Terakhir yang anda bisa lakukan coba tanyakan kepada konsumen-konsumen yang sudah membeli rumah di pengembang tersebut, tanyakan bagaimana pengalaman mereka dalam melakuak proses jual beli-nya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Oni said:
    September 26, 2012 at 1:53 pm

    Dear admin, Mohon diberikan contoh surat keberatan kenaikan suku bunga kpr, Terima kasih

      kprid responded:
      September 29, 2012 at 7:37 am

      Untuk contoh surat keberatan sudah pernah di posting di forum Masalah Seputar KPR ini. Coba anda cari mundur, karena sudah pernah beberapa kali di posting.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nana permana said:
    September 26, 2012 at 8:54 pm

    saya seorang karyawan swasta…
    sya mau menanyakan,,ada yg mau over kredit perumahan, angsurannya tinggal 7tahun lg
    beliau meminta uang 55jt
    bisa ga uang yang hrus dibayarkan ke pemilik rumah dan sisa angsuran dilunasi oleh bank kpr dan saya membayar total keseluruh cicilannya hingga waktu ug ditentukan bank tsb.

    terima kasih.

      kprid responded:
      September 29, 2012 at 7:42 am

      Bisa saja itu dilakukan, namun anda tetap diharuskan membayar uang muka dalam proses jual belinya apabila di lakukan melalui KPR. Jadi ajukan nilai jual rumah yang anda beli tersebut kepada pihak bank untuk di KPR-kan. Anda akan diharuskan membayar uang muka sebesar 30% nantinya apabila proses KPR anda telah di setujui dimana jumlah tersebut akan di diserahkan kepada penjual tentunya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dedi yusup said:
    September 27, 2012 at 10:36 am

    dear kpird,
    saya mau bertanya, saya memiliki usaha yang dijalankan berdua dengan adik saya. dengan keuntungan yang cukup lumayan
    saya gaji adik saya dari usaha ini perbulanya Rp3jt plus bagi hasil keuntungan usaha (jumlahnya tidak tentu) adik saya berencana mengajukan kpr,karena saya penanggung jawab usaha tadinya saya mau bantu adik, tetapi kami belum memiliki badan usaha yang disyaratkan kpr.. bagaimana solusi bagi kami mohon pencerahannya.terimakasih banyak

      kprid responded:
      September 29, 2012 at 7:47 am

      Saya rasa mau tidak mau anda harus mengurus usaha yang anda miliki menjadi badan usaha resmi, sehingga dapat melengkapi syarat-syarat yang dibutuhkan oleh Adik anda sebagai karyawan anda dalam mengajukan KPR. Dimana nantinya juga tentu akan bermanfaat bagi anda sendiri, apabila memang suatu saat nanti anda membutuhkan pinjaman untuk modal tambahan usaha anda ataupun untuk keperluan dalam mengajukan KPR bagi anda sendiri. Persyaratan yang sudah ditentukan oleh semua bank hampir sama semua, dimana pihak bank tentunya menginginkan data-data yang jelas bagi calon-calon nasabah mereka apalagi dalam KPR jumlah dana yang dilibatkan tidak bisa dibilang kecil.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ekowaskito said:
    October 1, 2012 at 10:05 am

    saya mengambuil KPR di Btn 10 Th, sekarang masuk tahun ke 6, diperjanjian kredit setelah tahun ke lima suku bunga akan menyesuai dengan pasar. karena BI rate sekarang turun, pertanyaan saya, apakah suku bunga KPR saya ada kemunggkinan turun atau tetap? trimakasih…

      kprid responded:
      October 2, 2012 at 8:21 am

      Memang kita sering mendengar bahwa bank akan mengacu kepada suku bunga yang di keluarkan oleh BI, namung tidak semuanya mengenai itu benar. Karena walaupun suku bunga BI memang menjadi acuan tapi tidak akan 100% sama dengan suku bunga ditetapkan oleh BI. Tetap akan lebih tinggi suku bunga yang dikeluarkan oleh bank yang memfasilitasi KPR kita. Jadi apabila dalam perjanjian ditentukan pada tahun ke lima ada penurunan suku bunga maka bank pastinya akan mengacu pada apa yang tela di sepakati dalam pernjanjian.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Andre said:
    October 1, 2012 at 4:00 pm

    Saya mau beli rumah tapi sertifikatnya msh dijaminkan ke bank oleh pemiliknya. Bisa gak kita nanya ke bank kapan dijaminkannya? Ke bagian apa?
    Terima kasih

      kprid responded:
      October 2, 2012 at 8:25 am

      Biasanya pihak bank tidak akan mengeluarkan informasi seperti tanpa seijin pemilik sertifikat. Jadi lebih tanyakan kepada si penjual rumah karena tentunya dia memiliki dokumen-dokumen perjanjian yang mengenai hal tersebut. Apabila penjual tidak mau bekerja sama dalam hal ini, jelas pihak penjual tidak mau terbuka atau jujur dalam hal ini. Jadi ada baiknya anda mencari rumah dengan penjual yang jujur.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    uus rukmantara said:
    October 2, 2012 at 8:40 am

    Asslamualaikum wr wb

    Saya seorang karyawan swasta (blm karyawan tetap) gaji saya 5jt, istri saya 3Jt, saya punya kakak guru sum (PNS) gaji pokok +- 3jt, sudah punya rumah dan mobil, tinggal di bandung:
    1. apabila saya beli kpr di depok atas nama kakak saya, tapi pembayrannya/banknya bisa di bandung ga?
    2. bisakah pembayarannya gabungan saya dan kakak saya?
    3. atau ada masukan lain, karena saya terhambat masalah pegawai tetap terus..
    Mohon masukannya//
    terimkasih

      kprid responded:
      October 3, 2012 at 9:23 am

      1. Untuk pembayaran tidak ada masalah bisa dari mana saja, karena semua sistim di bank sudah online.
      2. Kalau pembayaran di gabung tidak jadi masalah, mungkin apabila pengajuan KPR menggunakan join income dengan kakak anda pihak bank akan melihat lebih lanjut permasalahan ini.
      3. Mungkin bisa menggunakan atas nama kakak anda untuk pengajuan KPR-nya, anda yang membayar cicilan KPR-nya, apabila sudah lunas sertifikat nanti tinggal di balik nama kan saja. Namun anda harus benar-benar bertanggung jawab karena anda akan menggunakan nama kakak anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        uus rukmantara said:
        October 3, 2012 at 9:43 am

        untuk pertanyaan no 1 diats…untuk pembayrannya bisa di bandung karena on line,
        1. apakh pengajuan kpr nya di bank di bandung bisa padahal lokasi rumahnya di depok?
        2.apakh pihak bank akan mensurvey rumah kakak saya yang di bandung, sehingga memerlukan biaya transportasi dari depok ke bdg..
        mohon masukannya…apakah ada kronologis lain tentang tahapan survey dll.

        Thanks

        kprid responded:
        October 4, 2012 at 5:33 am

        1. Sepertinya harus di cabang di kota terdekat dengan lokasi rumah yang hendak kita beli.
        2. Biasanya rumah yang disurvey adalah rumah yang akan dijual.

        Mengenai kronologis masing-masing bank biasanya memiliki sistim ataupun prosedure yang berbeda. Secara garis besar mungkin sebagai berikut:

        1. Pengajuan KPR
        2. Survery oleh pihak Bank
        3. Wawancara
        4. Hasil akhir (disetujui/tidak)

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    agung said:
    October 2, 2012 at 11:49 am

    Kami sudah menyelesaikan cicilan KPR perumahan, syaratnya apa saja untuk mengambil sertifikat asli di Bank.? Demikian atas informasinya kami ucapkan terima kasih.

      kprid responded:
      October 3, 2012 at 9:25 am

      Bawa saja tanda bukti pelunasan dan surat perjanjian kredit yang ditanda tangani pada saat akad kredit. Tanyakan kepada pihak bank dikantor cabang mana untuk pengambilan dokumen-dokumennya. Biasanya bank sudah menentukan salah satu cabang mereka sebagai tempat penyimpanan dokumen-dokumen.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    tri said:
    October 2, 2012 at 2:44 pm

    sy nasabah kpr BTN sdh brjalan 2 tahun, rmh kpr sy type 28/60 posisi dihuk,jd total tnh sy 84m2 yg sy ingin tanyakan apakah pengembang berhak menjual tnh huk kpd konsumen diblakang rmh sy?,sdngkn pd waktu perjanjian dgn pihak bank, pihak pngembang memasukan data sy type stndar 28/60, alasaanya agar dpt acc bank, klebihan tanahnya dibayarkan lngsung kepengembang,saat ini sy ditekan utk membayar klebihan tnh tersebut, yg pd kenyataan dilapangan klebihan tanah trsbut 40m2, yg trcntum diPBB 28/84 atas nama sy

      kprid responded:
      October 3, 2012 at 9:36 am

      Apabila sudah ada perjanjian seperti itu, pihak pengembang tidak berhak menjual tanah tersebut ke pihak lain. Apakah anda sudah membayar kelebihan tanah tersebut? Apabila belum mungkin ada baiknya segera di selesaikan apalagi sudah tercantum didalam PBB. Mengenai kelebihan tanah di luar dari yang di sepakati dalam perjanjian, mungkin ada baiknya di diskusikan kembali dengan pihak pengembang. Dengan mengutarakan alasan-alasan ataupun keberatan anda atas kelebihan tanah tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    surya fachrizal said:
    October 5, 2012 at 6:22 am

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    3 tahun yg lalu saya ambil rumah subsidi di bekasi dan akan saya over credit. Rencananya saya akan mengambil rumah subsidi lagi di bogor. apakah akan disetujui krn katanya kita hanya punya satu kesempatan utk mengambil rumah subsidi. sedangkan kalau KPR secara komersial gaji tidak mencukupi. trmksh jawabannya

      kprid responded:
      October 8, 2012 at 8:05 am

      Sepertinya tidak bisa, karena sangat jelas dalam persyaratannya di sebutkan “Belum pernah memiliki rumah, baik melalui pembiayaan bersubsidi maupun tidak bersubsidi”. Tapi coba anda konsultasi lebih lanjut dengan pihak Bank yang ditunjuk sebagai penyelenggara. Kemukakan alasan-alasan kenapa anda hendak membeli rumah di Bogor. Mungkin dengan mendengar alasan-alasan anda pihak Bank bisa meninjau secara bijaksana permasalahan yang anda alami.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    yuniawan said:
    October 8, 2012 at 8:46 am

    salam hormat saya,

    sy mau menanyakan.sy skrng ini sdh mengajukan KPR subsidi.tp karena lokasinya agak jauh.dan tdk mungkin sy tempatkan.sdh 1 tahun sy bayr tdk pernah ada mslh.pertanyaan sy.bagaimana sy ingin mengajukan KPR rmh second/atau kpr dr bank lain.bisa tidak ya….tp tetap nama saya.terima kasih

      kprid responded:
      October 10, 2012 at 10:35 pm

      Untuk mengajukan KPR dengan pengembang ataupun bank yang lain tentunya bisa-bisa saja. Asalkan rumah tersebut tidak melalui KPR bersubsidi karena anda sudah mendapatkannya. Jadi untuk KPR yang umum harusnya tidak ada masalah, namun tentunya bank akan melihat kemampuan financial anda. Apalagi anda saat sudah dalam proses mencicil KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    udin said:
    October 8, 2012 at 4:37 pm

    asalamualaikum, saya berniat mengajukan KPR untuk membeli perumahan baru, permasalahannya adalah dikarenakan saya PNS saya tidak memiliki waktu cuti yang panjang untuk mengurus proses pengajuan KPR. Agen Marketing dari developer perumahan yang ingin saya beli menawarkan untuk membantu saya dalam proses pengajuan ke KPR. semua persyaratan seperti f.c slip gaji/surat keterangan penghasilan, f.c ktp, dsb ( SK asli tidak termasuk karena sudah disekolahkan :D ) rencananya akan dititipkan kepada Agen Marketing tersebut untuk diajukan ke beberapa bank, nantinya apabila disetujui saya hanya datang pada saat akad kredit saja (menghemat cuti saya). Saya berdinas di Palu, Sulawesi Tengah, rumah yang ingin saya ambil di daerah Bogor.

    Apakah hal tersebut (menitipkan berkas+syarat pengajuan KPR) kepada agen marketing tidak beresiko / bermasalah ?

      kprid responded:
      October 10, 2012 at 10:29 pm

      Hal seperti sudah biasa dilakukan, banyak pihak pengembang yang membantu konsumennya dalam proses pengajuan KPR-nya. Apabila memang demikian usahakan segala sesuatunya dilakukan secara transparan, sehingga tidak menimbulkan kekecewaan di pihak anda sebagai konsumen. Tapi kalau bisa ada baiknya coba anda lakukan sendiri sehingga lebih jelas dan memperkecil resiko seandainya terjadi sesuatu yang tidak di harapkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    uus rukmantara said:
    October 11, 2012 at 9:39 am

    Dear KPRID

    1. Misal Harga Rumah 100jt..didalam brosur DP penegembang 5jt..sehingga harga rumah setelah dipotong DP menjadi 95 juta..pada saat pengajuan kpr ke bank apakah bank akan memotong lagi DP misal 10% (9.5Jt), sehingga nasabah harus membayar 5jt+9.5jt =14.5jt..baru sisanya KPR…atau cukup bayar 5jt saja dan sisanya KPR?

    2. biaya apa aja yg dikeluarkan pada saat pengurusan KPR?
    3. untuk biaya notaris, biaya kpr,BPHTB,AJB, dan lain2..kira2 abis berpa ya?

    Mohon masukannya

      kprid responded:
      October 18, 2012 at 11:53 am
      1. DP 5 jt mungkin bagian dari promosi pengembang, sementara untuk saat ini DP minimal telah ditentukan sebesar 30%. Coba anda pastikan kembali ke pihak pengembang.
      2. Biaya notaris yang terdiri dari;
        • PK
        • APHT
        • AJB
        • Sertifikat
        • Asuransi Jiwa
        • Asuransi Kebakaran

        Kemudian provisi, administrasi dan appraisal.

      3. Mungkin keseluruhan biaya berkisar di antara 15-20 jt.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nuke said:
    October 12, 2012 at 2:50 pm

    Selamat siang,
    sy memiliki tunggakan kpr BTN 19jutaan dgn denda 9jt..total menurut info BTN 39juta. Apabila sy ingin melunasi dgn meminta keringanan, seberapa besar kemungkinan disetujui ? sy diminta mengajukan suratpermohonan.apakah ada contoh format suratnya ?

      kprid responded:
      October 18, 2012 at 11:56 am

      Mungkin di kisaran 30%, tapi itu kembali kepada keibijakan bank itu sendiri.
      Untuk saat ini contoh surah untuk keperluan seperti ini belum ada. Akan diusahakan untuk dibuatkan namun tidak dalam waktu dekat.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    santi said:
    October 12, 2012 at 11:56 pm

    Tahun 2009 saya dan suami saya setuju membeli rumah dengan cara kpr di BTN dengan memakai atas nama saya sebagai istri. Sejak 2 tahun saya berpisah dengan suami saya. Untuk keperluan kpr ini menganggu saya karena menggunakan nama saya jadi suami saya tidak bisa berurusan dengan bank secara langsung. Saya berfikir ingin balik nama tetapi suami saya tidak mau dengan proses ulang dari awal lagi. Apakah bisa kalo saya minta secara langsung balik nama tanpa ada persyaratan yang berbelit. Sebelumnya terima kasih.

      kprid responded:
      October 18, 2012 at 11:58 am

      Tidak bisa dan tidak ada cara lain karena memang prosesnya seperti itu bahkan balik nama sertifikat pun membutuhkan proses yang tidak sedikit. Jadi mau tidak mau mantan suami anda harus berurusan langsung dengan Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

        nana said:
        November 1, 2012 at 12:56 pm

        dear bp/ibu

        saya sudah KPR sejak 2006 masa 10th. Ternyata selama ini IMB tidak diproses. developer sudah pailit. tanpa sepengetahuan saya, ternyata bank hanya dapat cover note dari developer dan developer menjaminkan 5 juta kpd bank untuk proses IMB.
        Saya taunya dari pegawai bank yang keceplosan ngomong kalo uang saya diblokir 5 juta utk jaminan proses IMB.
        waktu itu th 2009 saya rencana mau take over ke bank dengan bunga rendah. tetapi semua bank menolak karena tdk ada IMB.
        th 2010 saya berencana melunasi sisa kredit saya tapi saya ga mau kalo belum ada IMB pada waktu pelunasan.
        akhirnya agustus 2011 saya jengkel saya ga mau mengangsur lagi. saya biarkan bank memberi surat peringatan dan mau melelang rumah saya. saya juga ngotot dan saya laporkan ke YLKI & lembaga ombusman. saya juga berani kalo bank ngotot lewat jalur hukum.
        pertanyaan saya:
        1. Apakah bank bisa seenaknya melelang rumah tanpa IMB & PBB?
        2. Apakah saya kuat di mata hukum jika saya gugat banknya?
        3. adakah solusi yang bisa anda berikan karena saya udah rugi uang banyak sekali jika rumah saya ga bisa saya lunasi sekarang.
        makasih

        kprid responded:
        November 2, 2012 at 1:52 pm
        1. Melelang pun seharusnya sama dengan proses jual beli, harus lengkap surat-suratnya. Sementara surat dari Bank biasanya diterbitkan oleh bagian lain yang tidak mengetahui kondisi detail mengenai rumahnya.
        2. Sebenarnya untuk mengurus surat-surat adalah kewajiban pengembang. Dan pihak Bank seharusnya bertanggung jawab atas itu, apalagi sudah menerima cover note dari pengembang. Apabila anda memiliki bukti-bukti kuat mengenai hal ini tentunya anda secara hukum kuat. Karena sebagai konsumen kita berhak mendapatkan apa yang kita beli sesuai dengan apa yang ditawarkan termasuk surat-surat ini.
        3. Kalau anda mau dan bisa melunasi rumah tersebut sebaiknya dilakukan saja. Anda nanti bisa mengurus IMB dan PBB sendiri dari pada semakin banyak kerugian yang anda alami. Apalagi apabila anda usahakan melalui jalur hukum, kita bisa lihat sendiri kondisi hukum di negara kita ini.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Johan said:
    October 19, 2012 at 8:06 am

    Dear KPRID,

    Awal bulan kami mengajukan KPR BCA untuk membeli rumah seharga 1.150 jt. Hari yang lalu kami menerima kabar dari BCA bahwa KPR telah disetujui, tentunya kami sangat gembira. Namun setelah kami check detailnya, ternyata ada masalah yaitu nilai pertanggungan nya jauh lebih rendah, hanya 800jt saja. Tentu saja apabila kami harus menyediakan ekstra tambahan DP sekitar 200jt lagi tidak memungkinkan.

    Pertanyaan:
    1. Apakah ada kemungkinan meminta banding appraisal? Apabila ya, bagaimana langkah2 nya dan menurut pengalaman Bpk apa kemungkinan dinaikkan nya cukup besar? Sbg info, bank lain ada yang sudah appraisal rumah nilainya cukup dekat +/_ 1.140jt, hanya kami cenderung BCA karena promo 8.5% fix 60bln, sementara bank lain maksimum 3 tahun fix dengan bunga yg lebih tinggi.

    2. Apa mungkin meningkatkan plafond dengan gabung aset lainnya, katakan rumah lain milik kami.

    Demikian pertanyaan2 kami, mohon pencerahannya.
    Terimakasih banyak.

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 9:55 am

      1. Untuk meminta pertimbangan kembali atas plafond yang sudah di tentukan oleh Bank sangat kecil sekali kemungkinannya. Bank memutuskan besar plafond tersebut karena memang sudah melalui proses cukup detail. Tapi tidak ada salahnya anda mencoba untuk meminta Bank meninjau kembali hasil yang telah dikeluarkan tersebut.

      2. Bank sebenarnya hanya melihat rumah yang anda ajukan untuk KPR serta tentunya penghasilan anda. Aset lain dalam hal ini tidak terlalu menjadi patokan bagi pihak Bank untuk menentukan besaran plafond. Bank lebih menilai kepada kemampuan kita secara finansial dalam menentukan jumlah plafond.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    aguk said:
    October 22, 2012 at 8:58 am

    terima kasih sebelumnya.
    yang ingin saya tanyakan :

    1. mengapa pajak penjual dan pembeli memakai harga jual rumah bukan NJOP (harga rumah lebih tinggi) ?
    2. bagaimana caranya agar pajak pembeli dan penjual tetap memakai NJOP (harga rumah lebih tinggi) ?
    3. apa landasan hukum memakai harga rumah dari pada NJOP (harga rumah lebih tinggi) ?

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 10:08 am

      1. Setiap pajak untuk sebuah transaksi jual beli memang dilihat dari jumlah nilai transaksi yang terjadi. Seperti kita membeli barang-barang lain, nilai yang terkena pajak adalah nilai jual dari barang yang ditransaksikan bukan nilai hasil produksi. Begitu juga halnya dengann jual beli rumah, pajak akan di kenakan kepada harga jual yang telah disepakati bukan NJOP. Karena harga jual dalam NJOP bukan harga pasar, mungkin bisa dikatakan seperti itu.

      2. Untuk menggunakan harga dalam NJOP harus ada kesepakatan antara penjual dan beli tentunya. Apabila memang penjual menyetujui menjual harga rumah sesuai dengan harga di dalam NJOP tentunya kita bisa menggunakan harga tersebut.

      3. Untuk landasan hukumnya sendiri saya sendiri masih memiliki keterbatasan untuk itu. Namun ini sudah merupakan hukum ekonomi umum dalam sebuah transaksi jual beli rumah. Yang pada umumnya lebih menggunakan harga pasar ketimbang harga dari NJOP. Harga NJOP biasanya digunakan sebagai perkiraan dalam menentukan harga pasar. Karena dalam masalah jual lebih rumah banyak faktor yang menentukan nilai jual sebuah rumah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Jhony said:
    October 22, 2012 at 6:15 pm

    Dear Kprid,

    Saat ini penghasilan saya 3.1 juta.istri 2 juta.
    saya mau mengambil KPR dengan cicilian 2.1 juta selama 15 thn.
    saya dan istri ikut asuransi jiwa dengan biaya masing 300/bulan.
    dengan join income yg hanya 5 .1 juta sepertinya tidak akan di acc oleh bank.
    saya ada tunjangan tambahan sebesar 1.5 juta diluar yg 3 juta dari kantor, dalam arti tunjangan tersebut dibayar cash tidak melalui bank.
    Maka agar dapat menaikan join income , maka saya akan mengajukan slip tambahan tersebut. yg sebesar 1.5 juta kpada bank.

    pertanyaan saya:apakah bank mempermasalahkan gaji saya yg diluar transfer BANK?Karena rekening korang hanya mencetak yg via bank,dan berapa persen saya akan di acc oleh bank?

    terimakasih

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 10:16 am

      Karena saat ini dunia perbankan sudah disatukan dalam sebuah sistim online, maka pada umumnya Bank akan melihat kondisi rekening kita dengan berbagai macam bentuk transaksi didalamnya. Bank tentu tidak akan mempermasalahkan gaji yang tidak ditransfer ke dalam rekening kita. Namun ini menjadi masalah buat kita karena jumlah ataupun nilai saldo dan transaksi yang ada di rekening kita tidak akan terlihat “banyak”. Padahal salah satu tip yang pernah saya baca, pada saat nkita mengajukan KPR ada baiknya rekening tabungan kita di perindah dengan di isi lebih banyak dana. Sehingga dapat memberikan gambaran yang baik akan kondisi keuangan kita.

      Mengenai persentase besarnya jumlah yang akan di acc oleh bank, tergantung kepada nilai jual rumah yang akan anda ajukan nanti. Mungkin kurang lebih bank akan menyetujui sebesar 80% dari harga jual rumah. Namun ini tidak bisa dijadikan patokan. Karena banyak faktor yang menentukan pertimbangan Bank dalam menyetujuisebuah KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    saras said:
    October 23, 2012 at 7:23 pm

    halo, saya berniat untuk pindah rumah dan mnegajukan KPR. saya bekerja wiraswasta (UMKM) dan suami juga wiraswasta (jual beli mobil tepatnya) . income saya perbulan sekitar 3-5juta dan suami antara 7-10juta perbulan (tidak tentu tapi selalu berkisar antara itu)
    harga rumah yang di inginkan 450 juta dengan dp 20persen.
    Rekening tabungan hanya mencerminkan 60persen kegiatan keuangan, selebihnya kebanyakan cash, dan saya sering malas ke bank , lbh banyak simpan di lemari.
    kedua , sebelum saya mengajukan kpr ,modal usaha saya didapat dari pinjaman bank dan dengan bunga 7.600.000 perbulan dan tidak pernah ada record terlambat.
    ketika saya bisa pindah kerumah baru, agunan saya di bank yg lama akan saya lunasi , artinya saya akan tidak memiliki cicilan lagi.
    tapi saat mengajukan Form KPR kan belum dilunasi, artinya BI Checking masi menunjukkan saya memiliki cicilan bank (walaupun sebenarnya ketika saya pindah rumah saya tidak memiliki cicilan lagi,dan harusnya perhitungan kemampuan cicilan kpr saya tidak sama dong dengan ketika masi memiliki cicilan)
    lalu bagaimana
    dengan status pekerjaan saya apakah bisa KPR?
    dan simulasi kemampuan kpr nya jadi merosot jauh krn cicilan 7.600 itu yg padahal akan tidak ada begitu saya pindah rumah (rumah lama saya akan dijual dulu baru saya bisa mengembalikan pinjaman ke bank yg sebelumnya.kalo sy lunasi sbelum rumah laku kan saya jadi ga ada modal usaha)
    jadi bingung, bagaimana bank menyikapi nya?

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 10:31 am

      Biasanya Bank akan melihat 30% dari besar penghasilan kita sebagai salah satu penilain akan kemampuan kita dalam mencicil KPR. Jadi dalam hal ini Bank akan melihat 30% dari sisa penghasilan anda setelah dikurangi jumlah pembayaran-pembayran yang harus anda lakukan.

      Mengenai adanya pinjaman selama semuanya berjalan lancar dan tidak sampai masuk daftar BI Checking harusnya tidak ada masalah.

      Mungkin mengenai KPR yang sedang berjalan anda perlu jelaskan ke pihak Bank dan niat anda untuk melunasinya setelah pindah rumah. Status pekerjaan anda sekrang adalah pengusaha, apabila anda memiliki akta pendirian atas usaha anda tentunya tidak ada masalah.

      Sekali lagi mengenai masalah adanya pinjaman dan rencana anda untuk menjual rumah untuk melunasi pinjaman tersebut dan hubungannya dengan KPR yang akan anda ajukan ada baiknya di jelaskan ke pihak Bank. Sehingga anda sendiri mendapat gambaran yang jelas dan Bank pun bisa menggunakannya sebagai bahan pertimbangan dalam memutuskan KPR untuk anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Dewi Widia said:
    October 24, 2012 at 10:56 am

    KPR,

    saya telah mengambil KPR, dan kebetulan saya dan suami saya kerja di salah satu perusahaan swasta, dan setelah saya membayar DP, Administrasi Bank, dan uang bulanan sudah berjalan 5 bulan, tapi sekarang kami tidak sanggup untuk membayarnya.. yg jadi pertanyaan saya, adakah sanksi yang akan diberikan pihak bank kepada kami? atau bisakah kami membalikkan rumah tersebut kepada bank dan meminta uang kami kembali? karena sulit bagi kami utk menjualnya lagi kepada pihak lain, karena itu butuh waktu yang lama. mohon advice nya..

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 10:35 am

      Jalan satu-satunya adalah dengan menjual rumah anda dengan cara over kredit. Karena KPR yang sudah berjalan tidak bisa dibatalkan dan Bank tentunya tidak mau menerima rumah anda dan mengembalikan uang anda begitu saja. Anda bisa meminta bantuan pihak pengembang untuk menjual rumah anda kembali.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    bintang.resi said:
    October 24, 2012 at 2:27 pm

    selamat siang….
    mau tanya2 sedikit tentang KPR boleh ya,,maklum saya orang awam…
    jadi begini..tahun 2009 saya membeli rumah second melalui KPR BRI dengan harga 250jt,,,setelah itu BANk menyetujui pengajuan KPR dari saya dan kita dipertemukan dengan notaris dan penjual rumah,,,saya menandatangani akad jual beli,,,yang ingin saya tanyakan bagaimanakah proses sampai saya mendapatkan sertifikat rumah atas nama saya dan apakah ada biaya2 tambahan lagi yang dikenakan kepada saya??mohon pencerahannya…sekedar informasi saya juga waktu itu diwajibkan membayar biaya administrasi asuransi dsb…

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 10:38 am

      Apabila tidak ada masalah biasanya sertifikat membutuhkan waktu sekitar 6 bulan, dan anda bisa meminta foto kopi dari sertifikat tersebut kepada Bank. Biaya-biaya untuk jual beli rumah melalui KPR atau biasa umumnya dibayar dimuka. Jadi harusnya tidak ada biaya-biaya lagi nantinya. Kalau melalui KPR memang kita diharuskan membayar biaya asuransi jiwa dan kebakaran kalau tidak salah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dafi said:
    October 24, 2012 at 3:03 pm

    saya ambil kpr rumah, DP dan uang hook nya sudah lunas, dan sy pun sudah wawancara ke pihak bank BTN nya, yg sy ingin tnyakan adalah sudah hampir satu bulan saya tdk pernah dapat konfirmasi atau klarifikasi dari pihak bank maupun davelopernya, sy sudah tnya developernya mereka bilang untuk tanya sama bag marketingnya karna mereka sudah melepas tanggung jawab mereka ke bag marketing. saya langsung bertanya kpd bag marketing yg memang dari awal sudah menawarkan saya dengan rumah tsb, sy bertanya kalau smp sekarang belum ada kabar dari pihak bank, sedang dia (bag marketingnya) pernah bilang kalau satu minggu akan dpat telepon dari pihak bank untuk perihal konfirmasi, dia pun menjawab kalau datanya sedang dalam proses di bank, dia pun menyarankan untuk sabar menunggu, di wktu yg bersamaan sy pun menanyakan pihak bank btn bagaimana dan sampai mana proses data2 saya, yg mengejutkan sy adalah jawaban dri pihak bank bahwa tidak ada data sy dan data2 untuk kpr rumah tersebut pun masih kosong, sy cb untuk meyakinkan dan menanyakan lg pihak bank tp mereka menjawab sama dan bilang untuk menghubungi developer atau bag marketingnya, saya bingung sekali dlm keadaan seperti ini, karna setiap kali sy bertanya kpd pihak developer, marketing, maupun pihak bank sy tidak mendapatkan jawaban yg pasti dan benar, sebenarnya fase2 atau proses kpr ini membutuh kan wktu berapa lama, mulai dari wawancara dengan pihak bank hingga akad kredit dan serah terima kunci, apakah proses yg sy alami masih dalam keadaan normal atau wajar sudah satu bulan tidak ada konfirmasi dr pihak bank mengenai disetujui atau tidaknya pengajuan kpr saya?? dan bagaimana solusi yang tepat untuk kondisi seperti saya ini. terima kasih.

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 12:50 pm

      Kemungkinan besar ada masalah disisi pengembang yang tidak disampaikan secara jujur kepada anda sebagai konsumen. Kalau melihat Bank-nya saya rasa kredibilitas bank tersebut sudah baik. Jadi apa yang disampaikan pihak kemungkinan besar benar. Coba anda ajukan permasalahn ini kepada pihak pengembang, kalau bisa secara tertulis, dan jawabannya punya usahakan tertulis. Sehingga nanti di kemudian hari bisa digunakan sebagai bukti.

      Untuk prosesnya sendiri memang secara resmi biasanya kurang lebih 2 minggu, tapi bisa sampai 1 bulan bahkan lebih, tapi pada umumnya 2 kurang lebih 2 minggu dengan data-data yang lengkap dan tentunya pihak pengembang pun mau dan telah melakukan kerja sama yang baik dengan pihak Bank.

      Mengenai permasalahan anda sekarang, seperti yang sudah saya sebutkan diatas, coba tanyakan kembali kepada pihak pengembang dan minta bukti-bukti kalau mereka memang telah menyerahkan data-data anda ke Bank. Jangan lupa tentukan batas waktu, kalau memang sampai batas waktu pihak pengembang tidak memberikan penjelasan apapun maka anda mohon untuk uang yang sudah masuk dikembalikan. Semua komunikasi dilakukan secara tertulis, kalaupun memang ada lisan mungkin bisa anda catat. Kita harus bersikap tegas menghadapi pengembang yang hanya mengobral janji, agar mereka bisa benar-benar menghargai konsumen.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    tampoe said:
    October 25, 2012 at 1:18 am

    salam sejahtera kprid..

    1.saya rencana mau mengajukan kpr di tangerang,melalui bank mandiri.sementara saya kerja di kalimantan,tapi alamat ktp saya tangerang.
    apakah memungkinkan untk disetujui?
    2.istri saya pernah ada hutang kpr btn 4 thn yang lalu,tapi rumah tersebut di over kredit sama orang lain.
    apakah pengajuan atas nama saya bisa disetujui?
    saat ini istri saya masih bekerja (karyawan swasta tetap).
    mohon penjelasannya,trims….

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 12:55 pm
      1. Tidak masalah, tapi nanti anda tetap harus meluangkan waktu untuk mengurusnya, karena ada beberapa proses yang membutuhkan kehadiran anda.
      2. Apakah nanti KPR itu atas nama istri anda? Kalau iya, maka anda harus memastikan bahwa proses over kredit tersebut sudah benar-benar beralih ke pihak pembeli. Bisa juga dilakukan pengecekan ke BI untuk melihat catatan sejarah keuangan istri anda. Nanti akan terlihat apakah masih ada tanggungan-tanggungan istri anda yang belum diselesaikan. Tapi kalau KPR tersebut atas nama anda dan anda sendiri tidak memiliki tanggungan KPR atau pinjaman yang bermasalah seharusnya tidak ada masalah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sylvi said:
    October 29, 2012 at 11:27 am

    pak admin.. saya berencana mengambil rumah KPR bank mandiri, pihak developer memberikan promo tanpa uang muka, dengan angsuran 1,7jt / bulan. Penghasilan saya mencukupi, namun saya sendiri baru bekerja selama 1 tahun dan sudah karyawan tetap, sedangkan syarat minimal 2 tahun. Rencana saya akan memakai nama tante saya, namun tante saya masih ada cicilan rumah sendiri. Tante saya berpenghasilan cukup mampu di atas rata2. Rumah yang sedang dicicil dan akan kami cicil, bukanlah rumah bersubsidi pemerintah.

    Yang saya tanyakan, apakah tante saya yang sedang dalam tahap KPR, namanya bisa digunakan utk mengambil KPR lagi (untuk saya)? Thanks pak admin :)

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 1:06 pm

      Kalau memang secara keuangan Bank melihat tante anda masih bisa untuk mengambil KPR untuk rumah ke-dua tentunya pasti Bank akan menyetujui. Sebagai gambaran Bank biasanya akan melihat sebesar 30% dari penghasilan kita sebagai salah satu penilaian akan kemampuan kita untuk mencicil KPR. Apabila penghasilan tante anda setelah dikurangi cicilan KPR-nya dan dikurangi sebesar 30% masih terlihat mencukupi untuk kebutuhan hidup, saya rasa Bank kemungkinan akan menyetujui KPR ke 2. Namun ini tentunya anda harus meminta tante anda atau anda sendiri mencoba mengajukan atau menanyakan langsung kepada Bank agar mendapatkan kepastian.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    mrs.ivan said:
    October 29, 2012 at 12:49 pm

    halo pak, saya mau tanya, apa saja yang ditanyakan bank pemberi kpr pada saat interview? hari rabu ini saya dan suami ada jadwal interview dengan bank btn. setelah tahap interview tahap apa lagi yang harus kami lalui? berapa lama proses sampai dipastikan dikabulkan atau tidak proses kpr kami? trima kasih jawabannya

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 1:35 pm

      Umumnya didalam wawancara pertanyaannya seputar latar belakang kita dan nanti juga di kasih gambaran cicilan KPR. Biasanya habis interview proses appraisal terhadap rumah yang akan di beli. Baru setelah itu hasil disetejui atau tidaknya. Mengenai proses bisa 2 mingga hingga 1 bulan, namun kita juga harus aktif menanyakan prosesnya ke pihak Bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ahmad said:
    October 31, 2012 at 1:43 pm

    saya mau nanya nih hari sabtu tanggal 20 oktober lalu appraisal sudah ninjau, senin tanggal 22 saya cek ke apraisalnya dia sudah serahin buku hasil ninjaunya. nah kira2 kapan/berapa lama lagi yah saya bisa dapat SP3K? oh iya ini proses KPRnya di BTN
    thanks yah

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 1:38 pm

      Mungkin dalam semingguan sudah ada hasilnya, biasanya sekitar 2 mingguan prosesnya. Tapi ada juga yang 1 bulan lebih. Terganntung kondisi di internal bank sendiri bagaimana keadaannya dan komunikasi dengan pengembang juga mempengaruhi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    santo said:
    November 1, 2012 at 12:40 pm

    selamat siang KPRID,
    Saya ada rencana KPR rumah dgn hrg 800jt . Saya singgle umur 28 thn dan pekerjaan swasta dengan mutasi rek bln agst 10.4jt , bln sept 16jt , bln okt 12.4 jt . apakah bisa diterima? saat ini bank mana yg bunga KPR nya paling rendah? KPR rumah sebaiknya DP tinggi dan jangka waktu sedang (10 thn) atau DP rendah dan jangka wkt lama (15-20thn) ? makasi

      kprid responded:
      November 2, 2012 at 1:44 pm

      Harus dilihat dulu berapa jumlah plafond yang disetujui oleh Bank. Anda bisa coba gunakan simulasi KPR di website-webiste Bank swasta atau pemerintah, sudah banyak yang menyediakan. Masalahnya mungkin kembali ke kitanya, sanggup atau tidak karena proses KPR ini merupakan proses jangka panjang.

      Jangan terlalu cepat tergiur dengan adanya bunga rendah, coba lihat kualitas pelayanan perbankannya itu sendiri. Banyak yang mengimingi KPR dengan rendah, tapi malah timbul permasalahan yang akhirnya merugikan kita.

      Lebih cepat lebih baik, jadi kalau bisa memperbesar DP itu lebih baik jadi kita bisa lebih sepat melunasi rumah kita, dan tidak terbebani oleh hutang dalam jangka panjang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Mhio said:
    November 2, 2012 at 8:15 pm

    Dear KPRID,

    Ada yang mau saya tanyakan terkait dengan KPR yang sedang saya ajukan.

    1. Pihak developer menyatakan DP dibayarkan 10 %, namun untuk proses KPR di bank DP harus di atas 10% sehingga harga jual yang diajukan ke bank dinaikkan oleh developer. Tujuannya agar permohonan plafon kredit disetujui bank. Dan dalam surat pengajuan ke Bank pun seolah-olah kami membayar DP yang lebih tinggi.
    Apakah hal ini dibenarkan ? Dan apakah ada dampaknya untuk proses selanjutnya atau dokumen2 lain yang terkait dengan proses KPR ini ?

    2. Setelah proses wawancara dengan bank, pihak developer menginformasikan bahwa ada penurunan plafon kredit sehingga kami harus menambah DP. Namun yang disayangkan pihak developer dan bank tidak bisa memberikan penjelasan alasan penurunan plafon tersebut, padahal pendapatan kami melebihi 30% cicilan dan belum pernah mengambil kredit lain sehingga kami tidak memiliki track record yang buruk untuk perkreditan.
    Pilihan lainnya adalah jika tidak mau menambah DP maka jangka waktu kredit diperpanjang dari 15 tahun menjadi 20 tahun.
    Setelah kami sampaikan keberatan penambahan DP ataupun perpanjangan waktu kredit tersebut ke bank dan developer, mereka menawarkan perpanjangan 18 tahun. Tetapi masih tidak ada penjelasan alasan perpanjangan itu. Bank menyatakan itu adalah analisa mereka tanpa menyebutkan dasar analisanya apa.
    Mohon masukannya untuk permasalahan kami ini.

    Terima kasih atas perhatiannya.

      kprid responded:
      November 10, 2012 at 7:53 am
      1. Saya rasa ada baiknya dipikirkan kembali tawar ataupun cara pengajuan seperti ini. Karena kita ketahui bahwa sudah mengeluarkan peraturan bahwa untuk uang muka KPR ataupun lainnya minimal sebesar 30%. Dalam hal pengembang tentunya akan lebih diuntungkan apabila dengan cara seperti lebih cepat mendapatkan persetujuan karena mereka yang akan menerima dananya. Sementara apabila ada dampaknya nanti kita sebagai konsumen tentunya dirugikan. Kecuali kalau memang ada kesepakatan tertulis antara anda dan pengembang mengenai hal tersebut.
      2. Memang jarang dalam hal seperti ini Bank menjelaskan alasan-alasaannya, tapi yang jelas dengan makin panjang jangkan waktu cicilan KPR tentunya lebih menguntungkan pihak Bank. Malah dalam seperti ini Bank dengan analisanya telah melihat bahwa memang kemampuan anda mencukupi sehingga tentunya mereka menginginkan anda menjadi nasabah mereka dalam jangka waktu yang panjang.

      Jadi coba anda tanyakan apa saja resiko yang ada apabila mencoba tawaran yang di berikan oleh pengembang dan coba kembali negosiasikan kepada Bank untuk jangka waktunya. Memang agak sulit untuk bernegosiasi dengan pihak Bank dalam hal ini karena mereka melihat konsumen sebagai pihak yang membutuhkan mereka.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Nurindah palupi said:
    November 3, 2012 at 9:34 am

    Asskum,..pagi dear KPRID,.. Mhn pencerahan ni,..sy dan suami berencana mengambl rmh d daerah cilengsi,suami sy karywn swasta dgn gaji 3jtan,dan kami memiliki bisnis kecil2an brp 2 foodcourt d2 tmpt klm rnag, km sdh melunasi dp smpai dgn bphtb krna tkut limit gaji suami krg km mmbuat sku slh satu countr sbgai jont income pndptan brsihnya dr 1 countr 3jtaan,kt pihak depolevr srh mnunggu nnti akn ada proses wawancara/ d telp bank,tp koq smpai skrg kami blm d telp ataupun d srh proses wawancara,.dr proses booking fee smp skrg sdh 6bln, km d srh bersabar smbl mnggu proses wawancara dan akad kredit olh depolver, Sminggu yg lalu phak devolepr telp kty dr bank jabar dan bank dki permhonan kami d tolak,..tp kedua bank trsebut tdk mngkonformasikan hal trsebut kpd kami,dan km tdk prnh d telp olh ke2 bank trsbt..dan kty tggl mnunggu dr bank btn sj dan km ga tau kepastiannya kpan proses akad kreditnya,..apa yg hrs saya lakukan pa,apa memang prosedurnya sprti itu dan sy tdk prnh py mslh dgn pihak bank mnpun,.krn sy blm prnh pinjam dn tdk py krtu kredit pd smua bank, tp sy prnh kredit mtor d slh stu leasing dn sethun trkhir pmbyarannya agak trsendat krn mengikuti pmbyran gaji suami, dan itu pun sdh trselesaikan sethun yg llu,apa berpengaruh kan hal itu,kr2 permohonan sy bs d acc ga pa,..sy mhon bpak dpt mmbantu sy,..trimksh sblum dan sesudahnya,..km tunggu jawabannya,.

      kprid responded:
      November 10, 2012 at 8:05 am

      Walaikumsallam wr.wb.

      Biasanya kalau memang pihak delevoper telah mengajukan permohonan KPR ke bank-bank tersebut, biasanya ada pihak dari bank-bank tersebut yang menelepon kita sebelum ada keputusan tidak disetujuinya KPR kita. Mereka akan menanyakan beberapa hal sehubungan dengan permohonan KPR kita. Tapi dalam hal ini saya melihat pengembang tidak sepenuhnya terbuka kepada konsumennya. Di khawatirkan mereka menunggu uang DP lunas terlebih dahulu dan baru melakukan pengajuan KPR ataupun ada hal-hal lain diluar itu. Pada umumnya pengembang juga memiliki kerja sama dengan bank-bank tertentu untuk lebih mempermudah proses pengajuan KPR dari konsumennya.

      Coba anda minta kepastian kepada pihak pengembang kapan kiranya permohonan KPR anda bisa terealisasi, tentukan jangka waktu, apabila sampai batas waktu yang ditentukan anda cantumkan bahwa anda bisa meminta kembali semua DP yang sudah masuk. Harap semua bentuk komunikasi dilakukan secara tertulis tidak hanya sekedar lisan. Sehingga anda akan memiliki bukti-bukti apabila pengembang dikemudian berdalih tidak pernah melalukan kesepakatan.

      Pembayaran motor tersendat harusnya tidak mempengaruhi kredibilitas anda, kecuali kalau memang sudah terjadi tunggakan yang cukup besar dan lama tidak melakukan pembayaran.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Alf said:
    November 5, 2012 at 11:13 am

    Pak saya mau tanya tentang masalah yang ditimbulkan oleh ulah seorang pengembang gadungan.

    Ada 3 rumah SHM; 2 di antaranya sertifikat masih atas nama pengembang gadungan (X). 1 sertifikat sudah atas nama pembeli Y (sudah balik nama).

    Dari awal transaksi, si Y kerap menagih IMB untuk rumahnya, tapi si X selalu menghindar.

    Belakangan diketahui bahwa untuk ketiga rumah tersebut hanya ada SATU AP (tidak diketahui apakah karena X malas keluar biaya atau karena memang tidak bisa).

    Si Y tidak bisa mengetahui dengan pasti apakah sebenarnya:
    1. IMB sudah keluar tapi ditahan si X (kalau berdasarkan AP seharusnya IMB ketiga rumah jadi satu); atau
    2. IMB memang belum diurus.

    Ada INDIKASI/KECURIGAAN bahwa si X bermaksud menjaminkan/menggadaikan rumahnya ke bank (karena krisis), tapi si Y tidak bisa memastikan.

    1. ANDAI ternyata benar demikian, apakah si X bisa sukses melakukannya, mengingat wilayah di IMB tidak sama dengan sertifikat (IMB mencakup 3 rumah, sertifikat 2 rumah)? Apakah bank memang bisa sebodoh/secuek itu?

    2. ANDAI si X sukses melakukannya, apakah itu berarti rumah si Y terancam apabila si X bermasalah? PADAHAL SERTIFIKAT SAH RUMAH Y JELAS MASIH DI TANGAN SI Y DAN SI Y TIDAK TAHU-MENAHU MENGENAI PINJAMAN TERSEBUT.

    Mohon jawabannya karena si X ternyata penipu kawakan yang sudah memangsa korban lebih dari 7 orang.

      kprid responded:
      November 10, 2012 at 8:16 am
      1. Tentunya tidak mungkin semudah itu. Bank pasti akan memeriksa secara detail barang yang dijaminkan dan ada survey terhadap rumah yang dijaminkan. Jadi saya rasa untuk di ajukan sebagai jaminan kemungkinannya kecil sekali
      2. Apabila sertifikat itu sudah dibalik namakan ke si Y tentunya tidak mungkin si X dapat menggadaikan rumah tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ana said:
    November 6, 2012 at 11:28 am

    Salam….
    Saya punya masalah KPR, September lalu akad kredit di salah satu bank swasta. Sebelumnya saya mendapat surat SP3 dari bank tsb. yg disampaikan oleh developer yang tentunya sudah saya setujui. Permasalahan timbul setelah krng lebih 3 minggu akad, saya mendapat panggilan ke bank dan pihak bank menyampaikan bahwa saya harus melunasi kekurangan dari biaya pinjaman yang disetujui bank yang sudah saya tandatangani. Ternyata pinjaman yang disetujui bank tidak sama dengan yang ada di SP3 dan saya baru tahu saat itu. Katanya ada penurunan profisi setelah turunnya SP3. Sebelumnya saat penandatanganan akad kredit saya tidak mendapatkan penjelasan adanya perubahan/penurunan profisi dari pihak bank maupun developer. Saya juga kurang teliti dan hati2 saat membacanya dan saya pikir sudah sama yang dijelaskan oleh notaris, jadi langsung saya tandatangani. Developer pun taunya pemberian pinjaman sesuai SP3 itu sampai dinotaris pun demikian saat akad. Yang ingin saya tanyakan bagaiman kira2 solusi terbaik nya? klo saya harus menambah uang lagi saya tidak sanggup. walaupun pinjam sana sini berarti saya menumpuk-numpuk hutang…
    Klo keputusan mundur yang saya ambil saya berharap ada uang saya yg kembali walpn kemungkinan nya kecil, toh rumahnya pun baru jadi 80% blm saya tempati.. saya jadi kecewa dengan pihak bank/developer yang tidak terbuka. mohon pencerahannya terima kasih…

      kprid responded:
      November 10, 2012 at 8:41 am

      Apakah anda sudah menyampaikan kepada pihak Bank bahwa tidak ada penjelasan atas hal tersebut baik oleh pengembang, notaris ataupun pihak bank yang ditugaskna pada saat akad kredit? Kalau belum coba sampaikan ke pihak bank, karena pada saat seperti itu perhatian anda tertuju kepada beberapa hal sekaligus, tentunya tidak mungkin bagi anda untuk meneliti secara detail isi-isi dokumen yang disodorkan kepada anda. Serta sampaikan pula bahwa secara keuangan pun anda sudah tidak sanggup kalau harus menambah lagi jumlah DP. Seharunya pihak Bank bisa memberikan solusi terbaik untuk nasabahnya.

      Kalu anda ingin mundur atau membatalkan saya rasa sudah tidak mungkin karena anda sudah melakukan akad kredit. Kalaupun memang ini sudah merupakan satu-satunya jalan keluar, mau tidak mau anda harus menjual rumah anda tersebut dan melakukan over kredit. Namun ini pun perlu pertimbangan pihak Bank karena kalau belum 5 tahun belum bisa dibalik namakan terhadap si pembeli. Jadi ada baiknya anda komunikasi kembali ke pihak Bank dalam hal ini untuk mendapatkan jalan keluar terbaik.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Iwan said:
    November 6, 2012 at 4:28 pm

    Dear KPRID,
    Saya sedang mengajukan KPR di Bank BNI, semua syarat lengkap cuma IMB pembaharuan sedang dalam proses di BPN. apakah dengan keadaan seperti itu biasanya KPR saya akan disetujui atau tidak ?
    Mohon Pencerahannya.
    Terimakasih, B4

      kprid responded:
      November 10, 2012 at 8:43 am

      Mungkin anda bisa melampirkan surat keterangan dari pihak BPN mengenai hal tersebut. Apabila anda sudah tidak bisa menunda lagi pengajuan KPR anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    teddygragee said:
    November 6, 2012 at 7:39 pm

    Kprid
    Saya punya tunggakan kpr di bank CIMB NIAGA, tunggakan itu krn selama beberapa bulan sy bayar cicilan nya tidak penuh krn memang keadaan sy yg sdg sulit, nah bulan Oktober 2012 kmrn KPR sy ‘di alihkan’ oleh Bank ke pihak ketiga, yg mau sy tanyakan:
    1. Apakah Sertifikat Rumah sy aman Pak?
    2. Apakah tidak ada solusi lain kecuali ‘Pengalihan’ ke pihak 3, krn sy jd rugi yg berlipat krn hrs Akad kredit lg yg mana total hutang + bunga bank lg Pak.
    3. Apakah system ‘Pengalihan’ tsb sesuai dengan ketentuan hukum/peraturan UU yg berlaku.
    Mohon pencerahanya Pak, krn sy sendiri awam masalah ‘Pengalihan KPR’ ini. Trims

      kprid responded:
      November 10, 2012 at 8:50 am
      1. Setifikat pasti aman kalau dalam jaminan pihak Bank
      2. Pengalihan disini adalah lebih kepada pihak Bank yang akan melelang rumah anda, karena anda dinilai oleh pihak Bank sudah tidak mampu memenuhi kewajiban anda. Coba anda hubungi pihak minta waktu, dan anda coba jual rumah anda sendiri. Bisa cash ataupun dengan cara over kredit, sehingga dengan demikian paling tidak anda bisa memperoleh sedikit uang. Dari pada apabila pihak bank yang melakukan, karena kemungkinan besar anda tidak akan mendapatkan sepeserpun dari hasil pelelangan tersebut.
      3. Apabila nasabah sudah tidak dapat memenuhi kewajibannya lagi dalam membayar cicilan KPR, pihak Bank berhak mengalihkannya ke pihak lain yang sanggup menelesaikan permasalahan tersebut. Pada umumnya dalam hal ini di ajukan ke dalam balai pelelangan.
        teddygragee said:
        November 10, 2012 at 2:20 pm

        Saya masih ingin mempertahankan rumahnya Pak, krn sy msh tetap membayar cicilan perbulanya, memang sudah ada opsi dr pihak Bank, yaitu: Operkredit lg, tp saya menghawatirkan utk ‘Sertifikat Rumah’ nya Pak, krn saat ini sudah jatuh ke ‘Pihak 3′, apakah msh aman utk keberadaan ‘Sertifikat Rumah’ saya itu. Mohon pejelasanya……?

        kprid responded:
        November 11, 2012 at 8:57 am

        Saya rasa untuk proses pelelangan itu butuh waktu. Kalau nanti memang sudah dialihkan ke pihak ke tiga biasanya nasabah akan di panggil untuk menandatangani dokumen akta jual belinya. Jadi selama belum ada panggilan seperti itu seharusnya sertifikat masih berada di tangan Bank.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    santo said:
    November 6, 2012 at 8:24 pm

    selamat malam KPRID,
    jika saya mengajukan KPR dgn nilai rumah 720jt , DP 30% dengan kondisi keuangan saya di atas. Apakah KPR saya bisa diterima? Apa saja faktor penentu diterimannya KPR?

      kprid responded:
      November 10, 2012 at 8:59 am

      Faktor-faktor pastinya tidak pernah ada yang mengetahui karena memang pihak Bank tidak pernah secara transparan menjelaskannya. Namun ini ada beberapa faktor-faktor yang saya temukan di internet, mudah-mudahan ini bisa menjadi bahan masukan bagi anda.

      Dari pengalaman mengajukan KPR ditolak hingga 3 kali maka berikut kami mencoba menyimpulkan faktor-faktor yang mempengaruhi diterimanya pengajuan KPR:

      Jika menggunakan “Join Income” (gabungan pendapatan suami dan istri) maka yang dihitung adalah pendapatan yang rutin setiap bulan (pendapatan tidak rutin tidak terlalu diperhatikan hanya akan menjadi pertimbangan saja) atau hanya pendapatan yang punya bukti tertulis yang sah

      umlah cicilan KPR per bulan minimal rata-rata biasanya harus lebih kecil sama dengan sepertiga pendapatan rutin yang diajukan atau paling besar 40% dari pendapatan

      Bank tidak akan mengambil resiko jika persyaratan pendapatan tidak terpenuhi

      Hasil pengajuan KPR dapat berupa:

      Ditolak, dimana begitu analisis KPR telah selesai dilakukan hasilnya tidak mencukupi jumlah pinjaman yang diajukan

      Diterima, dimana begitu analisis KPR telah selesai dilakukan dan hasilnya bisa mendapat KPR dibawah jumlah pinjaman yang diajukan

      Diterima, dimana begitu analisis KPR telah selesai dilakukan dan hasilnya bisa mendapat KPR sesuai jumlah pinjaman yang diajukan

      Proses yang biasanya dijalani untuk mengajukan KPR:

      Memberikan syarat-syarat yang diminta oleh Bank sampai semua syarat-syarat terlengkapi

      Pihak Bank biasanya akan melakukan survei ke tempat kerja, jika menggunakan “Join Income” maka biasanya akan didatangi tempat kerja keduanya (suami dan istri)

      Bank akan menganalisa data-data kita (biasanya memakan waktu dengan hitungan bulan)

      Hasil keputusan pengajuan KPR akan diberikan setelah proses analisis selesai

      Alternatif yang bisa ditempuh jika pengajuan KPR ditolak/pinjaman kurang paling-paling ya:

      Jumlah pinjaman dikurangi dengan menaikkan uang muka pembelian rumah

      Waktu cicilan pinjaman diperpanjang

      Meminjam ke bank dengan agunan dan membeli rumah secara tunai

      http://properti.gangsir.com/kpr.php

    Kusuma said:
    November 8, 2012 at 4:55 am

    Dear KPRID,
    Mohon informasinya ya..
    saya sedang mengajukan proses KPR untuk rumah second di Bank, IMB yang kita gunakan untuk syarat pengajuan KPR adalah IMB lama (tdak sesuai lagi dengan luas Bangunan) karena IMB baru sedang dalam proses di BPN (surat keterangan terlampir sbg syarat). sehubungan hal tersebut apakah pihak Bank bisa melanjutkan sampai pencairan dana ?

    Terimakasih sebelumnya

    Kusuma

      kprid responded:
      November 11, 2012 at 8:36 am

      Dengan adanya surat keterangan dari pihak BPN seharusnya pengajuan KPR anda bisa berlanjut. Mudah-mudahan KPR anda mendapatkan persetujuan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rony wijaya said:
    November 8, 2012 at 6:14 pm

    ysh kpr id
    Saya memiliki kpr di bank bni, dan ada rencana akan mengover kreditkan ke orang lain, mohon bantuannya untuk tata cara, prosedur dan dokumen yang diperlukan untuk over kredit tsb.
    Demikian
    Salam/rony

    rendy said:
    November 9, 2012 at 12:02 pm

    Dear KPRID
    Problem paman saya : kpr 270jt 10thn, berjalan 15bulan beliau meninggal dunia, setelah lapor ke bank, bank minta prsyaratan brupa surt ktrangan meninggal dr lurah, dan dari dokter yng merawat saat sakit. Stelah dilengkapi semua, 3bulan kemudian bank mnghubungi istri paman saya. Saya temani ke bank karena kurang paham. Stelah bertemu katanya claim ditolak karena paman saya punya pnyakit kronis jauh sebelum menjadi peserta polis. Dan menunjukkan kepada kami, form prmohonan asuransi yng ditandatangani oleh almarhum katanya almarhum tidak jujur dalam mengisi form pengajuan asuransi.
    Yang ingin saya tnyakan :
    1. Tulisan ϑï form pengajuan itu bukan tulisan paman saya, hanya ttd nya ( mreka ϐïlaπƍ bank membantu tuliskan namun sesuai keterangn dari debitur) karena form pngajuan gak ßσlέђ αϑª coretan yng salah2) kami kberatan kl begitu knapa polis diterbitkan, kami jg sudah bayar premi full yng tidak sdikit (+- 12juta).
    2. Bank mmberi solusi ßσlέђ lanjut angsuran atau jual jaminan, kami kberatan dan istri paman saya Uϑªђ pake pngacara gitu n ktmu sama orng banknya dan ♏ǻσ ambil jalur hukum, tp orng banknya ϐïlaπƍ silahkan saja itu hak nasabah, dan mereka memberi wkt 4bulan kl gk αϑª solusi mreka ♏ǻσ serahkan ke balai lelang. Αρa yng harus kami lakukan yah pak? Memang sudah 5bulan ini kami gk byr ccilan, dan orng banknya blm ad tanda2 ♏ǻσ lelang.

      kprid responded:
      November 11, 2012 at 8:51 am
      1. Hal seperti ini sering terjadi dimana terkadang kita sebagai calon konsumen atau nasabah tidak diberikan waktu yang cukup untuk bisa membaca secara teliti dokumen-dokumen yang akan di tanda tangani. Malah terkadang kita di suruh menandatangani form-form kosong yang entah tujuannya nanti untuk apa isinya sendiri mengenai apa. Kalau menurut saya kalau memang istri paman anda yakin bahwa memang tulisan-tulisan yang di form itu bukan tulisan suaminya saya rasa hal tersebut perlu di perjuangkan. Sehingga pihak bank pun tidak semena-mena terhadap nasabahnya apalagi yang tertimpa musibah.
      2. Kalau memang bisa ditempuh melalui jalur hukum dan ada kemungkinan untuk itu tidak ada salahnya untuk di coba. Pengalaman dari teman saya, ada masalah dengan pihak pengembang mengenai surat-surat, akhirnya dia menghentikan cicilan KPR dan hampir 2 tahun tidak ada tanda-tanda rumah di lelang. Padahal sudah menerima surat dari Bank bahwa akan di alihkan ke pihak ke tiga. Saya rasa itu semua mungkin bagian dari gertakan pihak Bank, karena Bank pasti berpikir nasabah tidak akan mau menempuh jalur hukum yang kita tahu memang tidak gampang dan butuh kesabaran. Dan memang kebanyakan seperti itu, banyak konsumen dan nasabah KPR yang diperlakukan semena-mena tapi tidak melakukan perlawanan karena mengetahui betapa rumitnya permasalahan yang dihadapi apabila melalui jalur hukum. Tapi apabila kita merasa yakin kebenaran ada di tangan kita, sudah sepatutnya kita memperjuangkan apa yang menjadi hak kita.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    deslina said:
    November 9, 2012 at 10:35 pm

    Sebenarnya kpr bersubsidi yg sudah cukup lama disiarkn di media2 itu Ada atau tdk. Krn saya brusaha mncari info tp tdk dpt jawaban pasti.trimksh

      kprid responded:
      November 11, 2012 at 8:54 am

      Fasilitas itu memang ada. Banyak teman-teman yang sudah berkonsultasi juga disini. Coba anda datangi bank-bank yang ditunjuk oleh pemerintah untuk memfasilitasi program KPR FLPP ini.

      Anda bisa lihat disini untuk bank-bank yang ditunjuk http://pembiayaan.kemenpera.go.id/bankpelaksana.html

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sulistyo emantoko said:
    November 10, 2012 at 6:47 pm

    Selamat malam KPRID. Saya mau tanya tentang KPR. Apakah memungkinkan jika kita mem”freeze” ciiclan KPR kita sementara waktu (misal nya selama 5 tahun) dan kita akan mencicil kembali KPR kita setelah jangka waktu 5 tahun ini? Ini saya perlukan karena gaji yang saya gunakan untuk mencicil rumah akan saya pergunakan untuk kehidupan saya selama 5 tahun di luar negeri.

    Terimakasih sebelumnya atas tanggapanya

      kprid responded:
      November 11, 2012 at 9:01 am

      Sepertinya tidak bisa, lagi pula pihak bank tidak mau dirugikan oleh bentuk fasilitas seperti ini. Ataupun sebaliknya Bank akan membebani biaya yang tidak kecil kepada nasabahnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dini said:
    November 12, 2012 at 12:51 pm

    siang pa, saya mau nanya..saya mengajukan KPR da d acc tp ada perjanjian2 yang tidak d penuhi oleh si penjual rumah..yang mau saya tanyakan, apa pengajuan KPR saya bisa d cancel??kena penalty atw tidak y pa??mksh

      kprid responded:
      November 15, 2012 at 9:51 am

      Selama anda belum menandatangani perjanjian apapun ataupun akad kredit, anda masih bisa membatalkan pengajuan KPR anda. Mungkin apabila anda telah membayar booking fee, untuk booking fee ini hangus. Sementara apabila sudah membayarkan DP, mungkin pihak akan mengenakan potongan biaya-biaya administrasi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dafi said:
    November 12, 2012 at 2:13 pm

    dear, kprid
    saya mau tanya
    1. apakah bisa surat HGB ditingkatkan mnjadi SHM tp kredit rumah blm lunas?
    2. berapakah lama umur HGB?
    3. berapakah biaya peningkatan HGB mnjadi SHM melalui resmi ( dtg langsung ke kantor) dan melalui notaris PPAT??
    4. berapa biaya peningkatan surat tanah adat/ girik menjadi sertifkat dengan luas tanah 500m??

    trims kprid mohon pencerahannya ^_^

      kprid responded:
      November 15, 2012 at 10:05 am
      1. Tidak bisa.
      2. 10 – 20 tahun.
      3. Mungkin artikel ini bisa membantu memberi anda gambaran mengenai biaya-biayanya, http://kprid.wordpress.com/2012/11/15/cara-mengubah-status-hgb-ke-shm/
      4. Untuk biaya, berikut rumusnya : Biaya pemasukan ke Kas Negara sekitar sekitar 5% x NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) x luas tanah, ditambah dengan biaya operasional petugas lapangan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rena said:
    November 12, 2012 at 4:58 pm

    Dear KPRID,

    saya rencana mau KPR rumah type 36/90.
    tapi info dari developer,untuk sertifikat nya ada 2 tetapi 1 nama saya nantinya,dan untuk PBB tetap 1,apa itu memang ada seperti itu?karena infonya 1 deret beberapa kavling semuanya 2 sertifikat.dan kata developer waktu pengukuran dari BPN memang seperti itu,dan ketika di kavling menjadi 2 sertifikat.

    Mohon pencerahannya,apakah bermasalah 1 rumah dengan 2 sertifikat tapi tetap nanti dengan 1 nama saya .
    terimakasih

      kprid responded:
      November 15, 2012 at 10:09 am

      Hal seperti umum terjadi, karena pada saat pengembang membeli lahan dari penduduk sekitar, biasanya sudah terbentuk sertifikat atas masing-masing warga. Sehingga pada saat pembagian kavling bisa terjadi kavling tersebut berada di lahan dengan surat-surat yang berbeda. Jadi nanti memang pada saat rumah atau kavling dibeli akan diadakan penyatuan sertifikat atas 1 nama.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Pras said:
    November 15, 2012 at 4:34 pm

    Dear KPRID,

    mohon informasinya ya..
    kami punya rencana Mau mengajukan KPR di salah satu bank pemerintah, bagaimana jika sertifikat yang akan kita jaminkan nanti diatas namakan 2 orang?
    Apakah pihak Bank bisa menerima hal tersebut?
    terimakasih,

      kprid responded:
      November 25, 2012 at 9:17 am

      Apabila atas nama suami dan istri bisa. Tapi kalau belum menikah tidak bisa.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dafitra jasmar said:
    November 16, 2012 at 4:28 am

    apa saja yang bikin kendala oleh bank kpr,kalau kita mengajukan kredit?,selain beck list BI? mohon informasinya?tks

      kprid responded:
      November 25, 2012 at 9:24 am

      Yang paling utama dan sering terjadi hanya masalah BI biasanya. Selain itu mungkin nilai jual rumah dan plafond yang terlalu tinggi sementara kondisi keuangan calon nasabah kurang memadai. Tapi ini pun bisa di sesuaikan dengan jangka waktu pinjaman. Mungkin masalah birokrasi di dalam bank itu sendiri bisa menjadi kendala, yang tentunya kita tidak bisa mengetahui secara jelas mengenai hal ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dafitra jasmar said:
    November 16, 2012 at 4:58 am

    1lagi,saya sedang mengajukan kpr,syarat-syarat saya sudah lengkap,dan syarat-syarat istri saya juga sudah lengkap(join income),nama saya sudah di beacheking oleh BI,ternyata nama saya bersih,saya mau beli rumah second,syarat-syarat saya sudah masuk ke bank dan tinggal survey aja,pertanyaan saya,apakah saya bisa beli rumah itu?sementara yang penjual sudah kena beck list?masuk dalam daftar macet,mohon penjelasannya?trims

      kprid responded:
      November 25, 2012 at 9:26 am

      Tidak masalah, karena disini yang dilihat oleh Bank anda, bukan si penjual. Lagipula hal ini seperti banyak dilakukan karena memang menjadi sebuah jalan keluar bagi KPR yang macet.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nawawi said:
    November 16, 2012 at 9:51 am

    selamat pagi….. sy ada satu pertanyaan….
    saya sudah 3 tahun menempati di suatu KPR..tetapi dari pihak developer belum memberikan semua fasilitas – fasilitas yang ada di KPR (Area pemakaman, area resapan air. dll, apakah tidakan yang saya lakukan agar fasilitas itu dapat dipenuhi oleh developer?

      kprid responded:
      November 25, 2012 at 9:29 am

      Apakah anda sudah mengajukan secara tertulis kepada pihak pengembang mengenai hal tersebut? Kalau bisa dilakukan secara bersama-sama oleh warga di perumahan yang anda tepati jadi lebih kuat. Apalagi kalau memang hal-hal yang dijanjikan tertera dalam brosur pihak pengembang, maka ini bisa dijadikan bukti apabila memang harus di tempuh melalui jalur hukum.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Amel said:
    November 16, 2012 at 11:38 am

    Dear KPRID,

    Minta Info nya, Suami saya rencana nya mau ambil KPR di daerah tangerang (semua surat2 atas nama suami saya) tp yang jadi masalah tahun 2004 saya black list dengan beberapa kartu kredit, bisa tidak suami saya mengajukan KPR?

    Terima kasih..

      kprid responded:
      November 25, 2012 at 9:30 am

      Kalau pengajuan hanya menggunakan nama suami anda harusnya tidak masalah. Jadi tidak dengan joint income.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Amel said:
    November 16, 2012 at 1:20 pm

    Dear KPRID,,

    Sambung lagi..supaya data2 saya tidak di cek oleh BI seharus nya joint income atau tidak? soal nya gaji suami saya 3juta dan saya 2.3juta?

    Terima kasih

      kprid responded:
      November 25, 2012 at 9:32 am

      Hal ini bisa dilakukan tapi anda pun harus mencari rumah dengan cicilan KPR yang sesuai dengan penghasilan suami anda. Karena dengan tidak bisanya di lakukan joint income maka bank hanya akan melihat penghasilan suami anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Indar said:
    November 16, 2012 at 8:56 pm

    Dear, KPR ID
    Saya Indar, seorang guru swasta di jakarta timur.
    Saya ingin sekali mengambil KPR, saya cari info2 sudah hampir 6 bulan, kebetulan saya melihat program kementrian perumahan rakyat masalah KPR bersubsidi,yang mao saya tanyakan:
    1. info ttg developer yang bekerja sama dengan kemenpera di jakarta timur belum saya temukan
    2. Apakah belum diadakan lagi di jakarta, untuk perumahan khusus guru? karna saya dengar dulu BTN pernah menyelenggarakan.
    3. Apakah saya mendapatkan KPR bersubsidi itu sulit?karna perumahan yang terbatas dan permintaan yang banyak..

    Terimakasih atas tanggapannya.

      kprid responded:
      December 7, 2012 at 4:17 pm

      1. Anda hubungi Bank yang menyediakan KPR bersubsidi, mungkin mereka bisa mengarahkan kepada pengembang yang bekerja sama dengan bank tersebut.
      2. Untuk saat ini saya juga belum mendengar informasi mengenai itu, coba anda tanya-tanya saja ke Bank BTN.
      3. Sulit mungkin tidak tapi mungkin diperlukan kesabaran.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    dede said:
    November 19, 2012 at 3:49 pm

    Hai
    saya sedang mengajukan kpr btn dengan joint income, saat cek bi checking pada sid suami terdapat cal 4 di bulan juni 2012 setelah itu bersih hingga sekarang karena langsung dilunaskan
    apakah kpr saya bisa disetujui dengan BTN?
    Terimakasih

      kprid responded:
      December 7, 2012 at 4:56 pm

      Biasanya kalau pun sudah bersih dibutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun sampai data kita benar-benar bersih. Tapi kalau yang mengajukan itu anda bukan suami anda seharusnya tidak ada masalah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nana said:
    November 20, 2012 at 10:01 am

    Dear KPR-ID,
    Mohon bantuannya utk memberikan solusi yg terbaik. Thn 2007 saya mengambil KPR disalah satu bank pemerintah dan pembayaran dilakukan hanya sampai thn 2010 dikarenakan satu dan lain hal yg tidak bisa kami hindari. Bernegosiasi dengan Bank sdh kami lakukan dan sampai skrg kami diberikan kesempatan utk mencari pembeli yang serius dan rumah tidak disita. Satu hal yang saya hadapi saat ini adalah kesulitan dalam menawarkan harga jual ke pembeli dikarenakan sdh terlalu banyaknya perumahan baru disekitarnya. Yang ingin saya tanyakan : utk case saya ini bagaimana saya bs bernegosiasi dgn bank utk menekan sisa hutang pokok dan menghilangkan semua bunga dan denda yang ada apabila ada pembeli yg serius. Apakah bisa pelunasan ditekan dibawah utang sisa pokok, mengingat hampir 3 thn saya sdh mencicil.
    Mohon solusi dan pencerahannya..Terima kasih sebelumnya.
    Salam..

      kprid responded:
      December 7, 2012 at 4:57 pm

      Seharusnya bisa, coba anda ajukan surat permohonan keringanan untuk pelunasan KPR. Mudah-mudahan pihak Bank mau memberikan keringanan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rini hanavy said:
    November 20, 2012 at 1:31 pm

    saya mau bertanya…,2 blan lalu saya berencana membeli rumah n sudah saya booking…,kmudian saya juga sudah wawancara sama BTN katanya developer sudah d acc sm BTN
    persoalannya sperti ini, ketika mw serah terima kunci/akad kredit saya survey k lokasi rumah, kok jalan di dpan rumah blum ada dan saya tidak mau serah terima kunci/akad kredit sebelum jalan depan rumah saya ada tetapi pihak developer malah menuduh saya membatalkan sepihak pembelian rumah dan harus mengembalikan 20% dari harga jual padahal sampai sekarang jalan di dpan rmah saya jg blum jadi….,
    saya blum mngeluarkan uang untuk UM tetapi kata pihak developer 20% yg harus di bayar akan d jadikan hutang bwt saya
    tolong saya harus bagaimana?mohon bantuannya…
    trima kasih

      kprid responded:
      December 7, 2012 at 5:03 pm

      Seharusnya kalau masih dalam tahap awal seperti booking fee dan kita sebagai konsumen batal membeli rumah. Biasanya cuma booking fee-nya saja yang hangus. Apalagi ini jelas-jelas belum akad kredit, jadi seharusnya tidak ada masalah sama sekali apabila kita membatalkan transaksi pembelian. Coba anda lihat di tanda terima booking fee, apakah ada point-point yang menyebutkan bahwa diharuskan membayar sebesar 20% dari harga rumah. Saya khawatirkan ini hanya merupakan cara dari pihak dveloper agar anda tidak membatalkan transaksinya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ikha said:
    November 20, 2012 at 1:46 pm

    dear kprid,

    saya ingin mengajukan kpr 270 jt dgn asumsi joint income yang sy tau dr pihak developer katanya untuk pendamping (istri) hnya 50% dr total gaji knp bisa begitu??..apakah pihak BTN memerlukan data penunjang lainnya…misalnya bukti dari tunjangan2 yang saya peroleh…

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 9:15 am

      Biasanya pihak pertama bank akan melihat penghasilan calon debitur, dari penghasilan itu bank akan menilai sebesar 30% sebagai dasar penilaian kemampuan calob debitur untuk dapat membayar angsuran atau cicilan KPR. Jadi apabila kita mengajukan dalam bentuk joint income, tentunya jumlah yang dilihat tidak sebesar calon debitur namun sekedar agar dapat memenuhi kemampuan calon debitut. Ini pendapat yang pernah saya dengar waktu saya mengajukan KPR, jadi tidak sepenuhnya akurat hanya sekedar gambaran. Disamping itu tiap-tiap bank memiliki dasar-dasar penilaian yang mungkin berbeda-beda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    maya said:
    November 20, 2012 at 8:59 pm

    KPRID mkasih banyak atas sharingnya sangat bermanfaat terutama untuk saya yang akan ambil rumah dengan KPR.
    Sy dan suami rencana akhir tahun ini mngambil rumah seharga 560juta, kami memiliki 1 anak usia 11bln,suami sy kerja di oil service hmpir 2 thn yg pnghasilannya tergantung dri kerja lapangan dgn basic skitar 8jt net/bln,sdngkan kl ke lapangan bs dapat 15-30jt,kmi tdk mmpunyai hutang apapun,
    Kami bru mpunyai skitar 80jt utk DP dll dan di brosur yg sy dapatkan dri marketing prumahan tsb, DP bs 10% dri hrga jual.dgn cicilan skitar 6,5jt slama 10 thun
    Yg ingin sy tanyakan:
    1. jika pnghasilan suami tdk tetap, bagaimana pihak bank menilai kondisi keuangan kami(mnyetujui) apa dirata2kan atau hnya berpatok pada rekening 3 bln terakhir?pnghasilan 3 bln terakhir: 8jt,32jt,18jt
    2.apa permohonan kpr kami bs disetujui?
    3.knapa developer mnuliskan bisa DP 10% pdhal BI sdh mmutuskan min 30%?apa dibebankan pada hrga rumah atau bgmana?
    4.rumah tsb sudah SHM,apa dpt mjd prtimbangan bank mnyetujui kpr kami?
    5.kira2 berapa biaya administrasi,asuransi,notaris dll?untuk persiapan biayanya
    6.jika kami memiliki rejeki lebih dan mmbayar lebih besar dri cicilan bulanan apakah jangka waktu pmbayarannya bs lebih cepat dr prjanjian dan scara otomatis bayar bunganya pun lbh kecil?
    Maaf pertanyaannya borongan, terima kasih atas jawaban bapak yg sangat bermanfaat untuk kami

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 9:28 am
      1. Sebagai salah syarat Bank memang akan meminta fotokopi rekening tabungan kita untuk 3 bulan terakhir. Sehingga memang nantinya pihak bank akan melakukan penilaian terhadap pengajuan KPR berdasarkan informasi tersebut.
      2. Saya rasa ada baiknya dicoba, karena untuk pengajuan KPR tidak dibutuhkan biaya, kecuali kalau memang sudah di setujui.
      3. Hati-hati dan waspada terhadap promosi atau penawaran dari pihak pengembang. Karena sebelumnya sudah ada rekan yang terbujuk dengan promo DP 10% namun setelah melakukan proses lebih lanjut, pihak pengembang akan menyampaikan bahwa plafond yang dikeluarkan bank tidak mencukupi sehingga kita diminta untuk membayar kekurangan atas plafond. Ada baiknya kita ajukan sendiri langsung ke Bank jadi lebih jelas atau tanyakan ke pihak pengembang dengan bank apa mereka kerja sama, sehingga kita bisa menanyakan informasi lebih lanjut ke Bank tersebut.
      4. Kalau sudah SHM tentunya lebih baik.
      5. Untuk rumah dengan nilai 260juta, biaya administrasi terakhir dikisaran 20 jutaan. Itu sudah termasuk asuransi juga.
      6. Apabila ingin melakukan pembayaran lebih besar tinggal di informasikan ke pihak bank. Sehingga nanti dapat dilakukan penilaian kembali atas jangka waktu dan besar cicilan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    handy said:
    November 23, 2012 at 1:59 am

    pak saya mau bertanya, saya ingin membeli rumah dari penjual yg kpr nya baru berjalan 8 bulan, niat saya ingin membeli secara tunai. dan penjual meminta saya untuk melunasi kpr nya dahulu dgn perjanjian di depan notaris dan minta saya untuk transfer uangnya ke rekening penjual nanti penjual yg bereskan hutangnya ke bank, yg ingin saya tanyakan amankah cara transaksi diatas mengingat pihak developer sudah tutup buku dan pengalihan hak nya nanti di bulan januari. sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 9:35 am

      Memang seperti itu umumnya proses pembelian rumah yang masih dalam KPR. Apabila kita ingin membeli secara tunai tentunya harus dilunasi terlebih dahulu. Kalau sudah di depan notaris tentunya kuat. Anda bisa menggunakan notaris yang ada kenal. Nanti anda dengan penjual tinggal mendatangi bank untuk mengambil sertifikatnya. Namun ada baiknya coba di cek pihak bank terlebih dahulu atau ke pihak pejual untuk fotocopy atau salinan dari sertifikat. Karena sekarang banyak juga kasus rumah sudah dalam KPR berjalan tapi di Bank surat-suratnya tidak ada, karena ada masalah di pihak pengembang ataupun lainnya. Jadi ada baiknya lakukan hal terlebih dahulu sekedar untuk memastikan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    saban said:
    November 26, 2012 at 4:20 pm

    mau bertanya pak, Surat Pelunasan kredit dari Property Developer nya hilang (Apartment), sedangkan pengambilan SHM mesti tunggu 2 thn lagi (pemecahan Surat Induk), apakah nanti bisa ambil SHM tanpa surat Pelunasan tsb? trus kalau mau di alihkan apartment tsb, apakah bisa tanpa ada surat pelunasan tsb? mohon bantuannya, pak. terima kasih.

      kprid responded:
      December 7, 2012 at 4:13 pm

      Surat pelunasan adalah syarat yang diperlukan untuk mengambil sertifikat, karena itu merupakan tanda bukti bahwa cicilan ataupun rumah yang kita beli sudah lunas. Kalaupun mau dialihkan tetap memerlukan surat pelunasan untuk bisa mengambil sertifikat agar nanti bisa di proses untuk balik namanya. Coba anda lapor ke Bank ataupun pihak developer biasanya mereka menyimpan salinan ataupun data-data mengenai pelunasan yang telah dilakukan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    joko said:
    November 26, 2012 at 5:13 pm

    saya ingin bertanya… cara mengurus kpr gmn ya?

    joko said:
    November 26, 2012 at 5:15 pm

    apa dengan gaji 2,5 juta bisa?

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 9:49 am

      Untuk program FLPP minimal harus dengan pendapatan 3,5 juta. Berikut sedikit informasi persyaratan untuk program FLPP:

      KPR FLPP (fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan) diberikan bagi MBR (masyarakat berpenghasilan rendah), baik berpenghasilan tetap maupun tidak tetap. Beberapa persyaratannya antara lain:

      (1) Belum pernah memiliki rumah, baik melalui pembiayaan bersubsidi maupun tidak bersubsidi.
      (2) Penghasilan pokok maksimal Rp3,5 juta untuk rumah tapak dan Rp5,5 juta untuk Rusun.
      (3) Memiliki NPWP dan SPT atau Surat Pernyataan Penghasilan.

      Sedangkan, spesifikasi rumah yang diperbolehkan adalah:
      (1) Rumah tapak dengan luas minimal 36 meter persegi.
      (2) Rumah susun berukuran antara 21 meter persegi hingga 36 meter persegi.

      Bank pelaksana : http://pembiayaan.kemenpera.go.id/bankpelaksana.html

      Sebelumnya memang ada bank pemerintah yang menawarkan subsidi untuk KPR dengan pendapatan minimum 2,5 juta, namun saat ini sudah dialihkan kebentuk program FLPP.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Candra said:
    November 27, 2012 at 11:03 am

    Pak mohon dibantu mengenai pengajuan KPR syariah dengan cara Murabahah. Apakah ada maksimal plafon yang bisa diajukan? Rencana rumah yang ingin dibeli kisaran harga 500 – 800 juta. Tapi saya kesulitan dengan uang muka, sehingga pilihan saya ke KPR Syariah. Mohon pencerahannya?Trims

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:02 am

      Untuk plafon biasanya di kisaran Minimal Rp.25.000.000,- Maksimal Rp.3.500.000.000,-, tapi mungkin masing-masing memiliki kententuan masing-masing mengenai hal ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    fby said:
    November 28, 2012 at 1:16 am

    Saya mau kpr rumah,, siup npwp,buku tngan atas nama saya semua tapi suami saya pernh BLBI,, tpi kan butuh surat nikah dlam proses kpr ad nama suami saya apakah bisa di setujuin?

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:05 am

      Bisa, karena atas nama anda yang mengajukan KPR bukan suami anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Erwan said:
    November 30, 2012 at 9:17 am

    Mohon solusinya..
    Saya ingin mengajukan KPR pnghasilan kryawan saya skitar 3 jtaan,, tapi saya pnya pengahsilan tambahan jualan soto skitar 3,5 jtaan /blan
    bgaimana caranya memasukkan pnghasilan tmbahan saya ke kpr, sdangkan usaha saya blum profsional…???
    trima kasih

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:06 am

      Nanti di dalam formulir pengajuan KPR biasanya ada bagian yang menyebutkan mengenai penghasilan tambahan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Vino said:
    December 1, 2012 at 8:58 pm

    Dear
    kprid

    Saya mau tanya,rencana Saya mau beli rumah dengan Kpr,Syarat2 untuk pengajuan ke Bank sudah Saya lengkapi,tapi apakah dengan rek tabungan 3 bulan bisa sangat berpengaruh,mengingat pemasukan skrng uangny untuk proses DP,dan apakah kredit motor yang saya masih berjalan bisa berpengaruh juga untuk mendapatkan persetujuan dari bank tsb,

    thx,

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:11 am

      Sebagai salah satu bentuk tips dalam pengajuan KPR yang pernah saya baca adalah memperbagus isi rekening tabungan kita, walaupun nanti apa yang ada dalam rekening kita itu akan kita setorkan ke Bank/Developer. Apabila memang ada kredit lain yang masih berjalan, ini akan terlihat oleh pihak Bank yang tentunya akan masuk ke dalam penilaian terhadapt pengajuan KPR anda. Namun selama kredit yang lain berjalan lancar seharusnya tidak akan menjadi masalah.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Esa said:
    December 2, 2012 at 8:47 pm

    Dear KPR-ID

    Saya minta masukan, ceritanya begini.. Saya berencana untuk take over KPR dari penjual rumah. Saya akan mengganti DP sebesar 175 juta dan meneruskan KPR. KPR sudah jalan 2 tahun dan masih sisa 8 tahun lagi. Angsuran per bulan 4.8 juta.

    Pertanyaan saya, apabila saya memakai bank yang sama, kemudian saya bermaksud mempersingkat waktu angsuran, misalnya angsurannya dari kurang 8 tahun menjadi 4 tahun saja.

    1. Apakah itu memungkinkan?
    2. Apakah dengan mempersingkat waktu angsuran dapat memperkecil bunga ataupun jumlah total angsuran ataukah sama saja?
    3. Bagaimana tips oper KPR dengan cara tersebut yang bisa membuat saya membeli rumahnya lebih murah (dibawah harga pasaran). Atau membuat bunga lebih kecil

    Terimakasih
    Esa

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:20 am
      1. Bisa, namun tentunya anda harus memperbesar jumlah jumlah DP.
      2. Bunga tentunya akan tetap sama karena ini sudah merupakan ketentuan yang dikeluarkan oleh Bank, sementara untuk memperkecil angsuran otomatis kita harus memperbesar jumlah DP.
      3. Satu-satunya cara yang bisa dilihat saat ini adalah dengan membayar DP lebih besar.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    4ris said:
    December 3, 2012 at 10:09 am

    slamat pagi pak, saya sdh realisasi sekitar bln Juli 2012 dan hanya dapat fasilitas bunga bank flat selama 2 th, bukan FLPP apakah bisa saya mengajukan ke bank untuk bisa mendapatkan FLPP soalnya sekarang FLPP kan ada lagi

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:23 am

      Kalau anda sudah berhasil mengajukan KPR, berarti anda sudah memiliki atau pernah memiliki rumah. Sementara salah satu persyaratan untuk FLPP adalah kita belum pernah atau tidak memiliki rumah. Tapi kalau baru di setujui saja dan belum sampai tahapan akad kredit, mungkin anda masih mencoba mengajukan KPR dengan fasilitas FLPP.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    hiram said:
    December 3, 2012 at 11:47 am

    selamat siang KPRid
    saya mau tanya

    saya berniat menjual rumah, dan pembeli sudah menyetujui akan membeli rumah tersebut dengan KPR btn,
    tetapi kata pihak btn, surat2 rumah kami tidak terdaftar di btn, padahal dulu kami membeli rumah tersebut dengan cash,kenap bisa begitu ya?

    terimakasih

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:28 am

      Maaf saya kurang memahami pertanyaan anda. Kalau boleh saya simpulkan, jadi anda memiliki rumah tapi kenapa surat-surat ada di Bank BTN. Apa mungkin maksud anda BPN? Kalau memang anda pernah membeli rumah secara tunai dan ternyata surat-surat rumah tidak terdaftar di BPN berarti surat-surat yang anda terima dulu “aspal” asli tapi palsu. Modus seperti ini memang banyak dan sering terjadi. Apakah waktu itu anda mengurus sendiri surat-surat rumah anda? Kalau tidak coba anda tanyakan kembali ke orang yang membantu anda mengurus surat-surat. Atau anda coba tanyakan ke pihak BPN bagaimana kalau anda ingin mengurus surat-surat.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Andri said:
    December 3, 2012 at 9:26 pm

    Dear KPRID

    Mohon pencerahannya :
    Saya sudah mengambil KPR di Provinsi Riau, sudah berjalan 4 tahun dan masih tersisa 11 tahun dan pembayaran saya tidak pernah bermasalah, & sekarang saya pindah kerja ke jakarta.
    Apakah saya masih bisa mengajukan KPR lagi di Jakarta?

    Terimakasih

      kprid responded:
      December 9, 2012 at 10:30 am

      Maksudnya dengan KPR yang sudah berjalan dan ingin mengajukan KPR lagi. Saya rasa bisa-bisa dan sah-sah saja, namun tentunya kembali kepada pihak bank yang akan menentukan apakah penghasilan anda mencukupi untuk pengajuan KPR ke 2.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Riki said:
    December 3, 2012 at 10:58 pm

    Dear KPRID,

    Saya baru 6 bulan menempati rumah dengan menggunakan KPR. Ketika saya melaksanakan akad kredit, saya telah membayar pihak notaris untuk merubah sertifikat rumah dari SHGB menjadi SHM. Namun setelah saya menerima surat perjanjian dari pihak bank ternyata sertifikat yang dijaminkan masih berupa SHGB.
    Dan ketika saya mengkonfirmasi hal tersebut kepada notaris, mereka hanya bilang kalau mungkin proses perubahan SHGB menjadi SHM-nya terlewat dan akan dilakukan setelah KPR saya lunas.
    Yang ingin saya tanyakan adalah :
    1. Apakah betul saya tidak bisa merubah SHGB menjadi SHM apabila KPRnya belum lunas?
    2. Apa saja resiko atas kepemilikan rumah yang masih menggunakan SHGB?(mengingat jangka waktu KPR yang saya ambil adalah 20 tahun)

    Terimakasih.

      kprid responded:
      December 10, 2012 at 11:29 am
      • Seharusnya sih bisa saja, tinggalkan dibicarakan dengan pihak bank. Serta menyiapkan biaya untuk itu. Tapi anda sebutkan bahwa notaris menyatakan proses itu terlewat, apa anda sudah mambayar untuk biaya peningkatannya? Karena ada juga pengembang yang meningkatkan langsung menjadi SHM. Kalau ini sudah dibayar dan sudah merupakan bagian dari perjanjian pembelian rumah tersebut, berart anda tinggal minta ke notaris dan pastikan ke pengembang untuk memprosesnya.
      • HGB ada batasan waktu, kalau tidak salah sekarang ini HGB berlaku sampai 20 tahun. Jadi setelah anda selesai dengan cicilan KPR atau lunas anda ambil sertifikat kemudian langsung di urus perpanjangan atau peningkatannya. Apabila setelah 20 tahun dan oleh pengguna lahan tidak diurus perpanjangan/peninggkatan hak, status tanah adalah milik negara. Sementara SHM tidak memiliki jangka waktu, jadi kalau punya tanah dgn sertifikat SHM, selamanya menjadi milik. Namun, apapun jenis sertifikatnya, kalau negara sudah butuh untuk pembangunan, tetap bisa digusur. Bedanya, kalau tidak memiliki sertifikat, tinggal menunggu nasib, kalau kita memilikia HGB atau SHM masih bisa negosiasi untuk harga.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    roni said:
    December 5, 2012 at 10:24 am

    saya sdh wawancara kredit rumah di BTN,krn keputusa angkat kreditnya terlalu lama,saya ingin membatalkannya,tai setelah saya telpon pihak developernya katanya uang muka saya hangus semua….emang begitu pak?ko bisa ya?terimakasih.

      kprid responded:
      December 10, 2012 at 11:32 am

      Uang muka tidak hangus, booking fee atau tanda jadi saja biasanya yang hangus. Kalau pun ada biasanya itu pun hanya pemotongan biaya administrasi saja. Itu hanya sekedar anda tidak membatalkan pembelian rumah jadi pengembang berkata seperti itu. Coba cek saja di tanda bukti tanda jadi atau pembayaran uang muka bisa juga di PPJB apakah ada point yang menyebutkan hal tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    isa pudjiati said:
    December 5, 2012 at 3:16 pm

    Usaya mau tanya saya baru ,menutup kartu kredit,saya nunggak hampir 1tahun,bi cheking saya merah,saya sedang mengajukan kpr apakah kpr saya bisa disetujui

      kprid responded:
      December 10, 2012 at 11:35 am

      Waktu terakhir saya mendatangi BI info yang saya dapatkan sebagai berikut, apabila kita masuk dalam BI checking dan kita telah melunasi sangkutan kita, itu membutuhkan waktu kurang lebih 2 tahun sampai data kita bersih dari BI checking. Tapi tentunya tidak ada salahnya di coba karena bisa saja penilaian bank dalam hal ini berbeda beda, walupun secara sistimatis seharusnya sama.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    candra wahyudi said:
    December 6, 2012 at 6:50 am

    Assalamu’alaikum …
    Saya ada pertanyaan mas
    Saya ada rencana mau ngambil rumah tapi saya seorang karyawan kontrak sudah lebih dari 2 tahun, yang jadi masalahnya tempat saya bekerja sekarang kondisinya tidak baik pertanyaan saya seandainya saya diPHK bagaimana dengan ansuran KPR saya apakah saya lanjut melunasinya ataukah ada keringan dari pihak BTN
    bagaimana dengan undang-undang yang sebenarnya
    terima kasih atas perhatiannya
    wass…..

      kprid responded:
      December 10, 2012 at 11:38 am

      Walaikumsallam wr. wb.

      Setahu saya untuk KPR hanya bisa untuk karyawan tetap dan minimal telah bekerja selama 1 tahun. Itu ada merupakan bagian dari persyaratan dalam mengajukan KPR. Jadi keliatannya untuk saat ini belum ada KPR yang membolehkan karyawan kontrak.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rhey said:
    December 6, 2012 at 12:06 pm

    Dear kprid:

    Saya seorang pns berpenghasilan gaji pokok 1,7 + tunjangan=4jt, status menikah 1 orang anak
    Apakah sy dapat mengajukan KPR bersubsidi?dengan masih adanya kredit pinjaman yg belum dilunasi sekitar 25jt(2,5 thn) dengan limit awal sy kredit 40jt selama 4 tahun.
    Seandainya saya tidak dapat menerima subsidi dikarenakan dengan kondisi keuangan sy yg seperti itu apakah ada solusi untuk sy agar mendapatkan kpr bersubsidi dalam tahun ini?

    Mohon info Dan bantuannya….
    Terimakasih

      kprid responded:
      December 23, 2012 at 8:29 am

      Pihak Bank tentunya akan melihat seberapa besar pengeluaran cicilan anda untuk kredit pinjaman tersebut. Kemudian akan melihat dari sisa penghasilan anda yang anda sebagai bahan perhitungan KPR. Saran saya ada baiknya anda coba dulu ajukan KPR dan lihat hasilnya. Karena saya rasa itu yang terbaik, sehingga anda akan lebih mengetahui dengan pasti. Satu hal lagi, kalau memang kondisi keuangan kita sedang tidak memungkinkan janganlah kita memaksakan diri. Apalagi untuk KPR ini yang bersifat jangka panjang, yang tentunya akan memberikan dampak yang lama juga pada keadaan keuangan anda. Jangan sampai pada saat KPR berjalan akhirnya kita tidak sanggup meneruskannya. Sudah pasti ini akan merugikan kita.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    candra wahyudi said:
    December 6, 2012 at 12:31 pm

    Assalamu’alaikum ……….
    saya candra wahyudi
    saya ada pertanyaan bagaimamana bila seorang karyawan di PHK bagaimana dengan status KPRnya apakah ada keringan dari BTN ?? atau bagaimana
    dan peraturan dari pemerintah seperti apa
    terima kasih atas perhatiannya

      kprid responded:
      December 23, 2012 at 12:49 pm

      Anda bisa menyampaikan permasalahan anda tersebut kepada Bank yang memfasilitasi KPR anda. Seharusnya pihak Bank bisa membantu anda dalam hal ini. Mungkin bisa dalam bentuk perpanjangan jangka waktu atau keringanan dalam jumlah cicilan. Solusi paling akhir mungkin anda harus melakukan over kredit atas rumah anda tersebut. Mengenai peraturan sejauh ini saya belum menemukan adanya yang mengatur hal seperti ini. Namun memang baru ada wacana dari pemerintah akan ada asuransi khusus yang ditujukan untuk permasalahan PHK ini. Tap saat ini baru sekedar wacana.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ajeng said:
    December 7, 2012 at 6:10 pm

    dear kpr id …

    saya ingin menanyakan bagaimana caranya untuk mendapatkan kpr bersubsidi dari pemerintah ?
    saya sudah mencoba mendatangi salah satu bank yang ditunjuk pemerintah untuk hal ini, yaitu bank mand*ri. di cabang pertama yang saya datangi,salah satu pegawainya mengatakan bahwa bank tersebut tidak menyelenggarakan kpr subsidi, namun saya kurang percaya, saya mendatangi cabang yang lainnya, lalu pegawainya menyuruh saya datang langsung ke bank mand*ri yang terbesar di daerah saya tersebut. Saya langsung mendatanginya saat itu juga,namun pegawainya pun bilang kepada saya bahwa dia belum mengetahui tentang kpr bersubsidi tersebut. Kemudian saya deberikan nomor tlp pengurus kpr ,tapi ketika saya tanyakan kembali, lagi-lagi jawabannya tidak tahu.

    pertanyaannya, lalu saya harus kemana dan bagaimana untuk bisa mendapatkan kpr bersubsidi dari pemerintah tersebut ?

    terimakasih kpr id… mohon bantuannya…

      kprid responded:
      January 7, 2013 at 10:35 am

      Coba anda kunjungi website ini http://pembiayaan.kemenpera.go.id/bankpelaksana.html

      Lalu and print dan bawa ke Bank yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai bukti bahwa pemerintah yang sudah menunjuk langsung Bank tersebut. Apalagi di website tersebut tercantum lengkap undang-undang, peraturan hingga keputusan mentri mengenail FLPP tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Ardjuna perwira said:
    December 7, 2012 at 9:01 pm

    Selamat malam pak..

    Kebetulan dapet forum buat tanya2.. Jadi begini pak, saya karyawan tetap dan 1 bulan lalu saya ambil rumah dgn cara kredit (rumah sudah 70% jadi). Saya sudah cocok dgn tmpatnya maka saya bayar DP+booking fee nya (total 26 jt an). Namun setelah KPR saya d ajukan ke bank B** ternyata terjadi turun plafon karena kata bank syarat nya harus sudah 2 tahun kerja (saya baru 1 tahun) yang menyebabkan saya mesti bayar DP hampir 90 juta an namun angsuran perbulan memang turun jauh.. Jelas ini sangat memberatkan, mau cari dimana hari gini uang 90 jt buat DP.. Yang mau saya tanyakan :
    1. Apakah memang ada yg namanya turun plafon?
    2. Apabila saya coba ke bank lain bagaimana kemungkinannya?? Apakah akan sama saja mengingat memang saya baru 1 tahun kerja.
    3. Apabila saya batalkan pembelian rumah ini apakah itu langkah yang baik?? Dan potongan apa saja yang kira2 akan saya terima.

    Terima kasih

      kprid responded:
      January 7, 2013 at 11:34 am
      1. Akhir-akhir ini memang sering dengar mengenai penurunan plafon. Yang di khawatirkan ini hanya trick dari pengembang untuk menarik konsumen dengan DP ringan atau kecil. Sementara sudah jelas dari pihak BI telah menentukan bahwa DP untuk segala bentuk cicilan atau kredit ada sebesar 30% dari harga barang yang akan dibeli. Jadi sebenarnya disini saya liat bukan penurunan plafond namun penambahan DP, karena tentunya pihak perbankan akan mengacu kepada peraturan yang dikeluarkan oleh BI. Harusnya dari awal anda tanyakan langsung ke pihak Bank jadi jangan terlalu mengandalkan bantuan pihak pengembang dalam mengajukan KPR.
      2. Pada umumnya semua bank menentukan minimal 1 sudah bekerja di tempat yang sama. Coba anda cek langsung ke pihak Bank-nya.
      3. Kalau memang sudah jelas anda tidak dapat menyanggupi DP sebesar itu mungkin ada baiknya ditunda dahulu. Kalau masih dalam tahap awal mungkin hanya akan dikenaka potongan biaya administrasi saja. Tapi mungkin tidak bisa secepat yang anda bayangkan proses pengembaliannya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sulistiawan said:
    December 12, 2012 at 8:59 am

    Dear KPRID,
    Minta petunjuknya, saat ini saya terikat KPR bersubsidi dari BTN (akad kredit Juli 2012), Pertanyaan saya :
    1. Apakah bisa ketika sudah berjalan 1 tahun cicilan, saya take over ke bank lain? (kebetulan ada bank lain selain BTN yg kerjasama dengan kantor)
    2. Kalau bisa take over, apakah statusnya tetap bisa jd KPR bersubsidi?

    Mohon informasinya, terima kasih atas jawabannya

      kprid responded:
      January 7, 2013 at 11:45 am
      1. Kalau untuk di take over ke bank lain mungkin bisa tanpa ada batasan waktu. Sementara di over kredit kan ke pihak lain minimal setelah 5 tahun.
      2. Tergantung bank yang dituju apakah mereka memiliki bentuk KPR bersubsidi. Tapi kemungkinan besar bentuknya akan seperti KPR konvensional, jadi bukan KPR bersubsidi lagi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rifai said:
    December 13, 2012 at 3:01 pm

    Selamat siang kprid
    Saya mohon pencerahannya..
    Saya pensiunan PNS sudah mengambil rumah kpr btn di parung panjang selama 15 tahun. Masa kredit rumah berakhir di bulan agustus 2012, Nah..di awal tahun 2012, istri meninggal dunia, pembayaran terakhir yg saya bayar diawal bulan april 2012, sisa pembayaran yg harus saya lunasi sebesar Rp1,700.000 (blm termasuk denda).
    Ketika saya ingin melunasi rumah ke kantor cabang btn depok ternyata rumah saya sudah dilelang oleh bank btn cabang depok ke investor tanpa adanya pemberitahuan atau peringatan.

    Yang ingin saya tanyakan :
    1. Masih bisakan saya mendapatkan rumah atas nama saya kembali?
    2. Langkah apa yg hrs saya lakukan dan kemana saya hrs mengadu??

    Terima kasih sebelumnya

      kprid responded:
      January 7, 2013 at 11:49 am
      1. Kalau sudah secara resmi diserah terima kan kepihak investor tentunya sudah tidak bisa.
      2. Coba anda konsulatasi ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) http://bpsk-jakarta.blogspot.com/, atau mungkin ke kantor Lembaga Bantuan Hukum.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ika said:
    December 13, 2012 at 6:07 pm

    Dear kprid..
    Mohon bantuan tentang KPR di bank BTN yang tingkat suku bunganya mengikuti BI..
    kira-kira utk 15 – 20 tahun mendatang brapa tingkat kenaikan dari suku bunga sekarang yg 9.75%?
    rencana aq mau ambil KPR BTN, tp ragu dgn perubahan suku bunga yg kemungkinan tiap tahun terjadi..
    ohh iya, berapa lama pengurusan utk merubah status SHGB menjadi SHM yg dilakukan oleh notaris? pihak developer menyampaikan klo sertifikat tanah perumahan yg akan saya ambil masih 1 sertifikat, belum dibagi-bagi ke user kecuali yg membayar cash ato KPR udah selesai.. gimana pengurusannya SHGB menjadi SHM jika KPR sudah selesai?

    makasih utk bantuannya
    mohon reply secepatnya

      kprid responded:
      January 7, 2013 at 5:04 pm

      Untuk penentuan suku bunga BI biasanya mengikuti kondisi inflasi dan tentunya perkembangan ekonomi, jadi tidak bisa secara pasti dalam jangka waktu tertentu.
      Kalau memang kenaikan suku bunga menjadi sebuah kendala, anda bisa alihkan ke KPR dengan bunga fix. Ini bisa kita temui di Bank-bank yang berlabel syariah, karena mereka menggunakan perhitungan syariah jadi tidak mengaju ke suku bunga konvensional. Jadi cicilannya pun bisa tetap untuk jangka waktu 15 – 20 tahun, walaupun suku bunga di BI naik. Cuma kerugiannya pada saat suku bunga turun dengan cara bunga fix seperti ini, cicilan kita tidak akan turun.

      Kalau menaikkan status dari SHGB ke SHM kurang lebih 1 bulan kalau tidaka ada kendala.

      Setahu saya pada saat kita melakukan proses KPR, pada tahap awal kita sudah membayar biaya untuk surat-surat yang mana surat-surat itu nanti disimpan oleh Bank sebagai jaminan. Jadi walaupun cicilan KPR kita belum selesai surat-surat sudah harus ada ditangan Bank dan kita akan menerima copy dari surat-surat tersebut. Jadi pada saat KPR sudah selesai kita tinggal mengambil surat-surat rumah di Bank. Bukan kalau sudah selesai KPR baru di urus, coba anda cek lagi ke pihak pengembang mengenai hal ini.

      Untuk mengurus SHGB menjadi SHM anda bisa mengurus sendiri ke BPN atau bisa meminta bantuan notaris untuk mengurusnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    SEFI said:
    December 16, 2012 at 4:19 am

    dear kprid….

    Sekedar informasi,
    Selama ini sy blm prnah megajukan pnjaman atau pengajuan KPR ke BANK mn pun,
    saya awam sekali untk hal yg satu ini.

    saat ini sy dan istri memutuskan untuk mengajukan KPR bersubsidi A/n Istri, karena status saya masih tenaga Honor, besar penghasilan bulanan sy sebesar “Rp.1.400.000″

    ad beberapa perumahan tersebut yg kami minati.

    untuk saat ini sy ingin menanyakan tentang syarat” KPR BT* yang ada pada salah satu brosur perumahan yang kebetulan sangat kami minati, yaitu tentang ketentuan GAJI POKOK. Pada bagian tersebut tertulis :
    “Gaji Pokok Berkisar Rp. 1.700.000 s/d Rp. 3.500.000″

    Nah… sedangkan Gaji Pokok istri sy sebesar “Rp. 1.250.000″
    itu pun belum ditambah tunjangan” lainnya,
    sy perkirakan Total gaji istri sy yang diterima tiap bulannya adalah sekitar Rp. 2.500.000 s/d Rp. 3.000.000″

    Pertanyaan sy :
    1. Apakah Pendapatan perbulan istri sy memenuhi persyaratan tersebut diatas atau tidak?

    2. seberapa besar kemungkinan Pengajuan KPR kami di setujui oleh pihak bank?

    Mohon pencerahannya,
    Terima Kasih.

      kprid responded:
      January 7, 2013 at 5:08 pm
      1. Melihat persyaratan yang sudah ditentukan oleh pihak kemungkinan tidak bisa, coba ajukan joint income sebagai tambahan mungkin bisa memperbesar kemungkinan untuk disetujui.
      2. Mengenai besar kemungkinannya saya sendiri kita tidak memastikan, karena Bank sendiri memiliki pertimbangan tersendiri dan sistim untuk menentukan hal ini. Ada baiknya dicoba saja dulu di ajukan, jangan patah semangat sebelum dicoba.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    adi husodo said:
    December 18, 2012 at 11:16 am

    saya berencana akan kredit rumah di daerah solo…suatu saat tetangga yang sudah lebih dahulu kredit rumah di daerah tersebut bercerita bahwa sudah selama 2 tahun tidak pernah ditagih membayar cicilan…bagaimana dengan kejadian tersebut?apakah saya harus merasa senang karena tidak pernah ditagih?ataukah harus merasa curiga?

      kprid responded:
      January 7, 2013 at 5:10 pm

      Saya rasa itu harus dicurigai dan lebih baik di cek ke pihak pengembang atau Bank yang memfasilitasi KPR. Karena bisa saja nanti mendadak rumah ternyata sudah di ajukan ke balai lelang karena tidak pernah melakukan pembayaran cicilan KPR. Bisa juga begitu ditagih sudah berikut denda dan bunga yang memberatkan. Jadi ada baiknya di lakukan pengecekan terhadap permasalahan tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    hajarnuri said:
    December 18, 2012 at 4:53 pm

    Pak, mohon pencerahannya. saya berkeinginan mengajukan KPR atas rumah baru sekitar 500jt. tetapi uang yg bisa saya jadikan DP hanya 50jt untuk saat ini. saya bekerja sbg karyawan tetap BUMN sekitar 3th lebih, suami saya bekerja di anak perusahaan BUMN tetapi blm setahun,
    1. Apakah saya bisa mengajukan KPR dengan hanya uang 50jt yg bisa sy sediakan saat ini?
    2. Apakah bisa join income dengan suami agar bisa lolos KPR nya?
    3. Apakah perhitungan KPR nya berdasarkan gaji saja?dihitungkah tunjangan, bonus2 yang saya dapatkan selama ini sebagai tambahan pertimbangan?

    terimakasih

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 1:46 pm
      1. Berdasarkan edaran yang dikeluarkan oleh BI di tahun 2012, untuk luas tanah diatas 70 m2 pemberian kredit maksimal sebesar 70%. Jadi kurang lebih untuk DP minimal 30%. Jadi dengan dana yang ada miliki saat ini tentunya tidak mencukupi.
      2. Untuk membesar kemungkinan joint income bisa dilakukan, tapi hanya mempengaruhi cicilan KPR tidak ada hubungannya dengan DP.
      3. Umumnya Bank akan melihat berdasarkan gaji pokok, karena itu merupakan penghasilan yang nilainya tetap.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Berliana Napitupulu said:
    December 20, 2012 at 5:18 pm

    sore pak.salah satu syarat agar bisa akad kredit ke bank btn hrs pnya tabungan btn.mksh

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 1:51 pm

      Iya betul, bukannya hanya di Bank itu saja. Semua Bank memberlakukan hal yang sama.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    rara said:
    December 21, 2012 at 4:08 pm

    saya mengambil kpr bank btn , dan kpr saya sudah realisasi , yang mau saya tanyakan ketika bank mengadakan apraisal apakah bank sudah mengecek status tanah di BPN setempat, dan jika kita sudah direalisasi bank di depan notaris berarti surat2nya sudah beres, mohon informasinya

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 1:58 pm

      Tergantung kondisinya bagaimana karena belum tentu pada saat anda akad kredit sudah beres. Pada umumnya apabila kita membeli rumah di perumahan, belum surat-suratnya sudah jadi. Setelah akad kredit biasanya membutuhkan waktu sekitar 6 bulan sampai sertifikat jadi dan diserahkan pihak notaris ke Bank. Namun bisa lebih, karena kalau di perumahan biasanya masih tergabung dalam beberapa sertifikat atau di sertifikat induk. Jadi diperlukan adanya proses pemecahan ataupun penggabungan dari sertifikat-sertifikat tersebut. Hal ini karena pihak pengembang membeli tanah dari berbagai penjual. Apabila hal seperti ini ada, tentunya membutuhkan waktu lebih lama lagi untuk proses penyelesaian sertifikatnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ahmad said:
    December 22, 2012 at 5:14 pm

    Pak sy mau tanya;;sy ambil perumahan dan KPR di Bak BTN tahun April 2011 dan sudah melunasi DP 20 Persen..sekitar bulan Februari 2012 kami melakukan aqad kredit..saya sudah melakukan pembayaran angsuran hingga bulan Desember 2012..ditengah jalan Pembangunan Perumahan tersebut berjalan macet..yang saya mau tanyakan bisakah saya menghentikan sementara pembayaranangsuran tersebut sampai menunggu perumahan tersebut dapat berjalan kembali?

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 2:02 pm

      Tidak bisa, karena itu bukan masalah di pihak Bank tapi pengembang. Sementara dari pihak Bank, Bank telah memberikan pinjaman kepada anda yang anda wajib untuk membayarnya. Tapi tidak ada salahnya anda laporkan permasalahan itu kepada pihak Bank sehingga mereka juga mengetahui apa yang terjadi. Untuk proses pembangunan yang macet anda harus lakukan keluhan terhadap pihak pengembang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    wyte fitria said:
    December 24, 2012 at 5:40 pm

    Dear Kprid,
    Rencananya kami akan membeli rumah lewat kpr. Yang mau saya tanyakan pekerjaan saya dan suami sebagai kontraktor yg sangat tergantung dengan tender tidak memiliki penghasilan tetap. Apakah bank dapat menyetujui kpr tersebut?

    Terima kasih

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 2:06 pm

      Mungkin bisa dicoba, asal ada data-data yang legal mengenai pendirian usaha anda mungkin Bank mau memfasilitasi KPR anda. Karena salah satu syarat KPR pada umumnya menyebutkan “Pemohon adalah WNI dengan status karyawan tetap, pengusaha atau profesional.” Dalam hal ini kita melihat adanya pengusaha dan profesional jadi saya masih ada harapan bagi anda dan suami anda untuk memiliki rumah idaman.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    agista riyanti said:
    December 29, 2012 at 10:05 am

    asw admin kprid, saya mau tanya nih min, begini ceritanya:

    saya membeli rumah di perumahan Panca Wiratama Sakti (PWS) di desa margasari, kecamatan tigaraksa, kabupaten Tangerang dengan cara cash keras pada 12 April 1995. Lalu sampai saat ini belum keluar juga sertifikatnya. Saya sudah pernah bertanya beberapa kali ke kantor PWS nya, tetapi belum ada jawaban yang pasti. Saya pun pernah mendatangi kantor pertanahan (BPN).di kabupaten tigaraksa, namun menurut info yang saya dapat dari sana, bahwa sertifikat induk yang ada belum di pecah ke rumah-rumah, atau masih di anggunkan di salah satu bank. itu pun informasinya tidak begitu jelas. Beliau dari BPN juga menjelaskan bahwa di perumahan PWS tersebut, baru beberapa rumah saja yang baru keluar sertifikatnya.

    Pertanyaan saya, bagaimana cara yang harus saya lakukan agar saya bisa mendapat seritifikat rumah saya?

    mohon informasinya min, terimakasih banyak..www

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 2:17 pm

      Satu-satunya cara saat ini ialah dengan meminta pihak pengembang untuk menyelesaikan kewajibannya mengurus sertifikat anda. Karena anda sebagai konsumen berhak mendapatkan apa yang telah menjadi hak anda. Apabila memang sudah jelas terlihat ada sikap dari pihak tidak mau bekerja sama dalam menyelesaikan hal ini, maka anda bisa melaporkan ke pihak berwajib atau menempuh jalur hukum untuk mendapatkan apa yang sudah menjadi hak anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    MSH said:
    December 30, 2012 at 10:30 pm

    Salam kenal mz KPRID
    saya karyawan swasta, masih single. ud bekerja selama 1 thn (1 thn pertma kontrak) dan skrng kontrak diperpanjang 1 thn lg (dr management mngtkan akan diangkat jd krwan tetap stlah 2x kntrak/ 2 thn) gj pokok per bulan 1,6jt+tnjangn tetap = 2.1jt(thp), ada penghasilan tmbahan +/-1jt dr free lance. berencana mngjukan KPR perumahan dg HJ 114jt di daerah gresik DP versi pengembang 10% (sktr 11,4jt), sy mau mencicil slm 10 thn dg ciciln sekitar 1,3jt/bulan. yang mau saya tnykn
    1. apakh KPR sy dpt diterima dg keadaan sbg krwan kontrak, mskpn ada jaminan akan diangkat tnh dpn?
    2. apakh benar DP 10% dr HJ diperkenankn (krn mnrt peraturan 30%) ?
    3. kl poin 2 tdk boleh, apakh sy bs KPR dg bank lain (krn beberp bank syariah ada yg bs mmbiayai dg DP 10%), mskpun itu bukan Bank rekanan pngembang, (soalnx kmrn wktu tny2 hrus pake bank rekanan pengmbang, apa benar sprti itu) ?
    4. apa sy jg bisa ikut program FLPP untuk 2013?
    5. mnt tlng info Bank rekanan FLPP yg menggunakan sistem syariah apa saja (bila ada), serta platfom maksimum yg diberikan untuk rumah ukuran 36/72?

    smg kprid ttp jaya, dan adminx sll diberi kesehatan agar bs terus manfaat

    terima kasih
    MSH

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 2:30 pm
      1. Belum bisa, minimal harus karyawan tetap minimal 1 – 2 tahun. Karena ada bank yang menyaratkan 1 tahun dan ada pula yang 2 tahun.
      2. Coba dicek lagi mengenai DP, jangan sampai nanti setelah bayar DP ada laporan dari pengembang plafond dari Bank kurang dan kita diharuskan menambah dana lagi. Sudah banyak terjadi hal seperti ini. Ini bisa di lihat thread sebelumnya karena ada beberapa yang sudah mengalami hal seperti itu.
      3. Lebih baik dicoba dengan Bank yang bukan rekanan KPR, biar lebih jelas dan transparan.
      4. Penghasilan anda sudah memenuhi kritaria untuk dapat mengikuti program FLPP apalagi kalau anda belum pernah memiliki atau membeli rumah. Tentunya akan sesuai dengan persyaratan FLPP.
      5. Silahkan lihat disini untuk daftar bank pelaksana FLPP http://pembiayaan.kemenpera.go.id/bankpelaksana.html

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    awang said:
    January 7, 2013 at 3:52 pm

    dear kprid,
    mohon masukannya. saya mendapatkan KPR dari cimb niaga sejak 2007 dan saat ini berencana melakukan pelunasan. namun dari informasi yg saya peroleh dari suara oembaca disini maupun di media lainnya, banyak sekali yg bermasalah.

    mgkn pembaca kprid juga bisa share bagaimana supaya pelunasan bisa lancar dan sertifikat asli diperoleh dg selamat.
    tks

      kprid responded:
      January 10, 2013 at 2:45 pm

      Anda bisa meminta copy dari surat-surat yang di jaminkan di Bank. Anda tinggal menghubungi pihak Bank untuk mendapatkan itu semua. Apabila tidak ada masalah dengan surat-surat anda, maka dalam waktu dekat biasanya anda sudah bisa menerima copy dari surat-surat rumah anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    nina wijaya said:
    January 11, 2013 at 7:19 pm

    Selamat malam admin kprid, saya mohon pertimbangannya mengenai masalah saya sbb:
    Pada bulan Juli 2012 suami saya membeli rumah tipe 57/102 di daerah sidaoarjo secara KPR dengan pembayaran uang DP 20% dari harga jual rumah (Rp. 263.150.000) yang dicicil sebanyak tiga kali.Di surat pemesanan disebutkan bahwa rumah akan diserahterimakan akhir desember 2012. Pada bulan september 2012 suami saya sudah melunasi cicilan ketiga rumah tersebut dan selama menunggu serah serima kami mengajukan perubahan desain kamar mandi yg sudah disetujui pelaksanaannya pada bulan oktober 2012. Pada awalnya developer menyatakan kpr akan menggunakan bank btn namun tanpa pemberitahuan sebelumnya KPR tiba2 dialihkan ke bank arthagraha.Pihak bank arthagraha sudah melakukan interview dan pengambilan dokumen yg diperlukan untuk KPR pada pertengahan bulan november 2012. Pada awal desember 2012 dengan inisiatif sendiri kami menghubungi bank arthagraha yang menyatakan bahwa KPR kami sudah disetujui dan dokumennya sudah dikirimkan ke developer. Masalahnya adalah hingga akhir desember 2012 rumah yang kami pesan ternyata belum selesai dibangun bahkan hingga saya menulis komentar ini (11 Januari 2013) rumah kami belum juga diselesaikan oleh developer.Suami saya menanyakan ke developer mengenai kejelasan serah terimanya dan ternyata diberitahu harus membayar jaminan dana sebesar 25 juta ke bank arthagraha sebagai syarat untuk percepatan pembangunan rumah dan untuk penandatanganan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB). Padahal jelas2 rumah kami beli belum jadi dan tidak disebutkan mengenai hal itu di form pemesanan. Dan dari keterangan pihak developer uang tersebut hanya ditahan di bank artha graha sebagai jaminan untuk realisasi. Pertanyaan saya:
    1. Apakah benar nasabah KPR bank arthagraha harus menyetorkan dana sejumlah itu jika ingin rumah yang dibeli cepat selesei dibangun sebagai syarat seperti yg dikemukakan oleh developer?
    2. Di surat pemesanan yg ditandatangani bersama dengan developer ada pasal yg menyebutkan bahwa developer akan menyerahkan fisik bangunan rumah sesuai dengan jadwal di form pemesanan dan keterlambatan penyerahan fisik bangunan, developer akan dikenakan denda sebesar Rp.100,000 per hari (max 90 hari) kecuali ada kekurangan pembayaran dan atau force majeure. Sedangkan di form perubahan desain ada pasal yang menyatakan bahwa jadwal serah terima bisa mundur dikarenakan ada perubahan desain (tanpa ada kejelasan mundur berapa lama). Dengan keadaan semacam ini bisakah kami menuntut kompensasi dari developer atas keterlambatan jadwal serah terima rumah kami karena setiap kami menanyakan tentang progres pembangunan rumah, developer selalu memberikan berbagai alasan dan seakan2 mengulur2 waktu.
    Terima kasih atas tanggapannya.

    nina wijaya

      kprid responded:
      February 4, 2013 at 9:39 am
      1. Tidak ada bank yang mengharuskan hal seperti itu. Ini hanya alasan yang dibuat-buat oleh pihak pengembang. Coba anda konfirmasi kan pihak Bank.
      2. Karena memang ada pengajuan perubahan desain untuk kamar mandi maka menghindarkan pihak pengembang terhadap kewajiban membayar denda. Namun ada baiknya diperjelas kembali karena seharusnya perubahan desain kamar tidak memerlukan waktu yang lama. Seperti kebanyakan pengembang saya melihat disini pihak pengembang sepertinya ingin anda melakukan akad kredit terlebih dahulu sehingga dana yang dicairkan oleh Bank bisa mereka gunakan untuk menyelesaikan rumah anda. Tapi resiko pun sangat besar bagi kita sebagai konsumen. Jadi saya rasa ada baiknya anda bertahan dengan apa yang sudah berjalan saat ini. Tanyakan kembali batas waktu atau jatuh tempo serah terima bangunan, apabila pengembang tidak menyanggupi anda minta kembalikan saja uang yang sudah masuk tanpa adanya potonga. Karena hal ini lebih dikarenakan ketidakmampuan pihak pengembang menyediakan rumah yang sudah anda pesan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

      boy said:
      September 17, 2013 at 5:27 pm

      slamat sore admin

      sayaa mau tanya .. saya ingin mengajukan kpr btn subsidi dgn tipe 36/60 .. 3 thn lalu saya bekerja menjadi kryawan tetap tetapi saya risaind dan sekarang kerja sistem kontrak skg sya krja 8 bln dgn penghasilan 2.300.000,mempunyai kios yg d sewakan perbulan 1jt ..dan ad usaha sampingan .. sya blm menikah dan berumur 24 tahun .. tapi saya dan adik saya ingin mengambil kpr bersama” dgn membayar bersama” atas ijin dan dukungan ibu saya … apa dapat di terima oleh bank ..

        kprid responded:
        December 22, 2013 at 11:47 am

        Tidak bisa, salah satu persyaratannya adalah pegawai tetap minimal 1 tahun untk KPR. Hampir semua bank sama. Sementara untuk wiraswasta harus ada SIUP usahanya.

        Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    erw said:
    January 14, 2013 at 12:17 pm

    Dear KPR id, saya mau meminta saran dan bantuannya

    saya sudah membeli 1 rumah di jakarta barat, DP sudah setor dan KPR sudah berjalan dan PPJB juga sudah sign.

    Dijanjikan january 2014 selesai, tetapi kemarin saya lihat, diatas tanah tersebut ada bangunan warga, dan menurut marketing, memang sedang ada sengketa pemilik tanah dengan keluarga nya.. sedangkan tanah tersebut sudagh dibeli oleh developer

    Apakah yang harus saya lakukan, saya khawatir rumah tidak jadi dibangun dan saya rugi, karena dengan sejumlah uang yang kemarin saya keluarkan, bilapun dikembalikan, tidak bisa membeli rumah lagi, karena harga rumah sudah naik

    Terima kasih atas perhatiannya

      kprid responded:
      February 4, 2013 at 11:33 am

      Saat ini memang banyak sekali hal seperti ini. Malah tanah belum di bebaskan tapi pihak pengembang sudah sibuk mempromosikan penjualahan rumah tahap kesekiannya. Anda harus aktif menanyakan kepada pihak pengembang mengenai hal tersebut. Apabila memang sampai tangga yang ditentukan belum juga dilakukan serah terima, di PPJB biasanyan disebutkan penalty yang berlaku bagi pihak pengembang. Jadi saya rasa dengan kondisi yang saat ini anda lihat, anda masih bisa bersabar.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Machbub Riyadi said:
    January 14, 2013 at 12:42 pm

    dear kprid.

    saya mohon pencerahannya, ayah saya sudah melunasi kpr d i bank B** cab. Kediri selama 15 tahun dan sudah di beri Sertipikat Hak Milik & IMB beserta surat perjanjian,,,

    yang saya mau tanyakan, apakah rumah tersebut benar-benar milik ayah saya ???? karena tetangga saya bilang kalau KPR itu status tanahnya masih HGB ????

      kprid responded:
      February 4, 2013 at 11:40 am

      Coba anda lihat di sertifikat yang telah anda terima. Apakah di situ di sebutkan Hak Milik atau Hak Guna Bangunan. Apapun itu sertifikat itu sah menyatakan bahwa Ayah anda pemilik sah atas rumah dan lahan tersebut.

      Perbedaan antara Hak Milik dan Hak Guna Bangunan sebagai berikut, Sertifikat Hak Guna Bangunan memiliki masa berlaku waktu tertentu, misalnya 20 tahun atau 30 tahun. Masa berlaku HGB, harus diperpanjang dan tentunya memerlukan biaya. Sementara Sertifikat Hak Milik tak terbatas waktu. Status SHM tentunya lebih tinggi ketimbang HGB.

      Namun anda bisa meningkatkan SHGB anda menjadi SHM, mungkin artikel ini bisa membantu anda memahami prosedurnya Cara Mengubah Status HGB Ke SHM.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    inda said:
    January 15, 2013 at 9:13 am

    Pak,saya kan ngambil perumahan dengan cara kredit, uang muka sudah masuk semua,saya dan suami menyetujui cicilan selama 15 thn,setelah beberapa lama pihak deleveloper memberitahukan kami,katanya cicilan d perpanjang menjadi 20thn dengan jumlah uang berkurang,ya kami setuji,selang berapa hari kemudian pihak developer memberi tahu kami,kami harus membayar uang muka tambahan,dikarena kan plafon pinjaman kami menurun, dengan cicilan bertambah 24thn. Tambahan uang muka tersebut sangat besar, sedangkan kami sudah akad,jadi pusing mikirin tambahan uang muka yg besar itu

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 3:47 pm

      Hal seperti ini sudah sering terjadi, bahkan telah ada hal serupa telah di sampaikan oleh teman-teman kita disini. Seharusnya jangan menyerahkan seluruh masalah kepada pihak pengembang dalam mengurus pengajuan kredit. Kita sebagai konsumen berhak mengetahui informasi sejelas mungkin. Bahkan seharusnya kita pun memiliki kontak langsung ke pihak bank, sehingga bisa memeriksa ulang setiap informasi yang telah disampaikan oleh pengembang.

      Satu hal yang saya kurang pahami. Anda menyampaikan bahwan anda telah melakukan akad, kalau sudah melakukan akad tapi masih ada perubahan cicilan dan plafon pinjaman itu belum akad seharusnya. Apakah yang anda maksud anda telah menandatangani perjanjian dengan pihak pengembang? Kalau masih dalam taraf perjanjian dengan pihak pengembang, masih ada kemungkinan dilakukan pembatalan. Namun lain halnya apabila sudah dilakukan akad kredit, maka untuk melakukan pembatalan kemungkinannya sangat kecil.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    firdaus said:
    January 15, 2013 at 8:02 pm

    Assalamualikum, saya mo tanya: saya pernah membantu tetangga yg sudah saya anggap saudara mengambil rumah atas nama saya, kira kira skarang 7 tahun lagi lunas, yang saya tanyakan:1. Kenapa saat sekarang saya mau mengambil rumah susah sekali disetujui oleh bank, apa karena nama saya sudah ada di salah satu bank ? jadi ngga bisa lagi, 2. apa karena tetangga saya itu bayarnya sering nunggak,telat, kadang bayar 2 bulan langsung, sehingga nama saya jadi jelek di perbankan ? MOhon Petunjuk !!!!

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 4:09 pm

      Walaikumsallam…

      2 pertanyaan saya jawab dengan 1 jawaban.

      Bisa jadi karena nama anda sudah terdaftar di salah satu bank, dan melihat sering adanya pembayaran tertunda membuat penilaian pihak bank menjadi kurang baik. Sehingga hal tersebut menyebabkan anda menjadi sulit mendapatkan persetujuan. Disisi lain pihak bank bisa saja merasa ragu melihat kemampuan anda secara financial dengan cicilan rumah yang sedang berjalan saat ini dengan pendapatan atau penghasilan anda.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    suci said:
    January 16, 2013 at 2:34 pm

    Salam kprid…saya telah membeli rumah dengan kpr 136 juta, telah berjalan angsuran selama 20 bulan…namun sy telah menjualnya kpd orang lain. Sy pernah mendengar kalo asuransi kebakaran bs diklaim kepada pihak Bank mengingat sy telah membayar premix selama 15 tahun sesuai KPR sy. Apakah itu benar dan bagaimana cara mengklaimnya. Terima Kasih

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 1:46 pm

      Salam KPR-id,

      Setahu saya untuk asuransi kebakaran kalau memang tidak ada terjadi kebakaran tentunya kita tidak mengklaimnya. Karena memang itu di bayarkan untuk masa cicilan selama 15 tahun. Apalagi disini anda menjual rumah anda di bawah 5 tahun, karena biasanya kalau sudah di atas 5 tahun baru bank bisa mengijinkan over kredit terhadapat rumah yang anda sedang cicil.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sandra said:
    January 16, 2013 at 4:30 pm

    dear kprid
    saya thn maret 2005 sudah akad kredit dan sudah membayar cicilan rumah sampai jan 2007 rumah sudah saya renovasi. karena saya berhenti kerja dan bercerai dari suami maka saya tidak mengurusi rumah lagi.
    rumah tersebut sudah dilelang masih dapatkah saya sisa uang lelang? bagaimana mengurusnya?
    terima kasih sebelumnya atas penjelasannya

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 4:13 pm

      Uang hasil lelang biasanya lebih diutamakan kepada jumlah cicilan tertunggak saja. Jadi pihak bank tidak akan mengambil keuntungan banyak. Apabila jumlah hasil lelang sudah menutupi jumlah pinjaman yang telah diberikan, maka sudah pasti tidak menyisakan dana bagi debitur. Untuk informasi lebih detail bisa anda tanyakan kebagian pelelangan dari bank dimana anda menggunakan fasilitas KPR.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ristan said:
    January 17, 2013 at 6:05 am

    sy ingin tny, mhn jwbn sceptnya. sy ingin mngajukan kpr, ada bbrp prtnyaan.:
    1. dr developer mnyatakan srtifikt msh hgb atas nama dev. dan mnrt dev. ktika akad nanti proses pecah srtfkt hgb ini akan memakan proses wktu 1 thn. apa bnr dmikian?
    2. sy minta ktika akad krdit untk lgsung di upgrade jd shm, kata developer tdk bs krena alasan no. 1 . dan adapun kl ingin ditingkatkan, br bs stlh cicilan lunas, apa bnr demikian ? atau adakah cr lain untk upgrade ke shm ini?
    3. developer minta syrt kpr di antaranya materai 6.000 , 25 lmbr. sy blm tny alasannya, namun apakah ini dibenarkan ?
    4. apabila memang harus lunas dl br bs diupgrade ke shm, sy ingin minta ppat yg urus saja. apakah nanti syrt2 (seperti surat bebas sengketa dr klurahan dll) sy yg urus atau ppat nya?

    trimakasih jwbnnya.

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 4:18 pm
      • Kurang lebih memang demikian, paling cepat biasanya 6 bulan.
      • Seharusnya bisa, banyak kita lihat pengembang yang menawarkan langsung upgrade jadi SHM. Saya pernah demikian. Tentunya untuk ini dibutuhkan biaya tambahan dan kesanggupan pihak pengembang dalam mengurusnya.
      • Baru kali ini saya mendengarnya. Seingat saya, saya malah tidak mengeluarkan sehelai materai pun.
      • Itu bisa sekalian di urus oleh PPAT biasanya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Welly said:
    January 21, 2013 at 2:58 pm

    Dear kprid,
    Saya cukup keberatan dengan kenaikan bunga KPR saya di Panin tahun ini, dari 11% naik menjadi 14,50% (efektif per bulan january – jatuh tempo tiap tgl 15). Dan surat pemberitahuan kenaikan bunga tersebut baru saya terima pada bulan yang sama dengan bulan kenaikan.
    Yang mau saya tanyakan,
    1. Apakah memang surat pemberitahuan kenaikan bunga dikirimkan kepada nasabah dalam bulan yang sama dengan bulan efektif kenaikan?
    2. Bagaimana format surat pernyataan keberatan / minta penurunan bunga KPR.
    3. Dan bila sudah mengirimkan surat tersebut, kira2 kapan surat tersebut akan ditanggapi, Apakah tahun depan lagi?
    Mohon masukannya ya dari kprid dan rekan-rekan yang sudah berpengalaman dalam hal ini.
    Terima kasih.

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 4:22 pm
      • Biasanya 3 bulan sebelumnya, mungkin itu ada keterlambatan dari pihak kurirnya.
      • Anda bisa cari di jawaban-jawaban saya sebelumnya. Karena kebetulan ada teman yang membutuhkan dan berhasil mendapatkan keringanan.
      • Mengenai berapa lama bank akan meresponse-nya saya kurang mengetahui. Tapi berdasarkan pengalaman teman-teman yang sudah mencobanya dan berhasil tidak membutuhkan waktu lama. Tapi itupun karena mereka sudah menerima pemberitahuin mengenai kenaikan beberapa bulan sebelumnya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Didik said:
    January 21, 2013 at 4:33 pm

    Dear KPR ID,
    Mau tanya donk masalah pelunasan KPR,
    Saya punya tanggungan KPR 260 juta, selama 20 tahun. Rencananya dalam waktu dekat ini akan mengurangi cicilan dengan membayar sebagian hutang.
    Nah yg saya masih bingung, misalkan saya bayar 100 juta, apakah nantinya sisa hutang saya tinggal 150 juta, ataukah sisa hutangnya akumulasi hutang 260 juta yg 20 tahun dikurangi 100 juta. Mohon pencerahannya.

    Terima kasih banyak

    Salam
    Didik

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 4:25 pm

      Sisa hutang dari pinjaman pokok yang dikurangi.
      Jadi misalnya plafon anda sebesar 100juta, telah dicicil dan berkurang menjadi 80 juta. Maka jumlah ini yang ada dikurangi.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rani said:
    January 22, 2013 at 8:04 pm

    kami sudah ikut KPR Mandiri di bandar lampung (sudah bayar 3 bulan), namun bangunan developer tidak selesai pada waktu nya yang mereka janjikan, juga bangunan nya mengecewakan, pertanyaan saya.. apakah bisa kalau KPR kami di alihkan ke perumahan lain / developer lain saja?? dalam arti an kami batal ambil rumah di sana.. kami mau ambil di tempat lain saja..
    kalau bisa, apakah ribet prosedur nya? mohon penjelasan nya..
    terima kasih

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 4:27 pm

      Tidak bisa, apalagi sudah melakukan akad kredit.
      KPR tidak bisa dibatalkan. Jadi mungkin anda bisa ajukan keberatan kepada pihak pengembang dan minta pihak pengembang untuk membeli rumah tersebut kembali.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    meri aquarius said:
    January 25, 2013 at 10:39 am

    ass, kprid.. mohon bantuannya….
    saya karyawan swasta dan sudah tetap.. masih single,, saya mau beli rumah seharga 85 juta,, sedangkan uang yang baru ada 40 juta, jadi rencananya mau pinjam 50 juta,, disini yang saya tanyakan , dengan gaji saya 3 juta sebulan, berapa yang harus saya bayar cicilannya ke bank dengan pinjaman 50 juta jangka waktu 10 tahun…dan sistim kpr apa yang harus saya pakai… mohon bantuannya,, terima kasih

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 4:34 pm

      Di website bank-bank di Indonesia biasanya sudah di lengkapi dengan simulasi KPR, jadi anda bisa coba gunakan program tersebut sehingga dapat mendapatkan gambaran mengenai kemampuan anda dalam mencicil KPR nantinya.

      Sistem KPR hanya ada 2 sejauh ini, KPR bank konvesional dan syariah. Bank konvesional pada umumnya menggunakan sistim float, suku bunga berubah-ubah sementar syariah biasanya fix tentunya suku bunga tetap selama jangkan waktu cicilan. Keduanya tentu ada keuntungan dan kerugiannya. Pikirkan dan pertimbangkan baik-baik sebelum memutuskan, karena KPR merupakan proses jangka panjang.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    gita said:
    January 25, 2013 at 1:20 pm

    bisa gak sy minta tolong, saya bekerja di salah satu perusahaan property dan juga sambil kuliah di fakultas hukum, saya mau mengajukan skripsi yang berkaitan dengan property tetapi saya bingung mau angkat judul apa, harapnya berkaitan dengan rumah subsidi, bisa dibantu, trims gita

      kprid responded:
      October 13, 2013 at 12:53 pm

      Mohon maaf saya tidak bisa muncul dengan ide untuk judul skripsi anda. Tapi anda mungkin bisa mengangkat permasalahan dan kendala yang timbul pada KPR bersubdsi. Misalnya besarnya peminat tidak sebanding dengan jumlah rumah yang tersedia. Karena KPR bersubsidi sendiri kita sudah ketahui memiliki batasan maximal harga yang menentukan plafon dari bank yang sesuai untuk KPR bersubsidi. Ditambah permasalahan-permasalahan yang timbul dilapangan, karena banyak pengembang yang menawarkan KPR bersubsidi namun pada akhirnya berujung tidak adanya kejelasan. Bahkan kemudian akhirnya timbul hal-hal yang menyebabkan para konsumen mengarah kepada KPR biasa, bukan yang bersubsidi. Hal ini bisa kita lihat di beberapa postingan di permasalahan seputar KPR ini.

      Mungkin anda bisa mengangkat judul seperti KPR bersubsidi dan permasalahannya, Tidak Jelasnya Informasi KPR bersubsidi, KPR bersubsidi membantu meningkat perkembangan properti di Indonesia dan lain-lain.

      Mohon maaf atas keterlambatannya dalam merespond pertanyaan anda.

      Semoga bermanfaat.

      KPR-id

    Yosia said:
    January 26, 2013 at 10:24 pm

    Dear KPRID,

    Status saya, saya sedang mengajukan (baru saja) KPR BTN. Tetapi saya akan resign di bulan maret ini. Otomatis one month notice saya adalah per februari. Nah pertanyaan saya, bagaimana sebaiknya ya? Apa saya minta surat keterangan ke perusahaan baru tempat saya bekerja, bahwa saya akan bekerja per maret di perusahaan tersebut. Tetapi status saya kan masih probation 3 months. Apa ada saran?

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 1:49 pm

      Saran saya mungkin anda sampaikan kepada bank dimana ajukan KPR kondisi anda sebenarnya, dan meminta jalan keluar yg terbaik dari pihak bank.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    herwin said:
    January 28, 2013 at 10:51 am

    Pak, mohon informasinya.. Saya membeli rumah di Jakarta BArat, ke pengembang ternama. Setelah 1 tahun berlalu saya menemukan di lahan tersebut , ada bangunan liar yang menurut informasi yang saya dapat, dibangun oleh ahi waris yang tidak kebagian hasil penjualan tanah.

    saya sudah meminta klarifikasi ke pengembang, tapi belum ada jawaban yang memuaskan

    Apa yang harus saya lakukan? sebagai tambahan saya membeli via KPR

    thanks

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 1:54 pm

      Hal seperti ini sering ditemui, karena memang pembebasan lahan tidak mudah dilakukan. Ada baiknya anda ajukan keberatan kepada pihak pengembang dengan kondisi tersebut. Atau kalau memang anda tidak menyukai kondisi tersebut, coba anda meminta pihak pengembang membeli rumah anda kembali di karenakan kondisi lahan tidak sesuai dengan yang di janjikan. Untuk melakukan pembatalan sudah tidak mungkin karena anda sudah akad kredit dan KPR sudah berjalan. Memang butuh kesabaran yang cukup tinggi dalam menghadapi pengembang yang tidak menghargai konsumennya.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Mia fitriah said:
    January 29, 2013 at 8:54 am

    Mau take over dan top up.untk menutupi 2 bank.kpr di btn dgn jaminan shm outstndng 77jt dan dibri jminan sk pns suami 56.semuany bru berjan 1.untk btn 15 thn dan bri 8 thn.bskah sy topup sktr 180jt jangka 15 thn.kt join income 5jt.dan bank mana y kr2 bs handle mslh kt?085881299693 mia

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 1:57 pm

      Saya rasa tidak ada bank yang bisa memberikan fasilitas take over untuk 2 KPR di 2 bank yg berbeda. Ada baiknya diselesaikan satu persatu melalui dua bank yang berbeda. Apabila dengan jalan seperti ini mungkin bank-bank yang ada saat ini bisa membantu.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    ferry said:
    January 30, 2013 at 9:57 am

    kenapa org yg kerja diLN tidak boleh ambil kpr btn?
    bukankah sama-sama warga negara indonesia?
    hutang yg terbebankan kan berbentuk rumah dan bukan uang. jadi kalo gak sanggup bayarkan bisa disita bank kembali.
    thanks

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 2:03 pm

      Disini saya melihatnya adanya kebijakan dari Bank itu sendiri. Karena ada juga bank yang mau menyediakan fasilitas KPR bagi yang bekerja di luar negeri. Mungkin yang di khawatirkan oleh Bank ini adalah kendala dimana apabila terjadi kredit macet akan sulit untuk melakukan penagihan. Menyita rumah tidaklah menguntunkan bagi Bank, dalam hal KPR rumah di jadi kan jaminan dan hanya akan menutup modal si Bank. Namun dalam sisi pendapatan ini merupakan kerugian, yang tentunya tidak ada Bank yang mau rugi. Belum lagi proses pelelangan yang tentunya banyak menyita waktu. Hal-hal ini yang mungkin membuat Bank tersebut jadi mengeluarkan kebijakan tersebut.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    tian said:
    February 1, 2013 at 11:16 am

    Yth, pak arya.
    Saya laki-laki berumur 23tahun dan belum menikah, saya berencana untuk ambil kpr dgn jangka waktu 15thn. Penghasilan saya perbulan 3,2juta. Tetapi status pekerjaan saya masih karyawan kontrak. apakah bisa saya ambil kpr dgn status karyawan saya saat ini? Mohon bapak bisa kasih solusi untuk saya.

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 5:39 pm

      Mohon maaf untuk saat ini syarat untuk pengajuan KPR adalah karyawan tetap. Belum ada alternatif bagi karyawan kontrak sejauh ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Irwan Setia S.Kom said:
    February 4, 2013 at 5:04 pm

    Izin bertanya pa,saya pegawai swasta total penghasilan Rp.1,5 – 2 jt /bln bank mana ya yang bisa meminjamkan kredit pembiayaan rumah second seharga 60 juta dengan jangka waktu 15 – 20 tahun.serta bank mana yang memberikan subsidi kpr,dan apakah kpr saya bisa di ACC dengan penghasilan saya segitu pa,makasih di tunggu infonya

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 2:04 pm

      Penghasilan anda sudah memenuhi kritaria untuk dapat mengikuti program FLPP apalagi kalau anda belum pernah memiliki atau membeli rumah. Tentunya akan sesuai dengan persyaratan FLPP.

      Silahkan lihat disini untuk daftar bank pelaksana FLPP http://pembiayaan.kemenpera.go.id/bankpelaksana.html

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Lisa said:
    February 5, 2013 at 11:27 am

    Saya dan suami ingin KPR rumah second, tapi surat dari penjual masih PPJB dan IMB belum keluar, hanya ada surat keterangan dari developer kalau IMB masih diurus tanpa keterangan deadline. Mohon bantuannya, bank mana yang sekiranya bisa menerima surat PPJB untuk KPR ? terima kasih sebelumnya

      kprid responded:
      June 13, 2013 at 5:48 pm

      Tidak ada bank yang bisa menerima pengajuan KPR apabila masih dalam bentuk PPJB. Salah satu persyaratan umum adalah rumah yang dibeli secara KPR harus memiliki sertifikat baik itu hak milik ataupun hak guna bangunan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    Rahardian Eko said:
    February 7, 2013 at 2:30 pm

    Dear KPRID.

    Saya sedang mengajukan KPR ke BTN sebesar Rp250,500,000. Cicilan selama 15 tahun sebesar Rp2,365,000 per bulan. Status saya join income dengan istri. Jika ditotal penghasilan kami 7,9jt (take home pay), gapok: 7,6jt. Kami berdua status karyawan tetap dan tidak ada tunggakan di bank.

    Seberapa besar kemungkinan pengajuan KPR kami disetujui oleh bank? Saya dengar dari beberapa teman saya, jika join income harus 40% dari total gaji, bukan 30%?

    Mohon Pencerahannya.

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 2:07 pm

      Dengan kondisi track record keuangan anda yang baik, seharusnya tidak ada masalah dan kemungkinan besar bisa mendapatkan persetujuan. Apalagi kondisi joint income anda cukup memadai. Jadi saya rasa ada baiknya untuk dicoba dan ditanyakan langsung ke pihak Bank, karena masing-masing Bank memiliki kebijakan yg berbeda-beda dalam hal joint income ini.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    harta said:
    February 8, 2013 at 2:20 pm

    pa saya mau tanya : setahun yg lalu sy mengajukan kpr tapak di btn dan alhamdulillah sdh akad kredit dengan nilai pinjaman 49.500.000 dengan cicilan 488.000 perbulan selama 15 tahun. Yang saya mau tanyakan ketika saya mau melunasi pinjaman sy di bank btn perhitungannya bagaimana ya? cicilan saya sudah masuk setahun, apakah sy hanya melunasi sisa pokok hutang saja atau ada perhitungan lain, saya minta tolong ilustrasikan perhitungannya pa dan terimakasih sebelumnya. ( tolong dikirim ke a mail saya pa).

    Hendra said:
    February 10, 2013 at 6:29 pm

    bapak yg baik, saya berniat melakukan takeover KPR rumah saya untuk mendapat tambahan dana. Sebetulnya selama ini tidak pernah ada masalah dalam pembayaran tagihan bulanan karena kebetulan istri pun punya usaha di rumah dengan hasil yang lumayan, kurang lebih hampir sama dengan gaji saya berkerja di perusahaan swasta. Yang menjadi masalah adalah usaha istri saya tersebut tidak mempunyayi SIUD karena benar-benar hanya dagang di rumah. Sementara kalau saya hanya mencantumkan penghasilan saya di form pengajuan kredit setelah dikurangi pengeluaran per bulan sepertinya tidak favorable untuk mendapat dana pinjamaan yang di ajukan. Apakah saya bisa melampirkan saja data transksi jual beli istri saya sebagai dokumen pendukung untuk join income ? Sebagai informasi, baik gaji saya maupun transaksi dagang istri saya semua masuk lewat bank tempat kami bermaksud mengajukan takeover KPR, jadi mereka bisa lihat cash flow kami berdua. Mohon pencerahannya. Terimakasih.

      kprid responded:
      September 11, 2013 at 1:26 pm

      Walaupun tidak aja SIUD untuk usaha istri anda tersebut, namun seharusnya bisa dengan memberikan informasi berapa rata-rata income per bulan. Ini nantinya bisa dilampirkan pada saat anda hendak mengajukan KPR anda. Apalagi rekening bank yang digunakan adalah bank tempat anda akan mengajukan take over. Saya rasa tidak ada salahnya untuk dicoba.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    sugeng said:
    February 11, 2013 at 7:36 pm

    saya ingin mempunyai KPR di daerah jember. tetapi saya kerja di bandung dan KPR ini tersebut tidak bisa melalui asabri dan TWP. dan saya meminta bantuan ke kakak saya yang bekerja sebagai PNS dengan atas nama dia. Tetapi dari pihak pengembang mengatakan ada sedikit problem, karena kakak saya gaji yang akan diterima 1/3 gaji yang akan diperolehnya.
    dan kakak saya memberikan lampiran sertivikasi pegawai sebagai tambahan gaji perbulan.
    Yang saya mau tanyakan apakah pihak Bank akan ACC dengan tambahan gaji sertivikasi

      kprid responded:
      September 11, 2013 at 1:30 pm

      Saya sendiri kurang paham mengenai ini. Tapi ini bisa diupayakan seperti penghasilan tambahan.
      Karena biasanya pada formulir pengajuan KPR biasanya ada bagian untuk informasi penghasilan tambahan.

      Tapi pada dasarnya walaupun anda saat ini tidak berdomilisi di Jember, seharusnya anda bisa mengajukan sendiri.
      Apa sudah melihat kemungkinannya di bank-bank lain. Karena hal seperti memungkinkan.

      Ingat selalu teliti, teliti dan hati-hati dalam prosesnya, semoga membantu.

    iant said:
    February 12, 2013 at 2:54 pm

    Dear KPR ID

    saya mau tanya, saat ini saya sedang proses KPR untuk perumahan inde dan sudah booking fee dan sedang menunggu SP3 dan akad kredit, namun dari team marketing bahwa proses pembangunan dilakukan setelah akad kredit. Saya mohon informasinya dan pencerahannya. terima kasih

      kprid responded:
      July 29, 2013 at 2:20 pm

      Berarti pengembang tersebut pengembang yang tidak punya modal. Belum lagi nanti apabila anda sudah melakukan akad kredit rumah tidak kunjung selesai. Sudah